APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Budak ranjang tuan muda

Budak ranjang tuan muda

Renata, seorang mahasiswi pertanian, dikhianati oleh kekasihnya sendiri, Rian, yang tega menjualnya kepada pemuda kaya raya bernama Albert demi kepentingan bisnis. Setiap hari, Renata terpaksa menuruti nafsu Albert, bahkan di saat pria itu sedang diselimuti kemarahan. Namun, seiring berjalannya waktu, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi cinta. Albert pun bertekad menjadikan Renata sebagai istri, meski harus menentang restu orang tua dan membatalkan pertunangannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Ini wanita yang saya janjikan Tuan," kata Rian dengan sedikit mendorong tubuh Renata.

Renata yang takut tidak mau melepas tangan Rian, dia semakin erat memegangi tangan kekasihnya tersebut.

"Mas, aku takut mas. Kenapa kamu bawa aku kesini?" tanya Renata yang belum tau kalau dia tengah dijual oleh Rian.

Rian adalah kekasih biadab yang tega menjual kekasihnya sendiri pada seorang tuan muda yang suka main wanita.

"Lebih baik kamu duduk disana dengan tuan muda Albert, jangan buat dia marah dengan sikap kamu," kata Rian dengan berbisik.

Renata menatap Rian dengan tatapan bingung, dirinya merasa ambigu dengan perkataan Rian yang menyuruhnya untuk duduk di samping Albert.

"Ngapain duduk disana mas?" Tanya Renata.

Rian berusaha melepas tangannya dan mendorong Renata namun Renata enggan melepas tangan Rian tentu hal ini membuat Rian kesal.

"Tuan Albert sudah menunggu jangan buat dia marah," bisik Rian.

"Aku nggak mau mas," sahut Renata.

Renata memohon pada Rian untuk membawanya pulang karena hari sudah malam namun Rian hanya tersenyum.

"Dia ini masih berusia dua puluh tahun, kuliah baru semester empat Tuan, meski saya lama berhubungan dengannya tapi tidak sedikit pun saya diperbolehkan menyentuhnya jadi bisa dipastikan kalau dia masih ori Tuan Albert," jelas Rian yang membuat Renata membolakan matanya.

"Kamu menjual aku mas!" teriak Renata yang tidak percaya kalau Rian tengah menjualnya.

"Kurang lebih seperti itulah," sahut Rian dengan santai.

Renata sangat shock dirinya sungguh tak percaya, lelaki yang amat sangat dia cintai tega menjual dirinya.

"Mas aku mohon mas jangan lakukan ini," pinta Renata.

Mata Renata membasah, dia terus memohon namun Rian seakan tidak perduli.

Tak ingin ada banyak drama, Albert meminta anak buahnya untuk membawa Rian keluar.

"Jangan tinggalkan aku mas! mas!" teriak Renata saat Rian dibawa keluar oleh anak buah Albert.

Renata meronta ingin keluar namun anak buah Albert menahan Renata. Dengan tubuh yang gemetar Renata mendekati Albert meminta supaya dilepaskan.

"Tuan saya mohon, ijinkan saya pergi," pinta Renata.

Albert tertawa keras, mana mungkin dia melepas Renata begitu saja sedangkan untuk menyetujui bisnis dengan Rian, Albert telah mengeluarkan uang yang tidak sedikit.

"Kalau kamu mau bebas bayar tiga triliun dulu," kata Albert.

Renata menangis darimana dia mendapatkan uang sebanyak itu? Untuk biaya kuliah saya orang tuanya harus kerja keras.

Renata yang tidak mau dijadikan jaminan atas bisnis kekasihnya memutuskan untuk berlari namun secepat kilat anak buah Albert menangkap Renata. Dirinya terus meronta dan berteriak meminta untuk dilepaskan tapi anak buah Albert tidak perduli dengan teriakan Renata.

Albert yang mulai kesal menghampiri Renata yang dipegangi oleh anak buahnya. Albert mengelus pipi Renata dengan tersenyum sinis.

