APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku

Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku

Sejak kecil, Iris diadopsi oleh keluarga Stewart dan tumbuh menjadi kekasih rahasia dari pamannya, Vincent. Di balik reputasi playboy-nya, CEO itu bersikap sangat dingin pada Iris. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak Vincent demi pernikahan bisnis. Ingin lepas dari penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun di hari pernikahan, Vincent justru datang bersimpuh dan memohon agar Iris tidak pergi.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Iris, kemarilah, kenalkan ini Elianna."

Begitu Iris masuk ke rumah, Bryanna sudah ada di sana untuk menyambutnya dengan senyuman hangat.

Elianna perlahan mendongak, matanya yang polos dan lebar dipenuhi air mata yang tak tertahankan.

Bryanna menghela napas pelan, dan menggenggam tangan Elianna. "Pria kaya mana yang tidak tertarik dengan kehidupan malam? Terutama seseorang pria seperti Vincent."

Elianna terisak, suaranya bergetar. "Kakakku bilang Vincent menghabiskan waktunya di klub malam. Tapi aku tidak memercayainya, jadi aku pergi sendiri ke sana untuk memeriksanya. Dan benar saja, aku melihatnya di kelilingi banyak wanita.

Bryanna menggenggam tangannya dengan lembut. "Kamu pacarnya sekarang. Kamu harus terus mengawasinya."

Elianna membenamkan wajahnya di kedua tangannya sambil menangis tersedu-sedu. "Aku memohon padanya untuk ikut denganku, tapi dia tidak mau mendengarkan."

Mendengar itu, Bryanna mengerutkan alisnya. "Kalau begitu biarkan Clint membawanya kembali."

Elianna menggelengkan kepalanya. "Clint sudah mencoba. Tapi Vincent tetap tidak mau pergi."

Bryanna berpikir sejenak. Lalu dia menoleh ke arah Iris. "Iris, Vincent mungkin tidak mendengarkan kami, tapi dia tidak akan tega mengabaikan gadis muda sepertimu. Pergilah, suruh Om-mu pulang."

Iris mengangguk dan mulai berjalan keluar.

"Ajak Clint bersamamu," ucap Bryanna memanggilnya.

Jika Bryanna punya pilihan lain, dia tidak akan pernah menyuruh Iris pergi ke klub malam.

Tetapi Clint Tucker, sopir kepercayaan keluarga, adalah pria yang dapat diandalkan. Dengan kehadirannya, Iris bisa merasa lebih tenang.

Klub itu penuh dengan lampu yang berkelap-kelip, musik yang kencang, dan kesenangan yang liar. Orang-orang saling berpelukan, larut dalam pesta.

Saat Iris menyusuri keramaian, orang-orang berusaha menyentuh dirinya, seolah-olah dia adalah hadiah yang bisa diambil.

Saat membuka pintu ruang VIP, dia terhenyak melihat pemandangan di depannya.

Vincent bersantai di sofa kulit, sebatang rokok menggantung di jari-jarinya, sementara lengannya yang lain direntangkan di belakang sofa.

Seorang wanita seksi duduk di pangkuannya, menyuapinya anggur, asap rokok mengepul di sekelilingnya.

Iris tampak berbeda—tenang dan bermartabat—di tengah kekacauan liar itu.

Tiba-tiba, musik berhenti. Semua mata tertuju pada Iris.

Dia melangkah maju dan berkata lembut, "Om Vincent, Nona Dawson sedang menunggumu di rumah."

"Om?" Suara tawa yang tajam dan menghina, terdengar. "Bukankah ini anak yatim piatu yang diadopsi Keluarga Stewart? Dia tumbuh menjadi sangat dewasa, kan?"

Iris menatap pria itu dan langsung mengenalinya—Connor Russell, putra dari Adrian Russell, seorang pejabat berkuasa.

Dengan memanfaatkan kekuasaan ayahnya, Connor menjadi pria yang manja dan angkuh.

Pantas saja Elianna tampak sangat geram. Tidak ada gunanya Vincent terlibat dengan seseorang seperti Connor.

"Sungguh cantik," ucap Connor sambil menyeringai, sorot matanya dipenuhi nafsu. Dia mengangkat gelasnya dan berjalan mendekati Iris.

Dengan gerakan cepat, Connor meraih sehelai rambutnya, mendekatkannya ke hidungnya dan menarik napas dalam-dalam. "Hmm ... sangat harum."

"Enyahlah!" ancam Vincent, sambil menatap Iris tajam.

Iris merasakan bulu kuduknya merinding.

Connor menyeringai pada Vincent, lalu mendekat, menempelkan gelas anggur ke bibir Iris. "Karena kamu sudah di sini, kenapa tidak minum denganku?"

Suara tawa terdengar di seluruh ruangan.

Kemudian suara pecahan botol anggur yang keras terdengar, cairan merah tumpah ke lantai, dan membuat rekan-rekan Vincent berteriak kaget.

