APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bunga yang Terinjak

Bunga yang Terinjak

Keadilan seolah mati bagi sang protagonis dalam novel aksi modern "Bunga yang Terinjak". Setelah pelaku pemerkosaan putrinya yang berasal dari keluarga kaya dibebaskan begitu saja, sang ayah harus menerima penghinaan keji. Pelaku melemparinya segepok uang sambil menyombongkan bahwa kekayaan mampu membeli segalanya. Di tengah keputusasaan dan amarah yang meluap, keinginan untuk membunuh sang pelaku langsung membakar jiwanya. Kisah misteri penuh dendam ini pun dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kamera pengawas selalu menyala setiap hari selama satu bulan ini, kecuali pada malam saat Marissa diserang!

Gang itu tak bernoda, seperti baru dibersihkan. Tidak ada bekas atau sisa-sisa darah sedikit pun.

Aku duduk lumpuh di lantai. "Mana rekamannya? Mana rekaman CCTV malam itu!"

"Kameranya kebetulan sedang rusak hari itu. Ibu lihat sendiri, saya sudah menunjukkan semuanya. Nggak ada keperluan lain lagi? Saya masih harus lanjut kerja."

Benarkah hanya kebetulan?

Memikirkan wajah rapuh Marissa, aku memejamkan mata menahan rasa pilu.

Kenapa? Kenapa langkah pertama kami terjebak jalan buntu?

Pukul 11 malam, aku kembali ke rumah sakit dengan senyum yang dipaksakan.

Begitu membuka pintu, aku melihat Marissa meringkuk di kaki tempat tidur seperti burung ketakutan, menatap nanar ke arah belakang pintu.

Saat aku melangkahkan kaki, terdengar suara samar dari balik pintu.

Suara seperti gemeresik pakaian yang bergesekan dengan dinding.

Aku awalnya mengira itu cuma ilusi karena mental yang tegang.

Tapi kemudian, suara helaan napas seorang pria terdengar jelas di telingaku.

Bangsal ini yang sunyi. Aku bisa mendengarnya dengan sangat jelas.

Punggungku merinding seketika dan Marissa juga semakin menggigil.

Dia takut, takut pada pria asing ini.

Leherku yang kaku perlahan menoleh ke belakang. Melalui cahaya redup yang masuk dari celah pintu, aku melihat bayangan seseorang.

Tinggi dan kekar.

Ada seorang pria yang bersembunyi di balik pintu. Seseorang yang bisa mengambil nyawa kami kapan saja.

Sebuah tangan perlahan terulur dari celah pintu dan meraih leherku.

Cengkeramannya semakin kuat dan napasku semakin sulit.

Aku berusaha mati-matian untuk menahan gemetaran di tubuhku dan mencoba mendorong tubuh pria itu. Sayangnya, jarak dan perbedaan tinggiku dengannya membuat usahaku mustahil sama sekali.

Aku akhirnya meraba-raba ponsel di saku.

Dengan sekuat tenaga, aku menghantamkannya ke pergelangan tangan yang mencekikku.

Teriakan kesakitan pun terdengar. Perasaan tercekik di leherku terlepas.

Orang yang bersembunyi di balik pintu melangkah keluar sambil tertawa.

Dia menjambak rambutku keras-keras dengan wajah arogan dan berbisik di telingaku.

"Kejutan!"

Darah di sekujur tubuhku membeku.

Suara ini sangat familier di telingaku sampai hampir terukir dalam jiwa dan ragaku.

"Wisnu, bajingan! Beraninya kamu datang ke sini!"

Aku menggeram dan memelototinya, mengabaikan rasa sakit dari kulit kepalaku yang terkoyak. Aku mengangkat tanganku dan menampar wajahnya.

Wisnu tiba-tiba tersentak dan menghempaskanku dengan keras ke lantai.

Lalu dia menjambak rambutku dan menyeretku di lantai. Seperti melempar benda mati, dia menghempaskanku ke samping tempat tidur Marissa ....

Dari lantai, aku menyaksikan tanpa daya saat dia mendekati Marissa.

Aku berjuang dengan seluruh tenagaku untuk menyerangnya, bahkan menggigit kakinya sampai berdarah.

Tidak ada yang berguna.

Dia menginjakkan kakinya di perutku.

"Kita pacaran, suka sama suka, ya 'kan?"

Wisnu mengangkat sehelai rambut Marissa dan mengendusnya pelan.

Dia menunggu jawaban dari Marissa tanpa terburu-buru.

Seiring berjalannya waktu, kaki yang menginjak perutku lambat laun menekan dengan semakin keras.

Sampai aku tidak tahan lagi dan hampir pingsan, tapi ...

"Ya!"

Marissa akhirnya bicara.

"Nggak! Cepat bilang nggak! Brengsek, Wisnu, mati saja sana!"

Aku berteriak sekuat tenaga.

Wisnu berdiri, merapikan jasnya yang agak kusut, lalu mengeluarkan segepok uang dari tasnya dan melemparkannya ke wajahku. "Bu Guru Soraya, uang bisa membeli segalanya. Kamu sudah setua ini, masih belum paham juga?"

