APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Can't Be Us

Can't Be Us

Bara Danendra sangat beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, ia menyembunyikan rahasia kelam demi mematuhi kontrak ketat bersama teman-temannya yang melarang hubungan asmara diketahui media. Rasa frustrasi terhadap aturan itu malah membuat Bara melampiaskannya bersama wanita lain, sementara ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun menderita akibat rindu dan pengkhianatan yang menyakitkan, Tiffany yang trauma akhirnya memilih pergi.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Papa…, Tiffany pulang!!"

Perempuan itu membuka pintu rumahnya dengan begitu lebar dan berteriak. Sehingga membuat pria tua yang sedang menikmati televisinya sampai menoleh. Pria itu tersenyum kecil dan langsung melambaikan tangannya pada anak perempuannya.

Satu kotak donat dia letakkan di depan Leon. Lalu membukanya dan menghitung isi donat. Tanpa ada matcha seperti apa yang Leon katakan, sebelum Tiffany pergi.

Pria itu langsung mengambil donat kesukaan nya. Tapi dengan cepat Tiffany langsung memukul tangan Leon dengan pelan.

"Papa mau makan donatnya, kenapa nggak boleh?" ucap Leon bingung.

"Papa lupa ya, ambilin donatnya buat Mbak Asih?"

Seketika itu juga Leon menepuk jidatnya lupa. Dia pun meminta Tiffany untuk mengambil piring kecil, dan mengambil dua donat untuk Mbak Asih. Kalau masalah donat Leon suka lupa dengan orang sekitarnya termasuk Tiffany.

Melihat hal itu Tiffany hanya mampu tertawa kecil. Biarkan pria itu menikmati donatnya sampai habis. Jika nanti giginya sakit, Tiffany hanya perlu mengajak Leon pergi ke dokter gigi dan mencabut giginya.

"Enak nggak Pah donatnya? Ini aku beli di toko lain, bukan yang langganan Papa.” kata Tiffany.

"Dimana?" jawab Leon dengan mulut penuhnya.

Karena hari ini ada grand opening salah satu cafe baru, dekat dengan perempatan lampu merah, dekat kampus Tiffany. Akhirnya mereka memutuskan untuk datang ke cafe baru itu. Untuk mencoba donat dan juga minuman yang ada. Masalah tempat tidak ada yang kurang, bagus dan masa kini. Cuman tidak ada panggung kecil untuk live musik. Biasanya kalau cafe begini suka sekali memanggil satu band atau penyanyi lokal. Atau tidak penyanyi yang ada di YokTube untuk memeriahkan cafe baru mereka. Tapi nyatanya cafe tadi hanya menawarkan harga donat dengan isinya dua belas donat, diskon lima puluh persen. Mantap nggak tuh!! Dan karena Tiffany tipe orang yang tidak bisa jauh-jauh dari diskon. Ya tentu saja Tiffany tidak mau menyia-nyiakan diskon itu. Untung saja tadi saat membelinya cafe tidak begitu ramai.

Leon mencicipi rasa donat itu dengan teliti. Donat yang empuk dan sedikit memiliki bau amis. Mungkin adonannya kurang lama, itu sebabnya berbau amis. Kalau masalah rasa menurut Leon ini sangat enak, dan manisnya juga pas.

"Syukur deh kalau Papa suka. Aku pikir Papa nggak bakalan suka." ucap Tiffany.

"Hmm, kamu nggak makan Tif? Jangan sampai donat sebanyak ini Papa yang habisin ya." kekeh Leoan.

Dengan tertawa kecil Tiffany mengambil satu donat rasa strawberry dan memakannya. Sesekali menatap ponselnya yang tidak ada notif satu pun.

Dengan iseng Tiffany membuka room chat dirinya dan juga Bara. Membaca pesan akhir yang perempuan itu kirimnya satu minggu yang lalu.

Ya satu minggu yang lalu, Tiffany mengirim pesan pada Bara. Dia hanya menceritakan apa yang terjadi dalam satu hari itu. Dan respon Bara hanya membacanya saja, tanpa mau membalas pesan itu. Tiffany tahu jika laki-laki itu selalu membaca pesannya. Dan bahkan Tiffany juga bisa membayangkan bagaimana reaksi Bara membaca pesannya. Tersenyum begitu manis dan bahkan jika ada hal lucu, Bara pasti tertawa terbahak sambil memegangi perutnya.

Menyadari putrinya sejak tadi tersenyum terus, Leon langsung menatap Tiffany dengan alis yang berkerut.

