APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Usai masa nifas, Winda Baskoro mengunjungi Dinas Kependudukan untuk memasukkan bayinya, Alex Harto, ke kartu keluarga. Namun, petugas mengungkap bahwa nama Alex Harto telah terdaftar di bawah nama suaminya, Tama Harto. Saat Winda kebingungan, sebuah pesan masuk dari asisten suaminya, Sania Marsudi. Foto itu menampilkan Tama yang merangkul Sania dan menggendong bocah berusia lima tahun di depan TK, lengkap dengan papan nama bertuliskan Alex Harto.
Bab
Bagikan

Bab 6

Berkat kebaikan hati seorang donatur yang rela mendonorkan 400cc darahnya, nyawa buah hati Winda akhirnya bisa diselamatkan.

Sungguh ironis!

Ayah kandungnya memonopoli seluruh bank darah, menolak memberikan setetes pun kepada putrinya. Namun, justru seorang yang tak dikenal dengan sukarela menyumbangkan darahnya, lalu pergi begitu saja tanpa meninggalkan jejak bahkan sekadar nomor telepon.

Warna wajah anak perempuan itu perlahan kembali, bibir mungilnya pun mulai refleks mencari susu.

Di sampingnya, pengasuh menatap anak itu, lalu berbisik mengungkapkan kecurigaannya, "Nyonya Winda, aku merasa ada yang aneh. Biasanya aku merawatnya dengan sangat hati-hati, sama sekali nggak membiarkan ada benda tajam di sekitarnya."

"Tapi, dokter bilang luka itu akibat terkena silet. Padahal dia selalu berbaring di tempat tidur bayi dengan baik."

Hati Winda tersentak. Dia segera pulang untuk memeriksanya.

Benar saja, di balik lipatan seprai beludru tempat tidur bayi itu, tersembunyi beberapa bilah silet yang masih meninggalkan noda darah putrinya.

Pikiran Winda seakan meledak.

Tempat tidur bayi ini dibeli oleh Tama atas permintaannya saat Winda menjalani masa nifas.

Tama memang selalu masa bodoh dengan urusan seperti ini, hanya menyuruh asistennya untuk membeli yang termahal.

Tempat tidur bayi itu justru dibeli melalui Sania.

Pasti Sania yang menyembunyikan silet-silet itu!

Rasa dingin merayap dari tulang punggung, membuat seluruh tubuh Winda menggigil.

Sania ternyata ingin mencelakai putrinya, apakah Tama mengetahuinya?

Kalaupun tahu, apa Tama akan membela putrinya dan menuntut keadilan untuknya?

Tak seorang pun bisa menjawab pertanyaan itu.

Winda memeluk erat putrinya, meringkuk di sudut sofa. Dia memejamkan mata dan bergumam pelan, "Lina, jangan takut. Ibu nggak akan membiarkan siapa pun menyakitimu."

Untungnya, tinggal dua hari lagi, dia bisa membawa putrinya menuju kehidupan baru.

Begitu Tama pulang dari perjalanan dinas dan masuk rumah, dia langsung menegur Winda tanpa basa-basi, "Winda, belakangan ini kamu terlalu seenaknya sendiri!"

"Aku hanya pergi dinas beberapa hari, tapi kamu malah membuat keributan di rumah sakit. Apa kamu nggak memikirkan harga diriku?"

Mendengar itu, Winda langsung merinding.

Tama melirik putri mereka yang tertidur di pelukannya, keningnya makin berkerut. "Kamu sampai mempermainkan anakmu. Ini sungguh membuatku…"

"Tama, hubungan kita sudah selesai." Winda memotong ucapannya dengan dingin.

Tama tertegun, mencengkeram lengannya erat-erat.

"Apa maksudmu selesai? Winda, kita 'kan teman masa kecil, hubungan kita sudah lebih dari sepuluh tahun! Bagaimana mungkin kamu membesar-besarkan masalah kecil seperti ini?"

Dia masih punya muka menyebut hubungan lebih dari sepuluh tahun itu?

Hati Winda terasa ditusuk jarum. Dia membentak, "Bukannya di telepon kamu sendiri yang bilang kalau Sania itu istrimu dan Alex anakmu?"

Tama mengalihkan pandangannya, tatapannya terlihat canggung dan bersalah.

"Itu situasi darurat! Semua orang di rumah sakit swasta itu mengakui status istri seorang Tama. Kalau aku bilang jujur, bagaimana kalau mereka mendengarkanmu dan menolak memberikan transfusi darah untuk Alex?"

Di saat hatinya terasa perih seakan ditusuk, Winda hendak mengungkap fakta bahwa mereka sebenarnya bukan suami-istri, tetapi kata-kata Tama berikutnya langsung membuatnya terdiam.

"Aku tahu, kamu cemburu pada Sania, 'kan?" Tama memandangnya sambil menyipitkan mata, nadanya terdengar sangat yakin.

"Kamu tahu jelas di hatiku hanya ada kamu, tapi karena cemburu, kamu gunakan anakmu untuk memperebutkan perhatianku?"

