APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Demi melunasi utang ayah angkatnya, Maya, gadis berusia 22 tahun, rela melepas masa depan dan kariernya. Ia terpaksa menjadi istri ketiga seorang CEO dingin di Negara A, pengusaha ternama yang dikenal gemar berganti pasangan. Menjalani pernikahan penuh rintangan dan misteri, Maya terus bertahan dan menjaga ketulusannya meski kerap dipandang rendah. Sanggupkah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga yang penuh tekanan ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

Saat ini Maya sedang duduk di balkon kamarnya, menikmati keindahan sunset di sore hari. Besok adalah hari minggu, hari dimana Maya akan menghabiskan waktu di kamar dan tidur.

Bagi Maya hari Minggu adalah hari yang sangat berarti, hari pelepas penat selama enam hari kerja. Dia tidak pernah meninggalkan kamarnya saat hari Minggu.

"Kakak!" panggil salah satu gadis dengan rambut lurus yang kini menghampiri Maya.

"Ada apa?" tanya Maya santai sambil menyeruput coklat panas miliknya.

"Di panggil Papa, katanya ada sesuatu yang penting. Sepertinya Papa sedang cemas Kak," ucap wanita itu.

"Aila jangan main-main!" ucap Maya.

"Aila serius Kak. Coba Kakak lihat Papa sana!" Maya langsung bergegas membawa coklatnya ke dalam. Dia mencari keberadaan Papanya. Namun, dia tidak melihat keberadaan lelaki itu dimana pun.

"Papa!" panggil Maya.

"Aila, kamu bohongin Kakak ya?" tanya Maya berteriak.

"Gak, Aila gak bohongin kamu Maya. Papa di sini," ucap lelaki paruh baya. Namun wajah tampannya tak lekang oleh waktu.

"Ada apa Papa?" tanya Maya bingung. Jantungnya terus berdegup kencang.

"Papa ingin meminta sesuatu dari kamu May, Papa akan melakukan apa pun, asalkan kamu mau menuruti permintaan Papa." Lelaki itu langsung bertumpu pada lututnya di depan Maya. Di dekat dapur Mama sedang memperhatikan dengan mata berkaca-kaca.

"Papa, kenapa seperti ini?" tanya Maya langsung mengajak Papanya berdiri.

"Papa tidak boleh seperti ini. Maya anak Papa, Maya pasti lakuin yang Papa minta." Maya tidak sadar dengan apa yang ia katakan.

"Papa mau kamu menikah May. Dengan musuh terbesar Papa dalam bisnis." Lelaki itu tampak menunduk tak berani menatap mata putrinya.

"Apa maksudnya Pah?" tanya Maya mulai bingung. Kesadarannya perlahan menurun dan sulit mencerna semuanya.

"Papa kalah tender, dan Papa rugi besar May. Untuk memulihkan perusahaan Papa butuh modal. Papa sudah berusaha mencari bantuan pinjaman. Namun, tak satu pun teman Papa yang membantu. Hanya kamu satu-satunya harapan Papa saat ini Maya. Papa berharap kamu bisa menerimanya." Lelaki itu menggenggam kedua tangan putrinya dan menatap penuh permohonan.

"Papa, karir Maya. Semua impian Maya selama ini?" tanya Maya bingung dengan semua kejadian ini.

"Kamu harus melepaskannya Maya. Jika ada kesempatan Papa tidak akan melarangku meneruskannya. Papa mohon Maya!" ucap lelaki itu.

"Tapi Pah!"

"Papa mohon Maya. Dia orang baik," ucap Papanya.

"Maya akan memikirkannya Pah," ucap Maya lirih.

"Papa mohon, sebelum tengah malam kau harus sudah mengambil keputusan. Karena pernikahan akan diadakan besok," ucap lelaki itu.

"Papa!" Maya langsung naik ke kamarnya. Dia tidak akan bisa menangis di depan orang tuanya.

Setibanya di kamar, Maya langsung ambruk di kasurnya. Dia membenamkan wajahnya dibawah bantal. Maya langsung menangis sejadinya, tidak mengerti takdir membawanya kemana.

