APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Black Paradise

Black Paradise

Farel Charly Van Houten berniat menikahi putri Romanov, namun ia justru dipermalukan karena ditolak di malam pernikahan. Didorong amarah dan dendam lama yang membara, Farel memilih Anabelle Felisha Romanov, putri kedua yang dikucilkan keluarganya, sebagai istri pengganti. Akankah Anabelle menemukan kebahagiaan, atau justru menjadi pelampiasan kemarahan Farel yang ingin menghancurkan seluruh keluarga Romanov?
Bab
Bagikan

Bab 3

Annabelle berjalan ke arah Farel, gadis itu tidak berani mengangkat wajahnya melihat ke arah Farel.

Terdengar suara moderator memberi arahan kepada Farel untuk memasangkan cincin di tangan Annabelle.

Dengan hati yang kecut dan takut Annabelle segera mengangkat tangannya ke arah Farel.

Pria itu menatap Annabelle dengan tatapan dingin, Farel segera mengambil cincin dan memasangnya di jari manis Annabelle.

Mereka segera mengikat janji suci pernikahan, setelah pesta pernikahan berakhir, Annabelle segera dibawa oleh Farel ke rumahnya.

Sepanjang perjalanan, Annabelle memilih diam tanpa bicara hatinya, begitu kecut dan menciut dia tidak punya nyali untuk bertanya atau mengajak Farel mengobrol.

Annabelle mengalihkan pandangannya menatap gedung-gedung yang berjajar rapi di sepanjang jalan.

Hatinya diliputi rasa cemas, siapakah orang ini dan kemana orang ini akan membawanya?" begitulah yang ada dipikiran Annabelle.

Satu jam perjalanan mereka sudah sampai di rumah besar Farel.

Dengan perlahan Annabelle menurunkan kakinya dan pijat di lantai.

Sejenak Annabelle menarik nafasnya berat ada rasa sesak mendarat di hatinya.

Tidak tahu apakah suaminya akan memperlakukannya dengan baik atau sama saja dia seperti berada di rumahnya yang tidak pernah diperlakukan layaknya keluarga.

Sekilas terpikir sama saja dia di rumah suaminya, dengan berada di rumah orang Tuanya tetap akan menjadi pelayan, namun hal itu sudah sering dijalaninya sehingga dia tidak pernah merasa canggung kalau berada di rumah orang asing seperti saat sekarang ini.

Annabelle menelan silvanya.

"Glek."

Farel masuk ke dalam tanpa berucap sepatah katapun kepada Annabelle.

Gadis itu masih mematung di tempatnya.

Marcel yang melihat segera menghampiri.

"Mari Nona Ana masuk ke dalam," ajak Marcell dengan suara datar.

Annabelle melihat kearah suara, dia memaksakan senyumannya kepada Pria yang berdiri di hadapannya.

Sedikit kagum.

Ya.

Itu yang ada dipikiran Annabelle.

Wajah Marcel yang tampan dan terlihat tidak seram, namun sayang sikapnya seakan tidak bersahabat, wajahnya datar-datar saja dan tidak ramah.

Namun itu cukup menggambarkan bawah nyali Annabelle menciut.

Annabelle melangkah masuk ke dalam rumah yang begitu besar seperti istana, membuatnya sedikit bingung bagaimana kalau dirinya tersesat dan tidak tahu jalan keluar?

Dia terus saja mengikuti langkah Marcel yang lebar, Annabelle berjalan lebih cepat agar dia tidak ketinggalan sebab Marcel lebih tinggi tentu saja langkahnya lebih lebar.

Annabelle yang kecil dan imut tentu saja langkahnya lebih kecil dan sulit mengimbangi langkah Marcel yang bertubuh tinggi dan tegap dengan langkah yang lebar layaknya seorang tentara.

Annabelle berhenti saat Marcel menghentikan langkahnya dan berpaling melihat kearah Annabelle.

"Nona tunggu di sini dulu sebentar, saya akan kembali," ucapnya dengan suara datar dan dingin.

Annabelle mengangguk mengiyakan.

Marcel melangkah ke ruang kerja Farel, dia berdiri dan membungkuk di hadapan Pria yang duduk santai di sofa.

"Tuan Muda."