"Atau uangnya masih kurang? Bilang saja. Apalagi Marissa sudah menyumbangkan ginjalnya untukku. Hahaha ...."

"Hubungi aku waktu kalian mau uangnya lagi."

Rasa putus asa merasuki hatiku.

Saat Wisnu pergi dan pintu kamar tertutup rapat, Marissa berkata, "Bu, aku nggak akan menuntut ...."

Kalimat itu mengantarkanku jatuh tak sadarkan diri.

Aku tidak menuruti kata-kata Marissa.

Laporan polisi tetap kulanjutkan dan berkas-berkas pengadilan telah kuajukan.

Di kantor polisi, aku ditanyai apakah bukti-buktinya ada.

Aku menggeleng.

"Nggak ada saksi, bukti fisik, pakaian yang dikenakan saat itu, atau cairan tubuh yang tertinggal?"

Rekaman CCTV tidak ada.

Pakaian .... Tidak ada sehelai benang pun saat putriku ditemukan hari itu.

Cairan tubuh yang tertinggal .... Aku teringat wajah sombong Wisnu dan hanya bisa menggelengkan kepala.

Polisi itu mengerutkan kening dan menatapku. "Bukannya putri Ibu ditemukan orang? Pernyataan saksi juga bisa membantu."

...

Sebelum datang ke kantor polisi, aku sudah menemui saksi mata ini, seorang pekerja bangunan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Jadikan Kau Ratu
9.7
Demi menyelamatkan wanita pujaan hatinya, Darren Gerald rela dipenjara hingga nyaris kehilangan nyawa. Walau hampir putus asa, ia tetap setia menemani kekasihnya yang kini menjanda dan mengalami gangguan mental. Sayangnya, begitu restu dari orang tua sang wanita berhasil didapatkan, cobaan baru datang dari Rossi. Ibu kandung Darren tersebut menentang keras hubungan mereka, membuat Darren kini terjebak di antara bakti kepada ibunya atau memperjuangkan cinta sejatinya.
Sampul Novel Bound by Destiny
8.5
Elice Danurdara terpuruk dalam kehancuran setelah dicampakkan dan dipermalukan dengan sangat kejam. Di tengah keputusasaan yang hampir membuatnya menyerah, takdir mempertemukannya dengan sosok asing bernama Garettinus Hardiyata. Lewat kehadiran, tutur kata lembut, serta sentuhannya, Garettinus membuktikan bahwa Elice adalah wanita yang sangat berharga. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Elice untuk bangkit dari keterpurukan hidupnya.
Sampul Novel Dia Mendanai Wanita Lain Menggunakan Uangku
8.9
Demi menguji kesetiaan sang kekasih, Julissa Palmer memilih menyamar sebagai staf biasa di perusahaannya sendiri. Siasat ini justru membuat Ethan Wilson salah paham. Ia mengira Noreen adalah ahli waris Grup Palmer yang sesungguhnya. Sambil terus merendahkan Julissa, Ethan diam-diam mendekati Noreen demi mengincar harta. Di sebuah pesta mewah, Ethan bahkan nekat melamar Noreen di hadapan media. Ia tidak sadar bahwa Julissa adalah pemilik asli Grup Palmer yang sebenarnya.
Sampul Novel Dihina Miskin, Aku Istri Konglomerat
8.5
Ziva mengakhiri hubungan lima tahunnya setelah Luis Loren memberikan hadiah murah sementara membelikan kapal pesiar mewah untuk cinta pertamanya, Paula. Lima tahun kemudian, mereka bertemu kembali di sebuah konferensi bisnis. Luis yang kini sukses menggandeng Paula, mengejek Ziva yang berpenampilan berantakan di dekat air mancur hotel mewah. Luis mengira Ziva hidup menderita dan mengemis belas kasihan. Padahal, Ziva hanya sedang mencari berlian biru milik putranya yang tidak sengaja terjatuh ke air.
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya hidup menderita karena diperlakukan layaknya pembantu oleh ayah dan ibu tirinya. Penderitaannya kian bertambah saat dipaksa menggantikan adik tirinya menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak keras pernikahan tersebut lantaran rumor bahwa calon suaminya adalah pria yang sangat dingin dan kejam. Terjebak tanpa pilihan, Shanaya terpaksa melangkah ke dalam pernikahan misterius ini. Mampukah ia bertahan menghadapi sosok suami yang begitu ditakuti?
Sampul Novel Wanita Kedua Tuan Marcello
9.3
Kehilangan kesucian dalam sebuah tragedi memaksa Raya menjadi wanita kedua bagi Tuan Marcello. Keadaan kian pelik saat ia hamil dan diusir keluarganya. Demi masa depan, Raya menemui Marcello yang kemudian menikahinya secara rahasia di hari pernikahannya dengan Celina. Di tengah statusnya yang tersembunyi, perasaan cinta perlahan tumbuh di hati Raya. Mampukah ia merebut posisi istri sah dan menjadi satu-satunya wanita yang dicintai Marcello?