APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bidadari Untuk Tuan Mafia

Bidadari Untuk Tuan Mafia

Silvana Aramazd, gadis lembut bercadar yang terbiasa hidup tenang, harus menikahi Don Vincent Corleane. Pernikahan ini bukan sekadar perjodohan bagi sang pemimpin mafia yang kejam, melainkan jalan keluar dari dunia hitam yang kelam. Di sisi lain, persatuan mereka menjadi kunci untuk menguak misteri di balik kematian orang tua Silvana. Mampukah Silvana bertahan mendampingi Vincent di tengah benturan dua dunia mereka yang jauh berbeda?
Bab
Bagikan

Bab 1

Vincent menjatuhkan bobotnya di jok belakang mobilnya. Ia melonggarkan dasinya yang terasa mencekik. Setumpuk pekerjaan kantor membuatnya merasa frustasi.

Sebuah mobil sport hitam melaju membelah jalanan kota Los Angeles. Gedung-gedung pencakar langit menghiasi setiap sisinya. Vincent yang kacau berusaha untuk memejamkan mata.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi mulus seorang perempuan. Alice, kekasih Vincent itu sedang berada di sebuah club malam bersama seorang pria. Gadis itu nampak sedang bercumbu mesra dengan pria disebelahnya. Hingga sesaat kemudian seorang pria datang dengan amarah yang memuncak, menarik tangan Alice lalu menamparnya.

Suasana menjadi ricuh. Perkelahian pun terjadi tak terkendali. Vincent yang sudah dibutakan oleh amarah memukul pria itu dengan membabi buta. Menghajarnya hingga pria itu tak sadarkan diri.

Vincent menghampiri Alice yang berdiri disudut ruangan dengan badan bergetar. Gadis itu tampak syok. Vincent lantas mencekik leher Alice dan menyeretnya keluar dari club malam tersebut. Gadis itu meronta karena kesusahan bernapas. Tubuh kekar Vincent dengan mudahnya melempar gadis itu keluar.

Alice merutuki dirinya sendiri. Ia merasa bersalah telah bermain api dibelakang kekasihnya. Gadis itu memeluk kaki Vincent sembari memohon maaf. Tapi dengan segera Vincent menarik kakinya sehingga Alice kembali jatuh tersungkur.

Vincent berjongkok mensejajarkan dirinya dengan Alice. Pria itu mencengkeram rahang Alice dengan tatapan mata setajam belati.

“Beraninya kau selingkuh dibelakangku, setelah apa yang telah aku berikan padamu” desis Vincent.

“Ma-af kan a-aku V-vin, se-semua tidak seper-ti yang- yang kau pi-pikir-kan” ucap Alice terbata.

“Cuih! Kau pikir aku bodoh, aku melihatmu bercumbu dengan bajingan itu dan kau masih menyangkalnya!” Vincent semakin menguatkan cengkeramannya dan membuat Alice lebih kesakitan.

“A-a-ampuni a-ku Vin, le-paskan, s-sakit” air mata membanjiri pipi mulus Alice yang memerah akibat tamparan keras tangan dingin Vincent. Sudut bibir gadis itu nampak sedikit robek hingga berdarah.

“Tunggulah, aku akan mengirimmu juga keluargamu ke neraka!” ucapnya sambil melepaskan cengkeramannya dengan kasar.

Grep

Gadis itu dengan beraninya memeluk Vincent saat pria itu akan beranjak pergi. Dengan sigap Vincent mendorong tubuh Alice hingga luruh ke tanah. Pemandangan itu tentu disaksikan oleh puluhan pasang mata, tapi mereka hanya menunduk tak berani menatap karena mereka tau siapa Vincent sebenarnya.

Vincent memijat kepalanya yang terasa berdenyut. Bayangan kejadian menyakitkan beberapa hari yang lalu terus berputar didalam pikirannya. Ken yang duduk di kursi kemudi hanya melirik Tuannya melalui kaca kemudi. Ia tahu bahwa Vincent sedang tidak baik-baik saja.

Setelah kejadian tempo hari, Alice terus menghubungi Vincent bahkan dengan beraninya gadis itu mendatangi mansion mewah Vincent tapi hasilnya nihil. Pria itu benar-benar memutuskan hubungan dengan Alice, kekasih yang amat dicintainya selama 5 tahun terakhir.

Mobil sport hitam itu berhenti tepat dihalaman sebuah mansion mewah di pusat kota Los Angeles diikuti dua mobil jeep dibelakangnya. Vincent turun dan langsung menuju kamar pribadinya di lantai dua.

Pria itu melepaskan semua pakaiannya dan berjalan menuju shower. Guyuran air dingin dari shower membuat dirinya merasa sedikit rileks. Dengan memakai kaos putih dan celana pendek warna coklat ia turun menuju ruang makan.

