APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Usai masa nifas, Winda Baskoro mengunjungi Dinas Kependudukan untuk memasukkan bayinya, Alex Harto, ke kartu keluarga. Namun, petugas mengungkap bahwa nama Alex Harto telah terdaftar di bawah nama suaminya, Tama Harto. Saat Winda kebingungan, sebuah pesan masuk dari asisten suaminya, Sania Marsudi. Foto itu menampilkan Tama yang merangkul Sania dan menggendong bocah berusia lima tahun di depan TK, lengkap dengan papan nama bertuliskan Alex Harto.
Bab
Bagikan

Bab 9

Saat kembali membuka mata, aroma disinfektan yang menyengat membuat Winda batuk-batuk keras.

Matanya berkunang-kunang menatap langit-langit putih, lalu terdengar suara Tama yang hangat dan berat di telinganya. "Sudah sadar? Bagaimana perasaanmu?"

"Lina!"

Dia langsung duduk tegak, tidak peduli rasa sakit karena jarum infus tertarik, dan seperti orang gila berusaha menyingkirkan selimut untuk turun dari tempat tidur.

Tama segera menahannya. "Jangan panik, anakmu baik-baik saja. Sania sedang menjaganya di ruang sebelah."

Winda mendorongnya dengan kasar. "Minggir!"

Ekspresi Tama menjadi muram. "Winda, aku tahu kamu masih marah, tapi saat Alex diculik, situasinya darurat. Aku juga nggak punya pilihan…"

"Nggak punya pilihan sampai harus mengorbankan nyawa putriku?"

Winda meraih gelas di samping ranjang dan melemparkannya. Pecahannya berhamburan di kaki Tama. "Tama, keluar dari sini! Aku nggak mau lagi melihatmu!"

"Apa kamu harus bersikap seperti ini?"

Nada Tama makin tak sabar. "Sejak melahirkan, emosimu makin nggak stabil. Baiklah, aku akan pergi. Kalau sudah tenang, hubungi aku lagi."

Dia membanting pintu dan meninggalkan kesunyian di seluruh ruangan.

Sebelum Winda sempat mengambil napas, Sania masuk sambil memegang selembar dokumen, senyum penuh kemenangan tergambar di bibirnya..

"Anakmu ada di ruang bayi. Tanda tangani ini dan jangan pernah muncul lagi di depan Tama, maka aku akan membiarkanmu membawanya pergi."

Winda menerima perjanjian itu. Jarinya menyapu pasal bertuliskan: [Tak akan pernah bertemu lagi]. Saat dia mendongak, sorot matanya sudah tenang. "Penculikan anakmu itu… skenario yang kamu buat sendiri, 'kan?"

Sania menaikkan alisnya, tanpa menyembunyikan apa pun. "Kamu memang pintar. Aku memang ingin membuatmu menyadari kalau di hatinya, aku dan Alex adalah keluarganya."

"Dia menyelamatkan Alex dan hatinya hanya untuk kami berdua. Kamu nggak punya peluang untuk menang."

Winda tidak berkata apa-apa lagi. Dia membalik ke halaman terakhir dan menandatanganinya.

Saat perawat mengantarkan Lina, tubuh mungilnya yang meringkuk dalam pelukannya membuat air matanya akhirnya tak terbendung lagi.

Inilah dunianya.

Sania menatap adegan itu, lalu tiba-tiba menghela napas. "Sebenarnya, dulu aku juga berpikir dia mencintaimu. Hubungan pertama kami terjadi karena sebuah kecelakaan, dia menghindariku lebih dari setengah tahun. Baru setelah aku tahu hamil, dia mau menemui aku."

"Tapi, pria memang selalu berubah. Mungkin dulu dia mencintaimu, tapi sekarang dia mencintaiku. Apalagi, aku melahirkan anak laki-laki. Anak perempuanmu selamanya nggak akan bisa bersaing."

"Aku tahu kamu memandang rendah diriku, tapi kamu cuma lebih beruntung dalam hidup. Kalau posisinya terbalik, belum tentu kamu lebih bermoral dariku."

Winda tersenyum tipis, malas untuk berdebat.

Tenggorokannya terasa panas terbakar, bahkan mengucapkan satu kata pun terasa melelahkan.

Sebelum pergi, dia pergi ke perusahaan untuk memeriksa catatan produksi Proyek Disbel untuk terakhir kalinya.

Bukti Sania diam-diam mengganti pemasok dengan yang lebih murah dan menggelapkan selisih harganya, telah Winda kumpulkan dan susun menjadi file terenkripsi.

