APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bukan Aku Tak Setia

Bukan Aku Tak Setia

Setelah tiga tahun berpisah, luka di hati Raja dan Cahaya akibat perpisahan masa lalu rupanya belum juga mengering. Kini, sebuah pertemuan tak terduga kembali mempertemukan keduanya. Saat memori lama mulai membayangi, mereka dipaksa menghadapi sisa-sisa perasaan yang dahulu belum sempat terselesaikan. Apakah momen reuni ini akan membuka jalan bagi kesempatan kedua untuk menyatukan kembali cinta mereka dalam kebahagiaan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Alya berjalan cepat meninggalkan kantin, tangannya yang menggenggam tempat minum, mencengkram erat. Dia semakin memburu langkah ingin segera sampai di tempat kerjanya. 

Perutnya yang semakin membuncit, mengurangi gerak langkahnya. Apalagi teriakan beberapa orang yang mengingatkannya untuk berhati-hati terdengar, hingga saat akan memasuki tempat kerja Andri, laki-laki itu menghentikan langkahnya. 

"Hati-hati berjalan, Sayang! Aku ngeri lihat kamu jalan seperti barusan. Ingat, ada anak kita dalam perutmu!" tegur Andri dengan tatapan penuh kekhawatiran, Alya yang mendapat protes dari suaminya hanya tersenyum polos. 

"Iya, Sayang. Maaf!"

"Jangan minta maaf, tapi jangan diulangi lagi!" Andri mengusap kepala Alya sayang, memberikan usapan pada perut Alya yang kini tengah mengandung anaknya kemudian, "Anak Ayah, kalau Bundanya nakal jangan diam saja, ya?!" sapa Andri yang ditanggapi tendangan kecil dari dalam sana, sepasang calon orang tua baru itu tertawa. 

"Dia nurut!"

"Iyalah. Anak aku!" Alya mencebik, sedang Andri tertawa pelan, "Barusan kenapa sih tergesa-gesa?" 

Alya tersenyum penuh misteri, lalu menggeleng membuat Andri memicing semakin heran. 

"Rahasia! Aku belum mau cerita sama kamu sebelum bilang sama Cahaya."

"Ada apaan sih?"

"Nanti kamu juga tau sendiri! Udah ah, takut dicariin anak-anak!" Alya melanjutkan langkahnya menyusuri lorong menuju tempat kerjanya, Andri yang memang tidak bisa memaksa agar Alya menjawab rasa penasarannya, menggeleng. 

Alya melangkah menuju meja kerjanya yang bersebelahan dengan meja kerja Cahaya, setelah menyimpan tempat minumnya, dia beranjak mencari keberadaan Cahaya. Hingga dia bisa menemukan gadis itu sedang memeriksa hasil kerja salah satu karyawannya. 

"Ya!"

Cahaya menoleh sebentar, lalu kembali memeriksa barang saat melihat Alya berjalan mendekat. 

"Apa?" tanya Cahaya saat Alya sudah berdiri di sampingnya. 

"Sibuk?"

"Urgent, harus dikirim siang nanti. Tadi juga Pak Indra nanyain spec yang kemarin, udah beres belum?" terang Cahaya tanpa mengalikan pandangannya. 

"Udah, sedang cek QC. Aku ada kabar gembira nih!" Alya semakin tidak sabar menyampaikan berita yang akan dia sampaikan. Membuat Cahaya menghentikan pekerjaannya. 

"Apa?"

"Jangan kaget tapi!" Alya sudah heboh sendiri, ciri khas dia saat ada berita yang menurutnya sangat menarik. 

Cahaya mendesah pelan, calon ibu itu tetap tak berubah. Itulah yang membuat Cahaya nyaman bersahabat dengan Alya. 

"Iya," jawab Cahaya pendek agar Alya segera mengatakan maksudnya. 

"Tadi waktu ke kan--"

"Cahaya!" sebuah panggilan menghentikan perkataan Alya, keduanya menoleh pada sumber suara. 

"Iya, Pak Indra?!" jawab Cahaya, sedang Alya menghembuskan napas pasrah, tampaknya waktunya kurang tepat untuk bercerita. 

"Ini nggak lulus, barang lain ada nggak?" tanya Indra memberikan kertas hasil kerja pada Cahaya. 

Cahaya mendesah lelah, "Aku cek belakang dulu, Pak!" 

"Nanti kabarin ya?! Soalnya nanti mau ada manager pemasaran yang baru, mau diajakin ngenal produksi."

