APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Benih Sang Paranormal

Benih Sang Paranormal

Intan, desainer sukses berusia 30 tahun, begitu fokus pada karier hingga mengabaikan asmara. Status lajangnya memicu gunjingan tetangga dan tekanan dari ibunya, Sukma. Terbebani situasi ini, Intan mencurahkan isi hatinya kepada sang sahabat, Luna. Menyadari sikap dingin Intan pada pria, Luna curiga ada pengaruh sihir di baliknya dan menyarankan pengobatan alternatif. Benarkah ada kekuatan gaib yang selama ini menghalangi jodoh Intan?
Bab
Bagikan

Bab 2

Sukma yang memiliki sifat keras, dan cerewet kepada Intan terlihat terus mendesak sang putri agar berkata jujur. Namun, hal itu justru membuat Intan terlihat semakin tertekan dan menangis. disaat yang bersamaan Adipati yang sejak pagi ada di restoran tiba di rumah, ada rasa bingung dalam hatinya saat melihat sang putri menangis hingga sesenggukan.  “Ada apa, Ma? Kenapa Intan menangis sampai seperti itu,” tanya Adipati yang baru saja masuk ke dalam rumah.  “Papa lihat itu. Mama menemukan sebuah testpack di bawah tempat tidur, tapi saat Mama tanya kepada Intan dia justru hanya diam membisu dan menangis!” jawab Sukma dengan nada kesal.  “Ma, Intan itu bukan gadis remaja yang bisa kamu atur ataupun kamu paksa seperti ini. Apa kamu lupa jika Intan sekarang sudah berusia 30 tahun,” ucap Adipati sambil duduk di samping sang istri.  “Aku tahu, tapi Mama seperti ini karena demi kebaikan dia juga. Dan apa salahnya Mama tanya masalah test ini,” jawab Sukma sambil terus menatap Intan dengan tatapan marah.  “Ya sudah, lebih baik biarkan Intan masuk ke kamarnya. Nanti setelah semua sudah tenang kita tanyakan hal ini lagi,” ucap Adipati. “Intan lebih baik kamu masuk ke kamar dan istirahat, nanti jika kamu sudah merasa tenang kamu bisa menjelaskan semua kepada kami,” perintah Adipati kepada sang putri.  Bagi Intan, Adipati adalah sosok seorang Ayah yang baik. Sejak Intan kecil Adipati selalu memberikan Intan kebebasan untuk menentukan kemana arah hidup yang dia inginkan, asal hal itu masih dalam kewajaran dan tidak menyimpang dari ajaran agama. Intan yang merasa aman langsung berdiri dan mulai berjalan ke arah kamarnya dengan perlahan.  “Intan, tunggu." Perlahan Sukma mulai mendekati Intan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya. Melihat Sukma yang hampir mendekat Intan pun terlihat gugup dan menggeser kakinya sedikit menjauhi sang ibu. Sukma yang merasa curiga dengan perubahan sang putri selama ini langsung memegang tubuh Intan.  “Jadi selama ini, kamu … .” ucap Sukma saat dia mulai meraba perut Intan yang sudah membuncit. “Maafkan Intan, Ma,” jawab Intan yang langsung menangis histeris. “plak!” tiba-tiba Sukma menampar pipi Intan dengan keras.  “Papa lihat, selama ini Intan telah menyembunyikan kehamilannya kepada kita!” teriak Sukma sambil membuka sedikit kaos yang dipakai Intan.  “Hamil,” ucap Adipati sambil terdiam seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.  “Mama memintamu untuk mencari kekasih yang mau menikahimu, bukan menyuruhmu untuk melakukan zina. Dasar perempuan tolol, bisa-bisanya kamu menyembunyikan ini kepada kami!” bentak Sukma sambil sedikit mendorong tubuh sang putri.  “Maafkan Intan, Ma. Intan benar-benar khilaf, semua ini Intan lakukan agar Intan sembuh dari pengaruh ilmu hitam yang dikirim seseorang,” jawab Intan sambil terus menangis.  “Ilmu hitam, jadi selama ini kamu pergi ke dukun untuk mencari jodoh?” tanya Adipati sambil berdiri dari tempat duduknya.  “Iya, Pa. Saat Mama mendesak Intan untuk segera menikah, Intan berpikir keras bagaimana mungkin aku bisa menikah sedangkan sikapku kepada laki-laki sangat dingin dan terkesan cuek, yang ada dalam pikiranku hanyalah karier dan karier. Maka dari itu aku berpikir jika ada seseorang yang telah mengirim ilmu sihir kepadaku,” jelas Intan sambil menunduk.  “Ya Allah, Intan. Harusnya kamu bisa berdiskusi dengan Mama dan Papa sebelum kamu melangkah, kamu bukan gadis remaja … .” belum selesai Adipati berbicara Sukma langsung menjambak rambut Intan dan menyeretnya ke kamar mandi.  “Dasar anak tolol, harusnya kamu bisa bedakan mana yang benar mana yang salah. bukannya malah hamil diluar nikah, kamu memang tidak bisa di banggakan. Hanya bisa bawa malu orang tua saja!” bentak Sukma sambil mengguyur tubuh Intan dengan air.  “Berhenti, Ma! Apa yang kamu lakukan,” bentak Adipati sambil mengambil gayung dari tangan sang istri.  Sejak kecil Intan memang bukanlah anak yang melawan orang tuanya apalagi kepada Sukma. Bagi Intan orang tuanya adalah jalan untuknya meraih mimpi dan sukses. Jadi tidak heran saat Sukma memperlakukan Intan dengan kasar dia hanya menangis tanpa mau melawan.  “Apa Papa tidak lihat, anak kita hamil tanpa suami? Itu akan membuat kita malu di keluarga besar dan di lingkungan ini!" bentak Sukma dengan mata tajam.   "Papa tahu, tapi bukan seperti ini caranya, Ma. Ini hanya akan membahayakan Intan dan bayinya saja." Adipati berusaha membantu Intan berdiri.   “Biarkan saja, Mama sudah tidak peduli dengan anak ini. Lebih baik kamu suruh dia bereskan pakaiannya dan pergi dari rumah ini,” perintah Sukma kepada sang suami. “Intan lebih baik kamu masuk ke dalam kamar, dan ganti pakaianmu. Beberapa menit lagi Papa akan ke kamarmu,” perintah Adipati sambil mengusap rambut Intan dengan lembut.   Perlahan Intan pun berjalan ke arah kamarnya, pakaian yang basah kuyup membuatnya sedikit merasakan dingin. Setelah Adipati memastikan sang putri sudah masuk ke dalam kamar. Dia langsung menarik tangan Sukma dan mengajaknya ke ruang keluarga.  “Sekarang kamu ikut aku!" perintah Adipati sambil menarik tangan Sukma dengan kasar.   "Ada apa! Kamu mau menyalahkanku lagi," bentak Sukma sambil melepaskan tangan sang suami dengan kasar.  "Aku tidak menyalahkanmu, tapi apa bisa kamu tidak bersikap terlalu keras kepada Intan. Apalagi dengan kondisi dia yang sekarang!" jawab Adipati sambil menatap Sukma dengan tajam.   “Terlalu keras. Apa kamu tidak lihat dia sudah hamil di luar nikah, dan itu berarti kita akan dikucilkan oleh tetangga khususnya seluruh keluarga besar dan kamu tahu itu gara-gara siapa? Gara-gara aib yang sudah dibawa oleh Putri kesayanganmu itu!" bentak Sukma.  "Aku tahu, tapi Intan bukan anak abg yang bisa kamu perlakukan sesuka hatimu, dia itu sudah bukan anak remaja lagi. Kita bisa bicarakan baik-baik, lagi pula semua ini juga karena kesalahanmu yang terlalu memaksakan kehendak," jawab Adipati sambil duduk di sebuah sofa.   "Kesalahanku? Jadi kamu pikir aku Ibu yang gagal dalam mendidik anak."  "kamu tidak gagal, Ma. Hanya saja kamu terlalu menuntutnya untuk secepatnya menikah, sedangkan kita tahu jodoh itu rahasia Tuhan," jelas Adipati sambil berdiri dari tempat duduknya.  "Sudah, lebih baik kamu siap-siap. Kita akan menemui keluarga laki-laki itu untuk meminta pertanggung jawabannya," tambah Adipati sambil berjalan ke arah kamar Intan.  