APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Demi melunasi utang ayah angkatnya, Maya, gadis berusia 22 tahun, rela melepas masa depan dan kariernya. Ia terpaksa menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A, pengusaha ternama yang dikenal gemar berganti pasangan. Menjalani pernikahan penuh rintangan dan misteri, Maya terus bertahan dan menjaga ketulusannya meski kerap dipandang rendah. Sanggupkah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Kau tidak perlu membawa baju lama-mu aku sudah menyiapkan baju kelas atas untukmu. Baju—mu yang murahan lebih baik kau simpan atau kau sumbangkan," balas Yudha dingin.

"Murahan kau bilang." Maya langsung menghempaskan cengkraman tangan Yudha. Dia menatapnya dengan penuh amarah.

"Kau tahu, aku membeli semua pakaianku dengan uangku sendiri. Aku tidak butuh pakaian berkelasmu itu." Maya langsung mengemasi pakaiannya.

"Sudah kubilang tinggalkan semuanya. Aku bisa membelikanmu satu truk pakaian seperti itu." Yudha langsung menarik tangan Maya untuk mengikutinya.

"Lepaskan aku!" Maya terus memberontak. Namun, Yudha masih kekeh pada pendiriannya.

"Tersenyumlah," bisik Yudha saat menemui orang tua Maya.

Maya masih pada ekspresinya, dia tidak ada niatan sama sekali untuk menurut. Namun, Yudha melingkarkan tangannya di pinggang Maya dan mempereratnya. Bahkan Maya dapat merasakan cengkraman itu semakin kuat. Maya terpaksa harus tersenyum di depan keluarganya.

"Aku akan membawa Maya kembali ke rumahku!" ucap Yudha, di depan kedua orang tua Maya dan juga adiknya.

"Kenapa cepat sekali?" tanya Rino.

"Keputusanku sudah bulat. Aku juga sudah terlambat," Yudha langsung menarik tangan Maya menjauh dari keluarganya.

"Apa kau tidak membiarkanku untuk berpamitan dengan orang tuaku?" Maya langsung melotot ke arah Yudha.

"Aku tidak membutuhkan hal seperti itu. Sekarang kau cukup tersenyum menunjukkan kepada seluruh dunia kalau kau bahagia." Yudha langsung menghempaskan Maya masuk ke dalam mobilnya.

Maya hanya diam di dalam mobil. Maya tak membuka satu patah kata pun. Yudha juga masih fokus pada jalanan tanpa memedulikan Maya. Tidak ada pembicaraan apa pun, sampai mobil mereka tiba di sebuah rumah.

Maya tertegun menatap rumah di depannya itu. Rumah itu sangat besar, bangunannya di ambil dari konsep ala istana di negri dongeng. Belum selesai Maya mengagumi rumah itu, Yudha sudah menarik tangannya masuk ke dalam rumah itu.

Semua pelayan berbaris di depan pintu, ada banyak sekali pelayan di rumah itu. Bahkan beberapa bodyguard juga menunggu kedatangan mereka berdua.

Saat pintu terbuka semua orang menunduk hormat di hadapan Yudha dan juga Maya. Kini mata Maya terbuka lebar. Rumah itu benar-benar indah. Tapi yang Maya lihat hanyalah pelayan dan bodyguard saja. Tidak ada orang lain.

"Jangan pernah menundukkan kepala di hadapan mereka," bisik Yudha di telinga Maya. Maya tanpa sadar menundukkan kepalanya di hadapan semua pelayan dan juga Bodyguard itu.

Yudha langsung mengajak Maya menuju kamarnya, kali ini Yudha tidak memperlakukan Maya dengan kasar. Namun, saat tiba di dalam kamar. Yudha memberikan sepasang pakaian pelayan untuk Maya.

"Apa ini?" Maya mulai bingung.

"Pakailah. Aku akan pergi ke Bangkok, selama aku pergi kau akan jadi pelayan di rumah ini." Yudha langsung merenggangkan dasinya.

"Kau gila ya! Kau bilang ini pakaian berkelas. Kau keterlaluan," ucap Maya langsung melempar pakaian itu.

