APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Broken home

Broken home

Mengusung tema romansa modern, kisah pilu ini menggambarkan kehancuran sebuah keluarga. Konflik batin dan luka emosional yang mendalam akibat perceraian memaksa para tokoh berjuang keras memahami arti cinta sejati serta kedamaian. Hubungan antarmanusia diuji secara ekstrem saat pilar rumah tangga runtuh, menuntut setiap orang menghadapi realitas pahit demi menemukan kembali kebahagiaan mereka yang sempat hilang.
Bab
Bagikan

Bab 3

Namaku Afrizal Prambudi. Aku biasa dipanggil dengan sebutan Rizal atau Ijal. Menurut kebanyakan orang aku adalah anak yang beruntung. Tapi kenyataannya tidak, aku adalah anak broken home yang selalu menjadi bahan pelampiasan amarah orangtuaku sehabis bertengkar. Dan inilah kisah hidupku.

Saat ini aku masih bersekolah di SMA Negeri di bilangan Jakarta Selatan. Aku memiliki 2 orang adik perempuan yang masing-masing kelas 1 SMP dan Kelas 3 SD. Aku dan kedua adikku memiliki kebiasaan yang sama yaitu sebagai korban pelampiasan amarah kedua orangtuaku. Orangtuaku sering bertengkar seperti ini semenjak adik bungsuku memasuki jenjang kelas 1 SD. Ya memang meski disaat kami bertiga telah berbuat yang terbaik untuk orangtua kami, tapi masih saja selalu salah di mata mereka apabila amarahnya telah memuncak. Namun adik-adikku tidak mendapat perlakuan sekasar yang pernah aku dapatkan dari orangtuaku. Aku sebenarnya telah banyak mendapatkan perlakuan yang kasar dari orangtuaku baik fisik maupun mental seperti hinaan, cacian, makian, cambukan, tamparan, pemukulan sampai hal kasar lainnya aku sudah merasakannya.

Kadang aku sudah mulai frustasi dengan hidupku sekarang ini. Pernah tebersit di otakku untuk mengakhiri hidupku dengan cara bunuh diri. Tapi saat aku ingin melakukan hal tersebut aku langsung terpikir dengan kondisi adik-adikku apabila aku telah tiada. saat itulah aku selalu mengurungkan niatku untuk bunuh diri.

Namun setelah aku mengurungkan niatku untuk bunuh diri, aku mengalihkan diri ke hal yang negatif seperti ikut tawuran, mabuk-mabukan, merok*k dan sampai ikut ke dalam hal negatif lainnya. Tapi di otakku tak pernah ada sedikit niatan nakalku untuk mencoba nark*ba dan s*ks bebas. Ya memang kadang aku bingung dengan hidupku ini yang selalu dipenuhi kelabilan disana sini. Sampai akhirnya aku mendapatkan titik pencerahan dalam hidupku untuk keluar dari kelabilan ini.

Pada saat itu aku sedang jalan sendirian di tengah gelapnya malam. Tiba-tiba ada segerombolan pemuda seusiaku yang berjalan menghampiriku. Setibanya mereka di hadapanku, aku baru mengetahui kalau mereka adalah anak-anak dari SMA Bakti Karya yang pernah aku dan Teman-teman angkatanku serang mendadak sekolahnya sepulang sekolah. Disaat itu Fakhri, ketua dari gerombolan tersebut menyuruh anggota genknya yang berjumlah 8 orang untuk menghajar aku yang seorang diri di tempat itu. Tanpa pikir panjang mereka langsung menyerangku dengan membabi buta sampai aku tak sadarkan diri dibuatnya.

Disaat itu aku hanya merasa telah mati dan masuk ke dalam lorong yang sangat gelap. Di lorong tersebut, tiba-tiba aku melihat berbagai hal yang telah aku perbuat selama ini serta aku melihat berbagai peristiwa kekerasan yang selama ini telah orangtuaku perbuat kepada aku dan juga adik-adikku. Disaat itu muncul dipikiran dan juga perasaanku akan penyesalan pada diriku dan dendam terhadap perbuatan orangtuaku selama ini. Ingin rasanya aku bangkit dari mimpi buruk yang tengah menghantuiku ini. Namun aku merasa semua anggota tubuhku telah kaku dan sangat dingin seperti es. Sampai akhirnya aku berdoa kepada Allah dan meminta ampun kepada-Nya akan semua dosa yang aku perbuat di dalam hati dan aku mulai berjanji pada diriku sendiri untuk mengubah prilaku yang selama ini negatif ke hal yang positif.