"Setiap wanita ingin sekali aku tiduri tapi kamu malah ingin lari," kata Albert.

Renata menangis histeris, dia tidak mau digagahi oleh orang asing, apalagi usia Albert jauh diatasnya.

"Tuan saya mohon, biarkan saya pergi," pinta Renata.

"Enak saja," sahut Albert.

Albert memerintahkan anak buahnya untuk membawa Renata ke mobil karena dia ingin pulang ke mension.

Renata terus menangis, di dalam mobil dia terus meminta pada Albert untuk melepaskannya.

Melihat Renata yang menangis membuat Albert pusing, selama ini tidak ada wanita yang bersikeras untuk pergi darinya justru para wanita menawarkan diri untuk bisa dekat dengannya.

"Kamu sekarang telah menjadi milikku, Rian kekasihmu itu telah menjual dirimu padaku, jadi sudahi tangisanmu itu, telingaku sakit mendengarnya," Albert sungguh kesal.

Renata seketika terdiam, percuma juga dia meminta dan menangis. Kekasihnya Rian sungguh biadab menukarkan dirinya dengan bisnis yang menguntungkan dirinya sendiri tanpa memikirkan nasibnya sama sekali.

Sesampainya di mension, Albert membawa Renata masuk ke dalam kamarnya. Renata sungguh takut, dia bingung apa yang harus dilakukannya.

Dengan tubuh yang gemetar Renata duduk di sofa sambil meremas tangannya yang penuh dengan keringat.

Albert yang merasa gerah masuk kamar mandi dan beberapa saat kemudian dia keluar hanya dengan handuk kecil yang melilit di pinggangnya.

Renata yang terpesona menatap Albert dengan lekat, melihat perut yang kotak-kotak membuat Renata menelan saliva yang terus mengalir.

"Ini perut apa roti sobek," batin Renata.

Tau Renata memperhatikan tubuhnya membuat Albert tersenyum.

"Kelihatannya kamu tertarik dengan tubuhku," kata Albert yang seketika membuat Renata membuang tatapannya.

Dengan senyum yang mengembang Albert berjalan kemudian duduk di samping Renata.

"Sudah siap?" tanya Albert sambil merangkul Renata.

Renata menggeleng dan ini membuat Albert tertawa.

"Sayangnya kamu tidak memiliki opsi untuk menolak," bisik Albert.

"Pilihan kamu adalah melepas baju kamu sendiri atau aku yang akan melepaskannya," sambungnya kemudian.

Renata membola matanya kali ini tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan.

"Jangan takut, aku akan memperlakukan kamu dengan baik tapi semua tergantung servis kamu di ranjang. Ingatlah mulai sekarang kamu adalah budak ranjang aku," tukas Albert.

Air mata Renata merembes keluar, hatinya sungguh perih mendengar status yang diberikan oleh Albert.

"Wanita aneh, setiap wanita pasti akan senang jika dekat dengan aku tapi dia kenapa malah menangis? apakah aku keliatan tua atau jelek?" batin Albert sembari meraba kulit wajahnya.

"Ibu, ayah maafkan Renata yang harus menjadi budak ranjang tuan muda ini," batin Renata.

Albert dan Renata bicara di dalam hati mereka masing-masing.

"Tuan, malam ini saya akan melayani anda tapi dengan satu syarat," Renata mengajukan persyaratan.

"Apa?" tanya Albert.

"Saya ingin anda tidak menahan saya disini," jawab Renata.

Lagi-lagi albert tertawa mendengar permintaan Renata, namanya budak tentu harus stay di tempat karena sewaktu-waktu si tuan membutuhkan budaknya.

"Kamu itu budak bukan kekasih," kata Albert yang lagi-lagi membuat hati Renata tercabik.

Kata-kata Albert sungguh menusuk hatinya, budak bahkan lebih rendah dari seorang pelayan.

"Tapi bagaimana dengan kuliah saya tuan?" tanya Renata dengan menangis.

