APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Berondong Simpanan Istriku

Berondong Simpanan Istriku

Keharmonisan sebuah pernikahan mendadak goyah akibat isu yang sangat sensitif. Kisah ini menyoroti konflik batin seorang suami yang tak mampu memenuhi kebutuhan batin sang istri. Terjebak dalam kehampaan emosi dan hasrat yang terabaikan, sang istri memilih jalan pintas yang mengejutkan demi mencari kepuasan. Drama modern ini menyajikan ketegangan mendalam tentang arti kesetiaan, rahasia gelap, serta pengorbanan demi sebuah kebahagiaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Suara desahan dari dua pasangan yang sedang asyik dengan kegiatannya itu, memenuhi seluruh penjuru dengan penerangan yang sangat minim, membuat ruangan itu terlihat sedikit gelap.

Suara erangan dan teriakan terdengar, tanda dari mulut Mila yang baru akan mencapai puncaknya, tapi sebelum berhasil menuntaskannya. Suara jam dinding di kamarnya mengejutkan mereka berdua.

"Astaga! Sudah jam dua belas!"

Mila segera bangkit dari tempat tidur begitupun Deni.

"Kenapa Bu! Kita belum selesai!" ujar Deni seraya menarik selimut untuk menutupi tubuh kekarnya.

"Aduh Den. Suamiku sebentar lagi pulang, ayo cepat pakai bajumu!"

Gegas Deni beranjak bangkit dari tempat tidur. Lalu menyambar satu persatu pakaiannya yang berserakan di lantai.

"Cepat Den!" Mila ketakutan. Saking asyiknya mereka bercinta sampai tiga putaran. Ia lupa bahwa Samsul suaminya akan segera pulang.

Dengan cepat Mila dan Deni berjalan menuju pintu rumah.

"Sebentar Den," bisik Mila. Matanya mengedar mengamati situasi, takut kalau ada seseorang yang melihatnya.

"Aman Den! Ayo cepetan."

Berjalan mengendap- endap, Deni kembali ke rumahnya. Beruntung malam itu tak ada seorangpun di luar.

Mila segera mengunci pintu rumahnya. Jantungnya dag dig dug. Bagaimana tidak. Malam itu mereka berdua bermain adegan panas ditempat yang biasa Mila dan Samsul memadu cinta.

Di tempat tidur itulah. Samsul biasa beristirahat melepas lelah. Tempat yang semestinya suami istri saling berbagi cerita dan cinta. Tapi Mila begitu berani. Memasukkan lelaki lain ke kamar pribadinya tanpa sepengetahuan Samsul tentunya.

Dirinya sudah gelap mata. Hatinya sudah tertutup oleh dosa. Tanpa menimbang rasa. Di kantor, suaminya berpeluh keringat mencari rupiah. Sementara dia bercengkrama dengan lelaki yang bukan mahramnya. Sungguh biadab perbuatan mereka berdua, tak ubahnya seperti binatang.

Setelah Deni pulang. Lekas Mila kembali ke kamar untuk membereskan tempat tidurnya yang acak-acakan. Tapi tiba- tiba terdengar suara seseorang memarkirkan motornya.

Sontak saja Mila kaget. Dengan cepat ia berlari lagi menuju pintu rumahnya. Dan benar saja, Samsul yang datang.

Mila menghela nafas panjang. Untung saja Deni sudah pergi.

"Sayang aku pulang," ucap Samsul sambil memasukkan motornya ke dalam rumah.

Mila berpura- pura layaknya orang bangun tidur di depan suaminya.

"Eh sayang, sudah pulang," sambut Mila seraya merapihkan bajunya yang terlihat kusut.

Samsul yang kelelahan langsung meminta Mila untuk di buatkan teh hangat.

"Pake gula sayang!"

"Jangan Ma. Tadi di kantor, Papa minum kopi sampai lima gelas. Teh hangat saja, ya?" ujar Samsul yang sudah berada di kamar.

Mata Samsul langsung tertuju pada tempat tidurnya yang berantakan. Bantal dan guling ada dibawah tempat tidur, sprei juga tidak pada tempatnya.

"Ma ... !" Samsul berteriak memanggil Mila.

"Ya Pa, ada apa?" Mila menghampirinya dengan jantung masih berdebar- sebar karena tegang.

