APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Berbagi suami

Berbagi suami

Atas dasar kemanusiaan, Sofia Marwah merelakan Nizam, suaminya, untuk beristri lagi dengan menikahi Nurmala. Sahabatnya itu kini hidup sebatang kara dan mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Di sisi lain, Nizam juga harus menepati janji pada mendiang temannya untuk menjaga Nurmala. Lewat keputusan berat ini, Sofia kini harus tegar mengarungi kehidupan poligami. Akankah keikhlasannya ini berujung pada kebahagiaan, atau justru luka pengkhianatan yang akan didapatkannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Mimpi buruk! kali ini seakan-akan dia sedang berada dalam mobil itu, mobil dimana terakhir kali ia bersama keluarganya. Namun, suasananya begitu gelap dan sunyi asap hitam keluar dari mesin mobil mengepul ke udara, Nurmala duduk sendirian di dalam mobil yang rusak parah bahkan nyaris terbakar, ia melihat bapak dan abangnya yang bersimbah darah segar pergi begitu saja meninggalkan Nurmala sendirian didalam mobil nahas itu. Nurmala yang begitu panik terus berteriak sekencang kencangnya, sambil terus berusaha membuka pintu mobil yang terkunci. Namun, tak sedikitpun mereka menoleh kearahnya, jauh dan semakin jauh Nurmala semakin larut dalam mimpi buruknya.

"Bapak, abang! jangan tinggalkan Mala sendiri, tolong tolong keluarkan Mala dari sini tolong!" Nurmala bergumam dalam tidurnya. Lengannya meremas kuat selimut berwarna coklat yang dipakainya, wajahnya pucat pasi dan keringat dingin seakan mengguyur tubuhnya. Tiba tiba terdengar samar seseorang memanggil namanya.

"Mala! Nurmala! bangun Nurmala, istighfar bangun Nurmala!" Nizam terus memanggil namanya tanpa henti. Sampai akhirnya Nurmala membuka kedua matanya dan terbangun dari mimpi buruknya.

Matanya terbuka lebar dan nafasnya memburu seperti habis lari maraton, dan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya.

"Astaghfirullah Haladzim," kalimat istighfar keluar dari bibirnya yang bergetar, diiringi isak tangis yang memilukan. Terlihat dengan jelas raut wajahnya yang nampak seperti orang yang ketakutan.

"Nurmala, kamu kenapa?" tanya Nizam panik. Setelah tanpa sengaja ia menemukan istri barunya yang nampak ketakutan dalam tidurnya.

"Aku...aku..." ucapnya lirih. Ia bahkan tak mampu untuk bercerita, sepertinya luka itu begitu dalam sampai menyisakan trauma dalam hidupnya. Setelah beberapa saat akhirnya ia mulai berbicara, dalam tangisnya. Sambil terbata bata ia berkata,

"aku takut bang, di sana gelap sekali aku sendirian, banyak darah dimana mana, bang Rifa'i dan bapak pergi meninggalkan aku sendirian, masih teringat jelas dalam ingatanku bau anyir darah segar yang penuh mengotori mobil itu, membuat kepalaku pusing dan mual," Tuturnya sambil terisak dan terbata bata. Menakutkan pastinya bila berada diposisi nya saat itu, apalagi karena kejadian itu Nurmala telah kehilangan seluruh anggota keluarganya. Wajar saja jika sekarang ia mengalami trauma yang berat dan butuh ekstra perhatian untuk mengatasi traumanya.

"Sudah tenanglah, sekarang abang ada di sini, jangan menangis lagi," ucap Nizam dengan lembut. Namun, Nurmala terus saja kembali menangis dihadapannya, membuat Nizam merasa iba.

"Aku takut untuk memejamkan mataku, aku takut berada di sana lagi," ucapnya terdengar lirih. Kedua sudut bibirnya menurun dan tangannya masih gemetar meski Nizam sudah berusaha menenangkannya.

Karena merasa iba, perlahan Nizam mendekatkan diri padanya dan memeluk Nurmala meski rasanya begitu canggung.

Nizam menepuk nepuk punggungnya supaya ia merasa tenang, dan agar ia tau bahwa ia tak lagi sendiri.

"Jangan menangis lagi Nurmala, abang akan berada di sini menemanimu, kamu tidak akan sendiri lagi," Nizam berkata dengan lemah lembut. Perlahan isak tangisnya tak lagi terdengar, Nizam segera melepaskan pelukannya dan menghapus sisa sisa air mata yang masih menempel membasahi wajah Nurmala yang sembab.