Tuhan pasti melihat semuanya, bom waktu yang tertanam ini suatu saat akan meledak.

Dia ingin melihat, apakah pada saat itu terjadi, Tama masih bisa melindungi istri yang serakah ini.

Sambil menggendong putrinya naik ke pesawat, Winda mengirim pesan kepada musuh bebuyutan Tama: [Maaf membuatmu menunggu. Aku sudah bilang akan menikah denganmu dan aku nggak pernah ingkar janji.]

Hampir seketika itu juga, balasannya muncul: [Winda, aku sudah menunggu hari ini selama dua belas tahun. Berapa pun lamanya, ini sepadan.]

Hidung Winda terasa masam. Saat menoleh, dia langsung melihat status WhatsApp Sania.

Dalam foto, Alex mengenakan topi ulang tahun, dengan Tama dan Sania di masing-masing sisi kanan kiri, menciumnya di pipi. Disertai keterangan: [Si kecil ulang tahun yang ke-7. Ayah dan Ibu akan selalu mencintaimu.]

Tak lupa dilampirkan juga dokumen kepemilikan sebuah taman bermain.

Hadiah ulang tahun dari Tama untuk Alex.

Detik berikutnya, pesan dari Tama muncul.

[Winda, ada urusan mendesak di kantor, aku akan pulang agak malam.]

[Begitu aku pulang, aku akan mengurus kartu keluarga anak kita dan mencari dokter terbaik untuk menyembuhkan penyakitnya.]

[Winda, aku akan selalu mencintaimu.]

Winda mendengus, lalu langsung memblokir semua kontak Tama dan Sania.

Saat pesawat menembus awan, dia mematikan ponselnya, menunduk dan mencium rambut putrinya, lalu berbisik, "Sekarang, baru kepikiran mendaftarkan anakku? Tapi, dia bermarga Baskoro."

"Ke depannya, dia akan memanggil orang yang paling kamu benci sebagai ayahnya. Tama, tunggu dan lihat saja."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dikira Selingkuhan Kakakku
8.3
Akibat panggilan sayang dan kiriman uang dari kakaknya, seorang gadis dituduh sebagai wanita simpanan oleh calon kakak iparnya. Kelompok perundung mendatangi rumah barunya, merusak bangunan tersebut, merobek pakaiannya, dan memotretnya dengan kartu pelajar untuk mempermalukannya di forum kampus. Namun, situasi berbalik menegangkan ketika sang kakak tiba. Menatap adiknya yang ditindas, amarahnya meledak dan ia siap membalas siapa saja yang mengusik keluarganya.
Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehancuran hidup Amber sebagai anak konglomerat membuatnya terpuruk. Saat putus asa, kesalahan fatal terjadi ketika ia mabuk dan keliru memasuki kamar hotel milik Julian Kingston, pria berkuasa yang terkenal kejam. Empat tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, Amber telah melahirkan anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan dari sang CEO yang berwatak dingin tersebut?
Sampul Novel Balas dendam
9.2
Jenni yang dulu lemah kini telah berubah menjadi wanita tangguh setelah dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri, serta menjadi korban perundungan. Didampingi sahabat setianya yang selalu mendukung, Jenni kini merancang rencana balas dendam yang matang untuk membuktikan kekuatannya. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membalas semua rasa sakitnya. Ikuti perjuangan Jenni dalam menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Godaan Mantan Istri
8.2
Demi melindungi miliknya, Anne menyepakati pernikahan kontrak dengan Kevin untuk melahirkan pewaris dalam waktu setahun. Namun, perlakuan buruk Kevin membuatnya menyerah. Setelah menyelamatkan Kevin dari kecelakaan tragis, Anne memilih pergi tanpa jejak. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali saat putra mereka sudah besar. Kini, Anne kembali bukan demi cinta masa lalu, melainkan untuk merebut kembali hak serta masa depan anak tercintanya.
Sampul Novel Istri Yang Kau Khianati
9.6
Di tengah perjuangan memiliki anak, Frani mendapati Gani berselingkuh dengan karyawannya. Alih-alih menyesal, suaminya malah merendahkan dirinya, didukung oleh keluarga besar Gani. Merasa harga dirinya diinjak-injak, wanita 27 tahun ini memilih pergi untuk bebas dari kendali mereka. Kini, Frani dihadapkan pada pilihan sulit: mengejar impian dalam kesendirian atau kembali membuka hatinya untuk sosok baru.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.