APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel (Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten

(Bukan) Istri Kontrak Pria Impoten

Hancur akibat rumor impoten yang membuat kekasihnya pergi, Liam Benjamin menyelamatkan Sheeta, wanita hamil mantan PSK yang berniat mengakhiri hidup di laut. Di tengah keputusasaan, Liam justru menawarkan pernikahan kontrak padanya. Padahal, Liam sebenarnya pria perkasa yang hanya terbelenggu kutukan masa lalu. Di balik ikatan perjanjian penuh misteri dan rahasia ini, mampukah benih-benih cinta tumbuh di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Kamu sudah gila, ya?” tanya wanita itu, ekspresinya nampak kesal. Berpikir bahwa pria yang menggagalkan rencananya tersebut memandangnya sebagai objek yang bisa dipermainkan.

“Jangan main-main! Aku tidak butuh pedulimu. Tidak butuh juga rasa kasihanmu. Hanya orang gila yang tiba-tiba mengajak menikah padahal kita sama-sama belum saling mengenal, bahkan tahu nama satu sama lain saja tidak,” tambahnya kian menyolot.

Memang pantas Liam disebut gila jika rasa simpatinya disalurkan pada keputusan seperti itu. Karena siapapun yang akan berada di posisi sang wanita pastinya akan kebingungan dan mulai mencecari banyak pertanyaan.

Liam menurunkan tubuh wanita yang ia gendong secara hati-hati sesampainya di pesisir pantai, kemudian memandangnya sambil melebarkan senyum penuh arti. “Hei, Nona. Rasa peduli dan kasihanku tidak gratis. Apa yang aku tawarkan, tentunya ada harga yang harus dibayar.”

Wanita berambut bondol dengan dress putih tulang sebatas lutut yang sudah basah, terlihat amat lesu. Ia melepaskan nafas kasar berulang kali sebelum akhirnya memilih untuk duduk seraya menghadap ke arah laut.

Entah mati rasa atau apa, wanita tersebut tidak merasa kedinginan sama sekali, padahal angin malam ini cukup kencang.

“Apa yang bisa kamu dapatkan dari wanita sepertiku? Uang? Kamu seharusnya bisa melihat sendiri untuk menilai apakah aku bisa kamu poroti atau tidak.” Wanita itu melirik pada Liam, menilik dari atas sampai bawah. “Dan rasanya kamu bukan orang yang pantas disebut kekurangan harta.”

Liam menggelak tawa tipis sambil menutup mulut, kepalanya ia tanggahkan sebentar sebelum memutuskan untuk duduk disamping wanita itu. “Kamu benar, yang aku inginkan tentunya bukan uang. Tapi kamu dan anak yang sedang kamu kandung. Bagaimana jika kita melakukan perjanjian kontrak?”

Kening wanita itu mengernyit bingung. “Perjanjian kontrak?”

Kepala Liam mengangguk, tubuhnya sedikit menyamping agar lebih puas memandangi wajah lawan bicaranya. “Kita menikah dengan alasan aku yang sudah menghamili kamu. Aku yang akan mengaku sebagai ayah dari anak itu. Sekaligus aku yang akan bertanggung jawab semuanya. Dan tentunya semua ini ada batas waktu.”

“Terdengar gila dan tidak masuk akal. Tapi sampai kapan batas waktunya?” tanya wanita itu kemudian. Masih ingin tahu sejauh mana tawaran gila itu akan berlangsung.

Bola mata Liam berputar, dagunya ia usap-usap. Tampaknya ia tengah berpikir. “Aku ada rencana tentang hal itu. Lebih jelasnya lagi nanti dalam surat perjanjian akan aku beritahu semuanya. Jadi bagaimana?”

Sepertinya wanita yang entah siapa namanya tersebut tidak tertarik dengan apa yang ditawarkan Liam. Ia tidak melihat ada keuntungan yang bisa didapatkan jika setuju untuk bekerjasama dengan pria itu.

Karena sejak awal, yang diinginkannya hanya mati dan menghilang. Ada luka dan trauma yang terus bersarang dalam jiwanya, mengikis habis raganya sampai tak lagi mampu untuk bertahan, maka jalan satu-satu nya adalah harus mengakhiri hidupnya. Setidaknya begitu pikirnya.

“Bagaimana jika aku katakan bahwa aku adalah mantan seorang PSK?” Wanita itu melirik pada Liam, pancaran matanya menyiratkan kesedihan yang tak bisa dibendung lagi. Juga ada penyesalan yang terselip di sana.

Liam hanya bisa bergeming setelah mendengar pengakuan tersebut. Mulutnya tak bisa berkomentar apa-apa, hanya bisa menunggu wanita itu melanjutkan ucapannya.