Melihat Renata menangis membuat Albert iba, baru kali ini hatinya merasa iba pada orang lain.

"Baiklah aku akan berbaik hati padamu, kamu bisa kuliah dan seusai kuliah kamu kembali lagi ke sini dan awas jangan coba-coba lari dariku," jawab Albert dengan mengancam.

Meski takut namun Renata sangat senang, setidaknya dia masih diperbolehkan kuliah.

Tak ingin membuang waktu, Albert menaikkan dagu Renata lalu mencium bibirnya.

Mendapatkan ciuman yang tiba-tiba membuat Renata mematung, dirinya hanya diam membiarkan Albert melahap bibirnya.

Kesal karena Renata mengunci mulutnya Albert berinisiatif menggigit bibir bawah Renata dan ini berhasil membuat Renata membuka mulutnya, tanpa basa basi Albert langsung masuk saja untuk mengabsen rongga mulut wanita yang kini berstatus menjadi budaknya.

"Kamu sangat kaku sekali, apa tidak pernah berciuman?" tanya Albert setelah melepas pautannya.

"Tidak," jawab Renata.

"OMG, kemana saja kamu Renata," sahut Albert.

Albert memijat pelipisnya, tak disangka dia mendapatkan wanita polos, jaman sekarang sungguh jarang ditemui wanita yang benar-benar virgin.

"Ya sudah sekarang layani aku," titah Albert.

Renata hanya diam sambil mencengkeram sofa dengan tangannya, keringatnya mengucur deras meski kamar Albert bersuhu rendah.

"Jangan menguji kesabaranku Renata, opsinya seperti yang aku bilang tadi, aku yang melepas pakaian kamu atau kamu yang melepasnya sendiri tidak ada opsi menolak," jelas Albert.

"Saya sendiri saja Tuan." Renata memilih melepaskan bajunya sendiri.

Tangan Renata bergetar saat membuka resleting bajunya, air mata tak kunjung berhenti berharap Albert mengurungkan niatnya.

"Kalau kamu menangis terus kapan terbukanya baju kamu?" kata Albert dengan memijat kepalanya karena sedari tadi menurutnya terlalu banyak drama.

"Maaf Tuan saya tidak bisa melakukannya," ucap Renata yang membuat Albert sontak marah karena merasa dipermainkan oleh Renata.

Kesabarannya sungguh diuji oleh seorang Renata. Ingin bercocok tanam saja harus bertele-tele.

"Jangan menguji kesabaranku, aku tidak ingin ada drama malam ini. Aku hanya butuh pelepasan," maki Albert.

"Aku mohon Tuan," pinta Renata.

Amarah yang dia tahan kini memaksa keluar, tangannya menyeret tubuh Renata dan melemparnya ke tempat tidur.

"Sudah aku bilang, jangan menguji kesabaranku, aku tidak mau ada drama apapun, aku sudah membayar kamu dengan mahal tidak peduli kamu mau atau tidak, kamu tetap menjadi budak ranjang aku sampai aku bosan," ucap Albert dengan tatapan mautnya.

Tangan Albert melepas baju Renata dengan kasar, amarah di dadanya meletup-letup hingga dirinya tidak ingin bicara baik-baik lagi.

Tanpa aba-aba Albert menindih tubuh mungil Renata. Dirinya melahap bibir dan leher Renata dengan kasar plus panas, dia tidak peduli dengan tangisan Renata karena yang terpenting baginya adalah mendapatkan pelepasan.

Bibirnya turun ke bawah untuk menjelajah pegunungan ranum milik Renata yang tidak pernah tersentuh sama sekali.

Meskipun pemaksaan namun Renata bisa merasakan nikmat saat bibir Albert menghisap pucuk buah dadanya.

Inilah saat yang ditunggu oleh Albert yaitu melakukan penyatuan, meski sulit menerobos pertahanan Renata namun Albert tidak menyerah, dia tidak peduli dengan teriakan Renata yang mengeluhkan sakit.

