APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia

Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia

Impian Belleza tentang cinta sejati sirna setelah ia dipaksa menikahi Rafaele demi aliansi bisnis mafia. Di tengah jeratan dunia hitam dan dominasi sang suami, ia bertahan hanya untuk melindungi keluarganya. Namun, situasi memanas saat ayahnya tewas di wilayah Jefferie, memicu dendam membara dalam diri Belleza. Sembari mengandung dan menghadapi intrik pengkhianatan yang perlahan terungkap, ia berjuang mencari kebenaran. Akankah dendam ini menghancurkan mereka, atau justru menumbuhkan cinta?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Jangan bodoh, Damian. Untuk saat ini, Rafaele adalah senjata paling berguna untuk kita. Apa kau tak lihat bagaimana diriku sekarang?” Alaric menyahut. “Kita membutuhkan dia. Tidak peduli meski seberapa brengsek laki-laki itu,” imbuhnya menegaskan.

Mata biru itu menyorot tajam ke arah pria muda di hadapan. Damian Steel. Kakak dari Belleza. Sekaligus putra mahkota dari keluarga Steel.

Menguasai beberapa wilayah besar pasar gelap di Italia. Pemasok senjata ilegal antar Negara. Juga, menjadi penyuplai berbagai macam obat terlarang hampir ke semua Negara tetangga. Dengan kuasa sebanyak itu dalam genggaman, sosok Damian pun menjadi dijunjung-hormat oleh para klan lain. Beberapa kelompok Gangster, bahkan sudah tunduk di bawah komando sang Damian. Oleh semua keberkahan itu, Damian pun kemudian dijuluki sebagai The Master. Disegani karena trik dan intriknya ketika menghadapi musuh.

Jika kebanyakan mafia akan lebih memilih senjata api untuk mengambil nyawa dari lawannya. Namun, tidak dengan Damian. Selain petarung andal. Damian adalah tipe yang lebih suka menggunakan pisau, pedang, atau benda-benda tajam lainnya. Walau tetap, pertahanan terakhirnya adalah senjata api.

Akan tetapi, semua kekuasaan itu bahkan belum cukup sepadan dengan Rafaele Jefferie. Status keluarga Steel, masih berada di bawah keluarga Jeffie.

Mau seluas apa wilayah bisnis Damian, jika untuk sebuah izin operasi harus menunduk di hadapan seorang Rafaele, itu berarti Damian tak ubahnya kartel yang hidup dengan bergantung dari perlindungan sang Rafaele agung. Atas alasan itu pula, Damian pun tak bisa menolak, ketika mendiang Henry melamar sang adik untuk dijadikan menantu di dalam istana Jeffie.

Alih-alih lamaran. Kedatangan Henry beberapa bulan lalu ke kediaman keluarga Steel, lebih layak jika disebut sebagai perundingan.

Pernikahan antara Rafaele dan Belleza, tak ubahnya seperti sebuah bentuk persekutuan berkedok penyatuan keluarga dari kedua mempelai. Kenyataannya, sebelum kedatangan Henry, Damian dan Rafaele adalah dua kubu yang sering terlibat sengketa. Damian memiliki wilayah, namun Rafaele menggenggam perizinannya. Menjadikan dua laki-laki itu terus mencari celah. Titik lemah dari masing-masing pihak. Tidak ada alasan lain. Mereka sama-sama ingin menjadi yang teratas.

Akan tetapi, ambisi rupanya tak sejalan dengan realita. Henry sakit keras. Sementara Alaric hanya seorang pemimpin klan yang telah cacat. Hanya memiliki satu kaki, imbas dari perang antar klan puluhan tahun silam.

“Kau tidak memercayaiku, Ayah.” Suara berat Damian tertahan. Memunculkan urat-urat lehernya hingga tampak menegang. Mata dengan warna yang sama milik Alaric itu, kini pun tengah menatap tajam ke arah sang ayah.

Berulang kali Damian coba membujuk Alaric, agak mempertimbangkan kembali perihal pernikahan Rafaele dan Belleza. Akan tetapi, sia-sia saja. Alaric tak akan bisa digoyahkan lagi, ketika dia sudah mengambil keputusan. Menjadikan Damian harus bergumul dengan emosi yang ia pendam sendiri.

Bertahun lamanya harus hidup terpisah dengan Belleza, dan kini ketika Belleza telah kembali, tiba-tiba dia pun akan dijadikan sebagai alat penguat bisnis Alaric. Sebagai seorang kakak, tentu Damian tak rela hati. Apa lagi, mengetahui Belleza akan dinikahi oleh seorang laki-laki iblis seperti Rafaele.