Matanya terbelalak, seorang pria telah duduk disana dan makan malam dengan santainya. Tatapan mereka beradu. Sorot mata abu setajam mata elang seakan membunuh Vincent. Aura hitam pekat pria tersebut menguar memenuhi segala penjuru.

“Kau menatapku seakan ingin membunuhku!” seloroh Vincent.

“Ya, bisa saja itu terjadi. Tapi aku lapar, aku butuh tenaga untuk melawanmu, bukankah begitu?”

“Ck! Bajingan sinting”

Vincent duduk disamping pria itu. Kemudian menyunggingkan bibirnya. Pria itu terus mengumpat kepada Vincent. Vincent memutar matanya keatas karena malas mendengar ocehan pria disebelahnya.

“Shit! Aku datang tapi tak ada sambutan sama sekali!”

“Aku tidak menyuruhmu datang!” timpal Vincent dingin.

“Kalau bukan karena Ayah aku malas datang kesini!”

“Makan! Telingaku akan rusak mendengarkan ocehanmu yang seperti perempuan”

“Brengsek!”

Dante baru saja datang dari Italia. Ia datang ke Los Angeles atas perintah dari Tuan Corleane. Setelah kejadian pengkhianatan yang dialami Vincent tempo hari membuat Tuan Corleane merasa tidak tenang hingga akhirnya menghubungi Dante untuk datang ke Los Angeles.

Hening. Tidak ada percakapan sama sekali. Yang ada hanya suara dentingan garpu dan pisau yang beradu dengan piring. Setelah makan, mereka berdua menuju ruang baca, yang berada diujung lantai dua.

Dante merebahkan diri di sofa sementara Vincent menyandarkan tubuhnya di sofa sebelahnya dengan sebuah buku tebal ditangannya.

“Kau benar melihat Alice berselingkuh?”

“Mataku tidak buta!”

“Maksudku, apa kau benar mencekik dan melemparnya keluar?”

Vincent menutup bukunya. Ia menatap ke depan sembari mengepalkan tangan.

“Seharusnya aku membunuhnya saat itu juga!”

“Bukankah kau sangat mencintainya?"

“Persetan dengan cinta!”

Dante mendengus kasar. Vincent bukanlah seseorang yang mudah mengampuni kesalahan orang lain, terlebih lagi sebuah pengkhianatan. Tak ada percakapan yang serius antara keduanya. Hanya sebuah percakapan ringan ditemani secangkir teh dan juga angin sepoi musim gugur di luar mansion.

Setelah larut malam, mereka berdua menuju kamar masing-masing. Vincent merebahkan tubuhnya diranjang kingsize miliknya. Ia teringat pernyataan Dante beberapa jam yang lalu diruang baca.

"Aku dengar Ayah sudah mempunyai calon istri untukmu"

"Hah! Omong kosong!"

"Mengapa? Apa kau masih mengharapkan jalang itu?"

Sepenggal kalimat yang dilontarkan Dante membuat Vincent merasa pusing. Pria bangkit dari ranjang. Ia menatap bingkai foto besar yang tergantung didepan ranjangnya. Tangan kekarnya meraih bingkai foto tersebut. Disana nampak seorang gadis dengan rambut blonde tersenyum indah.

Pyarrr

Bingkai foto itu pecah dilantai. Kakinya dengan kasar menginjak foto yang tergeletak dilantai dengan pecahan kaca dimana-mana. Hatinya bergemuruh. Tangannya mengepal. Matanya memerah mengingat kejadian tempo hari.

Vincent meraih jaket hitam dan menyambar kunci mobil. Tak lupa ia menyelipkan sebuah senjata di belakang pinggangnya. Pria itu melajukan mobil mewahnya membelah jalanan malam kota yang ramai.

Mobil itu berhenti didepan sebuah club malam. Ia memesan sebuah ruangan VIP disana. Dua wanita seksi masuk lalu kemudian bergelayut manja pada Vincent. Mereka mencumbu setiap inci tubuh Vincent. Pikirannya yang kacau membuatnya seperti hilang kendali.

Brakk!

Pintu ditendang paksa oleh seseorang dari luar. Nampak Dante berdiri didepan pintu dengan sorot mata elangnya. Pria itu melempar sejumlah uang untuk dua wanita tadi dan menyuruh mereka keluar.

“Kau sudah gila hah! Kau pergi tanpa pengawalan! Apa kau ingin mati konyol!” hardik Dante.

“Hahahaha, peluru bahkan tidak akan bisa membunuhku!”

“Dasar bajingan! Apa kau tidak tau bahwa kau sedang diawasi!”