Connor berbalik, wajahnya membeku tak percaya, darah menetes dari keningnya.

Vincent membuang pecahan botol tersebut, sambil menyeka jari-jarinya dengan santai. "Aku hanya memberi satu peringatan."

Baru pada saat itulah yang lain menyadari bahwa perintah—"enyahlah" itu ditujukan pada Connor.

Vincent menarik Iris ke dalam pelukannya, suaranya dingin saat dia berbicara pada semua orang di ruangan itu. "Anggap semua kesepakatan tadi dibatalkan. Grup Stewart tidak akan lagi berbisnis dengan kalian."

Mendengar itu, semua orang langsung tercengang.

Mereka menghabiskan sepanjang malam untuk meyakinkan Vincent untuk berinvestasi.

Dalam sekejap mata, semuanya lenyap begitu saja.

Vincent melingkarkan lengannya di pundak Iris, terhuyung saat menuntunnya berjalan keluar.

Clint membuka pintu mobil. Vincent lalu mendorong Iris ke kursi belakang mobil.

"Ke Vila Skycrest," gumam Vincent dengan suara serak, tubuhnya menempel tubuh Iris.

Vila Skycrest merupakan kawasan paling mewah di kota tersebut.

Saat pertama kali dipasarkan untuk umum dua tahun lalu, bahkan Bryanna tidak bisa membeli satu unit pun, meskipun dia memiliki banyak koneksi. Namun Vincent berhasil membeli satu dengan mudah.

Tangan Vincent bergerak ke atas paha Iris, menyusup melewati belahan gaunnya. "Aku tidak suka kamu mengenakan pakaian ketat seperti ini."

Suaranya terdengar tidak senang.

Iris memalingkan wajahnya, sengaja mengabaikan aroma alkohol yang tercium dari napasnya. Dia dengan tenang berkata, "Nona Dawson dan Bryanna sedang menunggumu di rumah keluargamu."

"Kamu sepertinya sangat menyukai tempat itu," gumam Vincent, sambil menggigit daun telinganya, napas hangatnya membuat tubuh Iris gemetar.

Erangan pelan keluar dari mulutnya sebelum dia sempat menghentikannya. Karena panik, dia buru-buru menutup mulutnya dengan tangannya.

Meskipun Clint adalah salah satu orang kepercayaan Bryanna, Vincent tetap melakukan apa saja sesuka hatinya.

Dering telepon yang tiba-tiba memecah kesunyian. Vincent menagan tangan Iris. "Jangan angkat."

Tetapi Iris tetap mengangkat telepon tersebut.

Suara Bryanna terdengar serak dari ujung telepon. "Apa kamu sudah menemukan Vincent?"

Di luar, malam begitu pekat dengan kegelapan, mengaburkan batas antara malam dan bayangan.

Di dalam mobil, Vincent menjadi lebih berani.

Suara sobekan kain bergema di sepanjang panggilan.

Udara dingin menusuk paha Iris.

Vincent telah merobek gaunnya, tangannya bergerak ke tempat yang tidak seharusnya.

Iris berusaha sebaik mungkin untuk menenangkan suaranya. "Belum ...."

Vincent menyeringai, puas dengan jawabannya. Sentuhannya yang kasar beberapa saat yang lalu, tiba-tiba berubah menjadi lembut.

Dari telepon, terdengar suara isak tangis Elianna yang teredam.

Bryanna lalu berkata dengan tajam, "Katakan ini pada Vincent—Elianna masih menunggunya. Elianna tidak akan pergi sampai dia kembali."

Tanpa ragu, Vincent mengambil ponsel dari tangan Iris dan mengakhiri panggilan. Mencengkeram dagunya, dia menempelkan bibirnya ke bibir wanita itu.

Aroma alkohol yang bercampur dengan aroma parfum yang dikenalnya membanjiri indra penciumannya.

Tubuhnya goyah, mengkhianati dirinya. Badai bergejolak di dalam dirinya.

Sejak kecil, Iris tidak pernah berbohong pada Bryanna.

Tetapi sejak Vincent kembali, dia dipaksa berbohong lagi dan lagi.

Mobil itu memasuki Vila Skycrest.

Clint melirik ke kaca spion dan berbicara pada Iris yang tersipu malu. "Pak Vincent sedang mabuk. Bisakah kamu membantunya masuk?"

Vincent bersandar pada tubuhnya, terlihat seperti tidak sadarkan diri.

Karena tidak punya pilihan lain, Iris membantunya masuk ke dalam rumah.

Begitu mereka melangkah masuk, semuanya berputar—bahkan sebelum Iris sempat bereaksi, dia mendapati dirinya dipeluk dalam pelukan yang kuat dan hangat.

Vincent berhenti sejenak, lalu berbicara pada Clint. "Aku akan memberimu cuti sebulan. Pergilah mengunjungi keluargamu."

Clint langsung mengerti, mengangguk, dan pergi tanpa bertanya.

Pada saat Iris menyadari bahwa dia telah masuk ke dalam perangkap, semuanya sudah terlambat.