"Ini, tempat tidur berantakan sekali, bagaimana Papa bisa tidur Ma. Kalau kasurnya berantakan begini, Papa cape Mah, Papa ingin istirahat," keluh Samsul dengan wajah yang sudah tampak kusut karena sejak di kantor tadi, ia menahan kantuk yang menderanya.

"Eh, iya, itu Pa. Sebentar Mama beresin, ya?"

Dengan sigap, Mila kemudian merapihkan tempat tidurnya.

Sementara Samsul kembali ke ruang tengah lalu menyandarkan tubuhnya di sofa, setelah itu Samsul langsung tertidur pulas.

Kemeja putihnya tampak kusut, rambutnya pun begitu. Raut wajah suami yang sejak pagi tadi, banting tulang demi membahagiakan istri tercinta.

Pulang mendapati tempat tidur berantakan. Membuat Samsul yang malam itu sudah tak bisa lagi menahan kantuknya. Iapun ketiduran di sofa.

"Pa ... ini ko ..." Mila berdiri mematung sambil memegang segelas teh hangat untuk suaminya. Tapi Samsul sudah tidur di sofa.

Mila lalu meletakkan gelasnya di atas meja makan, mendekati suaminya. Kemudian memandangi wajahnya suaminya yang tertidur begitu pulas.

Di belainya rambut Samsul, lalu di lap nya keringat suaminya dengan baju dasternya. Ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya karena selama ini ia telah banyak membodohi suaminya.

Tapi apa daya, Nafkah batin yang diberikan Samsul tak memuaskannya. Ia tersiksa jika berhubungan fisik dengan Samsul. Lelaki yang sekian tahun menjadi suaminya itu. Tak pernah mengerti dirinya sama sekali. Selama berhubungan dengan Samsul, Mila tak pernah merasakan pelepasan yang di dambakan setiap wanita. Mila hanya merasakan itu hanya jika berhubungan dengan Deni.

Ia menyadari apa yang dilakukannya itu sebuah dosa besar. Tapi sebagai wanita ia juga membutuhkan itu.

Pernah Mila membeli alat yang bisa memuaskan hasratnya yang banyak di jual di online. Tapi benda itu juga tak sepenuhnya memuaskan hasratnya.

Lewat teman di tempat senam nya, Mila juga sering ditawari benda yang lebih dahsyat lagi katanya. Tapi kenyataanya, benda itu malah menimbulkan penyakit bagi pemakainya jika tak bisa merawatnya.

Hampir semua teman senam Mila juga memakainya karena benda itu, sepertinya bukan rahasia umum lagi di kalangan emak- emak kesepian yang sering di tinggal dinas suaminya.

Sampai akhirnya. Mila bertemu dengan Deni. Lelaki muda yang di kenalnya lewat medsos. Dengan Denilah. Barulah ia merasakan nikmatnya surga dunia.

Dengan Deni ia seakan kembali pada masa remajanya dulu. Deni membuatnya melupakan segalanya. Meski lelaki itu pengangguran. Tapi bukan masalah bagi Mila. Karena baginya uang yang berlimpah pemberian suaminya tak begitu berarti, jika suaminya tak bisa memberikan apa yang selama ini para istri inginkan. Yaitu Belai hangat seorang pria dan cumbu rayu yang manja.

Dan itu, tak ia dapatkan dari Samsul. Lelaki itu terlalu sibuk dengan dunia pekerjaannya. Melupakan Mila yang haus akan hasrat cinta.

Cairan bening menitik di kedua sudut Mila. Iapun kemudian membenamkan wajahnya di dada Samsul dan keduanya tertidur di sofa.

Pagi harinya. Samsul mengerjap beberapa kali, sebelum akhirnya ia tersentak kaget.

"Ma! Jam berapa ini?" Samsul beranjak dari sofa, melirik ke arah jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi.

Cepat Samsul berjalan menuju kamar mandi. Selesai mandi Samsul langsung ke kamar mengenakan kemeja dan celana dengan rapih.

"Pa. Mau kemana?" Mila sudah berdiri di hadapannya.

"Mama ini bagaimana sih! Papa harus ke kantor, mengapa Mama tidak bangunkan Papa!" ujar Samsul sambil menyisir rambutnya.

"Pa. Bisa gak. Sehari saja, luangkan waktu Papa untuk Mama," keluh Mila dengan wajah memelas.

"Sayang, aku lakukan ini untuk kamu," rayu Samsul seraya mencubit hidung Mila.

"Cukup!" Mila menepis kasar tangan Samsul.

Sontak saja Samsul kaget.