Setelah aku nyatakan hal itu di dalam hati, seketika badanku terasa ringan dan akhirnya aku bangkit dari mimpi buruk tersebut. Aku terbangun dalam keadaan keringat dingin dan raut muka yang sangat pucat. Namun hal yang aku bingungkan saat itu adalah tempat aku berada saat itu. Tempat yang dapat dideskripsikan dengan singkat yaitu sebuah rumah gubuk beratap dan berdinding bambu serta berlantai tanah dengan area yang begitu sempit dan tidak dapat dikategorikan sebagai tempat tinggal yang layak apalagi rumah impian.

Dari sudut belakang rumah tersebut keluar seorang pria paruh baya yang sedang membawa teh hangat yang ditaruh di sebuah cangkir kecil. Beliau mulai mendekatiku secara perlahan. Dan beliau mulai duduk di sampingku sembari membuka percakapan ringan.

“Diminum dulu nak teh hangatnya” Ujar bapak tersebut sembari tersenyum.

“Iya makasih ya pak” Jawabku dilanjutkan dengan menyeruput teh hangat yang telah ia buat.

“Tadi saya menemukanmu di gang samping musolah telah dalam keadaan pingsan dengan berlumuran darah” Lanjut perkataannya tersebut kepada aku yang masih terbaring lemas di pembaringan yang terbuat dari bambu miliknya.

“Saya ingin berterima kasih kepada bapak sudah bersedia menolong saya tadi. Mungkin kalau gak ada bapak saya sudah mati.” Ucapku kepada pria paruh baya itu.

“Iya sama-sama nak, oh iya apakah kamu sudah salat isya nak?” Jawab sang bapak yang diiringi pernyataan lagi darinya.

Disaat itu aku mulai diam tak dapat berkutik di depannya. Aku diam karena aku bingung harus ngomong apa di depan bapak itu karena selama ini aku telah lalai dalam ajaran agamaku sendiri. Memang semenjak aku berbuat menyimpang, aku telah jarang salat berjamaah dengan adik-adikku. Malah sempat saat itu aku diajak adikku solat tapi aku membalas ajakan baik adikku dengan bentakan dan aku mengusir kedua adikku itu dari kamarku sanking bejatnya aku saat itu.

“Kamu kenapa diam saja nak? ada masalahkah?” Tanya bapak itu seraya menyelidikiku.

“Iya pak, saya sudah lama tidak salat sampai saya sudah lupa dengan gerakan serta bacaan di dalam salat tersebut” Jawabku dengan jujur kepadanya.

“Apa kamu juga lupa nak dengan gerakan dan niat mengambil air wudu?” Tanya bapak itu lagi kepadaku.

Kali ini aku hanya dapat menjawab pertanyaannya dengan anggukan kepalaku saja.

“Sudah kamu tenang saja bapak akan membantu kamu kembali lagi kejalan yang benar” ucap beliau yang disambutku dengan senyum dan semangat.

Baru kali ini aku miliki kembali senyum dan semangat yang dulu sempat hilang dalam hidupku. Senyum dan semangat yang dulu pernah menghiasi diriku sebelum orangtuaku bertengkar dahulu. Saat keluargaku masih bisa dibilang sebagai keluarga yang harmonis dan belum mengenal yang namanya perbedaan prinsip yang begitu signifikan.

Dalam waktu sebulan aku belajar tentang agama kepada bapak imam yang telah menolongku di gang yang saat itu baru dikeroyok oleh anak-anak musuh sekolahku. Dari situ aku mulai menjadi anak yang baik kembali. Namun baru saja aku merasakan hal yang baik dalam diriku, aku kembali mendapatkan musibah yang cukup besar. Namun musibah ini tidak hanya aku saja yang merasakan tapi seluruh anggota keluargaku.

Saat itu perusahaan ayah gulung tikar karena banyaknya hutang yang telah menumpuk di bank dan perusahaan ibu harus menelan pil pahit karena telah ditipu klainnya sendiri. Disaat masa terpuruknya kedua orangtuaku, disaat itu aku dan adik-adikku mulai memberanikan diri untuk mendekati kedua orangtua kami dan mengatakan kepada mereka untuk tak usah takut karena mereka masih punya kami yang akan berjuang untuk membahagiakan mereka dihari yang akan datang. Disaat itu kedua orangtua kami tak bisa berkata apa-apa di depan kami yang sedang tersenyum kepadanya. Dan tanpa kami perkirakan sebelumnya, kami dipeluk oleh mereka seraya orangtua kami mengatakan sesuatu secara bergantian.