Vincent mendorongnya ke tempat tidur, menindih tubuhnya.

Mereka melakukannya pertama kali di gazebo.

Rasa gugup, sakit, dan tidak terbiasa, semuanya bercampur dengan rasa takut akan ketahuan.

Kali ini, napas Vincent sama menderu-derunya, tetapi gerakannya lebih lambat, dan terarah.

Iris segera memahami bahwa hubungan intim bukan hanya tentang rasa sakit; di balik itu, ada kenikmatan yang luar biasa.

Ketika pagi tiba, Vincent sedang bersandar di kepala tempat tidur, jari-jarinya yang panjang dengan malas memainkan sebuah kartu. Senyum mengejek tersungging di bibirnya. "'Dalam senyummu, aku menemukan cahayaku, bersamamu, setiap hari terasa indah.' Sungguh norak."

Iris hendak merebut kartu itu, tetapi Vincent sudah melemparkannya ke lantai.

"Jayden Warren, ya? Seorang ketua BEM? Atau dia hanya seorang anak penerima beasiswa dari keluarga yang kurang mampu?"

Suaranya penuh dengan sindiran.

Iris hanya terdiam, diam-diam mengenakan pakaian dalamnya.

Jayden adalah ketua BEM—salah satu mahasiswa terpandai di kampus mereka

Jayden tidak sepertinya, dia berasal dari keluarga kaya. Bisa dikatakan dia adalah seorang ahli waris.

Iris tidak pernah menyangka Jayden akan mengungkapkan perasaannya padanya. Dan lebih buruknya lagi—Vincent telah mengetahuinya sekarang.

Iris menunduk, mengambil kartu itu, dan menyelipkannya ke dalam tas tangannya.

Tanpa melirik Iris, Vincent melemparkan kartu hitam ke arahnya. "Tidak ada batas. Kamu bisa belanja sesuka hatimu."

Apa ini kompensasi untuk satu malam bersamanya? Iris menyingkirkan kartu kredit itu. "Tidak perlu. Aku tidak butuh uang."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, ia harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel Kecanduan Ciumanmu
8.6
Liburan Midori, gadis 18 tahun bermata biru, berubah drastis setelah kecupan tak sengaja dengan Kenzo Watanabe di pemandian air panas Jepang. Kejadian itu memicu obsesi kuat dalam diri Kenzo, meski dirinya telah terikat pertunangan dengan bangsawan bernama Ayumi Tokugawa. Cinta mereka pun diuji oleh benturan tradisi serta jarak jauh antara Tokyo dan Perth. Akankah takdir menyatukan Midori dan Kenzo? Simak kelanjutan kisah emosional sang miliarder ini.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi menyelamatkan kakeknya, seorang wanita terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungnya selama sepuluh tahun. Naas, dia justru disiksa Virginia hingga wajahnya hancur, lalu dibuang Simon ke sungai es dalam kondisi sekarat. Di ambang kematian, ia mengetahui sang kakek telah wafat. Simon telah merenggut orang tua, kebebasan, dan harapannya. Kini, dengan dendam yang membara, wanita itu bersumpah akan bangkit untuk menghancurkan hidup Simon sepenuhnya.
Sampul Novel My Bastard Boss
8.3
Lima tahun lalu, hidup Nayra hancur setelah mantan kekasihnya menyerahkannya pada pria asing. Kini, ia justru terjebak bekerja di bawah pimpinan Xabiru, sosok masa lalu yang telah merusaknya. Konflik kian rumit saat Xabiru menuntut hak atas putri mereka, sementara sang mantan, Chrisyan, datang memohon ampun. Terjepit di antara luka lama dan dendam, sanggupkah Nayra memaafkan mereka atau memilih membalasnya? Kebenaran kelam masa lalu pun mulai terungkap.
Sampul Novel My Possessive Family
8.5
Bergelimang harta sebagai bagian dari keluarga konglomerat tidak membuat Amelia bahagia. Di balik kehidupan mewahnya yang tampak sempurna, ia justru tersiksa oleh trauma masa lalu dan rasa bersalah yang terus membayangi selama tujuh tahun. Walau keluarganya selalu memberikan kasih sayang, kepedihan mendalam itu tak kunjung sirna. Kini, Amelia harus berjuang menghadapi luka lama demi mengungkap misteri masa lalunya dan menemukan kedamaian jiwa.
Sampul Novel Mysterious CEO
9.1
Dean Bernardus kehilangan segalanya setelah ayah tirinya merebut seluruh harta dan mengusirnya. Berkat pertolongan seorang wanita misterius, ia berhasil bangkit menjadi CEO yang sangat sukses. Kini, misi balas dendam membawanya mendekati Kensky Revina Oxley, putri kandung dari pria yang telah menghancurkan hidupnya. Dean nekat memaksa Kensky menjadi kekasihnya, walau gadis itu sudah dijodohkan. Akankah hubungan ini murni demi pembalasan, atau justru menumbuhkan cinta tulus?