APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament

Bucinnya Cowok Temprament

Lima tahun berpisah akibat amnesia pasca-kecelakaan, takdir mempertemukan kembali Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra. Theo, yang kini jatuh cinta pada Lili sang dokter, rela membayar sepuluh miliar kepada ayah Lili demi menikahinya. Meski terkenal temperamental, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili berusaha mempertahankan pernikahan rumit ini dengan merangkai kembali ingatan masa lalunya yang hilang melalui setiap sentuhan Theo.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Apa itu?" dr. Mahendra antusias.

"Pak William akan mencabut gugatan kasus ini jika dr. Mahendra mengalihnamakan pemilik dan semua saham rumah sakit ini kepadanya".  Lanjut dr. Arif.

"Gila! Dia sungguh picik! Ini pasti jebakan. Sampai mati pun saya tidak akan sudi!" dr. Mahendra mengepalkan tangannya, geram.

"Kita masih punya kesempatan, dokter". Ucap salah satu dokter yang ada di ruangan itu. Dialah salah satu dokter ortopedi, namanya dr. Moris.

dr. Mahendra pun menatapnya penasaran.

"Ada satu pengacara dari firma hukum RNP yang belum kita temui. Dia ahli. Bahkan saat ini dia condong lebih memilih kasus yang berat setelah 50 kasus pertamanya." Jelas dr. Moris.

"Siapa dia? Antarkan saya kesana!" dr. Mahendra antusias.

dr. Moris pun  menjelaskan tentang latar belakang pengacara tersebut, begitupun keadaannya saat ini.

dr. Mahendra dan para dokter yang berada di ruang meeting itu pun segera bergegas  menuju ruangan dimana Theo berada.

Para dokter menunggu di luar ruangan, sedangkan dr. Mahendra terlihat serius berbincang dengan Theo di dalam ruang perawatan tersebut.

Hingga kurang lebih 30 menit akhirnya mereka membuat sebuah kesepakatan dengan saling menjabat tangan. Tapi entah apa saja yang mereka bicarakan, hanya mereka berdua yang tahu.

Kediaman dr. Mahendra

Seminggu kemudian...

"Apa?! Papa gak bisa gitu dong pah... aku kan udah punya pacar. Dia akan melamarku segera pah..." ucap Lili yang kesal dengan papanya, dr. Mahendra.

"Lili...dengerin papa dulu. Dia itu orang yang luar biasa. Dia udah nyelamatin hidup papa, hidup kamu dan rumah sakit kita ini." dr. Mahendra mencoba meyakinkan Lili.

"Tapi pah, aku gak mau dijodohin. Aku udah punya pilihanku sendiri. Ngapain main jodoh-jodohan segala kaya zaman dulu aja!" Tolak Lili.

"Lili, ini cuma sementara ya. Kamu boleh menggugat cerai dia setelah 1-3 bulan, oke?! Kamu buat surat perjanjian pra nikah aja sama dia. Papa percaya dia gak bakal ngapa-ngapain kamu kok."

"Tapi pah, hitungan bulan itu lama. Aku harus bilang apa sama Lucas jika aku ketahuan?? Dia juga nanti gak bakal mau nikahin aku kalau udah jadi janda." Lili terus mencoba meyakinkan papanya supaya membatalkan rencana pernikahannya dengan pria yang tidak dikenalnya. Dia tidak ingin menikah dengan siapapun selain Lucas yang saat ini statusnya sebagai pacar Lili.

"Tenang, pernikahan ini kan rahasia. Antara keluarga kita dan keluarga dia saja".

"Kenapa harus aku pah yang jadi korbannya??" Lili mulai frustasi.

"Sssttt! Jangan pernah bilang begitu. Kamu akan baik-baik saja. Yang harus kamu lakukan hanyalah merawat dia di rumahnya selama kamu masih menjadi istrinya, oke?!" Tegas dr. Mahendra yang tak bisa dibantah Lili.