Menghembuskan nafas berat, wanita berambut pendek itu menundukkan kepalanya dengan lesu. “Aku pernah melayani banyak laki-laki, hidupku menjijikkan, bahkan aku tidak tahu siapa ayah dari anak ini. Aku begitu rendah, bertahun-tahun hidupku bergantung pada uang yang kudapatkan dari hasil memuaskan para bajingan yang haus akan nafsu.”

“Itu sebabnya aku ingin sekali menghilangkan anak ini. Beberapa obat untuk penggugur kandungan sudah aku minum, berulang kali aku melukainya, tapi dia tetap hidup. Jika kamu mau memberiku sedikit uang untuk melakukan aborsi, aku akan sangat berterimakasih,” imbuhnya kian lirih.

Liam meneguk ludah, membasahi bibir keringnya sebagai ancang-ancang sebelum memberi jawaban, “Aku tidak akan mau ataupun setuju untuk membantumu jika inginmu begitu. Apa yang sudah aku tawarkan sebelumnya tidak akan berubah. Menikahlah denganku, biarkan anak itu hidup. Segala yang kamu inginkan, akan kupenuhi. Akan kujamin kamu tidak akan kekurangan apapun.”

Sebuah tawa jengkel dikeluarkan wanita itu, cekung matanya yang menghitam membuat ekspresi yang dibuatnya saat ini tampak mengerikan. “Kamu benar-benar gila ternyata. Apa yang bisa kamu dapatkan jika kita menikah? Banyak wanita di luar sana yang bisa kamu nikahi, ketimbang memilih perempuan bekas yang sudah dihamili pria lain.”

“Oke, tunggu sebentar. Agar lebih nyaman kita mengobrol, bagaimana jika kamu ikut denganku ke mobil? Tenang, aku tidak akan melakukan hal aneh. Aku murni ingin membantumu, memangnya kamu mau kita mengobrol dengan pakaian basah begini? Sekalian kita cari makan, aku yakin kamu pasti lapar,” ujar Liam mengalihkan pembicaraan.

Wanita itu membuang pandangan ke sembarang arah, tak peduli. “Aku sudah tidak punya tenaga untuk melakukan apapun. Pergi dan tinggalkan saja aku.”

Tanpa menanggapi melalui kata-kata, Liam langsung beringsut dari posisi duduk. Membuat wanita itu berpikir bahwa memang dirinya akan ditinggalkan. Tapi...

Mata wanita tersebut melotot sempurna saat tubuhnya mendadak diangkat oleh Liam. Pria itu menggendongnya kembali. Belum sempat protes, Liam sudah menyambar untuk buru-buru berbicara.

“Namaku Liam, tahun ini aku berumur 30 tahun. Masih melajang walaupun sudah tidak lagi perjaka,” kekehnya sambil berjalan meninggalkan area pantai.

Karena tak kunjung mendapat jawaban, Liam menunduk untuk melihat wanita dalam gendongannya. “Namamu?”

“Sheeta,” jawabnya singkat dengan pandangan yang enggan menatap Liam.

“Sepertinya kamu lebih muda dariku,” tebak Liam, pandangannya amat fokus mengamati paras Sheeta.

“Lebih muda atau tidak, itu tidak ada hubungannya denganmu,” ketusnya.

Liam seketika mengulas senyum tipis. “Tentu ada. Karena aku harus tahu berapa umur calon istriku.” Tawaan recehnya menandakan ia sedang mencoba untuk menggoda.

“Aku tidak muda lagi untuk tersipu karena perkataanmu itu. Selama hidup, aku tidak pernah punya mimpi untuk menjadi istri dari pria manapun,” balas Sheeta masih dengan mimik tanpa minatnya.

“Maka tanpa bermimpi, kamu akan segera menjadi seorang istri juga seorang ibu. Ya walaupun hanya sebatas status tanpa perlu menjalankan perannya.” Liam amat kukuh, begitu menginginkan Sheeta untuk menjadi istrinya.

Padahal jika memang Sheeta hanya dijadikan sebagai alat atau perantara balas dendam, ataupun sebagai pelengkap rencananya, Liam bisa saja mencari wanita lain. Dan pastinya Liam tidak perlu mengemis atau memaksa seperti apa yang ia lakukan untuk Sheeta sekarang ini.

Mendudukan Sheeta pada kursi mobil disamping pengemudi, Liam secara cekatan mengambil jas miliknya untuk diserahkan pada wanita itu. “Pakai ini, setidaknya balut tubuhmu yang basah itu agar tidak kedinginan.”

Sheeta hanya memandang sekilas jas hitam yang Liam berikan tanpa berniat mengambilnya. “Aku sudah terbiasa kedinginan. Terlunta-lunta di jalanan membuatku bersahabat dengan dinginnya angin malam. Jadi—”

Ucapan Sheeta terhenti tatkala Liam sendiri yang menaruh jas tersebut pada perutnya yang besar. “Mulai sekarang jangan terbiasa dengan hal itu lagi.” Liam menutup pintu mobil, memutari moncong mobil untuk masuk dan siap mengemudi.