Maya adalah wanita cantik dengan kulit putih dan rambut agak sedikit bergelombang. Saat ini Maya sedang merintis karir sebagai Agen Online Shop di negaranya. Dia bercita-cita ingin memiliki perusahaan sendiri suatu saat. Namun, dia tidak tahu sama sekali kalau akhirnya akan seperti ini.

Setelah cukup lama menangis, dan matanya pun sudah mulai membengkak. Maya menurunkan kakinya dari kasur dan melangkah ke kamar mandi. Dia menghidupkan shower dan air hangat langsung mengenai kulit mulusnya. Cukup lama dia berada di sana, sampai akhirnya air di kamar mandinya mati. Maya mulai panik, dan ke arah shower itu.

"Sial, apa shower ini tidak ingin membantuku sama sekali?" kesal Maya langsung memakai handuknya dan keluar.

Maya memakai pakaian tidurnya, dan langsung turun untuk menemui Papanya. Tidak tahu apa keputusannya. Namun, Maya sudah pasti tidak bisa menolak permintaan Papanya. Karena Rino Dan Bianca telah mengadopsi mereka setelah di temukan di tong sampah dulu. Maya pasti tidak akan mengecewakan Rino dan Bianca.

Saat Maya masih memilah keputusannya, tiba-tiba Aila datang dengan segelas susu untuk dirinya sendiri. Dengan cepat Maya langsung mengambil susu di tangan adiknya dan langsung meneguknya hingga tandas.

"Kakak!" pekik Aila saat gelas susunya sudah kosong.

"Diamlah! Buat lagi sana," ucap Maya dengan tak tahu malunya.

"Aku rasa hanya butuh minum susu aku akan memilih keputusan yang benar," gumamnya sambil duduk di meja makan.

"Maya, kamu mau makan apa, sayang?" tanya Bianca.

"Mah, dimana Papa?" Maya celingak-celinguk menatap ke seluruh penjuru rumah. Namun, Rino tak terlihat.

"Papamu keluar sebentar. Dia bilang kalau kamu mau mengatakan sesuatu langsung telepon saja. Dari pada menunggu lama. Papa juga menunggu jawabanmu!" Bianca tersenyum kepada putri sulungnya itu.

"Iya Mah." Maya langsung kembali ke kamarnya.

Maya terus mondar-mandir, masih bingung keputusan apa yang akan ia ambil.

"Jika aku menolaknya, Perusahaan Papa akan bangkrut. Aku takut Papa akan membenciku nanti. Namun, jika aku menerimanya. Karirku? Impianku?. Ah, Maya bagaimana ini? Baiklah aku akan menerimanya apa pun resikonya aku akan menanggung semuanya dengan senang hati. Bukankah Papa selama ini mengajarkanku untuk siaga dalam situasi apa pun bahkan kemungkinan untuk miskin." Maya langsung mengambil ponselnya dan menggerakkan jari-jari lentiknya menekan nomor Rino.

{Halo Papa!}

{Apa kau sudah memutuskan keputusanmu?} tanya Rini di seberang sana.

{Papa aku menerimanya,} ucap Maya gemetar, sekujur tubuhnya langsung melemas seketika.

Prakkk

Tanpa sadar Maya menjatuhkan ponselnya ke lantai dan rusak. Jantung Maya berdetak seratus kali lebih cepat.

"Kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh?" ucap Maya

pelan.

Hatinya seolah memberontak akan ucapannya sendiri, dan pikirannya sangat kacau. Maya tidak mengerti sama sekali apa yang terjadi.

Setelah cukup lama melamun di kasurnya, Maya teringat akan ponselnya yang jatuh. Segera ia mengambil ponsel itu dan langsung menatapnya, matanya berkaca-kaca saat melihat layar ponselnya pecah seribu.

"Ini ponsel pertama yang aku beli menggunakan uangku sendiri. Kenapa harus rusak?" rutuk Maya sambil membersihkan layar ponselnya.

Keesokan paginya, semua dekorasi sederhana telah siap di kediaman keluarga Rino. Saat ini Maya masih setia dengan selimut tebalnya. Suara bising di luar tak menjadi masalah untuknya. Baginya hari ini adalah hari weekend yang harus di habiskan dengan tidur. Namun, Maya lupa kalau dia telah di beritahu kalau hari ini akan di adakan acara pernikahannya setelah kata terima muncul dari bibirnya.