Lili pasrah dengan apa yang sudah menjadi keputusan papanya itu. Dia tidak percaya dengan nasibnya saat ini dan hanya bisa menangis. Dia harus berusaha menyembunyikan pernikahannya nanti dari publik terutama sang pacar, Lucas.

Beberapa jam kemudian akad pun berlangsung di kediaman dr. Mahendra.

Kini Lili tahu siapa yang menjadi suaminya saat ini. Dia yang tak lain adalah salah satu pasien yang dioperasinya seminggu yang lalu.

Theo yang masih berjalan menggunakan tongkat itu tentu pun masih membutuhkan perawatan khusus. Lili pun sedikit mengerti dengan kondisinya yang seperti itu.

Theo datang bersama papanya, Raymond Nusantara. Lili tahu bahwa Raymond adalah pemilik firma hukum RNP. Meskipun begitu, Lili tidak tahu dengan pekerjaan Theo, yang statusnya kini menjadi suaminya. Dia tidak peduli sama sekali.

Kediaman Theo 

Hari itu pun Lili langsung dibawa ke kediaman Theo.  Disana Theo tinggal sendiri, sehingga rumah yang begitu besar pun terasa sepi.  Adapun pembantu yang membersihkan rumahnya hanya datang saat pagi dan sorenya sudah pulang lagi ke rumahnya yang tidak jauh dari kediaman Theo.

Saat ini keduanya menaiki tangga menuju lantai dua, tanpa ada yang memulai percakapan diantara mereka.

"Aku atur sandinya dulu. Sekarang sandinya hari pernikahan kita aja ya, biar kamu gak lupa" ucap Theo di depan pintu kamarnya, lalu membuka pintu tersebut.

Theo merangkul pinggang Lili dan melangkah memasuki pintu. Namun tiba-tiba Lili menepis tangan Theo dan reflek mendorongnya sampai terjatuh.

"Aww..w" pekik Theo kesakitan ketika badannya terhempas ke lantai. Dia pun segera bangkit perlahan dengan mendirikan tongkatnya terlebih dahulu.

"Apa yang kamu lakukan? Kamu datang kesini untuk memperpendek umurku, hah?!" Ucap Theo yang tiba-tiba menjadi kesal dengan tingkah Lili yang di luar dugaan.

"Aku hanya ingin memastikan jika lukamu itu memang masih butuh perawatanku." Reflek Lili mengucap kalimat itu tanpa berpikir panjang. Padahal dalam hatinya dia merasa bersalah dengan tingkah konyolnya itu.

"Astaga!!!" Theo tak percaya dengan sikap dan ucapannya yang tak bisa dianggap biasa itu saat berada di rumahnya sendiri. Tidak seperti layaknya seorang dokter yang sopan, ramah dan perhatian terhadap pasien. Terutama perhatian pada dirinya, pikirnya.

Padahal hakikatnya semua pasien di rumah sakit diperlakukan sama.

"Kamu tidur di kamar sebelah aja. Atur sandimu sendiri!" Ucap Theo yang meninggalkan Lili di depan pintu kamarnya.

"Ya sudah, itu lebih baik." Jawab Lili santai, berjalan ke kamar sebelah yang ditunjuk oleh Theo.

Brakkk!!!

Theo melempar tongkatnya dengan kesal.

"Sial! Sepertinya aku menginjak ranjau!" Gerutunya sambil mengepalkan tangannya dan menonjoknya beberapa kali ke kasur empuknya yang berukuran king tersebut.

Sementara di kamar sebelah, Lili sedang asyik menata bajunya di lemari. Setelah itu dia langsung membuka laptopnya untuk membuat surat perjanjian pra nikah.

Lili masuk ke kamar Theo tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dia hanya menekan sandi yang telah dibuat Theo sebelumnya. Lili pun menghampiri Theo yang sedang meneguk wine di kursi sofa kamarnya di depan tv.

"Tolong ditanda tangani" titah Lili singkat dengan menyimpan dua lembar kertas dan sebuah balpoin diatas meja, tepatnya disebelah botol wine.