Tanpa mereka sadari Sofia telah menyaksikan mereka berpelukan di depan matanya sendiri, sehingga membuat Sofia dalam kesakitan.

"Tunggu sebentar, abang ambilkan minum untukmu," ucapnya sambil beranjak dari duduknya.

Nizam pergi ke dapur hendak mengambil segelas air putih untuk Nurmala. Sesampainya di dapur ia melihat Sofia sedang sibuk memotong sayur sayuran, niat jahilnya muncul seketika, ia berjalan perlahan mengendap-endap untuk mengejutkan Sofia. Namun...

"Aaah," Sofia berteriak kesakitan. Tanpa sengaja ia telah mengiris jarinya.

"Astaghfirullah, sofia!" Nizam yang melihat jari istrinya terluka langsung meraih tangannya. Namun, Sofia reflek menarik tangannya dengan kasar, "maaf bang!" Sofia segera menundukkan pandangannya. Seketika suasananya terasa canggung seperti ada jarak di antara mereka.

"Kamu kenapa sayang? Apa abang melakukan kesalahan?" Nizam bertanya tanya setelah melihat ekspresi Sofia yang tak biasa.

"Tidak bang, bukan begitu! Aku... Jariku hanya merasa sakit saat tadi abang sentuh, maaf kalau abang tersinggung," ucapannya terbata bata, mengisyaratkan bahwa ia tidak berkata jujur.

Nizam hanya tersenyum tipis sambil mengelus pucuk kepala istrinya, Sofia pun menoleh pada Nizam dan dalam sekejap pandangan merekapun saling bertemu. Nizam tau benar apa yang dirasakan istrinya, melihat ekspresi istrinya yang sangat terlihat, jika ia sedang terbakar api cemburu. Namun, Sofia bukanlah wanita yang pandai bersandiwara untuk menutupi perasaannya.

"Bang Nizam! tolong bantu Mala!" Sayup terdengar suara Nurmala yang memanggil Nizam dari kamarnya, sehingga membuyarkan pandangan Sofia dan Nizam.

"Nurmala sudah memanggil abang, lebih baik abang menghampirinya sekarang, jangan biarkan dia menunggu," Sofia segera memalingkan wajahnya, Ia membuka keran air untuk membersihkan lukanya, "sssst" Sofia berdesis saat merasakan perih pada lukanya. Namun, luka kecil di jarinya tak sebanding dengan luka di hatinya. Nizam menghampiri Sofia, dari belakang ia memeluknya seraya mengecup mesra lehernya yang jenjang, dan segera pergi setelahnya dengan segelas air yang sudah ia janjikan untuk Nurmala.

Tanpa mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, ada apa? dan apa alasan Nizam memeluk Nurmala? sudah cukup membuat hatinya teriris. Yang ia tau hanyalah Nizam berpelukan dengan istri barunya tepat di depan matanya, meskipun ia tau itu memang sudah seharusnya. Namun, tetap saja terasa sakit baginya.

"Astaghfirullahalazim, kenapa aku seperti ini? sadar Sofia! sekarang Nurmala juga istrinya bang Nizam, apapun yang mereka lakukan itu memang sudah seharusnya, apalagi Nurmala sedang sakit dan depresi. Sudah selayaknya ia mendapatkan banyak perhatian," gumamnya dalam hati berusaha untuk tegar menerima takdir yang telah ia pilih sendiri.

Nizam kembali dengan segelas air untuk Nurmala, ia melihat Nurmala yang sedang kesusahan menyusun bantal untuknya bersandar, "sudah biar abang saja," ucapnya sambil meraih bantal dari genggaman Nurmala. Kemudian Nizam menyusun bantal bantal itu sampai terasa nyaman untuk Nurmala bersandar di atasnya.

"Terimakasih bang," Nurmala melirik Nizam yang masih berdiri di hadapannya kemudian segera menundukkan wajahnya. Nizam kemudian duduk berhadapan dengan Nurmala,

"ini, minumlah! agar kamu merasa tenang," Nizam mengulurkan tangannya dan memberikan segelas air yang di bawanya tadi.

Nurmala meraih segelas air putih yang di bawa Nizam dan langsung meminumnya.

"Terimakasih bang, bang Nizam ada yang ingin aku tanyakan," Nurmala tiba tiba bersikap misterius seperti ada sesuatu yang sangat penting yang ia ingin ketahui.

"Ya, katakan saja apa yang ingin kamu ketahui?" Nizam menjawabnya santai.

"Pada saat kecelakaan itu... Apa pelaku yang menabrak mobil kami selamat dari tabrakan itu?" tanya Nurmala dengan mimik wajah yang serius sambil mengernyitkan dahinya berusaha mengingat kejadian nahas hari itu.