"Hanya karena dia melahirkan anak laki-laki, sedangkan kamu melahirkan anak perempuan, kamu sengaja bikin keributan, begitu?"

Sebelum Winda sempat membantah, ponsel Tama berdering.

Melihat layar panggilan masuk, Tama menatap Winda sebentar dan berkata dengan singkat, "Kamu refleksi diri di rumah saja. Jangan pergi ke kantor." Lalu, dia segera pergi.

Winda menahan amarah yang bergejolak di dadanya.

Pernikahannya dengan Tama hanyalah sebuah kebohongan, bahkan Winda tidak punya hak untuk menggugat Sania agar mengembalikan harta bersama.

Namun, meski begitu, apa yang menjadi miliknya tidak boleh berkurang sedikit pun!

Winda kembali memeriksa dengan cermat saham-saham yang dia pegang, berencana untuk menghubungi pemegang saham lainnya untuk menjual sahamnya dengan harga murah.

Namun, baru saja dia tiba di perusahaan, telepon dari pengasuh anaknya pun berdering.

"Nyonya, cepat pulang dan lihatlah!"

"Ada seorang wanita yang mengaku sebagai asisten Pak Tama datang ke rumah sambil membawa seorang anak! Dia bilang... Pak Tama sendiri yang mengizinkan. Nggak ada yang bisa menghentikannya!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta satu malam dengan boss
9.0
Seorang wanita terkejut saat bos miliardernya mengajukan penawaran tak biasa. Tanpa dilandasi cinta, pria berkuasa yang dikelilingi banyak wanita itu secara dingin menegaskan bahwa dia hanya menginginkan tubuhnya demi kepuasan fisik semata. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit dalam hubungan tanpa status yang murni transaksional ini, terus mempertanyakan alasan di balik keputusan sang bos memilih dirinya sebagai pemuas hasrat pribadi.
Sampul Novel Kelakuan Papa Mertua
9.6
Hidup Riana berubah drastis setelah ia dipaksa memikul akibat dari kecerobohan papa mertuanya. Situasi kian membingungkan saat ia menyadari sikap mencurigakan orang tuanya sendiri, yang tampak menyetujui masalah tersebut. Riana pun terjebak dalam misteri besar mengenai motif asli di balik tindakan mereka. Apakah ada konspirasi tersembunyi yang sengaja dirancang untuk menjatuhkannya? Kini, ia harus berjuang mengungkap kebenaran di balik semua drama ini.
Sampul Novel Ke(m)bali Mengejar Cinta Pelangi
8.3
Sebuah peristiwa tak terduga menghubungkan takdir Laskar dan Pelangi, walaupun penolakan demi penolakan terus terjadi. Pelangi sadar perasaan ini sulit bersatu karena Laskar telah bertunangan dengan Natalia. Di tengah kebimbangan, apakah tautan misterius ini sanggup mendekatkan mereka atau malah memisahkan keduanya selamanya? Meski Pelangi mencoba ikhlas untuk merelakan Laskar pergi, batinnya tetap tidak mampu berbohong bahwa melepaskannya adalah hal yang sangat berat.
Sampul Novel Kutukan Cinta Sang CEO
9.7
Khaidar Wijaya hidup dalam bayang-bayang kutukan mematikan: orang yang mencintainya dengan tulus akan celaka hingga tewas. Usai kehilangan orang tuanya, ia memilih mengisolasi diri. Namun, demi mengabulkan keinginan terakhir neneknya yang sekarat, Khaidar terpaksa menikahi Viona, mantan teman sekolah yang sangat membencinya. Pernikahan tanpa cinta ini menjadi satu-satunya jalan. Mampukah Viona bertahan tanpa rasa cinta, atau ia akan menjadi korban kutukan maut berikutnya?
Sampul Novel Pesona Pelayanku
9.4
Kehidupan Mayumi berbalik 180 derajat sejak menginjakkan kaki di negara asal sang ayah. Akibat dikhianati oleh ayahnya sendiri, ia dan ibunya harus berjuang mati-matian demi bertahan hidup di negeri asing. Keadaan yang mendesak memaksa Mayumi menerima pekerjaan sebagai pelayan seorang pria sombong yang egois. Namun, di balik kemegahan rumah sang majikan, ia justru perlahan mengungkap tumpukan dusta besar yang selama ini tersimpan rapi di dalam kediaman penuh misteri tersebut.
Sampul Novel Warisan Sang Monster
9.6
Bosan dengan kekayaannya, triliuner Alexander Volkov memilih menyamar sebagai tunawisma. Di jalanan, ia bertemu Elara, seorang ibu tunggal miskin yang dibuang keluarganya demi mengobati sang putri yang sakit keras. Kebaikan Elara yang tulus berbagi makanan menyentuh hati Alexander. Saat Elara terancam kehilangan hak asuh anaknya, Alexander membongkar identitas aslinya. Ia siap menolong, asalkan Elara bersedia menjadi kekasihnya dan menyerahkan satu malam bersamanya.