APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bodyguard I'm In Love

Bodyguard I'm In Love

Sejak pandangan pertama, Jhon Christy langsung terobsesi pada Aleta Louison hingga perasaan itu berubah menjadi obsesi yang gelap. Dia bahkan rela meninggalkan kehidupan lamanya yang bergelimang harta demi menjadi pengawal pribadi Aleta di Rusia. Bagi Jhon, tujuan utamanya hanyalah berada di dekat gadis itu. Dia bertekad menyembuhkan sisi psikopat dalam diri Aleta dan menuntunnya agar bisa kembali menjalani kehidupan normal seperti wanita lainnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dum … tak … Dum … tak

Suara musik klasik khas, mengantarkan para pasangan berdansa di atas marmer putih berpadu coklat muda mengkilap. Gerakan mereka apik dan beraturan; seirama dengan dentuman musik.

"Aleta … lihat ke sini!" seru wanita muda bergaun silver tanpa lengan. Dalam genggaman tangannya ada sebuah kamera kecil yang ia gunakan untuk memotret setiap gerakan cantik Aleta.

"Ya Tuhan, tersenyum sedikit …!" teriaknya bernada memerintah.

Sembari menggerakkan kakinya ke kanan dan kiri, Aleta menarik sudut-sudut bibirnya hingga wajah gadis itu memamerkan senyum badut.

"Apa kau tidak bahagia, Aleta?" Giliran pria pasangan dansanya angkat bicara.

"Bahagia, sangat!" jawab Aleta tak melepas senyuman.

"Ya Tuhan, Aleta! Senyumanmu sangat mengerikan." Teman pembawa kameranya berseru lagi.

Aleta tak bisa menahan, pun mendorong tubuh pasangan dansanya, menarik jarum suntik yang ia selipkan di antara belahan dada lalu mengarahkan nya pada pria tersebut.

"Menyerah atau ku bunuh!" Ancam Aleta dengan mata bengis.

Melihat netra kehijauan milik Aleta melotot tajam seakan ingin keluar dari bingkainya, pria yang ke 101 dijodohkan dengan Aleta pun beringsut ketakutan.

Pria berambut pirang itu berjalan mundur diikuti langkah Aleta senada dengannya. Sekejap ia memutar badan dan lari terbirit-birit.

Aleta melengking tawa. Sampai detik ini ia belum gagal mengusir para penjilat cinta seperti mereka. 

Semua ini berkat kepiawaian Aleta dalam berwujud wanita cantik, tapi penuh kekejaman.

Gadis berumur 19 tahun, putri kedua dari pimpinan Mafia terbesar di Rusia tak segan-segan melukai orang disekitarnya tanpa memandang siapapun, terkecuali Ayah sendiri, Louison.

"Aleta!"

Buru-buru Aleta menyelipkan kembali jarum suntik di antara gundukan dada. Kemudian berbalik memasang senyuman simpul. 

"Daady …" suara Aleta dibuat manja-manja menyebalkan.

"Kau berulah lagi?" Tatap Louison penuh kecurigaan.

"Oh, no Daddy," bantah Aleta seraya dadah-dadah, "ngomong-ngomong acara dansa ku sudah selesai, bolehkan aku duduk menyilangkan kaki di sudut sana, Daddy?"

Tempat yang dimaksud Aleta adalah bar mini. Segala botol minuman bisa didapatkan dengan mudah pada bar tersebut. Pantas saja sepasang kekasih yang Aleta lihat dari beberapa jam lalu betah bertahan. 

"Hanya tiga kali tegukan! Setelah itu---"

Tanpa menunggu penjelasan Ayahnya selesai, Aleta sudah melebarkan langkah menghampiri tujuannya.

Gadis itu menduduki kursi bartender. Ia menunjuk salah-satu botol minuman beralkohol kemudian menuangkan isinya ke dalam gelas kaca berbentuk bulat, juga memiliki kaki.

Aleta melihat ke arah Louison, ia mengangkat satu jari pertanda baru satu kali tegukan.

"Uncle, kau mau selfie?" Tawar teman Aleta teramat polos.

"No! Thanks." Tolak Louison tak mengalihkan perhatian dari putrinya.

"Oh, oke …"

Wanita bergaun silver itu malah bersandar pada bahu Louison. Lantas, memotret dirinya sendiri.

"One … two … three …"

Cekrek … cekrek …

"Pose sempurna." 

