APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cacat Sebagai Penebus Jasa

Cacat Sebagai Penebus Jasa

Seorang anak memandang kelahirannya bagai utang besar yang wajib dilunasi kepada sang ibu. Demi membalas seluruh jasa tersebut, ia rela mengorbankan tubuhnya sendiri hingga menderita cacat fisik permanen. Tindakan tragis ini ia tempuh demi mengetuk hati nurani ibunya agar bersedia memberikan maaf yang tulus. Kisah pilu tentang bakti ekstrem ini menguji batas akhir antara pengabdian tulus dan penderitaan mendalam di tengah hubungan keluarga.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kulihat Ibu melirik dari pembaringan nya. Walau sekejap langsung memejamkan mata lagi berpura-pura tidur. Ku Hela nafas kasar. Seiring doa yang terucap dalam hati untuk keselamatan Istri dan Anak ku .

????

"Vina sudah pembukaan enam Bu, sebentar lagi cucu Ibu akan lahir. Bagaimana kalau Gilang pesankan taxi online kita menemani Vina ya Bu?"

"Tidak! Biarkan dia menikmati rasanya sendiri dan kesepian."

"Dia itu Vina Bu, menantu Ibu. Apa Ibu Ndak kasihan melihat Vina sendirian menghadapi persalinan?"

"Bapak mu meninggal karena kecelakaan di saat Kamu masih dalam kandungan. Ibu berjalan sendiri menemui dukun beranak saat waktu kelahiran mu tiba. Ibu pula yang merawatmu seorang diri sampai sebesar ini. Kamu yang Ibu perjuangkan tapi masa tua kau biarkan Ibu sendirian dan kesepian."

"Ampuni Gilang Bu, yang telah salah dalam menjalani kehidupan. Banyak orang berkata Bu lebih baik hidup mandiri walau hanya mengontrak dari pada tinggal bersama dengan mertua. Gilang beranggapan akan lebih baik memisahkan mertua dengan menantu perempuan nya untuk mengurangi terjadinya perselisihan Bu, berharap dengan cara itu kenyamanan IBu dan Vina tetap terjaga."

"Begitu burukkah pribadi Ibu di matamu dan Vina?" tanya Ibu dengan menghela napas kasar.

"Ini murni keputusan Gilang Bu, Vina sempat ingin tinggal bersama Ibu. Tapi dia takut akan sering merepotkan Ibu karena tubuhnya yang ringkih dan gampang sakit-sakitan."

"Tadinya ketika kamu bilang ingin menikah, betapa bahagianya Ibu membayangkan akan memiliki anak perempuan, tapi ternyata perempuan itu yang mencuri anak Ibu."

"Maaf kan kami Bu.Pemikiran Gilang tidak sampai ke sana. Selama pernikahan Vina sering sakit Bu sampai hamil pun semakin payah karena daya tahan tubuhnya semakin menurun."

"Di sana kau merawat Istrimu yang sakit, di sini Ibu mu sakit tanpa perawatan bahkan untuk biaya berobat pun tak ada. Andai Ibu tak menua dan masih mampu mencari nafkah tak akan Ibu bergantung pada mu." Ketus ucapan Ibu dengan mata yang berkaca-kaca.

Drrrrttt

Drrrrttt

Drrrttt

Segera ku angkat telepon dari Bidan Riyani dan ku loadspeaker.

[Assalamualaikum Bu bidan, bagaimana keadaan Vina?] tanya ku tak sabar setelah mengangkat telepon.

[oek.oek. oek. oek]

[Waalaikumsalam Pak Gilang, Ibu Vina sudah melahirkan dan bayi nya perempuan pak cantik sekali.]

[Alhamdulillah Bu, terima kasih sekali atas bantuannya.]

[Tapi pak ini ada kabar buruk. Setelah bayi lahir ari-arinya tak kunjung keluar pak. Sepertinya merekat pada dinding rahim. Selang beberapa lama akhirnya keluar pak setelah dengan susah payah Ibu Vina mengejan. Yang jadi permasalahan nya sekarang terjadi pendarahan pak. Ini Asisten saya sudah menemui ketua RT wilayah sini untuk meminjam mobil . segera akan di bawa ke Rumah Sakit terdekat. Karena ini berburu dengan waktu pak.]

[Astaghfirullah, tolong selamatkan Istri saya Bu. Saya mohon, hiks hiks.]

[Saya akan berusaha semaksimal mungkin pak. Apa Bapak mau bicara dengan Ibu Vina?]

[Saya ganti video call ya Bu bidan.]

[Baik pak silahkan.]

Terlihat di layar handphone wajah pucat Vina. Semakin Membuat hati ku pilu.Rasa sesal memenuhi relung dada menyesakkan.

[Maafkan Mas, Dek. Hiks hiks hiks. Disaat Adek membutuhkan Mas malah nggak ada di samping Adek untuk menguatkan Adek. Maafin Mas.]

[Ba gai ma na ke a da an I bu Mas ? ] Patah-patah Vina berusaha berucap.

[Masya Alloh Vina, dalam keadaan yang tidak baik pun kau masih memikirkan orang lain. Lihat lah Bu menantumu kondisi buruk tak menghalanginya untuk memperhatikan mu.] Ku arahkan layar handphone pada Ibu. Beliau cuek dan hanya memutar mata terkesan jengah.

