APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bittersweet Passion

Bittersweet Passion

Sejak lama, hati Joice hanya terkunci untuk Marcel De Luca. Walau berulang kali menerima penolakan pahit, ia tetap tak mampu melupakan cinta pertamanya itu. Namun, tepat ketika Joice mulai lelah dan berniat untuk mundur, sebuah peristiwa satu malam mengubah jalannya takdir. Mereka kini terjebak dalam ikatan rumit yang sangat sulit dilepaskan. Akankah Joice memilih bertahan di tengah badai emosi ini, atau justru melangkah pergi untuk selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Satu bulan berlalu …

Milan, Italia.

“Good, Joice. Angkat dagumu dan lihat ke arah kanan.” Sang fotografer memberikan interuksi pada Joice yang tengah dipotret. Tentu Joice langsung menuruti interuksi sang fotografer itu.

“Ya, good, Joice. Gerakan sedikit pinggulmu ke kanan. Sesuaikan dengan lekuk tubuhmu,” ucap sang fotografer lagi. Tampak Joice bergaya di depan kamera dengan begitu professional.

Joice bukanlah seorang model baru. Wanita itu sangat tahu bagaimana berpose tetap sempurna di depan kamera. Nama Joice Osbert sudah tak perlu lagi diragukan dalam dunia modelling.

“Oke, selesai. Thanks, Joice,” ucap sang fotografer pada Joice.

Joice tersenyum merespon fotografer itu. Selanjutnya, wanita itu memutuskan untuk melangkah menuju ke ruang istirahatnya. Raut wajahnya sedikit lelah. Memiliki banyak aktivitas dalam pekerjaan kerap membuat Joice melupakan kehidupan pribadinya.

“Joice, apa kau ingin makan?” Hana—sang manager—berucap di kala Joice memasuki ruang istirahat.

Joice menggeleng pelan. “Tidak, Hana. Aku sedang tidak lapar.” Dia duduk di sofa sambil memeluk bantal kecil sofa.

Hana duduk di samping Joice. “Joice, beberapa hari ini kau jarang sekali makan. Kau juga sering mual. Apa kau sedang sakit?” tanyanya khawatir.

Sudah beberapa hari ini, nafsu makan Joice menurun drastis. Pun Joice kehilangan beberapa kilo berat badannya. Setiap kali Hana bertanya selalu Joice mengatakan bahwa dia baik-baik saja.

“Tidak, aku tidak sakit. Mungkin aku sedikit lelah karena jadwalku yang padat,” jawab Joice berusaha untuk tersenyum walaupun pancaran matanya menunjukkan kerapuhan. “Hana, kapan aku kembali ke London? Aku tidak ingin berlama-lama di kota ini.”

Setelah dari Las Vegas, Joice memiliki jadwal pemotretan di Milan. Akan tetapi, dia tidak ingin berlama-lama berada di Milan. Milan adalah kota yang dia hindari karena tak ingin bertemu lagi dengan pria yang telah menorehkan luka begitu dalam padanya.

Hana mengembuskan napas panjang. “Joice, kau masih belum bisa pulang. Kemungkinan tiga hari lagi baru kau bisa pulang. Malam ini saja kau memiliki jamuan makan malam.”

Joice berdecak kesal. “Aku tidak mau ikut di acara jamuan makan malam. Kau saja yang datang mewakiliku.”

Sejak dulu, Joice paling malas menghadiri jamuan makan malam. Pasti para model dan artis hanya memamerkan kekasih mereka yang hebat. Itu yang membuat Joice sangat malas. Biasanya jika acara-acara ajang pamer, Joice selalu meminta Hana untuk mewakilinya. Sedangkan Joice lebih memilih untuk tidur di kamar. Wanita itu sudah memiliki jadwal yang sangat amat padat.

Hana mendengkus tak suka. “Joice, kali ini kau harus hadir. Namamu sudah terdaftar sebagai tamu special. Acara ini bukan murni jamuan makan malam saja, tapi juga pelelangan berlian langka dan mahal. Di akhir acara, akan ada fashion show berlian termahal, dan kau wajib memakai berlian termahal itu. Kau akan menjadi bintang penutup acara.”

Mata Joice menatap jengkel Hana. “Kenapa kau tidak diskusi padaku lebih dulu, Hana?” tanyanya kesal.

Joice paling malas menjadi model di acara pelelangan berlian. Pastinya dia hanya akan bertemu dengan para wanita manja yang merengek meminta dibelikan berlian pada kekasihnya. Joice sedang malas melihat drama-drama murahan.