"Aaaaaahhhhhhh," teriakan Albert menggema saat batang kerasnya mampu menerobos goa sempit Renata.

Air mata semakin mengalir deras, hilang sudah mahkota yang selalu Renata jaga, mahkota yang akan dia persembahkan untuk suaminya nanti kini ambil paska oleh Tuan Muda yang tidak memiliki hati seperti Albert.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO 1 Miliar Won
9.5
Demi sang ibu yang sakit, Kim Liu, pengacara muda yang berbakti, bersedia dijodohkan dengan Jung Jisung. CEO TJ Group yang kaya raya ini memiliki trauma masa lalu akibat penculikan saat kecil. Walau awalnya bersikap dingin, ketulusan Liu perlahan meluluhkan hati Jisung. Sayangnya, pernikahan rahasia mereka menghadapi cobaan berat dari kebencian ibu mertua, usikan mantan kekasih Liu, hingga intrik licik Song Minseo. Mampukah cinta mereka bertahan di tengah tekanan harta?
Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.2
Tiga belas tahun mendampingi sang suami dari masa sekolah hingga pernikahan membuat Valen rela melepas hubungan dengan keluarganya demi memberikan sebuah perusahaan yang telah go public. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang dari laci rahasia mengungkap kebenaran yang mengejutkan. Tulisan di dalamnya menegaskan kebencian mendalam sang suami kepadanya. Menyadari cinta tulusnya selama ini bertepuk sebelah tangan, Valen kini mempertanyakan kelanjutan rumah tangga mereka sekaligus masa depan perusahaan yang telah ia perjuangkan.
Sampul Novel Disgraced Wife
7.9
Demi takhta Nagara Group, El Barack Gunadhya Nagara menikahi Bellina Devanka Ammari yang dibelinya dari sang bibi. Pernikahan singkat ini menyiksa batin Bellina, memaksanya berpisah dari Kevin Sanjaya dan menjadi sekadar alat pencetak pewaris. Namun, saat El mulai memperlakukannya dengan istimewa, segalanya berubah. Akankah Bellina memilih pergi, atau justru jatuh cinta pada pria yang telah menyelamatkan hidupnya itu?
Sampul Novel Jodohku Seorang Janda Kaya Raya
8.6
Kisah cinta tumbuh di antara Lintar, pemuda yang ulet, dan Dewi, seorang janda yang sukses menjabat sebagai CEO. Walau awalnya terasa canggung, perasaan tulus mulai menyatukan mereka. Rintangan besar menghadang saat paman Lintar menentang keras hubungan ini. Demi mempertahankan cintanya pada janda kaya tersebut, Lintar berjuang keras meyakinkan orang tuanya. Simak perjuangan emosional Lintar dalam meraih kesuksesan sekaligus kebahagiaan sejati bersama wanita dambaannya.
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Tiga tahun berlalu, Emma Fowler pulang dan justru terlibat malam tak terduga bersama Nathan Tate. Nathan terpikat tanpa tahu siapa Emma sebenarnya. Harapan Emma hancur saat menagih janji pernikahan masa lalu; Nathan menolaknya dengan dingin dan menganggapnya sebatas saudara. Kecewa mendalam, Emma memilih mengakhiri hubungan sepuluh tahun mereka. Namun, ketika Emma bersiap pergi selamanya, Nathan berlutut memohon agar ia bertahan dan bersedia menepati janji lama mereka.
Sampul Novel Pacar Bayaran
9.5
Isack frustrasi akibat restu orang tua yang tak kunjung didapat untuk hubungannya dengan Chana. Setelah lama melajang, sang ayah mendesaknya membawa calon istri ke pesta kantor. Isack pun menawarkan posisi kekasih bayaran kepada Eve demi mengatasi tuntutan itu. Apakah Eve bersedia? Sandiwara ini justru kian rumit saat perasaan cinta yang sesungguhnya mulai tumbuh di antara mereka.