APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Seorang Pengganti

Bukan Seorang Pengganti

Vonis medis yang mengerikan menghancurkan hidup Dira. Di masa kritis ini, ia harus berjuang sendirian tanpa dukungan dari suaminya, yang ternyata hanya menganggap dirinya sebagai sosok pengganti yang tak berharga. Didera penderitaan fisik dan batin, Dira kini dihadapkan pada keputusan besar dalam hidupnya. Apakah ketulusan cintanya mampu menyadarkan sang suami, atau ia ditakdirkan selamanya menjadi bayangan orang lain yang selalu dipandang sebelah mata?
Bab
Bagikan

Bab 1

Wanita berambut sepinggang itu meninggalkan rumah sakit dengan keadaan lemah.

Dalam langkah lunglai dia masih mengingat dengan jelas, tiga kata yang baru saja masuk ke dalam gendang telinganya.

"Anda terkena leukemia."

Andira Sabit, wanita berusia 25 tahun ini sama sekali tidak menyangka, di usianya yang masih terbilang sangat muda harus menerima kenyataan pahit dengan mengidap penyakit yang mematikan.

Takdir seolah mempermainkan dirinya, dia sudah tidak memiliki kebahagiaan dalam dunia fana ini. Cepat atau lambat dia akan pergi, tapi siapa yang akan menangisi kepergiannya kelak?

Dira menahan air mata dan isak tangis, lalu menghadap ke atas agar air matanya tak banyak jatuh di pipi. Kejadian demi kejadian terus menimpa dirinya.

"Kenapa semua terjadi padaku? Kenapa Engkau memberikan takdir seperti ini?" tanya Dira sembari menatap tajam ke arah langit yang menghitam. Langit itu tanpa ada rembulan atau pun bintang yang menghiasinya.

Jika dipikir-pikir langit di atas sangat menggambarkan suasana hatinya yang kian sepi. Dira memiliki segalanya, tapi apa yang dia peluk dan genggam semuanya berduri, hingga dia sudah tak sanggup untuk memeluk apa yang dia miliki.

Keluarga yang lengkap? Tentu Dira memilikinya. Namun, kenyataan pahit yang beberapa bulan lalu dia ketahui adalah dia hanyalah seorang anak yang tak diharapkan oleh ibunya. Hal itu yang mengantarkan Dira pada sebuah pernikahan guna untuk membalas dendam.

Demi membalaskan sakit hatinya yang selalu diperlakukan seperti upik abu. Dira menikah dengan lelaki yang cukup tampan, Sander Abidin. Lelaki itu adalah kekasih sang kakak, Nadya Sabit.

Dira kembali berjalan saat teringat dia memiliki seorang suami, meskipun dalam kehidupan rumah tangganya dia hanya dianggap sebagai orang asing. Tidak hanya itu, Dira juga tahu jika sang suami kini masih menjalin kasih dengan sang kakak, bukankah itu sangat konyol?

Dira berusaha tegar menghadapi kenyataan yang ada. Kini dia memanggil taxi yang masih wara-wiri di jalanan. Dira berharap jika dia sampai di rumah perasaannya akan lebih tenang, sembari melihat sang suami yang pasti sudah tertidur sekarang ini.

Tetapi saat Dira membuka pintu, harapannya pupus.

"Lihatlah, Kak. Sepertinya istrimu sedang mencari kesenangan di luar sana!"

Celetukkan dengan nada tinggi itu berasal dari mulut Nadya, yang kini terlihat sedang nyaman tidur di pangkuan lelaki yang sering disapa Abi.

Seharusnya dengan keadaan yang baru saja Dira alami, dia yang tertidur di sana. Mencari sebuah kenyamanan dan motivasi hidup, sayangnya itu hanya mimpi bagi Andira Sabit.

"Masih ingat pulang?" tanya Abi menatap sengit ke arah Dira yang masih mematung di depan pintu masuk.

"Maaf, Kak Abi. Tadi aku ...."

Dira menghentikan kalimatnya, dia tidak mungkin mengatakan jika baru saja dia dirawat di rumah sakit dan mendapatkan vonis penyakit yang mematikan. Bisa saja jika Abi dan Nadya mendengar kabar itu mereka akan bersujud syukur.