"Loh, emang Bapak mau kemana?" tanya Alya yang sedari tadi hanya diam. 

"Saya cuma pengisi kekosongan saja, Al. Orang barunya udah ada di kantor kok, ya udah aku ke sana dulu." Indra pun berlalu setelahnya, 

"Ya?"

"Ceritanya nanti aja ya, Al? Aku mau cek barang dulu."

"Euh, Ya--" tangan Alya mengambang di udara, tak bisa mencegah Cahaya yang beranjak ke bagian belakang untuk memeriksa barang. 

"Ya sudahlah, nanti saja bilangnya. Dia juga lagi sibuk," guman Alya meninggalkan tempat kerja Cahaya. 

Cahaya terus melakukan pekerjaannya mencari barang yang memang sangat dibutuhkan untuk segera kirim. Perusahaan tempat kerjanya sekarang, adalah perusahaan yang sama waktu dia kerja di Korea. Perusahaan di Korea memutuskan memindahkan semua ke Indonesia setahun setelah Cahaya bekerja di negeri ginseng itu. 

Dan di tempat baru, jabatan leader membuatnya sibuk dan melupakan janji seseorang, yang telah berjanji akan datang dua tahun lalu, namun hingga akhir penantian di tahun ketiga pun, lelaki itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. 

Berbeda dengan Alya yang berhasil menyatukan cintanya dengan Andri, dan kini tengah menunggu kelahiran anak pertama mereka. 

Cahaya kembali melangkah ke tempat kerjanya, mengatakan pada karyawan bawahannya untuk mengerjakan barang yang dibutuhkan. 

Waktu terus berjalan, kesibukan Cahaya harus terhenti oleh suara bel tanda istirahat berbunyi. Menyandarkan tubuh lelahnya di kursi kebesarannya, di sebelahnya Alya menatap diam. 

"Kenapa, Al? Gitu amat liatinnya!"

"Cape?"

"Dikit, kenapa?"

"Aku tanya boleh?"

"Apa?"

"Kalau tiba-tiba kamu ketemu a Raja---gimana?" Cahaya melihat Alya kaget, sudah lama mereka tidak membicarakan nama itu, kenapa sekarang Alya menanyakan lagi? 

"Ada apa sih, Al? Tumben!"

"Jawab saja."

"Entahlah, aku malu--" Cahaya mendesah lelah, semua cerita masa lalu kembali membayang di benaknya. Tentang dia, Kim, dan juga Raja.

"Kamu ... masih mengharapkan kedatangan oppa ya?" tanya Alya menatap dalam Cahaya, ia merasa iba dengan kisah cinta gadis cantik di depannya itu.

"Aku ... tidak mau membicarakan tentang dia lagi, Al. Sudah cukup aku memberikan banyak kesempatan padanya, baik saat bersama, ataupun setelah kami berjauhan," jawab Cahaya yakin.

"Lalu selama ini ... kenapa kamu menutup hati? Bahkan Adrian pun kamu tolak."

Cahaya tersenyum, benar dia dengan tegas menolak cinta Adrian, saat lelaki itu mengungkapkan cintanya setelah sekian lama memendamnya, namun karena merasa lebih nyaman menjadikan Adrian sebagai teman, Cahaya membuat Adrian menghentikan harapannya untuk memiliki cinta Cahaya.

"Aku bukan menutup hati, hanya ... belum bisa membuka hati lagi."

"Bukan karena berharap bertemu seseorang?"

Cahaya mengerutkan keningnya, "Bertemu seseorang? Siapa?"

"Aku yakin kamu akan terkejut, kalau aku bilang siapa yang aku lihat tadi," ujar Alya berteka-teki, dan Cahaya yang sudah sangat mengenal Alya dengan baik, yakin kalau yang dikatakan Alya adalah satu kebenaran.

"Emangnya siapa yang kamu lihat tadi?" tanya Cahaya yang mulai tertarik dengan pembicaraan mereka.

"Tadi itu, aku .... "

"Kenapa belum ke kantin?" suara lain menginterupsi, hingga Alya kembali menelan kata-katanya.

Kenapa susah sekali untuk mengatakan, siapa yang aku lihat sama kamu, Ya? Bathin Alya pasrah, namun tatapannya terlihat kesal pada seseorang yang baru saja mendekat.

"Ganggu aja kamu, Yan!" dengus Alya membuat Adrian yang baru saja datang mengernyit heran.

"Kenapa sih Bumil satu Ini, Ya?" Adrian melihat pada Cahaya, yang terkekeh melihat Alya cemberut.