“Kita langsung ke apartemenku saja, tengah malam begini jarang ada resto yang buka. Ditambah aku tidak mungkin mengajakmu makan dengan pakaian basah begitu,” ujar Liam setelah duduk dan menyalakan mesin mobil.

Sheeta tidak memberi tanggapan. Barangkali wanita itu sudah pasrah menerima apapun yang akan dilakukan Liam. Toh selama ini, Sheeta selalu menjadi budak bagi laki-laki yang sudah membeli dirinya.

Setidaknya untuk saat ini Sheeta tidak perlu luntang-lantung tidak jelas dan berpikir untuk mengakhiri hidupnya lagi.

“Sheeta,” panggil Liam di tengah-tengah keheningan yang menjerat. Sebelumnya mereka berdua sama-sama membisu di sepanjang perjalanan.

Pandangan Sheeta yang semula asik menatap jalanan raya yang lengang, perlahan mulai menatap Liam dengan rasa malas. Menunggu pria itu melanjutkan ucapannya.

“Kamu tidak perlu khawatir apakah setelah menikah nanti kamu perlu melakukan ini dan itu layaknya seorang istri sungguhan. Aku juga tidak akan menyentuhmu, jadi kamu tidak perlu takut. Aku—”

Sheeta memotong ucapan Liam, ia terlahap asumsi sendiri, “Jelas, karena aku adalah wanita bekas yang sudah dijamah banyak laki-laki. Tentunya mana mau kamu melakukan hal itu. Bukankah aku ini menjijikan? Itu sebabnya aku heran, mengapa kamu mau mem—”

“Aku impoten, Sheeta.” Liam  menyela, sebelum wanita itu sempat menyelesaikan ucapannya.

Hening beberapa detik. Sheeta mengerjapkan mata sambil berpikir apa yang harus ia komentari terhadap pengakuan yang baru saja didengarnya.

“... Jadi, mana mungkin aku bisa menyentuhmu?” sambung Liam kemudian, sesaat pandangannya menyorot Sheeta yang masih terlihat syok.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dangerous Touch (Sentuhan Berbahaya)
9.7
Isabel harus menjalani hari-hari yang sepi dan penuh duka sebagai Putri Mahkota setelah kepergian ibu serta kakaknya. Di tengah kesedihan itu, ia bertemu dengan Joseph, seorang miliarder playboy yang bergelimang kemewahan. Pertemuan ini menyalakan percikan asmara yang sangat kuat di antara mereka. Namun, cinta membara ini tidak berjalan mulus. Berbagai rintangan besar dan badai masalah menghadang, memaksa keduanya berjuang keras demi mempertahankan hubungan tersebut.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka nyaris kehilangan kesucian akibat ulah tetangga, ancaman kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah situasi pelik ini, ia bertemu seorang CEO arogan yang butuh istri perawan demi memenuhi wasiat kakeknya yang berumur 80 tahun. Bagi keluarga besar Hamzah yang sangat berkuasa, kehormatan mutlak terletak pada kesucian sang menantu. Kini, takdir hidup Devanka sepenuhnya terikat pada ambisi besar keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Istri Kontrak: Penebusan Thorne
8.8
Clara didera duka mendalam saat Marko, suaminya, merenggut nyawa bayi mereka. Tanpa rasa bersalah, Marko justru menceraikannya demi menikahi sahabat Clara yang tengah hamil. Di bawah ancaman akan dijebloskan ke rumah sakit jiwa, Clara tak punya pilihan. Beruntung, pengacara keluarganya datang membawa kunci rahasia warisan orang tua. Kunci itu membuka kontrak kuno yang menjodohkannya dengan Julian Aditama, miliarder kejam yang ditakuti Marko. Peluang emas untuk membalas dendam kini ada di tangan Clara.
Sampul Novel Pesona Perawat Tuan Daniel
8.1
Pasca kecelakaan tragis, CEO sukses Daniel lumpuh dan depresi karena ditinggal Isabella, kekasihnya. Clara, sang ibu yang dirundung kesedihan, terus berjuang merawat putranya hingga ia mempekerjakan Elara. Sebagai perawat baru, Elara membawa ketulusan serta empati mendalam. Melalui kesabaran dan perhatian kecilnya, ia berusaha membangkitkan kembali semangat hidup Daniel yang sempat sirna dalam kegelapan.
Sampul Novel Sentuhan Panas Suami Dingin
9.6
Setelah malam mabuk yang berujung fatal, Ziea Mahendra terbangun di samping Reigha Abbas Azam—sepupunya yang terkenal kejam dan sangat ia takuti. Bertekad menghindari pria itu, Ziea justru dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa sang ayah telah menjodohkan mereka. Meski Ziea menolak keras pernikahan dengan pria dingin yang jauh lebih tua darinya, Reigha mengunci perlawanannya lewat satu rahasia intim malam itu yang mengancam masa depan Ziea selamanya.