APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Can't Be Us

Can't Be Us

Bara Danendra sangat beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, ia menyembunyikan rahasia kelam demi mematuhi kontrak ketat bersama teman-temannya yang melarang hubungan asmara diketahui media. Rasa frustrasi terhadap aturan itu malah membuat Bara melampiaskannya bersama wanita lain, sementara ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun menderita akibat rindu dan pengkhianatan yang menyakitkan, Tiffany yang trauma akhirnya memilih pergi.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara tepuk tangan yang sangat meriah, terdengar di segala penjuru cafe. Hari ini ada grand opening salah satu cafe di Ibukota. Dan mengundang penyanyi lokal yang terkenal pula dikalangan remaja. Tentu saja hal itu langsung mengundang banyak penonton, terutama para remaja. Begitu juga dengan perempuan yang memiliki nama lengkap Tiffany Lenora Amora. 

Perempuan itu datang ke cafe baru ini bersama dengan kedua temannya. Selain untuk menikmati makanan yang ada di cafe ini. Tiffany juga tidak mau kalah dengan penampilan solo dari lelaki yang memiliki nama lengkap, Bara Cavero Danendra. Laki-laki yang memiliki wajah tampan, kulit cerah dan juga senyum manis. Pandai bermain gitar, dan memiliki sifat yang begitu menjengkelkan. 

Ya menjengkelkan, karena Tiffany harus satu sekolah bersama dengan Bara. Laki-laki itu cukup terkenal di sekolahnya, banyak perempuan yang menginginkan untuk menjadi kekasihnya. Sayangnya, tak ada satu perempuan pun yang mampu memenangkan hati Bara. Walaupun jadi fansnya, Tiffany juga tidak tahu perempuan mana yang masuk kriteria Bara kali ini. 

Dia sangat menyukai laki-laki itu. Lihatlah, walaupun hanya menggunakan kaos oblong berwarna putih, dengan kalung peluru yang panjang. Dia terlihat sangat tampan dan juga keren. Kalau saja Tiffany bisa, ingin rasanya dia mendekati Bara dan mengajaknya berkenalan secara dekat. Siapa tau kan, Tiffany bisa membuat laki-laki itu jatuh cinta dengannya. 

"Udah kali Tif lihatnya." kekeh Ambar salah satu teman Tiffany. 

Perempuan itu hanya mampu tersenyum kecil dan mengangguk. "Sayang banget kalau sampai di anggurin. Cakep sih, anak orang." 

"Kalau nggak anak orang, mau anak siapa Tif. Anak kamu apa?" sahut Shella tertawa kecil, dan menikmati kenyang gorengnya. 

Ya tidak begitu juga konsepnya. Jika Bara anaknya terus Bapaknya siapa? Kan Tiffany juga pengennya Bara yang jadi bapaknya, masalah anak nanti deh bisa bercocok tanam berdua sampai subuh. Tiffany yakin selama satu bulan langsung hamil, anak kembar lima sangking banyaknya. 

Tiffany terkekeh kecil, dia pun memainkan pipet minimnya dan sesekali menatap Bara yang dikerumuni banyak orang. Udah cakep, anak orang kaya, tapi masih aja mau mandiri cari duit sendiri.

"Bisa jadi ya hobby salah satunya." celetuk Shella mengusap dagunya. 

"Sok tau deh." dengus Tiffany. 

"Nggak lagi amnesia kan, kalau Shella itu tetangga Bara, Tiffany Lenora!!" sahut Ambar gemas. 

Karena lupa akan hal itu Tiffany menepuk jidatnya sendiri. Tentu saja Shella tahu segala hal tentang Bara. Rumah Shella tepat di depan rumah Bara, di perumahan elit yang sangat terkenal. Banyak artis dan juga pejabat tinggi yang memiliki rumah disana. Termasuk shella, Ayahnya bekerja di salah satu partai di Ibukota. 

"Ya ampun Shella, aku lupa." pekik Tiffany pura-pura. 

Shella hanya menggelengkan kepalanya kecil, melihat reaksi Tiffany yang menurutnya sangat konyol itu. Dia juga meminta semua orang untuk segera menghabiskan makanan mereka. Shella tidak ingin pulang malam lagi, jika ayahnya terus saja marah-marah pada Shella karena pulang malam. Sedangkan Ambar dan juga Tiffany, mereka memiliki jam malam sendiri. Sampai jam sepuluh malam mereka harus sudah sampai di rumah. 