"Hei! Ada apa ini? Kenapa Mama marah!" tegur Samsul menatap heran wajah istrinya.

"Papa tahu, apa yang Mama inginkan? Mama tidak ingin semua ini Pa! Mama ingin Papa ... hisk ... hiks ... " Mila tiba- tiba menangis sambil merangkul suaminya.

Samsul terdiam sejenak.

"Apa maksud Mama?"

Mila semakin mengeratkan pelukannya pada Samsul.

"Papa sudah memberikan Mama segalanya, itu sudah cukup. Mama berterima kasih sama Papa. Tapi beri Mama kesempatan untuk melayani Papa. Hampir tiap hari Papa lembur. Mama juga butuh Papa ... hiks ... hiks ... " Mila merengek di pundak Samsul hingga kemeja Samsul basah karena tetesan air mata Mila yang deras mengalir.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beautiful Secret
8.0
Liam Andreas Ville, miliarder berusia 30 tahun, terperangkap dalam pernikahan dingin bersama Rose yang materialistis. Di sisi lain, Emily Alexandra harus bekerja keras secara rahasia demi uang, kontras dengan sifat manja sang kakak. Suatu malam, rahasia pekerjaan yang Emily sembunyikan selama dua tahun akhirnya diketahui oleh Liam. Demi menjaga reputasi dari Rose dan keluarganya yang penuh tuntutan, Emily terpaksa menyetujui kesepakatan rahasia dengan kakak iparnya itu.
Sampul Novel Dibenci Keluarga Mertua
8.1
Bertahun-tahun Ayu bertahan dari perlakuan buruk ibu mertua dan adik iparnya. Namun, batas sabarnya habis ketika perselingkuhan Wahyu, sang suami, terbongkar. Di tengah penyesalan Wahyu yang membisu, ibunya justru menuntut perceraian agar Wahyu bisa bersama Vina. Lelah dihina sebagai perempuan kampungan dan dikhianati, Ayu memutuskan pergi. Dengan kemarahan mendalam, ia bersumpah hidup keluarga yang telah menyakitinya tidak akan pernah bahagia lagi.
Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia
8.6
Suamiku, bos mafia Jakarta, enggan punya anak denganku. Rahasia kelamnya terbongkar: ia punya putra dari musuh kami. Kebengisannya membuatku keguguran, lalu selingkuhannya melempar jasadku ke jurang. Berhasil selamat, aku bangkit sebagai arsitek ternama dunia. Saat aku tampil di televisi, sang gembong mafia yang dulu menghancurkan dan membiarkanku mati kini bersujud memohon maaf di kakiku.
Sampul Novel Gadis Penakluk Hati Tuan Muda Tampan
8.5
Demi takhta, Arkana menikahi Yasmin lewat perjanjian formal. Meski kesal dengan sikap kekanak-kanakan istrinya, Arkana diam-diam tetap menjalin cinta dengan kekasih lamanya. Setelah delapan bulan, ia memilih bercerai demi sang pacar. Namun, Arkana tidak menyadari bahwa hubungan fisik mereka telah mengubah segalanya. Yasmin ternyata menyembunyikan kehamilannya. Terkejut mengetahui hal itu, Arkana pun menuntut rujuk demi darah dagingnya yang kini dikandung Yasmin.
Sampul Novel Gelora Berbahaya Sang Pengacara
9.8
Madona terpaksa menjebak seorang pengacara bernama Ardan demi mendapatkan uang 500 juta rupiah untuk melunasi utang orang tuanya pada mucikari. Sialnya, rencana itu berujung petaka ketika video skandal mereka justru menjerat Madona dalam masalah baru yang rumit. Bukannya membawa pulang uang, ia malah disekap di rumah Ardan. Di balik kungkungan sang pengacara, akankah muncul perasaan cinta di antara mereka, atau justru kebencian mendalam yang akan selamanya bertahan?
Sampul Novel Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar
9.6
Pengkhianatan sang ayah terhadap Limson, sindikat mafia terkuat, menyeret Arabella ke dalam pilihan hidup mati. Kini, keselamatannya terancam hebat. Ia dihadapkan pada dua opsi mutlak: mengurung diri sebagai tawanan pribadi di kamar pemimpin mafia yang kejam, Tuan Stanley, atau kabur ke luar dan menjadi buruan anggota Limson yang siap menghabisinya. Arabella pun terpaksa menjalani takdir kelam demi bertahan hidup.