Theo yang tak ingin pusing dengan kedatangan Lili di kamarnya, langsung saja menuruti apa yang diminta Lili tanpa ingin tahu apa isi dari dua lembar kertas tersebut.

"Kamar ini luas banget, lebih luas dari kamarku. Fasilitasnya juga lengkap, kayak di apartemen aja. Dan kasurnya..., kenapa banyak bunga??" Gumam Lili dalam hati, dan tak lantas dia ucapkan. Lili tak ingin larut dalam pikirannya. Dia pun langsung pergi meninggalkan Theo tanpa basa-basi. Kemudian ditempelkannya satu lembar surat perjanjian pra nikah tersebut di daun pintu bagian dalam kamar Theo. Begitupun dengan rangkapannya, yang dia tempel di daun pintu kamarnya sendiri.

Malampun sudah semakin larut. Kini jam dinding sudah menunjukkan pukul 11 malam. Sepasang pengantin baru itu pun tidur dengan lelap di kamarnya masing-masing.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.1
Rumi tak sengaja bertemu mantan iparnya saat periksa kehamilan. Di tengah tuntutan untuk kembali pada Aryan—miliarder yang dulu mengabaikan pernikahan mereka demi wanita lain hingga memicu kematian ibu Rumi—ia diingatkan akan perjuangan sang mantan suami mencarinya. Namun, luka masa lalu akibat pesan suara kejam Aryan tak bisa terhapus. Dengan tenang, Rumi menunjukkan cincin di jarinya, menegaskan bahwa ia telah memulai hidup baru yang sederhana dan meninggalkan masa lalu kelamnya di Kota Daro.
Sampul Novel Dibuang suami kere dinikahi Dokter Tajir
8.0
Silvia hancur akibat perselingkuhan suaminya. Di tengah kepedihan, insiden kecil mempertemukannya dengan Dokter Dana hingga mereka saling jatuh cinta. Namun, konflik baru muncul saat ayah Silvia yang hilang sepuluh tahun kembali sebagai konglomerat. Sang ayah menjodohkannya dengan pria lain demi membalas budi. Kini Silvia bimbang antara cinta pada Dana atau takdir ayahnya, sementara sang mantan suami mulai menyesal melihatnya jadi wanita terhormat.
Sampul Novel Dikejar Cinta Sang Billionaire Muda
9.5
Claire terus dikejar oleh bos mudanya, Nathan, meski ia menegaskan telah bersuami. Tanpa disadari, Nathan sebenarnya adalah Jonathan, suaminya sendiri. Pria itu menyamar demi memicu perceraian agar bisa kembali pada sang mantan. Namun, keteguhan sikap Claire justru mengacaukan rencana tersebut. Saat bencana besar melanda dan Claire memutuskan pergi, akankah Jonathan sanggup merelakan wanita yang kini telanjur ia cintai?
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Demi menemukan cinta sejati, Benni Handoko yang berasal dari keluarga terpandang rela menyamar sebagai pelayan toko. Namun, takdirnya berubah drastis ketika ia mendapati Mulan, seorang gadis penari, berada di ranjangnya setelah acara jamuan keluarga. Mulan ternyata merupakan cucu sahabat nenek Benni yang sempat hilang. Walau mereka telah dijodohkan, hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan penuh rintangan. Sanggupkah mereka menjaga cinta di tengah badai konflik yang menerpa?
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Lepas dari Cintaku yang Pahit
8.3
Clara harus menghadapi kenyataan pahit setelah kecelakaan tragis. Daniel, suaminya, justru mengabaikannya demi menemani wanita lain di rumah sakit. Setelah tiga tahun bertahan dalam kesia-siaan, ia bahkan diancam akan dipenjara oleh Daniel. Enggan terus menderita, Clara memutuskan untuk bercerai. Berbekal uang kompensasi satu triliun rupiah miliknya, ia siap membalas semua penghinaan sang suami dan mengakhiri pernikahan beracun ini selamanya.