Jika Shella dan Ambar lebih sibuk dengan makanan yang mereka nikmati. Tiffany malah lebih sibuk melihat Bara yang tertawa kencang bersama dengan temannya. Hingga tak sengaja pandangan mereka sempat berpadu beberapa detik, sebelum Tiffany menundukkan kepalanya. Jantungnya berdetak lebih kencang, nafasnya memburu, dadanya sesak seolah dia membutuhkan tabung oksigen yang bisa dibawa kemanapun. 

"Tif kenapa sih? Ayo buruan makan, bapaknya Shella keburu marah." ucap Ambar. 

"Nggak papa, ini juga lagi makan." jawab Tiffany asal dan memakan makanannya. 

-Listen to My Heart- 

Singkat cerita. Setelah kejadian di cafe tiga bulan yang lalu. Tiffany kembali dipertemukan oleh Bara di taman kota. Waktu itu Tiffany lagi pengen banget beli kembang gula. Dia meminta salah satu sopir papanya, untuk mengantar Tiffany ke taman kota. Hanya untuk membeli kembang gula. Tak disangka Tiffany malah bertemu dengan Bara yang waktu itu dikejar para fansnya. 

Bara menarik tangan Tiffany dan mengajaknya bersembunyi di balik semak-semak. Awalnya Tiffany juga tidak tahu jika itu adalah Bara. Saat laki-laki itu membuka masker dan tudung jaketnya, barulah Tiffany tahu jika itu adalah Bara idolanya. 

Sesak nafas, dan rasa ingin berteriak Tiffany rasakan waktu itu. Tapi dia memilih diam tanpa mengatakan apapun saat Bara membekap mulutnya. Oh shit!! Selama satu minggu bahkan Tiffany rasanya malas untuk membasuh mukanya saat bangun tidur. Malas untuk gosok gigi, karena takut aroma tangan Bara hilang dari mulutnya. Tapi karena bau jigong yang tak sedap itu, akhirnya Tiffany membasuh muka dan bibirnya saat sore hari. 

Dan sekarang hubungan mereka cukup dekat. Seperti sore ini Bara mengajak Tiffany ke salah satu studio milik temannya. Katanya, hari ini dia akan latihan bernyanyi sebelum manggung untuk esok.

Benar-benar laki-laki idaman bukan!! 

Duduk di sofa berwarna merah, Tiffany menatap Bara yang mengambil sebuah gitar dan mulai memainkannya. Sudah seperti konser pribadi, yang dihadiri tamu VVIP. 

Sambil menunggu Bara selesai latihan, perempuan itu memilih berjalan-jalan di studio milik teman Bara ini. Banyak sekali figuran dan tulisan-tulisan di studio ini. Sampai akhirnya Tiffany melihat satu kupu-kupu yang sudah mati. 

Kupu-kupu itu memiliki warna biru muda dan hitam. Dari warnanya saja sangat cantik, membuat Tiffany langsung jatuh cinta sejak pertama kali melihatnya. Sedangkan Tiffany juga tahu, sebelum menjadi kupu-kupu, hewan itu berasal dari ulat yang sangat menjijikkan. Entah kenapa jadinya lebih cantik daripada burung merpati. 

"Suka?" 

Tiffany terjingkat kaget dia pun langsung menoleh menatap Bara, yang entah sejak kapan berada di belakangnya. Sedangkan Tiffany ingat betul jika Bara sedan ruangan yang kedap suara. 

"Kamu.., kok ada disini?" tanya Tiffany kaget.

Bara tersenyum, "Tadi melihat kamu pergi aku panik. Takutnya kamu nyasar." 

Tiffany tertawa kecil, mana mungkin juga dia nyasar di studio yang ukurannya saja bahkan bisa dihitung dengan jengkal jari. Yang ada Tiffany tadi hanya bosan saja, jika Bara harus bernyanyi di balik kaca. Sedangkan Tiffany hanya mampu duduk dan merasa bosan.

Tiffany kembali duduk di sofa merah, dengan pandangan ke arah kupu-kupu. Seolah tahu arah pandangan Tiffany, Bara mengambil spidol yang ada diatas meja dan menarik tangan Tiffany. 

"Eh mau ngapain!!" pekik Tiffany kaget. 

Dia berusaha menarik tangannya tapi yang ada Bara malah menahan tangan Tiffany. Kalau dibilang tangan yang beruntung, tentu saja iya. Bahkan saat ini Tiffany sangat iri dengan tangan kirinya yang ditarik oleh Bara. Bukan perkara Bara melukis sesuatu di tangan Tiffany. Tapi karena tangan kiri tanpa sengaja bisa menyentuh dada bidang Bara, yang dibalut kaos hitam dan sedikit basah. Ruangan ini memiliki pendingin ruangan, tapi nyatanya Tiffany masih merasakan hawa panas yang luar biasa. 