“Joice, kau mendapatkan bayaran mahal. Selain itu, kau juga akan mendapatkan salah satu koleksi berlian langka yang dipamerkan nanti. Jadi aku pikir kau akan setuju dengan niatku. Come on, Joice. Kau jangan menolak tawaran yang menggiurkan. Kalau kau malas bertemu dengan banyak orang, kau bisa menunggu di dalam ruang khusus para model. Kau bisa menghindari para tamu undangan.” Hana menatap Joice penuh dengan permohonan agar Joice menerima tawaran ini.

Joice memejamkan mata lelah. Dia malas sekali mengambil tawaran yang dimaksud oleh Hana. Tapi manager-nya itu sudah terlanjur menerima. Jika dia membatalkan, maka itu sama saja dengan tidak professional. Joice tidak mau sampai sikapnya ini berdampak buruk untuk karirnya.

“Oke, fine. Aku akan ikut,” ucap Joice dingin dengan raut wajah tanpa ekspresi.

Hana tersenyum manis. “Ya sudah, aku harus siapkan pakaianmu untuk nanti malam. Kau makanlah. Jangan sampai tidak makan. Terlalu kurus juga tidak bagus.”

Joice mengangguk merespon ucapan Hana. Detik selanjutnya, Hana bangkit berdiri melangkah meninggalkan Joice di ruang istirahat sendirian. Tepat di kala Hana sudah pergi, Joice memutuskan menyandarkan kepalanya ke sofa.

Namun, tiba-tiba perut Joice seakan benar-benar diaduk. Rasa mualnya tidak lagi bisa tertahankan. Dia segera bangkit berdiri—berlari menuju ke toilet yang letaknya tak terlalu jauh darinya.

Hueekkk

Hueekkk

Cairan bening keluar dari mulut Joice. Wanita itu memuntahkan semua isi perutnya. Perut Joice seakan diaduk. Kepalanya pusing luar biasa. Bahkan tubuh Joice nyaris tumbang. Kalau saja Joice yang memegang kuat wastafel—maka sudah pasti Joice akan tumbang.

Joice memutar keran wastafel, membasuh bibirnya dengan air bersih. Wanita itu menyandarkan tubuhnya ke dinding dan memijat keningnya yang sedikit pusing. Raut wajah Joice begitu bingung. Joice tak mengerti kenapa dirinya belakangan ini sering sekali mual hebat.

Seketika sesuatu hal menyelinap masuk ke dalam otak Joice di kala dirinya mengingat akan sesuatu. Kepanikan dan rasa cemas melingkupi wanita cantik itu. Debar jantungnya berpacu dengan kencang—namun buru-buru dia segera menepis rasa khawatir dan takut dalam dirinya.

“Tidak mungkin!” seru Joice seraya meremas perutnya dengan wajah yang masih berusaha menutupi rasa panik.

***

Sebuah pelelangan berlian di pusat kota Milan dihadiri oleh banyak pengusaha, model ternama, bahkan artis kalangan atas. Yang bisa hadir di acara pelelangan itu bukanlah orang sembarangan.

Pelelangan berlian langka yang didominasi dengan acara jamuan makan malam. Banyak sekali pasangan yang hadir. Pasangan yang tentunya selalu memamerkan harta dan paras kecantikan serta ketampanan.

Joice mengembuskan napas panjang. Selama acara berlangsung, dia duduk di kursi tengah. Tak sedikit para pengusaha muda yang sudah memiliki pasangan berusaha menggoda Joice.

Bagaimana tidak? Paras Joice yang cantik luar biasa, membuat para kaum adam bertekuk lutut padanya. Namun, tentu Joice tak pernah sedikit pun tertarik pada pria yang sudah memiliki pasangan.

Hati Joice sekarang seperti kepingan puzzle yang tak tersusun rapi sempurna. Semuanya hancur dan kacau. Tapi wanita itu berusaha sekeras mungkin untuk tetap menjadi sosok yang utuh.

Joice tak ingin orang lain melihat kelemahannya. Hal tersebut yang membuat Joice selalu memiliki tameng untuk dirinya sendiri agar tidak rapuh sama sekali. Memang itu tidak mudah, tapi wanita itu selalu berjuang untuk tetap bisa berdiri di kedua kakinya sendiri.

“Joice, kau di sini?” Hana menghampiri Joice.

Joice menatap Hana. “Aku sedang malas di depan. Di sana ramai sekali.”