Aleta mengangkat dua jari, diikuti mengeluarkan sebatang rokok. Sayang, ia tak membawa korek.

"Hello, Boy," sapa Aleta pada pasangan kekasih pria di sampingnya. 

Mereka berdua serempak melihat ke arah Aleta. Mereka memperhatikan penampilan wanita itu dari rambut hitam, pakaian, riasan sampai cara Aleta mengedipkan mata.

"Kau punya korek?"

"Ada."

"Bantu aku!" Pintanya sambil mencondongkan dagu, yang terselip rokok di celah bibir ranumnya.

Seorang kekasih pria di depannya mengeluarkan rokok, menyalakan lalu menyulat ujung rokok milik Aleta.

Fyuh …

Kepulan asap tipis dari mulut dan hidung Aleta sengaja ia hembuskan mengenai wajah mereka.

Sontak kekasih wanitanya merasa tak terima. Ia mendorong kasar pundak Aleta sambil berucap, "You are the bitch!"

Plakkk …

Aleta menampar pipi kanan wanita itu hingga membuat wanitanya meringis kesakitan. 

Tak mau kalah, si wanita pun membalas tamparan Aleta lebih keras dari yang ia dapat.

Plakkk …

Mendadak ketenangan di wajah Aleta berubah cepat, pipinya memanas mengikuti kobaran api yang telah membakar hatinya. 

Tarrr …

Aleta memecahkan botol minuman, secepat angin mendaratkan pecahan botol tersebut pada tangan wanita di depannya.

"Aaa … bitch!" pekik wanita itu.

"Bebi, oh my God. Tangan kamu berdarah," tambah kekasihnya kepanikan.

Dari lantai Louison berdiri, hanya memutar bola mata disertai helaan berat.

Tak tunggu lama sirine mobil Polisi menyeruak dalam gendang telinga. Menjadikan semua orang kalang-kabut. Mereka kira, jika para Polisi akan menyergap.

Setidaknya ada Empat Polisi sekaligus yang datang. Kemudian disusul Polisi-polisi lain.

"Aku sampai bosan menangkapmu berulang kali." Lontar seorang Polisi tengah memborgol kedua pergelangan tangan Aleta.

Louison sama sekali tak bertindak menyaksikan putrinya dibawa pergi para Polisi. Bahkan saat mereka melewati dirinya, ia acuh tak acuh seakan-akan tak saling kenal.

"Uncle, apakah Aleta hanya akan mampu menghitung sampai 20 untuk menunggumu atau …?"

"Kali ini dia akan menginap di Hotel Torpedo, biarkan ia merasakan bagaimana nikmatnya tidur semalaman di Neraka."

"Oh, ini mengejutkan!"

Satu-persatu mobil Polisi meninggalkan gedung megah berlantai tiga, tempat barusan mereka berhenti.

Diapit dua polisi berbadan dan berotot besar, Aleta tak merasakan takut. Ia sangat menikmati perjalanan ini, tak henti-hentinya ia berdecak kagum melihat cinderamata di luar kaca.

"Hei, Nona Aleta!" Panggil Polisi yang memborgol Aleta.

"Ada apa, Kakak?"

Saking seringnya mereka dipertemukan, Aleta sampai tak sungkan memberi sebutan 'kakak' untuk Polisi tersebut.

"Bisakah satu bulan saja kau tidak mengunjungi kantor kami bertugas?"

"Aku pun ingin, tapi kalian hobi sekali mengajakku ke sana."

Sang Polisi berdecak kesal, ia tak menggubris jawaban konyol Aleta. Dari cermin pengemudi, ia mengintip bayangan Aleta. Tanpa sadar ia tersenyum kala Aleta tersenyum, karena senang melihat gedung pencakar langit.

***

Cittt …

Mobil berhenti, begitu pula suara sirine-nya. Aleta dikawal masuk. Sebelum ia dibiarkan menunggu jemputan sang ayah, polisi lain lebih dulu mengintrogasi Aleta. 

"Hish, kau lagi," gerutu Polisi yang bertugas mengintrogasi, "langsung saja jelaskan tanpa basa-basi!"

Aleta memasang raut melas tapi mulutnya mendesis lirih. "Dengarkan baik-baik! Ayah meminta ku meneguk tiga kali saja, jadi saat sudah melalui tegukan kedua aku menyelingi diri untuk merokok. Aku lupa tidak membawa korek. Kau tau itu berbahaya, 'kan?"

"Iya iya, lanjutkan dongengmu!"

