APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel BENIH KAKAK IPAR

BENIH KAKAK IPAR

Kehidupan indah Nayla Maldania bersama sang suami, Alvin Rayes, hancur seketika setelah perselingkuhan pria itu terungkap. Dalam kondisi mengandung dan terluka, takdir justru mendekatkan Nayla kepada Alvaro Rayes, kakak iparnya sendiri. Hubungan terlarang pun mulai terjalin di antara mereka. Kini, Nayla dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan demi anak di kandungannya, atau berpaling pada ketulusan Alvaro. Siapakah pria yang akan ia pilih sebagai pelindung hidupnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Andai saja Mas Alvin tidak pergi malam ini." Seorang wanita mengeluh saat mengingat suami tercintanya memilih pergi untuk urusan pekerjaan.

Nayla, wanita muda berparas cantik itu memilih duduk di depan meja rias untuk memoles sedikit wajahnya.

Wajah berlesung pipit itu terlihat berseri sembari membayangkan Alvin–sang suami–akan segera kembali.

Sebentar. Ya, kata itulah yang dia janjikan kepada Nayla. Wanita muda dengan kulit putih bersihnya itu merebahkan diri di atas tempat tidur berukuran besar. Benaknya membayangkan sikap manis Alvin yang yang selalu memanjakannya. Entah kapan tepatnya mata bening itu terasa berat, membuatnya tertidur seketika.

Kulitnya meremang ketika merasakan hangatnya deru napas di tengkuknya. Tubuhnya terasa geli, ada sesuatu menggelitik perutnya. Tangannya terus menepis tangan kekar yang terus menjelajahi beberapa inti tubunya. Namun, tangan yang masih terbungkus kemeja itu memiliki tenaga yang kuat, hingga mampu menarik tubuh mungil Nayla semakin mendekat padanya.

Mata Nayla masih terasa berat untuk terbuka. Dalam cahaya ruangan kamarnya yang begitu minim, dia dapat melihat raut wajah seorang pria, meski tidak terlalu jelas.

Bibir Nayla perlahan melengkung menghadirkan senyum manis di sana, kala melihat samar-samar wajah pria itu juga kini ikut tersenyum. Mungkinkah Alvin menepati janjinya untuk tidak pergi terlalu lama?

Keinginan itu tak tertahan, keduanya telah terbakar gairah. Siluet tubuh mereka seakan menari indah di pantulan dinding. Berharap ada benih yang dapat segera tumbuh dalam rahim wanita muda itu.

Mata Nayla mulai megerjap. Rasa haus kini mulai menjalari tenggorokannya. Tangan wanita itu dengan cepat mencari saklar lampu utama untuk memperjelas penglihatan.

"Astaghfirullah!" pekik Nayla ketika mendapati seorang pria terbaring di sampingnya.

Dengan cepat dia menutupi tubuh bagian atasnya yang terbuka. Nayla memicingkan mata untuk memperjelas penglihatan. Berharap matanya salah melihat.

"Ka-Kak Alvaro!" ucapnya lirih. Wanita itu menutup mulut menggunakan telapak tangan. Ujung selimut semakin dia pegang erat. Dia menyadari bahwa pria yang berada di atas tempat pembaringan bersama sang suami, bukanlah lelaki miliknya. Dada Nayla mulai bergemuruh, kemana perginya Alvin?

Pria dengan dada terbuka itu, perlahan mulai membuka mata ketika mendengar suara seseorang memanggilnya.

"Auw!" Pria itu meringis seperti menahan sakit. Tangannya meremas rambut hitam lebat yang acak-acakan.

"Kak Alvaro!" teriak Nayla lagi, kali ini lebih keras dari sebelumnya.

Alvaro menoleh perlahan, kepalanya masih terasa berat. Matanya seketika membelalak saat melihat seorang wanita membalut tubuhnya dengan selimut tebal.

Dirinya semakin terkejut ketika menatap sang wanita yang tidak lain adalah adik iparnya.

"Kamu? Kenapa ada di sini?" tanyanya. Matanya menatap ke arah Nayla yang sedari tadi menunduk.

"Harusnya aku yang tanya seperti itu!" Wanita itu memberanikan diri bersikap tegas meski dengan suara sedikit bergetar.

Alvaro meraih kemeja dan celana panjang hitamnya di lantai lalu, dengan santai memakainya, meski beberapa langkah darinya berdiri Nayla yang sangat ketakutan.