"Kamu kenapa kok ketawa?" kata Leon bingung.

"Hmm, apa?"

Leon menunjuk Tiffany dengan tertawa kecil. Dia jadi berpikir jika anak perempuannya itu sedang jatuh cinta. Tentu saja Tiffany langsung menolaknya, mengelak jika dia tidak sedang jatuh cinta. Tiffany hanya senang melihat notif band kesukaannya pagi tadi. Bukan berarti Tiffany sedang jatuh cinta kan?

"Masih mau ngelak? Papa itu kenal betul siapa kamu." ledek Leon.

"Idih, Papa apaan sih. Siapa juga yang jatuh cinta. Papa itu sok tauuuuu…,"

Leon menarik bibir Tiffany yang memanjang dan tertawa kecil. Dari gelagatnya saja Leon tahu nika anak perempuannya ini sedang jatuh cinta.

Oke, baiklah!! Jika Leon memaksa itu tandanya Tiffany harus berkata jujur kan?

"Papa pengen tahu siapa yang udah buat aku jatuh cinta?" tanya Tiffany memainkan alisnya.

"Siapa?"

Tiffany mengambil ponselnya dan membuka salah satu apk berwarna merah. Mencari foto Bara yang terlihat sangat polos dan tampan. Lalu dia tunjukan pada Leon yang ternyata sudah menunggunya.

Pria tua itu mengerutkan keningnya dalam, menatap foto yang ditunjukan Tiffany padanya. Kaos putih dengan kalung peluru, rambut berwarna blonde dan juga dua mutiara di gigi taringnya.

"Dia siapa?" tanya Leon bingung. "Papa nggak pernah lihat? Yakin pacar kamu?" ujarnya.

Tiffany mengangguk, "Iya lah Pah. Ini namanya Bara Cavero, dia pacar aku."

Lagi-lagi alis Leon mengerut dalam. Dia menepis ponsel itu dan menggeleng. "Halusinasi mulu kerjaan kamu!!" cibir Leon dan membuat Tiffany mendelik sempurna.

"Papa kok ngatain sih!!" seru Tiffany kesal. "Papa….," teriak Tiffany saat melihat Leon pergi dari hadapannya.

-Chasing Yout-

Kamar adalah tempat paling nyaman untuk Tiffany, terkadang dia paling suka lama-lamaan di kamar apalagi kamar ini dia sendiri yang mendesain setelah menjadi penulis. Ya kamar yang dulunya memiliki dinding kosong sekarang terisi penuh dengan apa yang Tiffany inginkan.

Tempat tidur tanpa ranjang dan juga karpet bulu berwarna cream. Bukannya Tiffany tidak suka tempat tidur yang tinggi. Dia itu kalau tidur suka ngigau, suka ngelindur. Dia hanya takut jatuh dan gegar otak. Belum lagi tempat belajar di dekat jendela dengan minimalis. Di atas tempat meja itu terdapat banyak barang, terutama laptop dan juga tablet pembuatan cover. Tempat pensil dari kayu dan juga bunga kering. Lampu gantung di ujungnya dan juga bufet kecil di samping meja belajar ini. Belum lagi Tiffany menambahkan Fuddate Mesh Board yang menggantung di depan meja belajar. Itu Tiffany pasang dan untuk mengoleksi foto Bara, sticky note dan juga memo. Di atasnya juga ada satu gantungan rak yang isinya hanya kotak kecil berwarna merah.

Diujung kamar sisi kiri dekat dengan pintu kamar mandi dan lemari panjang. Disana ada satu cermin persegi panjang yang berdiri begitu elegant. Dengan kayu panjang tempat handuk , meja kecil yang ada hiasan pohon kaktus dan juga alat make up lainnya yang dimasukkan ke dalam kotak makeup. jadi lebih simple walaupun barangnya banyak.

Tidak hanya itu, Tiffany juga membuat wall decor pada dinding mulusnya. Saat ini dinding itu memiliki banyak sekali foto dirinya, dan juga foto Bara yang berbentuk hati. Selain itu, Tiffany juga menambahkan gantungan bunga hias, lampu led dan juga poster. Tak lupa juga dengan neon letters bertulisan enjoy my spirit.