[Vi na mo hon ma af a tas ke sa la Han Vi na se la ma i ni Bu, Mas Gi Lang, Ma a fin ke sa la han Vi na ya.] Terlihat wajah Vina yang semakin pucat dengan nafas tersengal, tapisenyum tak pernah lepas dari bibir nya.

[Allohu akbar] berkali Vina ucapkan terbata dan pelan.

[Tidak Vin, Mas mohon bertahan lah sayang. Mas pasti mendapatkan ijin dari Ibu untuk menemui mu.Bertahanlah Sayang, jangan tinggalin Mas sendiri. Segera Mas berangkat ke kontrakan , tunggu mas ya sayang.]

[Ibu, Bu Vina. Buka mata Ibu, bertahanlah Bu. Ingatlah bayi cantik ini masih membutuhkan mu.] Terdengar suara Bidan Riyani, sedikit panik. Terlihat dari layar handphone Bayi pun masih dalam gendongannya.

Segera di letakkan Bayi di sebelah Vina yang terbaring lemah.Di pegangnya nadi Bu Vina yang belum lama telah berhenti berdenyut.

[Innalilahi wa innailaihi roojiuun. Mohon maaf pak Gilang kita terlambat pak. Ibu Vina sudah berpulang ke Rahmatullah.]

[Tidak Bu, Itu tidak mungkin. Tolong selamatkan Istri saya Buuu. Aaaagh Saya mohon Bu, selamatkan Vina Buuu.] Luruh terjatuh seakan pesendian melemas tak mampu menopang berat tubuh ini.

[Pak Gilang , Pak, Anda masih di sana. Bagaimana ini dengan pengurusan jenazah Ibu Vina?]

[Saya akan segera pulang ke kontrakan Bu. Wassalamu'alaikum.] Segera ku tutup telepon dan bergegas untuk pergi.

"Mau kemana kamu Gilang?"

"Tentu saja pulang Bu. Vina sudah meninggal, tak adakah sedikit sesal di hati mu Bu? hiks hiks hiks. Dia telah pergi meninggalkan Gilang Bu."

????

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Di mata publik, Elia tampak sopan dan tertutup. Padahal, ia adalah pria kejam yang mengikat Ashley dalam gairah rahasia yang melindunginya dari gangguan luar. Namun, rahasia ini terancam terbongkar saat Ashley mendadak mual di depan umum. Bukannya bersikap dingin seperti biasa, Elia justru berlutut dan mengusap perut Ashley dengan lembut. Sang CEO pun langsung meminta Ashley meresmikan hubungan mereka di hadapan semua orang, berjanji menyerahkan segalanya demi dia.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel Hukuman atas Impulsif Mahasiswi Tercantik
9.2
Seorang mahasiswi yang terbiasa menikmati kehidupan bebas dengan banyak pria mengira takdirnya akan terus seperti itu. Namun, pandangannya berubah total setelah ia bertemu dengan pacarnya saat ini, sosok yang ia yakini sebagai cinta sejati. Sayangnya, hubungan romantis mereka terbentur sebuah rahasia intim yang sulit diungkapkan, karena sang kekasih ternyata memiliki keterbatasan fisik di ranjang. Kisah romantis remaja modern ini menyoroti perjuangan batin dan komitmen di tengah ujian yang tak terduga.
Sampul Novel Kehangatan selimut cinta
8.7
Sophia, seorang wanita berparas unik dengan gairah asmara membara, tiba-tiba dihadapkan pada situasi menegangkan. Saat hendak melangkah keluar dari kamarnya, sebuah tangan misterius mencengkeram bahunya dengan kasar dari belakang. Tubuhnya seketika terdorong hingga terbentur dinding di dekat pintu. Sophia yang terkejut hampir saja berteriak histeris, namun sebuah tangan lain langsung membungkam mulutnya dengan paksa. Pertemuan tak terduga yang penuh desakan ini memicu ketegangan yang begitu mendalam.
Sampul Novel KURIR CINTA
9.0
Aryo, seorang mahasiswa playboy, bertekad memikat hati Dona. Lewat misi Kurir Cinta, ia dibantu oleh dua sahabatnya, Ode dan Dido, meski akibatnya nilai akademis mereka merosot tajam. Perjuangan itu berbuah manis saat Aryo sukses meyakinkan keluarga Dona untuk menikah muda. Sayangnya, konflik besar kini justru mengancam pernikahan mereka dengan perceraian. Di tengah penolakan keras dari orang tua, Ode dan Dido pun turun tangan demi menyelamatkan rumah tangga sahabat mereka agar perjuangan masa lalu tidak berakhir sia-sia.
Sampul Novel Voice : 40 Days With Mr Carson
8.9
Sejak kecil, Daniel Carson Abraham berjuang melawan penyakit jantung kronis di rumah sakit. Takdirnya berubah setelah ia mendapat donor jantung dari Bara yang tewas kecelakaan. Pascaoperasi, Carson bisa mendengar suara batin Dewi, perempuan yang sangat dicintai mendiang Bara. Walau sempat terganggu oleh kemampuan supranatural ini, kehadiran Dewi perlahan mengubah hidup Carson. Kini, ia bimbang antara mengikuti kata hatinya atau merelakan masa lalu Bara.