"Kenapa Kakak berada di kamarku?" sentaknya lagi.

"Apa?" Alvaro menoleh dengan cepat setelah mendengar ucapan Nayla. "Ini kamar kamu?" Pria itu kembali bertanya dengan nada suara beratnya. Matanya mulai memindai setiap sudut ruangan.

Benar, ini bukan kamarnya. Ruangan perpaduan antara warna putih dan pink itu sudah jelas menunjukan jika dia telah salah masuk kamar.

Nayla tidak lagi bersuara. Air matanya kini telah luruh membasahi pipi. Dia mulai terisak sesaat mengingat kejadian beberapa saat lalu.

"Ya Tuhan!" Alvaro menepuk keningnya. "Sial! Gara-gara minuman itu aku jadi seperti ini," decaknya kesal.

Melihat Nayla yang telah terisak membuat hatinya menjadi segan. Perlahan dia menghampiri wanita yang masih menyembunyikan dirinya di balik selimut tebal berwarna putih. Jalannya masih sempoyongan akibat pengaruh wine dan sebuah obat dari sahabatnya.

"Kenapa Kakak melakukan semua ini? Apa salahku? Bagaimana ..., bagaimana kalo mas Alvin tahu?" tangis Nayla kini pecah. Perasaannya kacau, dan semuanya disebabkan oleh Alvaro.

"Nay, aku sungguh minta maaf. Aku nggak tahu akan berakibat fatal seperti ini. Aku nggak ada maksud untuk–"

"Untuk membuat pernikahanku hancur? Kak Alvaro memang sedari dulu tidak pernah menyukaiku. Apa ini alasan Kakak untuk menyingkirkan aku dari sisi mas Alvin?" cecar Nayla penuh amarah.

Dengan cepat, Alvaro menatap wanita muda di depannya. Dia sangat terkejut. Alvin yang selalu membanggakan sang istri begitu baik dan santun, akan tetapi kenyataannya sangat berbeda di depan Alvaro. Memang benar, Alvaro tidak pernah mengizinkan jika Alvin menikahi gadis desa seperti Nayla. Namun, bukan seperti ini cara memisahkan mereka.

"Lalu apa yang harus aku katakan kepada suamiku? Bahkan aku malu menampakan diri di depannya." Mata sembab Nayla menatap nyalang pada Alvaro. "Aku bukan seperti wanita-wanita kamu! Mereka bisa dengan mudahnya berlutut di bawah sepatumu. Aku wanita bersuami, dan aku tidak rela kamu melakukan itu padaku!"

Alvaro merasa terhina. Baru kali ini ada seorang wanita merendahkan dirinya. Selama ini, Alvaro selalu dipuja-puja kaum hawa. Mereka bahkan rela menawarkan tubuhnya pada lelaki kekar itu.

Namun, sekarang wanita yang tidak lain adalah saudara iparnya justru memandang sehina itu. Mata hazelnya membeliak, ada amarah yang ditampilkan di sana.

Alvaro berjalan semakin mendekat kepada Nayla, membuat wanita itu refleks memundurkan kakinya. Dia semakin panik ketika tubuhnya telah menempel pada dinding di belakangnya. Melihat Alvaro yang menatapnya intens membuat nyali Nayla ciut. Wanita itu takut jika Alvaro akan melakukan hal seperti tadi malam.

Wajah keduanya terlihat sangat dekat. Keduanya terlibat kontak mata. Hingga embusan napas Alvaro terasa hangat mengenai wajah Nayla.

Aneh. Itulah yang Alvaro rasakan. Niat hati ingin memberi perhitungan pada Nayla yang telah memakinya. Kini, hatinya mulai berdebar ketika menatap wajah cantik Nayla. Bibir tipisnya yang sedikit terbuka seolah membangunkan hasratnya kembali.

Deru suara mobil terdengar, membuat keduanya kini tersentak. Dari celah

gorden, Nayla bisa melihat siapa yang baru saja memasuki halaman rumahnya.

Matanya kembali terbelalak, mulutnya terbuka kala melihat Alvin yang turun dari mobil itu. Hatinya berdebar, seketika otaknya menjadi buntu. Dia bingung harus melakukan apa.

"Cepat Kakak keluar dari sini! Mas Alvin sudah datang, aku nggak mau dia berpikir macam-macam tentang keberadaan kamu di sini!" pintanya.