Joice sengaja tidak memilih kursi paling depan karena kondisi di depan sangat ramai. Terlebih banyak sekali teman-teman sesama model yang tengah pamer pasangan mereka yang hebat. Sungguh, Joice sangat muak akan itu.

“Kau mau minum?” Hana menawarkan vodka pada Joice.

Joice menerima vodka itu. “Thanks,” jawabnya sambil menyesap perlahan.

“Sebentar lagi akan fashion show berlian langka. Puncaknya adalah dirimu. Kau harus segera bersiap. Konsep gaun sudah dipilihkan. Nanti kau tinggal ganti gaunmu,” kata Hana memberi tahu.

Joice mengangguk terpaksa. Tak ada pilihan lain bagi Joice, selain menuruti perkataan sang manager. Walau sebenarnya dia sangat malas. Tapi apa boleh buat. Demi menjaga nama baik, dia harus bersikap professional.

Joice hendak berbalik, namun tanpa sengaja tatapan Joice teralih pada pasangan yang memasuki tempat acara. Tampak seluruh mata tertuju pada pria tampan yang datang bersama dengan seorang wanita cantik dan seksi.

Raut wajah Joice berubah. Sepasang iris mata abu-abunya berkilat penuh perasaan campur aduk. Pun hatinya seakan terbakar oleh bara api, namun mati-matian dirinya berusaha untuk mengendalikan diri.

‘Marcel.’

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dinikahi Calon Kakak Ipar
9.0
Hari pernikahan Elvira berubah menjadi duka saat calon suaminya tewas dalam kecelakaan. Ia pun terpaksa menikahi kakak mendiang kekasihnya yang berwatak kaku, Arsen. Di tengah peliknya pernikahan baru mereka, Elvira menyadari bahwa Arsen adalah alasan sesungguhnya ia jatuh cinta dahulu. Kini, ia bertekad mengajari suaminya cara mencintai. Kisah ini juga mengiringi romansa beda kasta antara sang asisten, Tio, dan sekretaris bernama Mona. Akankah cinta mereka berakhir bahagia?
Sampul Novel Ena-Ena 21+
8.4
Antologi kisah romansa dewasa ini menghadirkan kumpulan cerita pendek yang menyoroti lika-liku hubungan penuh gairah. Pembaca akan diajak menyelami dinamika cinta penuh kuasa dari para CEO dan pengusaha, hingga polemik emosional yang dihadapi janda, duda, serta konflik mertua-menantu. Menampilkan latar profesi beragam mulai dari dokter, tentara, hingga satpam, setiap narasi dikemas memikat untuk memenuhi fantasi Anda akan kisah cinta yang mendalam dan unik.
Sampul Novel Jatuh Dalam Pesonamu (Enigma: Teka-teki)
8.9
Demi menyembunyikan rahasia besar keluarga, Numa dan Afkar terjebak dalam perjodohan penuh teka-teki. Tanpa kesepakatan tertulis, keduanya dipaksa bekerja sama menghadapi hubungan yang rumit dan ambigu. Afkar menegaskan bahwa aliansi nyata ini sangat penting demi melindungi ketenangan hidup mereka dari gangguan luar. Di tengah sikap Numa yang mendambakan perhatian, mereka harus memecahkan misteri mendalam yang mengikat takdir mereka dalam romansa modern yang penuh ketegangan ini.
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
8.4
Tepat di hari jadi pernikahan mereka, Alisha dijebak selingkuhan Jordan hingga terbangun dengan pria lain. Ketika Alisha meminta cerai akibat pengkhianatan itu, Jordan justru meremehkan perasaannya. Kini, Alisha bangkit menjadi bintang terkenal yang memikat dunia. Jordan yang didera penyesalan berusaha mengejarnya lagi. Namun, ia terkejut saat tahu Alisha kini bersama seorang taipan berkuasa yang ternyata adalah kakak kandungnya sendiri.
Sampul Novel Kencan Buta Salah Alamat
8.3
Tujuh tahun Cinta terjebak friendzone demi menjaga hatinya untuk Raka. Namun, impian itu runtuh saat Raka memilih perempuan lain. Di tengah rasa patah hati, ia terpaksa menggantikan temannya pergi kencan buta. Sialnya, Cinta salah menemui orang dan malah berhadapan dengan calon bos barunya sendiri. Pertemuan yang salah alamat dan memalukan ini justru menjadi awal dari takdir baru yang menuntun Cinta pada belahan jiwa yang sesungguhnya.