Oh iya, Tiffany juga menggunakan gorden minimalis polos berwarna krem semi transparan, atau biasa disebut dengan gorden vitrase. Di samping gorden dan jendela di sisi yang berlawanan dengan meja belajar. Disana ada satu bufet kecil yang isinya hanya light word box. Ini adalah sebuah lampu sekaligus quotes penyemangat untuk Tiffany, dan bahkan perempuan itu bisa membacanya setiap hari. Light word box ini terbuat dari kaca dan kayu, yang memancarkan lampu dari dalam. Bunga kering dan juga beberapa barang unik juga berada disana, termasuk pengharum ruangan yang wajib berada di kamarnya ini.

“Besok kayaknya aku harus beli tapestry biar dinding atas light word box nggak kosong,” gumam Tiffany sambil mengusap dagunya. Lalu pandangannya terarah pada meja belajarnya dimana laptopnya sudah waktunya disentuh. “Baiklah, my mind bersahabatlah denganku untuk malam ini.” kekehnya.

-To Be Continued-

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Yang Indah - Zina
8.8
Zina terlahir dari masa lalu kelam sang ibu yang penuh noda. Sebagai anak hasil hubungan terlarang, hidupnya dilingkupi penderitaan tanpa akhir. Sang ibu yang menyimpan trauma mendalam akibat kekejaman seorang pria, bertekad membalas dendam dengan cara apa pun. Dalam romansa modern ini, Zina menjadi lambang dosa yang indah sekaligus alat utama ibunya untuk menuntaskan amarah terhadap sosok yang telah menghancurkan hidup mereka.
Sampul Novel HIGH SCHOOL LOVE ON
8.7
Devano, murid pintar yang terkekang ambisi orang tuanya, menemukan warna baru saat bertetangga dengan Bea Miller, siswi pindahan yang pemberontak. Di balik perbedaan mereka, keduanya kerap menghabiskan malam bersama untuk saling mencurahkan isi hati. Sayangnya, sebuah liburan pantai membuat orang tua Devano murka dan memisahkan mereka. Waktu berlalu, kenangan akan Bea menuntun Devano menjadi fotografer sukses, sementara Bea berhasil meraih impiannya sebagai menteri luar negeri.
Sampul Novel Keputusan Takdir
8.5
Sallyana harus merelakan impian indahnya hancur ketika Veen mengusirnya secara paksa. Butuh perjuangan keras baginya untuk menyembuhkan luka dan melupakan masa lalu. Namun, saat ia mulai bangkit, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh berbeda. Apakah Sallyana akan kembali terpikat pada Veen, ataukah ia akan melabuhkan hatinya pada sosok baru yang menemaninya di masa-masa sulit? Keputusan takdir akan menentukan akhir perjalanan cintanya.
Sampul Novel Luka Yang Kutinggalkan
8.3
Menghadiri pesta ulang tahunnya di atas kursi roda, Joice menyadari bahwa semua tamu mencemooh fisiknya dan membicarakan perselingkuhan tunangannya, Willy, dengan Anna. Mereka mengira Joice masih tuli, padahal pendengarannya telah pulih. Willy yang dahulu diselamatkannya dari kecelakaan fatal hingga membuatnya lumpuh kini hanya diam. Kecewa dengan pengkhianatan setelah tiga tahun pengorbanan, Joice memutuskan mengaktifkan layanan kematian palsu. Sebuah replika jenazah siap dikirim ke pernikahan mereka dalam lima hari.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, anak dari Arjuna dan Ken Rukmini, terseret dalam konspirasi Kerajaan Pedang Wangi di tengah ancaman Joyorono serta militer Mong. Bersama Niken Wulandari, ia memilih bermitra dengan Mong untuk melibas lawan, tetapi justru berujung dikhianati. Demi melindungi tanah airnya, Mahesa wajib membongkar misteri masa lalu dan menghidupkan daya magis pusaka Wesi Wangi. Di sela intrik takhta, ia pun menyadari bahwa pemimpin sejati harus meredam ego demi keselamatan rakyat.
Sampul Novel Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku
9.6
Kepulangan Rina Januar memicu keretakan rumah tangga sang protagonis. Setelah mendapati bukti kedekatan suaminya, Galih Gunawan, lewat unggahan foto di media sosial Rina, sang istri langsung dihadapkan pada tuntutan cerai. Galih mendesaknya melepaskan status Nyonya Gunawan demi menyerahkannya kepada Rina. Menyadari sisa hidupnya tidak lama lagi, ia merelakan segalanya hingga ajal menjemput. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi Galih, yang kini menangis penuh penyesalan di depan makamnya dan berjanji tidak akan pernah menggenggam tangan wanita lain.