Tidak ada pilihan lain, pria dengan rahang tegas itu pun ingin segera keluar dari ruangan itu. Kali ini dia membenarkan ucapan Nayla. Alvin akan berpikiran buruk saat melihatnya berada di ruangan pribadi bersama istrinya.

Namun, sial. Baru beberapa langkah akan meninggalkan kamar, dia terpeleset akibat menginjak selimut yang Nayla kenakan. Refleks, tangan kekar Alvaro kembali memeluk tubuh ramping di dalam selimut. Kejadian itu terulang lagi, Alvaro kembali menindih tubuh Nayla.

"Nay!" Suara panggilan seseorang membuat mata keduanya saling pandang

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta
8.8
Clara terpaksa menjadi madam demi menggantikan sang ibu. Kehidupan kelam ini ia jalani sejak James merebut kesuciannya lewat transaksi mahal. Dipenuhi rasa benci, Clara bersumpah akan menghancurkan hidup lelaki itu sebagai balas dendam atas takdir buruknya. Namun, rencana tersebut diuji saat James kembali hadir sebagai pelanggannya. Di tengah gemerlap dunia malam, pertarungan sengit antara harga diri, dendam, dan hasrat yang membara pun tidak lagi terhindarkan.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Tuan Muda Gila
9.5
Yura terpaksa menggantikan posisi Mina yang kabur demi menyelamatkan keluarga angkatnya dari kehancuran finansial. Ia pun harus menikah dengan Ataya Wijaya, Tuan Muda yang selama ini ia rawat secara sembunyi-sembunyi. Menariknya, hanya pelukan hangat serta ASI dari Yura yang sanggup meredakan penyakit mental Ataya saat sedang kambuh. Kini, Yura terjebak dalam kehidupan pernikahan yang misterius bersama pria yang sangat bergantung penuh pada dirinya.
Sampul Novel Perjuangan Cinta Terlarang Majikan
8.8
Demi menyembuhkan penyakit jantung sang ibu, Keira Aveline nekat mengadu nasib di kota besar. Ia pun bekerja menjadi asisten rumah tangga di kediaman Reinhard Valegro, seorang CEO kaya raya yang dikenal memiliki pernikahan harmonis. Walau Reinhard awalnya sangat cuek, kehadiran Keira perlahan mulai menggoyahkan prinsip hidup sang majikan. Terjerat dalam intrik kekuasaan dan rahasia kelam, Keira tak kuasa menolak pesona Reinhard. Akankah asmara terlarang ini berujung pada kehancuran?
Sampul Novel PETAKA STATUS WHATSAPP
9.1
Kehidupan damai Hilda hancur seketika saat rahasia besar Rian terkuak. Tanpa disengaja, sebuah unggahan status WhatsApp menjadi awal mula terbongkarnya segala kebohongan dan pengkhianatan yang selama ini disembunyikan oleh pasangannya tersebut. Kini, Hilda terpaksa menghadapi kenyataan pahit tentang sosok pria yang sangat ia percayai selama ini. Sebuah kecerobohan fatal yang akhirnya membuka lebar kedok penipuan Rian.
Sampul Novel Rintangan Cinta Abadi
8.1
Kehidupan Aria, seorang miliarder metropolis, terusik saat Luna, cinta masa kecilnya, kembali dengan rahasia kelam yang memicu pengkhianatan. Situasi rumit ini menyeret Rian, sahabat Aria yang bimbang antara loyalitas dan rasa cintanya pada Luna. Kehadiran Maya menciptakan cinta segitiga yang pelik, sementara Evan datang mengungkap misteri masa lalu yang mengejutkan. Di tengah kekacauan ini, Nina membawa harapan baru bagi hubungan rumit keenam tokoh tersebut.
Sampul Novel Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu
9.4
Demi kesembuhan kekasihnya yang demam, Keisha rela mendaki Gunung Forel dengan berlutut di setiap anak tangga untuk mendapatkan jimat keselamatan. Meski fisiknya terluka parah, ia segera kembali ke rumah sakit. Namun, di balik pintu bangsal, Keisha justru mendapati kenyataan pahit. Presley dan teman-temannya menertawakan ketulusannya, bahkan merekam aksi ekstremnya menggunakan drone sebagai alat penipuan. Keisha terpaku mendengar rekaman perjuangannya di tengah hujan yang dijadikan bahan lelucon oleh pria yang dicintainya.