“Aku memercayaimu. Lebih dari diriku sendiri. Dan kau tahu itu, Dam. Tapi kita berdua saja tidak cukup kuat untuk bertahan di bisnis ini. Kita butuh Rafaele. Suka, atau tidak suka.” Tegas cara Alaric mematahkan kalimat dari Damian tadi.

Asap cerutu kemudian tak lagi berpesta di udara. Alaric telah mematikan arang api pada ujung benda berukuran 17cm tersebut. Meninggalkannya terbaring di atas cohiba asbak berwarna hitam. Lantas menjatuhkan punggungnya pada sandaran tinggi tempat duduk.

“Dan mengumpankan Adikku pada iblis itu? It's not my plan, Dad! But you!” Kali ini Damian mengecam ayahnya sendiri.

Mulai tak tahan melihat gelagat pria tinggi di depannya, Alaric kemudian bangkit berdiri. Meraih tongkat yang selama ini sudah seperti kaki kirinya. Membuat langkah tetap berjalan, meski nyatanya dia kini adalah seorang manusia dengan sebelah kaki kanan saja.

Tok... Tok... Tok...

Suara tongkat yang beriringan dengan sepatu pantofel, mengetuk permukaan lantai parket dari ruangan kerja Alaric. Membawa paruh baya itu semakin mendekat pada Damian.

Sampai ketika posisi ayah dan putranya itu telah sejajar, keduanya intens menatapi masing-masing. Alaric bisa melihat jelas tulang rahang Damian yang sengaja dikeraskan. Menjadi tanda, jika saat itu Damian masih menahan diri.

“Putraku.” Alaric menyentuh salah satu bahu Damian. “Di dalam dunia kita, hidup dan nyawa kita adalah milik keluarga. Milik klan. Aturan itu juga berlaku untuk Adikmu. Selama ini dia sudah sangat cukup menikmati kebebasan di luar sana. Dan sekarang, waktunya dia kembali. Mengabdikan diri dan hidupnya untuk keluarga. Bukankah kau pun juga mengetahui ini sejak lama?” paparnya mengingatkan sekali pada Damian. Tentang bagaimana cara kerja hidup mereka yang telah berlangsung sedari mereka belum lahir.

Dan bertepatan dengan itu, sosok yang sedang menjadi topik perbincangan terlihat datang melewati daun pintu ruangan yang terbuka lebar. Dengan ekspresi wajah dingin, gadis muda berusia 22 tahun tersebut menghampiri dua laki-laki di depan meja kebesaran sang pemimpin keluarga Steel. Jadilah Alaric dan Damian menoleh bersamaan pada Belleza.

“Dari mana saja, kau, Bella?” Pertanyaan segera datang dari Alaric. Wajah separuh abad itu terlihat makin tua, manakala dahinya menciptakan kerutan saat menanyai sang putri.

“Menemui calon suamiku,” jawab Bella enteng.

Kontan, Damian pun melebarkan matanya. Kaget.

“Apa? Jadi kau diam-diam pergi keluar, hanya untuk datang pada si brengsek itu?” reaksi Damian tampak tak suka. Kedua alis tebalnya menukik tajam. Memasang ekspresi kesal.

“Setidaknya aku ingin lihat, seburuk apa orang yang akan melalap tubuh dan hidupku kelak.” Bella menyahut dengan senyuman smirk. Menoleh pada wajah Alaric, “dan terima kasih, Ayah. Kau sudah memberiku iblis paling sempurna,” tandasnya menyindir.

Mendengar perkataan Bella, sontak membuat dada Damian kian bergemuruh. Laki-laki itu kembali menatap wajah Alaric, setelah tadi teralihkan pada sosok sang adik.

“Kau dengar sendiri, Ayah. Apa kau benar-benar serius akan melakukan ini?” Untuk ke sekian kali, Damian kembali mendesak Alaric.

Di hadapannya, Alaric tampak sudah membuka mulut untuk menjawab. Akan tetapi, kalah cepat dari Bella. Gadis itu yang lebih dulu menyahut.

“Tapi, baiklah. Aku akan menikahinya. Lagi pula, aku memang tidak bisa menolak hal ini. Benar begitu, ‘kan, Ayah?” Bella tersenyum devil. Bergantian memandangi wajah ayah dan kakak lelakinya sekilas, sebelum kemudian berbalik badan. Menarik dirinya hengkang meninggalkan ruangan sang ayah. Langkahnya sangat cepat, hingga tak mungkin bagi Alaric untuk mengejar.

Alaric hanya bisa memanggil-manggil nama Bella. Memanggil tanpa mendapat jawaban. Bella tetap melangkah pergi, sampai benar-benar tidak terlihat lagi oleh mata Alaric dan Damian.

***

Malam hari di istana Jeffie.

Rafaele tengah asyik bercumbu dengan seorang wanita di dalam sebuah ruangan khusus. Ruangan yang biasa disebut sebagai arena bermain oleh si empunya. Di ruangan dengan dinding kaca itu, Rafaele menghibur kesepiannya selama ini.