Benar saja, diluar sedang terjadi sebuah keributan.  Beberapa orang bertubuh gempal berpakaian hitam turun dari mobil van hitam menyerang Ken dan pengawal Dante yang sedang berjaga diluar club.

Bunyi tembakan bersahut-sahutan hingga menakuti pengunjung club. Vincent dan Dante keluar. Dua orang musuh tampak sudah tergeletak tak bernyawa, sisanya berhasil ditangkap lalu diseret ke penjara milik Vincent. Sementara Ken mengejar satu orang yang berhasil kabur.

Beberapa jam sebelum kejadian, Ken melihat Vincent keluar mansion dengan mengendarai mobil sendiri tanpa pengawalan. Dari raut wajahnya, pria itu tampak sedang marah. Ken akhirnya mengikuti mobil Vincent secara diam-diam.

Sebuah mobil van hitam mengikuti mobil mereka dari belakang. Ken akhirnya menghubungi Dante. Sesaat setelah Dante datang, perkelahian pun tak terelakkan.

‘Siapa yang berani mengusik wilayahku’ batin Vincent.

“Apa kau masih berurusan dengan bajingan itu?” Dante seperti tau orang yang berada dibalik penyerangan di club.

"Terakhir kali aku membunuh Damian"

"Dia akan menuntut balas. Berhati-hatilah dengannya, bajingan itu sangat licik"

"Aku tau"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Usai dikhianati tunangannya dalam kondisi mengandung, Livia hampir kehilangan nyawa hingga terpaksa melarikan diri. Lima tahun berlalu, ia kembali dan menolong seorang anak kecil yang rupanya putra dari miliarder paling kaya. Sang konglomerat pun hadir melindunginya, menumpas semua musuh, serta membungkam saudara perempuan Livia yang jahat lewat klaim pernikahan rahasia mereka. Kini, Livia yang kebingungan harus menghadapi godaan sang suami misterius yang mendambakan anak kedua.
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Kehangatan menyelimuti ruang tamu sederhana saat Renata mendesah pasrah di bawah kecupan mesra Eka pada lehernya. Di atas sofa tua yang bergoyang, hasrat muda mereka meledak. Jemari nakal Eka menyusup ke balik kaos oblong Renata, meremas tubuhnya dan mengalirkan getaran hebat di ruangan sempit itu. Dalam dekapan erat sang kekasih, Renata hanya mampu mendesah memanggil nama Eka seiring sentuhan intens yang memilin seluruh raganya.
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Kehamilan di masa remaja merenggut masa depan Mayang setelah Mahesa pergi. Demi menyembunyikan lukanya, ia menolak Sena dengan kejam lalu terjerumus ke dunia malam Jakarta. Sembilan tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi. Sena kini telah menjadi miliarder sukses yang dipenuhi rasa benci, sedangkan Mayang berusaha menata ulang hidupnya. Meski Sena terus merendahkan dan berniat membeli harga dirinya, Mayang pantang menyerah demi mempertahankan jalan pertobatannya.
Sampul Novel Langit & Senja
8.4
Dalam romansa remaja ini, sosok Senja adalah bagian krusial bagi kehidupan Langit. Hubungan erat mereka melahirkan harapan besar agar kebersamaan ini abadi tanpa ada yang berubah. Melalui dinamika emosi yang mendalam, perjuangan Langit untuk mempertahankan Senja di sisinya begitu terlihat. Ia sangat meyakini bahwa takdir telah mengikat mereka untuk terus melangkah bersama dalam satu kesatuan yang utuh selamanya.
Sampul Novel Suami Mandul Menghamili Wanita Lain
9.1
Setelah lima tahun mengarungi bahtera rumah tangga, kehamilan yang saya nantikan akhirnya datang juga. Namun, kebahagiaan itu seketika terusik ketika seorang adik kelas menemui saya dalam kondisi mengandung. Perempuan itu tanpa ragu mengklaim bahwa janin di rahimnya adalah darah daging suami saya, bahkan memohon izin untuk melahirkannya. Menghadapi pengakuan mengejutkan tersebut, saya justru tertawa puas lalu menyodorkan selembar surat pemeriksaan medis yang membuktikan bahwa suami saya sebenarnya mandul.
Sampul Novel Trapped In Past Love
8.4
Sejak kecil, Caca dan Dafa berbagi ikatan persahabatan yang sangat erat. Namun, seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh di hati Caca untuk sahabatnya itu. Situasi menjadi rumit karena Dafa tumbuh menjadi sosok playboy yang kerap berganti kekasih, hingga sering mengabaikan dan menggoreskan luka di hati Caca. Di tengah dilema ini, akankah jalinan perasaan mereka mampu bersatu dalam komitmen cinta yang tulus, atau justru selamanya terjebak dalam batas persahabatan saja?