Dan sekarang dunia dan hidupnya semakin panas, saat tangan kirinya menyentuh dada bidang Bara. Apa iya Tiffany tidak akan menyentuh air sedikitpun dengan tangan kirinya? 

"Aku harap kupu-kupu ini adalah lambang hubungan kita. Keindahan, kesetiaan, kebebasan dan juga cinta kita." 

Tiffany mengerjapkan matanya berkali-kali, menatap Bara dengan kebingungan. Apa maksud dari ucapan Bara, dan hubungan apa yang Bara maksud? 

-Listen to My Heart-

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosa Yang Indah - Zina
8.8
Zina terlahir dari masa lalu kelam sang ibu yang penuh noda. Sebagai anak hasil hubungan terlarang, hidupnya dilingkupi penderitaan tanpa akhir. Sang ibu yang menyimpan trauma mendalam akibat kekejaman seorang pria, bertekad membalas dendam dengan cara apa pun. Dalam romansa modern ini, Zina menjadi lambang dosa yang indah sekaligus alat utama ibunya untuk menuntaskan amarah terhadap sosok yang telah menghancurkan hidup mereka.
Sampul Novel HIGH SCHOOL LOVE ON
8.7
Devano, murid pintar yang terkekang ambisi orang tuanya, menemukan warna baru saat bertetangga dengan Bea Miller, siswi pindahan yang pemberontak. Di balik perbedaan mereka, keduanya kerap menghabiskan malam bersama untuk saling mencurahkan isi hati. Sayangnya, sebuah liburan pantai membuat orang tua Devano murka dan memisahkan mereka. Waktu berlalu, kenangan akan Bea menuntun Devano menjadi fotografer sukses, sementara Bea berhasil meraih impiannya sebagai menteri luar negeri.
Sampul Novel Keputusan Takdir
8.5
Sallyana harus merelakan impian indahnya hancur ketika Veen mengusirnya secara paksa. Butuh perjuangan keras baginya untuk menyembuhkan luka dan melupakan masa lalu. Namun, saat ia mulai bangkit, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh berbeda. Apakah Sallyana akan kembali terpikat pada Veen, ataukah ia akan melabuhkan hatinya pada sosok baru yang menemaninya di masa-masa sulit? Keputusan takdir akan menentukan akhir perjalanan cintanya.
Sampul Novel Luka Yang Kutinggalkan
8.3
Menghadiri pesta ulang tahunnya di atas kursi roda, Joice menyadari bahwa semua tamu mencemooh fisiknya dan membicarakan perselingkuhan tunangannya, Willy, dengan Anna. Mereka mengira Joice masih tuli, padahal pendengarannya telah pulih. Willy yang dahulu diselamatkannya dari kecelakaan fatal hingga membuatnya lumpuh kini hanya diam. Kecewa dengan pengkhianatan setelah tiga tahun pengorbanan, Joice memutuskan mengaktifkan layanan kematian palsu. Sebuah replika jenazah siap dikirim ke pernikahan mereka dalam lima hari.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, anak dari Arjuna dan Ken Rukmini, terseret dalam konspirasi Kerajaan Pedang Wangi di tengah ancaman Joyorono serta militer Mong. Bersama Niken Wulandari, ia memilih bermitra dengan Mong untuk melibas lawan, tetapi justru berujung dikhianati. Demi melindungi tanah airnya, Mahesa wajib membongkar misteri masa lalu dan menghidupkan daya magis pusaka Wesi Wangi. Di sela intrik takhta, ia pun menyadari bahwa pemimpin sejati harus meredam ego demi keselamatan rakyat.
Sampul Novel Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku
9.6
Kepulangan Rina Januar memicu keretakan rumah tangga sang protagonis. Setelah mendapati bukti kedekatan suaminya, Galih Gunawan, lewat unggahan foto di media sosial Rina, sang istri langsung dihadapkan pada tuntutan cerai. Galih mendesaknya melepaskan status Nyonya Gunawan demi menyerahkannya kepada Rina. Menyadari sisa hidupnya tidak lama lagi, ia merelakan segalanya hingga ajal menjemput. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam bagi Galih, yang kini menangis penuh penyesalan di depan makamnya dan berjanji tidak akan pernah menggenggam tangan wanita lain.