“Maafkan kami ya anak-anak yang telah menelantarkan dan sering melibatkan kalian dalam pertengkaran kami” ucap ayahku.

“Kami janji kepada kalian akan memberi perhatian dan kasih sayang yang tulus dan penuh kepada kalian” ucap ibuku.

Disaat itu aku dan adik-adikku hanya bisa menangis di pelukan mereka. Dan mulai saat itu kehidupan keluargaku kembali seperti dahulu yang harmonis. Dan orangtua kami pun mulai bekerja sama untuk membangun usaha kecil-kecilan untuk menggantikan perusahaan yang telah bangkrut.

Ternyata tak selamanya broken home akan berakhir menyedihkan dan menyakitkan. Karena saya seorang Afrizal Prambudi telah membuktikan bahwa broken home dapat berakhir bahagia dan menyenangkan apabila kita mau bertekad dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk merubahnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta dan Benci
8.2
Demi wasiat sang ayah, Hera terpaksa menikah dengan Gama Dirgantara. Namun, pria berstatus duda itu bersikap sangat dingin karena belum bisa melupakan Karin, masa lalunya. Gama bahkan berjanji tidak akan pernah memberikan hatinya kepada Hera. Keadaan berubah total sejak peristiwa tak terduga terjadi saat Gama mabuk. Di tengah penolakan dan rasa benci, sanggupkah Hera bertahan demi menyelamatkan pernikahan penuh luka ini dan meluluhkan hati Gama?
Sampul Novel Kakak Ipar
9.2
Hanifah yang tidak bisa memiliki anak mendesak adik perempuannya, Nur Naila Habibah, untuk menjadi istri kedua suaminya, Raihan. Naila merasa sangat tidak pantas bersanding dengan sang dosen agama, mengingat reputasinya sebagai mahasiswi nakal yang belum berhijab. Di balik konflik ini, terungkap rahasia bahwa Naila sebenarnya adalah anak kandung Azizah, bukan adik kandung Hanifah. Akankah Naila bersedia menikahi kakak iparnya demi sang kakak?
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Dalam sebuah pertemuan rahasia yang menegangkan, Mark memaksakan kehendaknya pada Selva hingga gadis itu merintih kesakitan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark berbisik dengan nada tertahan, memperingatkan Selva agar tetap diam. Ia sangat cemas jika suara Selva akan membangunkan orang tuanya yang tengah tertidur lelap di rumah tersebut. Hubungan terlarang ini menuntut kesunyian total demi menjaga agar rahasia gelap mereka tidak terbongkar oleh keluarga sendiri.
Sampul Novel Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran
9.2
Setelah tewas membeku akibat dikhianati keluarganya, Anggi Suharjo terbangun kembali di hari pernikahannya dengan Luis Giandra yang kejam. Menyadari dirinya hanya figuran yang dikorbankan demi sang adik kembar, Wulan, Anggi bertekad tidak akan lagi mengemis kasih sayang. Menggunakan kecerdasan strategi militer dan keahlian medisnya yang luar biasa, ia siap menaklukkan dunia. Saat keluarganya yang menyesal mulai memohon ampun, Luis yang awalnya dingin justru enggan melepaskan Anggi demi membayar utang nyawa.
Sampul Novel Saya dan Miliarder Cantik
8.3
Kehidupan tersembunyi Mateo terancam setelah Hillary, miliarder sombong, hadir dan memicu rasa ingin tahu Serina, jurnalis yang menyelidiki masa lalunya. Terjebak kasus pembunuhan masa lalu, Mateo terpaksa bersekutu dengan mereka untuk menyingkap kebenaran tragedi keji tersebut. Di tengah ancaman berbahaya, ketiganya harus menghadapi musuh tangguh dan menguji keyakinan mereka. Akankah keadilan terwujud, atau masa lalu justru menghancurkan mereka?
Sampul Novel Suami Adikku Mantanku
8.8
Mantan kekasih yang dulu pergi dan menorehkan luka mendalam tiba-tiba kembali hadir dalam hidupku. Namun, kepulangannya membawa kenyataan yang jauh lebih menyakitkan: ia kini telah resmi menjadi suami dari adik kandungku sendiri. Di tengah ikatan keluarga yang kini terasa begitu menyesakkan, aku terjebak dalam pergolakan batin yang hebat, dipaksa menghadapi bayang-bayang masa lalu yang belum sepenuhnya usai.