"Tadi apa?" cecar Abi masih dengan tatapan tajam.

"Tadi aku tertidur di taman, Kak." Dira berbohong, karena dengan cara itu dia bisa mengelabui dua orang di hadapannya ini.

"Dasar tidak bertanggung jawab, aku menyuruhmu untuk membeli cemilan. Kamu malah tidur? Benar kata ibumu, jika kamu tidak berguna!" seru Abi seakan memojokkan Dira.

Ini pertama kalinya Abi berbicara panjang lebar setelah tiga bulan lamanya. Biasanya lelaki itu akan mengangguk atau melempar barang ketika dia suka atau tidak suka dengan tingkah Dira.

Kekaguman Dira seakan melupakan ucapan Abi yang kini tengah memojokkan dirinya.

"Heh, malah bengong! Kamu kira Kak Abi tukang sayur? Saat berbicara tidak ditanggapi. Istri macam apa kamu? Menyesal aku menyerahkan Abi padamu!" Nadya ikut melontarkan kata untuk memojokkan Dira. 

Dira hanya bisa menunduk sembari membatin, "Kakak bilang sudah menyerahkan Kak Abi, tapi apa yang Kakak lakukan sekarang? Menjadi orang ketiga dalam pernikahanku!"

Prang!

Satu guci pecah akibat perbuatan Abi dan hal itu sukses membuat Dira tersadar lalu berucap, "Maaf, Kak."

Beberapa jam yang lalu Dira diminta oleh Abi untuk membeli cemilan. Namun, sayangnya sebelum selesai berbelanja Dira sudah pingsan duluan.

"Maaf, maaf, maaf. Kata itu yang selalu kamu ucapkan, apa kamu tidak bosan? Aku bahkan muak saat kamu bilang kata itu!" kecam Abi tidak terima.

"Lalu aku harus berbicara apa? Apa aku harus bilang, sayang dan mencium Kakak agar Kakak mau memaafkan semua kesalahanku?" tanya Dira, untuk sesaat ia berani menatap mata Abi yang memancarkan api kemarahan. Namun, sedetik kemudian ia pun menundukkan kepalanya lagi.

"Dasar murahan," kecam Abi lalu ia bergegas untuk pergi membawa Nadya keluar dari apartemen.

Dira menghembuskan napasnya sejenak. Dia bisa merasakan oksigen yang masuk ke rongga tubuhnya meskipun sedikit sesak.

Jika dia memiliki kekuatan untuk melawan Abi, mungkin saja kata murahan bahkan umpatan pun akan dia lontarkan untuk sang suami. Namun, apa dayanya? Dia masih takut jika nanti diusir dari tepat dia berteduh. Jika itu terjadi ke mana tujuannya? Saat dunia yang diciptakan Tuhannya begitu luas, kenapa dia harus berada di tengah keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Dira memasuki kamar yang sudah dia tempati tiga bulan lamanya. Tubuhnya langsung luruh ke lantai dengan punggung tersandar ke pintu.

Dira berandai-andai, jika dulu dia tidak mengikuti ego mungkin nasibnya tidak akan seperti ini. Terperangkap dalam pernikahan yang seharusnya menjadi tempat balas dendam, tapi justru kini ia terperangkap dalam sangkar emas yang diciptakan Abi.

"Neng, pernikahan itu sekali seumur hidup. Kamu harus memikirkan ulang." Kata yang keluar dari mulut Pak Lurah yang dulu menjadi saksi pernikahan selalu diingat Dira.

Tiga bulan yang lalu, Dira menikah dengan Abi karena sebuah kesalahpahaman. Di mana saat dia dan keluarga sedang melakukan liburan bersama dengan keluarga Abi dan karena dia sama sekali tidak dianggap, akhirnya Dira pergi meninggalkan vila tempat di mana semua keluarga berkumpul.

Namun, setelah tengah malam menjelang Abi menghampiri Dira dan Dira sama sekali tidak menyangka jika akibat dari berduaan di dalam mobil bersama dengan Abi justru dia digerebek oleh warga.

Awalnya Dira tidak ingin menikah, tapi karena mendengar jika dia anak tak diinginkan oleh sang ibu akhirnya Dira menyetujui pernikahan itu.