"Hmm, ya dia selamat," Nizam sedikit bingung dalam menjawab pertanyaan Nurmala yang begitu tiba tiba.

"Apa orang itu sudah membayar atas perbuatannya?" Nurmala kembali bertanya, pertanyaannya membuat Nizam semakin gugup. Nizam nampak kebingungan untuk menjawab pertanyaan Nurmala, dan terdiam sejenak dengan raut wajahnya yang serius.

"Sekarang apa yang harus aku jawab? apa Nurmala akan menerima kenyataan, bahwa orang yang sudah merenggut seluruh keluarganya, dan membuatnya lumpuh..." Nizam bergumam dalam hatinya. Sebelum Nurmala membuyarkan lamunannya.

"Kenapa diam saja bang?" Nurmala semakin penasaran setelah melihat mimik wajahnya yang mencurigakan. Namun, Nizam belum juga menjawab ia kembali teringat dengan keributan yang telah ia buat saat di kantor polisi.

"Apa yang kamu sembunyikan bang Nizam? kenapa abang tidak menjawab pertanyaan ku! bukankah aku berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Tepi: Tetaplah Bersamaku
9.4
Dua tahun lalu, Regan menikahi Ella demi melindungi wanita lain. Menganggap Ella licik, Regan mengabaikan ketulusan istrinya selama sepuluh tahun dengan sikap dingin. Namun, saat Ella mulai lelah dan ingin menyerah, ketakutan justru melanda Regan. Ketika nyawa Ella terancam saat mengandung anak mereka, Regan akhirnya tersadar bahwa cinta sejatinya selama ini hanyalah untuk sang istri.
Sampul Novel Hidden Baby Girl
9.1
Ketika David memintanya menggugurkan kandungan, Laras memilih pergi demi melindungi sang calon bayi. Namun, pelariannya tak pernah tenang karena terus dibayangi masa lalu. Setelah bertahun-tahun berlalu, takdir justru mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh berbeda. Kini, di tengah sisa-sisa perasaan cinta yang masih terpendam, akankah mereka memilih bersatu demi buah hati mereka, atau justru tetap melangkah di jalan masing-masing?
Sampul Novel Introvert Japanesegirl
9.8
Sosok misterius Yoshida Yui, gadis blasteran Jepang-Indonesia berponi panjang, memicu rasa penasaran Andre di sebuah sekolah elit Jakarta. Namun, ketertarikan sang ketua kelas populer tersebut justru menyulut api cemburu di hati Rara, sahabat dekatnya yang berwatak judes. Situasi kian pelik ketika Takeru Ryota, teman masa kecil Yui dari luar negeri, tiba-tiba hadir di Indonesia untuk memperjuangkan cintanya. Persaingan sengit pun tak terhindarkan di antara mereka semua.
Sampul Novel Jodoh Serigala Putih yang Ditolak Sang Alpha
8.2
Pameran seni perdanaku hancur saat Baskara, Alpha pasanganku, melindungi wanita lain di media. Demi aliansi baru, dia mengabaikan ikatan kami, meremehkan karyaku, dan mencuri ide bisnis triliunanku. Setelah empat tahun dihina sebagai Omega penurut, kesabaranku habis. Melalui dokumen palsu yang dikira pengalihan hak seni, aku menjebaknya untuk menandatangani Ritual Penolakan. Kesombongan sang Alpha akan menjadi senjata yang menghancurkan dirinya sendiri.
Sampul Novel Occidens
9.7
Akibat ketamakan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran hidup dalam kebencian dan kutukan. Perlahan, hatinya yang dingin mencair berkat Selena, gadis pencari kayu yang selalu ceria. Namun, takdir kejam menguji cinta mereka saat Edgar dinobatkan sebagai pemimpin kaum immortal sekaligus penguasa klan demon. Aturan mutlak melarang sang raja memiliki ratu. Bisakah hubungan mereka bertahan menghadapi hukum dunia immortal yang sangat mengikat?
Sampul Novel Paman Terobsesi Padaku
8.3
Kehidupan indah Serena hancur seketika setelah orang tuanya tiada. Kini, ia harus menghadapi perubahan drastis Paman Xavier yang dahulu sangat menyayanginya. Sang paman bertransformasi menjadi sosok posesif yang mengontrol ketat setiap jengkal kebebasan Serena. Di balik kelembutan Xavier saat keinginannya dituruti, tersimpan ancaman senjata tajam yang siap mengintai tiap kali Serena membangkang. Serena pun terjebak dalam lingkaran obsesi mengerikan pamannya.