"Seorang pria berambut pirang, kuminta bantuannya agar menyalakan rokokku. Pria itu mengikuti. Lalu, tak sengaja Aku mengepulkan asap rokokku kepada mereka. Dan kau tau?"

"Tidak! Selesaikan saja ceritamu."

"Pacar pria itu marah, ia mengataiku pelacur, hiks. Aku mana pernah open order. Kemarahan ku ini langsung membuncah, jadi kutampar dia, eh, dia balik menamparku. Ya, akhirnya ku lukai saja tangannya."

Polisi bagian menginterogasi membuang kasar nafasnya. "Wanita ini sudah gila! Kenapa Ayahmu tidak--!"

"Pak …" Polisi lain menggelengkan kepala, pertanda larangan.

"Sudah sana, bawa wanita ini ke kamar favoritnya!"

Aleta digiring menuju ruangan terpisah, yang letaknya sudah ia hafal di luar kepala. Oleh karenanya, ia begitu santai jalan lebih depan. 

"Kutebak dalam hitungan menit Ayahnya akan datang

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara dua Cinta
8.3
Persahabatan erat yang mereka bangun kini terancam hancur akibat kemunculan seorang wanita misterius. Di tengah perjuangan meraih mimpi bersama, konflik asmara justru memicu keretakan hingga membuat mereka memilih jalan masing-masing. Ambisi dan perasaan cinta kini menjadi ujian berat yang mempertaruhkan segalanya. Sanggupkah mereka mengatasi ego, memperbaiki hubungan yang renggang, dan mengembalikan keutuhan persahabatan yang dulu menjadi kekuatan terbesar mereka?
Sampul Novel Ghost Writer
8.3
Kehidupan asmara perkotaan berpadu dengan intrik dunia kepenulisan bayangan. Cassandra, seorang penulis jenius, terus dimanfaatkan oleh Ayu, klien setianya yang miskin bakat. Namun, sahabat Cassandra yang bekerja sebagai editor melihat keistimewaan tersebut. Sang editor kini berupaya keras meyakinkan Cassandra untuk keluar dari bayang-bayang Ayu dan berani bersinar dengan namanya sendiri demi meraih kesuksesan yang sesungguhnya.
Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjerumus ke prostitusi kelas atas akibat pengkhianatan sang ayah. Saat menemukan cinta, duka justru menghampiri karena calon suaminya tewas misterius. Demi membalas dendam, ia menyelidiki kasus ini, hingga terungkap bahwa pembunuhnya adalah Ronald, pria pertama yang membelinya. Kini, Isabella terjebak pusaran konspirasi antar-keluarga yang mengancam nyawanya, sembari berjuang mengungkap rahasia jati diri aslinya.
Sampul Novel Istri Pengganti, Cinta Suami Untuk Lain
7.9
Lima tahun pernikahan dengan Yoga hanya memberi kehampaan bagi saya, meski cinta ini begitu besar. Kepedihan kian tak tertahankan saat perselingkuhan Yoga dengan adik angkatnya, Meiliana, terungkap. Saya pun nekat menjebak Yoga menandatangani surat cerai lewat dokumen asuransi palsu. Setahun setelah berpisah, saya menata hidup baru dan bertunangan dengan Luki. Namun, Yoga mendadak memohon untuk kembali, sementara Meiliana mengungkap perasaan Yoga yang sebenarnya. Kini keputusan ada di tangan saya.
Sampul Novel Terjebak dengan sang CEO
8.6
Akibat jebakan sang mantan, seorang wanita terpaksa melewati malam bersama pria asing. Sebagai bentuk balas dendam, ia berani menikahi lelaki misterius tersebut demi memanfaatkan status barunya di tengah badai skandal sang suami. Walau terus dikhianati, ia mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah dan pergi. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Ia pun heran mengapa sang CEO masih terus mengejar dan mengusik kehidupannya.
Sampul Novel We Are
9.3
Tiga remaja menghadapi rumitnya kisah cinta segitiga. Diana berupaya pulih dari luka lama di tengah kembalinya sosok masa lalu. Pada saat yang sama, Revan berjuang mengubah identitas dirinya meski terus dibayangi masa lalu yang memengaruhi sudut pandang barunya. Sementara Kevin, pemuda ceria yang kesepian, mulai meragukan nilai kekeluargaan akibat terus bersama orang yang ia benci. Akankah takdir ini menjadi jalan kesembuhan atau justru memicu konflik baru bagi mereka?