"Apakah Annabelle akan tidur di kamarmu?" tanya Marcel memastikan.

Farel mengangkat wajahnya melihat ke arah Marcel.

"Berikan kamar yang kecil untuknya, dia akan menjadi pembantu di rumah ini," jawab Farel dengan suara dingin.

"Tuan Rumanov sudah berani mempermalukan aku di pesta pernikahan ini dan aku tidak akan membiarkan dia tertawa begitu saja, dia dan Putrinya harus menderita," jawab Farel dengan wajah yang dingin dan sinar mata yang penuh dendam.

Marcel terdiam di tempatnya dia tidak berani membantah ucapan tuannya.

Farel melihat Marcel yang masih berdiri di hadapannya. Biasanya Pria itu akan pergi ketika telah berbicara satu kalimat dengannya.

Farel kembali melihat ke arah Marcel.

"Ada apa Marcel, apa ada yang mengganggu pikiranmu?"

"Tuan muda, sepertinya mereka kurang senang dengan Nona Annabelle," jawab Marcel singkat.

Farel mengeryitkan keningnya, mendengar ucapan dari Marcel.

"Kalau begitu kalian cari tahu alasan apa dia tidak suka dengan Annabelle, sebenarnya Annabelle itu Putri siapa?" perintah Farel dengan suara rendah.

Marcel segera membungkuk dan mengundurkan diri dari hadapan Farel.

Dia kembali berjalan dan memerintahkan kepala pelayan untuk menemui Annabelle yang masih berdiri mematung di depannya, Pria itu mengangkat wajahnya melihat kearah Annabelle ada rasa kasihan menyeruak di dalam hatinya, wajah Annabelle yang begitu polos dan cantik alami, Marcel merasa beriba, dan hatinya bertanya kalau gadis itu adalah korban dari keserakahan Rumanov.

Kepala pelayan itu berjalan ke arah Annabelle gadis itu mengangkat wajahnya melihat seorang Pria paruh baya berjalan ke arahnya dengan memasang wajah dingin.

"Mari Nona."

Annabelle kembali mengikuti pelayan yang berjalan didepannya.

Dia berhenti di ujung lorong dan tepatnya di sebuah kamar yang berukuran kecil, Annabelle sudah menduga bahwa itu adalah kamarnya, namun dia tidak terkejut karena baik di sini maupun di rumahnya juga memiliki kamar yang kecil untuk dia tempati layaknya seorang pelayan.

"Ini kamar untukmu."

"Maaf, saya hanya menjalankan perintah," ucap kepala pelayan dengan datar.

Annabelle membungkuk dan tersenyum.

"Tidak apa Paman, aku mengerti kok."

Kepala pelayan itu segera menyerahkan kunci kamar kepada Annabelle.

Gadis itu segera mengambil dan kembali tersenyum sambil berucap sebuah kalimat.

"Terima kasih Paman."

Annabelle segera membuka pintu kamar itu dan tangannya bergerak meraih handle pintu dan mendorongnya ke dalam.

Annabelle melihat sekeliling ruangan yang tidak begitu luas namun di dalamnya ada kamar mandi dan sebuah kipas angin terdapat di sana.

Annabelle tersenyum.

Dia segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan kasur yang tidak begitu empuk, Anabelle menarik nafasnya pelan.

Annabelle menatap langit-langit kamarnya pikirannya kembali saat di mana Ayahnya, memaksanya menikah dengan orang yang yang tidak dia kenal, bahkan dia sendiri tidak pernah melihat seperti apa wajah suaminya, sebab Annabelle tidak berani menatap wajahnya.

Annabelle hanyut dalam lamunan terdengar suara ketukan pintu begitu keras dari luar.

Tuk-tuk-tuk.

Annabelle segera bangkit dan berjalan ke arah pintu kamar, tangannya bergerak meraih handle pintu dan mendorongnya ke dalam, gadis itu tercengang ketika melihat sesosok Pria yang berdiri di hadapannya, dan menatapnya dengan tatapan yang begitu dingin dan menusuk.

Annabelle segera menundukkan wajahnya kebawah, dia tidak berani melihat ke arah mata dingin itu.

"Tu...an, siapa?" tanya Annabelle dengan suara yang terbata-bata.