"Jangan banyak drama. Aku tidak menyukai drama seperti ini. Aku sudah terlambat , jika kau tidak ingin menjadi pelayan. Sebaiknya kau jadi tukang kebun." Yudha langsung masuk ke dalam kamar mandinya.

"Dasar, gila." Maya langsung membuka gaunnya di kamar itu. Dia sudah tidak memedulikan lagi Yudha di kamar itu. Seketika gaun yang ia kenakan sudah lepas, hanya leging dan bra yang tersisa. Maya dengan santainya memakai pakaian pelayan di kasur itu.

Di sisi lain Yudha langsung terkejut melihat Maya yang hanya mengenakan bra dan leging panjang. Yudha menyandarkan tubuhnya di pintu kamar mandi sambil terus menatap Maya dari atas ke bawah.

Maya tidak menyadari kalau sedari tadi Yudha berdiri di depan pintu kamar mandi menatapnya. Dia menoleh ke arah kamar mandi setelah memakai pakaian pelayannya.

"Kenapa kau menatapku seperti itu?" ketus Maya.

"Seharusnya aku yang bertanya. Kau tidak punya malu ya?" ucap Yudha langsung berjalan menuju lemarinya.

"Apa maksudmu?"

"Kau mencoba menggodaku dengan melepaskan gaunmu di depan mataku!" seru Yudha sambil mengambil baju barunya.

"Apa-apa kau. Kau mengintipku," Maya memekikkan suaranya.

"Heh, kau yang membukanya sendiri. Aku tidak mengintip sama sekali," ucap Yudha santai dan langsung pergi.

Maya mengepalkan tangannya kuat. Dia benar-benar malu dengan Yudha. Karena kecerobohannya Yudha melihat tubuhnya. Kemudian Maya menyusul Yudha menuruni anak tangga. Yudha tampak dengan santainya meninggalkan Maya di rumah dengan menggunakan pakaian pelayan.

Di ruang tamu, seseorang telah menunggu Yudha. Dia adalah Davin, teman sekaligus asisten pribadi Yudha. Namun, dia bersama dengan dua orang gadis yang lebih tua dari Maya.

Maya yang baru tiba, tampak heran. Kedua wanita itu sangat cantik, tubuhnya sangat modis dan wajahnya berseri kelihatan sering ke salon.

"Maya, ganti bajumu. Kau akan ikut denganku ke Bangkok." Yudha menatap Maya dengan tatapan sendu. Berbeda dengan pertama kali mereka bertemu.

"Tapi!"

"Lakukan sekarang atau tidak sama sekali." Setelah mendengar hal itu, Maya langsung bergegas kembali ke kamarnya. Dia mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ada di dalam lemari.

Di saat Maya masih mengganti pakaiannya, Yudha sedang menyidang kedua istrinya. Laila dan Sofi tidak terima Yudha menikah lagi tanpa persetujuan mereka berdua. Apalagi Maya di nikahi secara agama dan juga negara sedangkan mereka berdua hanya menikah secara agama.

"Bagaimanapun juga kami tidak terima kalau kau menikah lagi." Laila dan Sofi mengatakan secara bersamaan.

"Kalian tidak punya hak untuk memberikan pendapat." Yudha hanya berkata dingin.

Rumor yang selama ini beredar tentangnya memang benar adanya. Namun, Yudha bahkan tidak pernah menyentuh satu pun istrinya. Yudha hanya menjadikan mereka sebagai kepala pelayan yang mengurus semua keperluan di rumahnya. Bisa di bilang Yudha adalah tipe orang yang lebih baik menikah dari pada membayar mahal kepala pelayan.

"Tapi kami ini istrimu," ucap Laila.

"Kalian hanyalah sebatas kepala pelayan. Aku tidak pernah menganggap kalian ada. Kalian tidak lupa kan? Kalau aku sudah mengeluarkan uang yang cukup besar untuk kalian berdua." Mereka berdua langsung terdiam. Karena memang benar hutang kedua keluarga mereka lunas karena Yudha yang membayarnya dan sebagai gantinya mereka harus menjadi istri pajangan.

"Dan satu lagi, aku tidak ingin Maya mengetahui kalau kalian istriku!" ucap Yudha. Mereka berdua hanya terdiam tak berani untuk membantah lebih jauh lagi.