"Maya!" ucap Bianca sambil membuka gorden di kamar Maya. Putrinya itu tidak akan bangun sebelum jam sembilan pagi di hari Minggu. Bianca selalu menasihatinya untuk bangun pagi. Namun, Maya selalu menolak. Karena baginya hari Minggu adalah hari tidur.

"Maya bangun sayang. Calon suamimu akan datang," ucap Bianca sambil berbisik di telinga Maya. Dengan cepat Maya mengerjapkan matanya dan melotot ke arah Bianca.

"Calon suami?"....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cukup Sekali Mengucap Selamat Tinggal
9.6
Pernikahan tanpa cinta membuat sang istri harus membesarkan putranya tanpa kasih sayang dari suaminya yang dingin. Pria itu bahkan enggan melihat anaknya sejak lahir. Namun, kepulangan wanita masa lalu sang suami mengubah segalanya. Saat pria itu mabuk dan memeluk sang anak, bocah itu justru memanggilnya paman karena tidak mengenalinya. Sadar posisi mereka, sang ibu memutuskan membawa putranya pergi dan berhenti mengganggu kehidupan suaminya.
Sampul Novel Istri Dadakan Tuan Kejam
8.9
Kematian tragis calon istrinya mengubah pria ini menjadi sosok kejam yang haus dendam. Ia bertekad menghancurkan hidup orang yang dianggap bersalah atas tragedi tersebut. Sebagai bagian dari rencana balas dendam, ia memutuskan menikahi seorang wanita. Namun, pernikahan yang awalnya dirancang untuk menghancurkan justru berjalan di luar kendali. Kedekatan dengan istri barunya perlahan menggoyahkan tekadnya dan membuka kembali sisi kemanusiaan yang telah lama ia kunci rapat.
Sampul Novel Istri Yang Kau Remehkan
8.4
Pasca kematian tragisnya, jiwa supermodel terkenal Eleanor Vienne terbangun di tubuh Seraphina Elmswood. Selama ini, Seraphina dikenal sebagai istri buruk rupa dan bodoh yang kerap dihina, bahkan diabaikan oleh suaminya sendiri, Lysander. Namun, pesona Eleanor mengubah segalanya. Seraphina kini menjelma menjadi sosok berkelas yang memicu kepanikan keluarga Elmswood sekaligus memikat hati Lysander. Akankah ia memaafkan suaminya yang dahulu selalu meremehkannya?
Sampul Novel Mafia Kejam Jatuh Cinta
9.6
Menghindari paksaan nikah, Deo Morte Picasso, bos mafia Italia yang antipati pada wanita, bersembunyi di desa. Di sana, ia malah terjerat cinta satu malam dengan gadis setempat. Namun, kematian mendadak orang tuanya memaksa Deo pergi, meninggalkan gadis itu yang tengah mengandung anaknya. Dua tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Sayangnya, Deo kini telah memiliki keluarga baru, menggoreskan luka mendalam bagi sang ibu tunggal yang berjuang sendirian.
Sampul Novel MAIN HATI
9.0
Kisah cinta Lila dan Dev kini terjebak dalam pusaran konflik batin yang semakin rumit. Hubungan mereka dihadapkan pada dilema besar karena keduanya kesulitan menyelaraskan perasaan dengan kenyataan hidup yang harus dihadapi. Di tengah keraguan yang terus menyiksa, mereka dipaksa mencari jawaban atas kelanjutan hubungan ini. Apakah perjuangan cinta mereka akan membuahkan kebahagiaan bersama, atau justru berujung pada perpisahan yang meninggalkan luka mendalam?
Sampul Novel Not Seen
8.4
Demi balas budi, seorang pria menikahi wanita penolong nyawanya. Pernikahan ini terjadi akibat desakan sang ibu, yang justru membenci anak kandungnya sendiri dan memperlakukannya seperti orang asing berutang. Berharap meraih kebahagiaan di kota, wanita malang ini malah menemui kenyataan pahit. Alih-alih terbebas dari penderitaan masa lalu di desa, ia kini justru terjebak dalam kesepian mendalam dan dinginnya penolakan dari keluarga barunya.