Sukma hanya bisa terdiam mendengar ucapan Adipati, sejenak dia mulai berpikir tentang sikapnya kepada Intan selama ini. Hanya karena malu atas cibiran banyak orang dia harus mendesak sang putri untuk segera menikah. Hingga hal itu berimbas pada mental sang putri.   "Apa mungkin jika aku terlalu memaksakan kehendak? Tapi semua aku lakukan demi kebaikan putri ku," gumam Sukma sambil duduk di sofa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dersik: Begu Ganjang Telah Kembali
9.1
Dersik kembali ke Desa Mangpusu demi menuntaskan dendam masa lalu. Meski puluhan tahun berlalu, parasnya tetap awet muda dan memikat. Sunarni, sang mantan majikan yang didera rasa bersalah, kini tak berdaya saat keluarganya dihabisi satu demi satu. Di tengah teror Begu Ganjang yang mencekam, seorang dukun sakti bernama Surya curiga bahwa Dersik adalah mantan kekasihnya. Rumitnya, putra Sunarni malah jatuh hati pada sosok misterius yang berniat menghancurkan mereka.
Sampul Novel Dunia Mimpi Para Jomblo
8.1
Pasca-kelulusan kuliahnya di Bandung, Rino Rahman sangat mendambakan kehadiran cinta yang belum pernah ia rasakan. Di tengah kesepian itu, muncul sosok misterius yang menawarkan bantuan untuk mewujudkan impian asmaranya lewat dunia mimpi. Apakah tawaran tersebut benar-benar membawa kebahagiaan nyata atau hanya sekadar janji manis tanpa bukti? Simak kisah unik perjuangan Rino dalam mengejar cinta sejati yang membentang di antara batas kenyataan dan alam khayalan.
Sampul Novel Iblis Suci
9.1
Yatim piatu sejak kecil karena orang tuanya gugur demi masyarakat, Limdong hidup terisolasi. Tubuhnya menyimpan kekuatan luar biasa yang kerap meledak tak terkendali, membuat orang-orang takut dan menjauhinya. Demi mendapatkan perhatian, ia sering berbuat usil, namun tindakan itu justru memperburuk keadaannya. Di tengah kesendirian dan penolakan sosial tersebut, ia memendam impian besar untuk menjadi seorang Raja. Sanggupkah pemuda yang dianggap aneh ini mewujudkan ambisinya?
Sampul Novel KAHINA
8.1
Kematian tragis Kahina di tangan perempuan tua gila pada 1982 menyingkap tabir hitam keluarga Laksmi. Tragedi ini menyeret Laksmi melakukan perjalanan raga sukma ke tahun 1881, mengungkap dosa leluhurnya yang bersekutu dengan sekte pemuja setan dan konspirasi Logi Persahabatan. Sejak era VOC, kolonial, hingga pandemi 2021, jaringan kriminal keji tersebut rupanya terus beroperasi secara rahasia, mengiringi lembaran sejarah Indonesia yang penuh pertumpahan darah.
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark, putra angkat saudagar kaya di zaman dinasti, menyimpan rahasia besar. Ia mewarisi kekuatan dahsyat Raja Iblis sekaligus kelembutan sang ibu yang tewas dibunuh rival ayahnya. Berbekal umur panjang, Skylark terus membasmi monster hingga zaman modern. Di tengah misi membalaskan dendam kematian ibunya, akankah jati diri aslinya terbongkar? Simak kisah perjuangan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Reinkarnasi Dewa Bela Diri
9.0
Austin terlempar dari era modern dan terbangun di Dunia Bela Diri Utama masa lampau. Di sana, ia merasuki tubuh pemuda yang dicap bodoh dan tidak berdaya. Namun, Austin tetap memiliki pikiran yang tajam. Memanfaatkan raga barunya yang masih muda, ia bertekad melatih diri demi meraih kekuatan tertinggi. Inilah kisah perjuangan Austin untuk mendominasi dunia dengan kekuatannya sendiri dan menjadi sosok Dewa bela diri legendaris.