Di sisi lain Maya telah memakai pakaiannya, dia menggunakan dress berwarna navy. Sanggul rambutnya ia biarkan serta Make up-nya masih sama. Maya mengambil tas tenteng–nya dan langsung berjalan turun ke bawah.

Semua orang menatap ke arah Maya, kecuali, Yudha dia tampak sibuk memainkan ponselnya.

Terselip rasa iri di hati Laila dan Sofi terlihat dari pandangan matanya. Namun, mereka tak bisa melawan atau–pun memberontak, karena mereka cukup sadar diri tentang posisi di rumah itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Lover (Alec & Alea)
8.6
Pesona Azalea Mahendra memikat hati Alec Cage. Kesempatan emas tiba ketika kakak Alea, Arsen, rela menyerahkan sang adik demi meraih takhta CEO. Terjebak situasi, Alea terpaksa menikah secara formal dengan Alec, walau cintanya hanya untuk Arza, sang kakak angkat. Konflik memuncak saat Alec membongkar rahasia masa lalu mereka. Sebagai sosok pencemburu yang antipati pada pengkhianatan, Alec siap menghukum Alea dengan penderitaan yang lebih kejam daripada maut.
Sampul Novel Ikatan Cinta yang Unik
9.6
Yvonne hancur setelah memergoki tunangan dan saudarinya berselingkuh. Di tengah kepedihan, ia tak sengaja tidur dengan pria asing hingga hamil. Diusir ayahnya, Yvonne merantau dan kembali enam tahun kemudian sebagai dokter sukses bersama Aiden, putra jeniusnya yang jago meretas. Saat Aiden ingin mencarikan jodoh untuk ibunya, pria misterius dari masa lalu muncul mengaku sebagai ayah Aiden. Perjuangan Aiden menyatukan mereka pun dimulai.
Sampul Novel Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
9.1
Setelah dikhianati sahabat masa kecilnya, Monica dinikahi oleh Simon, seorang miliarder terpandang yang tampak sangat mencintainya selama lima tahun. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Monica mengetahui kebenaran pahit: Simon hanya memanfaatkannya sebagai pelindung untuk menjaga wanita bernama Cita. Menyadari suaminya diam-diam memuja wanita lain dalam doa-doanya, Monica yang hancur memutuskan untuk memalsukan identitasnya dan merekayasa sebuah insiden tenggelam demi menghilang selamanya.
Sampul Novel Istri Tawanan Tuan Muda
8.4
Miliarder angkuh bernama Evan Halbert bertekad membalas dendam kepada Sonny Wilson yang telah mengkhianati ayahnya. Untuk melancarkan aksinya, Evan menikahi Caitlyn Wilson, putri musuhnya, lalu menyekap dan memperlakukannya dengan sangat kejam. Namun, di tengah kobaran amarahnya, benih-benih cinta justru tumbuh di hati Evan untuk Caitlyn. Kini ia didera kebimbangan besar, apakah rasa cinta itu sanggup meluluhkan dendam masa lalu yang membara?
Sampul Novel Istri yang ku sia-siakan ternyata kaya raya
9.5
Kehidupan pernikahan Arumi yang tenang mendadak terguncang setelah ia tanpa sengaja membaca pesan dari ibu mertuanya, Elina, di ponsel Akram. Dalam pesan tersebut, Elina mengucapkan selamat atas kelahiran cucu pertama yang disebutnya sangat cantik. Kecurigaan Arumi pun memuncak, sebab anak mereka yang bernama Ayumi seharusnya menjadi cucu pertama dalam keluarga tersebut. Rahasia besar apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Akram dari sang istri?
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
7.9
Selama lima tahun, Vanessa menyerahkan seluruh hidup dan cintanya demi mendampingi Clayton. Namun, kesetiaan itu diuji secara kejam saat sang miliarder dengan sengaja melempar tas Vanessa ke bendungan demi sebuah taruhan status. Tanpa ragu, Vanessa melompat ke dalam air dingin, memicu kepanikan langka di mata Clayton. Ia berhasil kembali ke darat dengan paha yang bersimbah darah dan gelang pemberian Clayton yang telah hancur di tangannya, menyisakan luka fisik dan batin yang mendalam.