Pria dingin itu menyeruak dengan kasar masuk ke dalam dengan menabrak bahu gadis itu.

Senyum jahat terpancar dari sudut bibir Pria itu, dia adalah Farel yaitu suaminya sendiri.

"Ana."

"Apa aku harus memanggil dirimu gadis cupu?" terdengar suara Farel yang memecah keheningan di kamar itu.

Annabelle terdiam tidak menjawab. Wajahnya menunduk ke bawah.

"Aku rasa tempat ini layak untukmu, aku menikahi mu hanya untuk menjadi pelayan ku, oleh karena itu kau harus menurut apa yang aku perintahkan, apa kau mengerti gadis cupu?" terdengar suara bariton Farel di telinga Annabelle.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BILIK LAIN DI RUMAH SUAMIKU
8.6
Kecurigaan langsung menyelimuti hatiku begitu menempati rumah Mas Yusuf. Suamiku menyimpan rahasia besar di balik satu kamar yang selalu terkunci rapat. Kejanggalan kian nyata saat aku melihatnya mengendap-endap setiap malam, membawa baki berisi makanan dan minuman ke ruangan misterius itu. Apa yang sebenarnya Yusuf sembunyikan dariku? Misteri di balik bilik terlarang tersebut kini mulai mengancam ketenanganku.
Sampul Novel Disusui Madu
8.7
Wafa harus tinggal di rumah Cindy karena keputusan suaminya, Dika. Alih-alih bertamu, ia justru diperlakukan layaknya pembantu. Situasi kian pelik saat ibu mertua membela Cindy, ditambah kepedihan mendalam Wafa karena kehilangan putra pertamanya, Delon. Kehamilan mendadak Cindy yang penuh teka-teki semakin memperkeruh suasana. Di tengah himpitan utang pengobatan dan dikhianati orang terdekat, sanggupkah Wafa bertahan atau justru memilih pergi?
Sampul Novel FAULT
8.7
Arista Lucy, sosok lembut yang berubah menjadi pembunuh bayaran dingin akibat trauma masa lalunya, kini hidup demi membalas dendam. Namun, segalanya mulai terusik sejak kehadiran Evan. Pria penuh misteri itu justru membawa ketenangan tak terduga yang perlahan mencairkan kepedihan di hati Arista. Di tengah dinginnya misi yang ia jalani, kini Arista terjebak dalam pergulatan batin yang hebat antara menuntaskan dendam membara atau menerima kedamaian baru yang ditawarkan oleh Evan.
Sampul Novel I Love You Om
9.4
Tania kembali dari Malaysia setelah sepuluh tahun demi menemukan Rian, cinta pertamanya. Namun, Rian yang ditemuinya kini terasa asing dan tak ingat masa lalu mereka. Di tengah kebingungan, Tania bertemu paman Rian bernama Bian, yang menyimpan luka masa lalu yang kelam. Lambat laun, terungkap bahwa sosok Rian yang dicarinya adalah Bian yang menyamar. Rahasia besar ini pun mulai mengancam kehidupan mereka yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel KALIAN SIAPA?
8.2
Amelia, pewaris kaya raya, mengalami guncangan mental hebat setelah dikhianati oleh keluarga palsunya dalam sebuah kebohongan besar. Sementara itu, Bima juga terpuruk akibat pengkhianatan sang istri. Di tengah krisis identitas yang dialami Amelia dalam mencari jati diri dan ketulusan, mampukah takdir mempertemukan kedua jiwa yang terluka ini? Bersama-sama, mereka harus mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, dan membangun ikatan cinta sejati.
Sampul Novel Kebenaran Tentang Gundiknya
7.8
Saat mengandung empat bulan, dunia sang fotografer runtuh karena Baskara, suaminya, justru memamerkan anak dari perempuan lain. Alih-alih merasa bersalah, Baskara malah menyudutkannya dan melindungi Serena, sang selingkuhan. Dinilai lemah serta berlebihan, ia sebenarnya tengah menyimpan kemurkaan mendalam atas kecurangan yang disengaja ini. Di balik sikap tenang yang ia tunjukkan, sebuah rencana besar sedang dirancang untuk meruntuhkan kepalsuan rumah tangga mereka.