Cahaya salut dengan sikap dewasa yang ditunjukkan Adrian, lelaki itu tetap menganggapnya sahabat walaupun cintanya ditolak. Bahkan, dua bulan lalu Adrian sudah melabuhkan hatinya pada gadis lain, dan akan segera menikah. Tinggal Cahaya yang masih enggan mencari pendamping entah karena alasan apa, hanya Cahaya yang tau jawabannya.

"Dari tadi itu, aku mau ngasih tahu Cahaya sebuah kabar gembira, tapi selalu aja ada halangan. Siapa yang nggak kesel coba?" rajuk Alya dengan wajah ditekuk. Adrian yang mengerti langsung terkekeh.

"Ya, maaf ... kan aku nggak tahu kalau kalian sedang serius, kirain sengaja lagi nungguin biar bisa barengan ke kantin. Andri mana?" kata Adrian dan menanyakan keberadaan suami Alya itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta seorang atlet
9.4
Di tengah ketatnya persaingan dunia olahraga, hubungan asmara kerap kali berjalan singkat lalu meredup begitu saja. Namun, romansa ini menunjukkan bahwa sebuah perasaan tulus dapat terus bertahan meski perpisahan telah terjadi. Walau raga mereka saling menjauh dan waktu terus berjalan, sisa-sisa cinta sejati akan tetap tersimpan selamanya di relung hati. Kisah emosional tentang keteguhan rasa yang tidak akan pernah pudar oleh waktu.
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Cinta Fatal dan Balas Dendam
9.4
Danielle sangat menyesali masa lalu yang menghancurkan keluarganya akibat salah memercayai orang. Kini, setelah terlahir kembali, ia bertekad memakai kecerdasan serta pesonanya untuk membalas dendam. Tak diduga, ia menjelma jadi sosok berpengaruh berkat identitas rahasia, hingga dilindungi empat keluarga besar dan kelompok pembunuh. Di puncak kejayaannya, sang suami tampan yang dulu ia abaikan kini kembali untuk mengklaim cintanya di hadapan dunia.
Sampul Novel Oh My Beebu
7.9
Masa dewasa muda Angela yang tenang seketika terusik oleh kehadiran tiga pria berinisial R. Mereka adalah Randy sang mantan pacar yang sulit dilupakan, Raffa si adik kelas yang kerap memberi kejutan, serta Revin, mantan kakak kelasnya dahulu. Interaksi dengan ketiga lelaki ini menghadirkan berbagai cerita berbeda yang rumit, membingungkan, sekaligus menguras emosi. Angela kini harus menghadapi dinamika hubungan pelik dalam kisah romansa remaja yang penuh liku ini.
Sampul Novel Rahasia Tubuh Serena
8.1
Hancur akibat vonis sindrom MRKH, Serena Queen Adhisty memilih menyakiti Adibara Erlangga agar pria itu membencinya. Sebelas tahun berselang, Serena tumbuh menjadi sosok angkuh yang enggan menikah. Takdir tak terduga mempertemukan mereka kembali di dunia kerja. Keadaan semakin rumit dengan kehadiran kakak Adibara yang membangkitkan dendam masa lalu. Akankah Adibara tulus menerima kondisi Serena, atau justru ada pria lain yang ditakdirkan mendampinginya?
Sampul Novel Rintihan Sekretaris Suamiku
7.9
Eva Renata adalah istri setia yang tulus mengurus suaminya, Ebin Permana. Namun, pernikahan mereka hancur saat Ebin tergoda oleh Dinda, sekretaris barunya. Stuart, sang asisten, melihat langsung perselingkuhan Ebin di hotel ketika Eva menanti di rumah. Kebohongan ini terbongkar saat Eva datang ke kantor dan mendengar suara mesra dari dalam ruangan suaminya. Dengan hati yang hancur, Eva kini mulai mengawasi gerak-gerik menyimpang Ebin bersama selingkuhannya.
Sampul Novel Traitors Wife
8.5
Evan, sang pewaris bisnis raksasa, terjebak dalam pernikahan paksa dengan Clara, wanita yang dicintai sahabatnya sendiri, Radit. Hubungan erat mereka hancur saat Clara dan Radit nekat menjalin hubungan gelap di belakang Evan. Ketika Clara mengandung anak Radit, Evan berniat mundur, namun sang ayah memaksanya mempertahankan pernikahan ini. Di bawah tekanan keluarga besar, Radit terus bergerak untuk merebut Clara. Akankah pernikahan penuh dusta ini sanggup bertahan?