Kembali di kehidupan Dira yang sekarang, wanita itu masih terisak di dalam kamar sendirian. Jika waktu bisa diputar dia tidak masalah menjadi upik abu, dibandingkan menjadi istri yang tak dianggap dan diduakan.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku menunggu ajal tanpa melakukan apa pun?" gumam Dira.

"Tidak Dira, kamu harus bangkit. Buat orang yang tak mengharapkan dirimu, suatu saat ia akan kehilangan dirimu!" Dira menghapus sisa-sisa air bening yang membasahi pipinya. Wanita itu kini meyakinkan hatinya jika sekarang ini bukanlah waktunya dia bersedih.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Rahim Istriku
7.9
Aryo mengkhianati pernikahannya hingga selingkuhannya mengandung. Demi mempertahankan sang istri yang sangat dicintainya, ia melakukan aksi nekat di luar akal sehat dengan memindahkan janin haram itu ke rahim istrinya sendiri. Langkah ekstrem ini seketika memicu komplikasi fatal dan perang batin yang luar biasa. Kini, bahtera rumah tangga mereka berada di ambang kehancuran, menyisakan penderitaan mendalam yang terus menyiksa kehidupan pernikahan mereka.
Sampul Novel Cinta Virtual
7.9
Hubungan virtual tanpa status justru menjadi hal yang sangat kunikmati. Lewat ponsel, kami rutin berkirim foto hingga sleep call tiap malam tanpa ikatan resmi. Meski sekadar teman dekat, perhatian manisnya terasa begitu nyata. Namun, mampukah kedekatan digital ini melangkah jauh hingga ke pelaminan? Ikuti kisah cinta tanpa status yang membuat iri ini.
Sampul Novel Di Hari Nikah, Aku Pergi
9.3
Liana Tandra mengambil langkah ekstrem demi melarikan diri dari pernikahannya dengan miliarder Hansen Gunadi. Melalui panggilan telepon rahasia, ia memastikan persiapan mayat palsu yang sangat mirip dengannya untuk dikirim tepat di hari pernikahan sepuluh hari lagi. Setelah mendapat jaminan bahwa rencana ini tidak akan dicurigai, Liana akhirnya bisa bernapas lega. Namun, ketegangan baru langsung menyambutnya saat ia melangkah masuk ke dalam ruang VIP, di mana keheningan mendadak mencekam seluruh ruangan.
Sampul Novel Hasrat Liar Sang Ustadzah
9.7
Kehidupan seorang pemuda jungkir balik setelah tidak sengaja melihat rahasia di balik hijab syar'i Ustadzah Ika. Momen tak terduga saat sang guru melepas busana meninggalkan kesan mendalam yang mustahil ia lupakan. Walau sudah mempunyai anak, pesona fisik Ustadzah Ika tetap memikat hingga memicu kekaguman ekstrem. Bayangan tubuh indah sang ustadzah kini terus membayangi pikirannya, mengganggu tidur malam, dan memicu hasrat yang kian liar setiap hari.
Sampul Novel Heart Stealing (Mencuri Hati)
8.5
Kepercayaan Dakota Spencer pada cinta pertama hancur setelah dikhianati kekasihnya. Di masa sulit ini, Dylan, pria berjiwa petualang yang diam-diam mengaguminya walau sering bergonta-ganti pasangan, datang mendekat. Dylan berjuang keras meluluhkan hati Dakota yang kini melajang. Namun, saat hubungan mereka mulai terjalin, sebuah rintangan besar datang menguji. Dakota pun dihadapkan pada pilihan sulit: berjuang bertahan atau kembali merasakan kehancuran yang sama.
Sampul Novel Marriage Life 2
8.9
Vante Adinan diberi kesempatan kedua oleh Andara Jeo untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang retak. Namun, kini ia harus menghadapi perubahan drastis pada sikap Andara, termasuk keinginan mengidamnya yang tidak biasa. Masalah makin pelik saat Jaren Adiyaksa menuduh Vante membawa perempuan hamil lain. Meski membantah tuduhan selingkuh tersebut, Vante harus berjuang melewati segala cobaan kesetiaan dan keanehan sikap pasangannya demi mempertahankan rumah tangga.