Duduk di sofa hitam panjang, sang wanita tampak begitu menikmati mulut Rafaele yang tengah menjelajahi kulit lehernya.

“Aaah, Raf ... aku dengar kau akan segera menikah. Apakah itu benar, atau hanya kabar burung saja?” Di tengah cumbuan, wanita dengan gaun merah panjang itu bersuara. Menanyakan tentang pernikahan Rafaele dan Belleza yang akan segera digelar.

Rafaele menjeda pergerakan bibirnya. Namun, sama sekali tak mengangkat dirinya yang tengah asyik bermanja dalam dekapan sang wanita. Bibir merah sensual itu pun tersenyum, ketika mendongakkan kepala menatap wajah lawan bicara.

“Ya ... itu memang benar. Aku akan menikah. Apa itu membuatmu kecewa?” Jawaban dari Rafaele.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintamu Bohong, Ya?
8.7
Kirana hancur saat mengetahui rahasia kelam suaminya, Raka, di balik keguguran yang dialaminya lima kali berturut-turut. Di depan ruang dokter, ia mendengar Raka mengaku sengaja memberinya obat aborsi agar rahimnya diangkat, sementara selingkuhannya yang bernama Maya sedang hamil sehat. Menyadari pernikahan dan cinta tulusnya selama ini hanyalah kebohongan fatal yang dirancang untuk menghancurkannya, Kirana harus menghadapi kenyataan bahwa fisiknya kini melemah tanpa harapan bisa mengandung lagi.
Sampul Novel Escaping The Madhouse
9.7
Selepas kabur dari lelang gelap yang menjual nasibnya, Alana hanya punya satu tujuan: berlari sejauh mungkin. Namun, takdir mempertemukannya dengan sebuah rumah mewah yang menyimpan bahaya lain. Pria di dalamnya, Jeffrey, memberinya satu pilihan: bantu balas dendamnya, dan tubuh Alana menjadi taruhannya. Di balik kemewahan itu, teror dan hasrat saling jalin-menjalin. Alana terjebak dalam lingkaran gelap yang makin sulit ia kuasai. Bisakah ia selamat dan terbebas, atau justru tenggelam lebih dalam ke dunia yang ia masuki? Kisah ini adalah dark romance dalam balutan mafia romance yang mempertaruhkan segalanya.
Sampul Novel Jadi Istri Kedua Sang Ceo
9.4
Kematian tragis Fero demi menyelamatkannya dari kecelakaan membuat Lania Herbert begitu terpukul. Di tengah keputusasaan, ia mencoba bunuh diri dengan menabrakkan diri ke mobil. Bukannya tewas, Lania justru terlempar ke dimensi asing yang mengerikan, tempat monster-monster ganas keluar dari Dungeon dan menghancurkan peradaban modern. Demi bertahan hidup di dunia baru yang kacau ini, ia terpaksa menjalani peran tak terduga sebagai istri kedua dari seorang CEO yang sangat kuat.
Sampul Novel Putri Kandung yang Diperlakukan Asing
9.7
Setelah resepsi pernikahannya dibatalkan untuk ke-88 kalinya karena sang adik angkat, Yasmin, mengancam bunuh diri, Willa mengambil keputusan besar. Ia memilih pergi mengembangkan pasar di Negara Heksa selama sepuluh tahun, meninggalkan tunangannya, Aditya, serta orang tuanya yang selalu menyalahkannya atas depresi Yasmin. Diusir secara verbal oleh ayahnya sendiri yang menganggapnya egois, Willa akhirnya menyerah untuk mendapatkan kasih sayang mereka dan memilih pergi selamanya.
Sampul Novel Terjebak Nafsu Dua CEO
8.9
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya dan menjaga kemitraan korporat, Karine mengambil keputusan berat. Sebagai duta perusahaan, ia terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada dua CEO, Bilang dan Arum. Dua tahun lamanya Karine bertahan menjadi wanita simpanan mereka, mengabaikan fakta bahwa kedua pria itu telah beristri demi profesionalitas dan ambisi. Kini, rahasia gelap tersebut terancam terbongkar saat para istri mulai mencurigai adanya perselingkuhan.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Duda Lumpuh
8.5
Senja terpaksa menikah dengan Aksa Wijaya, duda beranak satu yang lumpuh akibat kecelakaan tragis. Setelah koma sebulan, Aksa ditinggalkan oleh istrinya, Riyanti, yang menolak merawatnya. Meski kondisi Aksa terpuruk, Senja tetap yakin suaminya bisa sembuh. Kini, ia bertekad merawat Aksa dengan sabar sekaligus berjuang melunakkan hatinya demi kesembuhan sang suami.