
Begitu Reinkarnasi, Kutukar Kondom Suamiku
Bab 3
Keesokan harinya, aku diam-diam memasang kamera pengawas di rumah. Begitu suamiku keluar, aku juga mencari alasan untuk pergi, lalu di kafe dekat rumah, aku membuka ponsel dan mulai memantau semua gerak-gerik Felly.
Dia terlihat masuk ke kamar tidurku, mengenakan piyamaku yang mahal. Dia menyemprotkan parfum ke tubuhnya, lalu mendengus sinis sambil bergumam.
"Laki-laki sekaya itu mana mungkin suka sama Siena yang nggak punya selera. Badan kering kerontang kayak kentang busuk, mana bisa dibandingin sama tubuhku!"
Sambil bicara, dia mengeluarkan tas Hermos edisi terbatas punyaku, mencoba memakainya dengan berbagai gaya. Ekspresi wajahnya sangat angkuh.
Saat itu juga, Riko menelepon. Felly langsung menunjukkan wajah sebal.
"Apa lagi sih?"
"Bagaimana, ada kemajuan nggak? Johan tadi malam sudah kamu tidurin belum?"
Suara Riko yang cemas terdengar dari seberang.
"Tidur apanya. Dia itu kayu mati, sudah aku godain habis-habisan juga nggak ada reaksi. Jangan-jangan dia gay!"
Mendengar itu, Riko makin panik.
"Dasar perempuan nggak berguna! Biasanya kamu gampang banget merayu laki-laki berengsek di luar, kenapa sekarang pas benar-benar dibutuhin malah nggak bisa apa-apa!"
"Cih!"
Felly langsung memaki kasar.
"Riko, kamu masih tega salahin aku? Kalau saja kamu nggak dikejar utang sampai hampir dibacok, apa aku perlu repot-repot godain laki-laki lain? Lagi pula, kalau dia nggak mau tidur sama aku, aku bisa apa?"
"Bodoh! Kalau nggak tidur bareng, bagaimana bisa hamil!"
Mendengar kata-kata Riko, Felly tiba-tiba teringat sesuatu. Matanya berkilat, lalu tampak bersemangat.
"Benar juga. Sekarang teknologi sudah canggih banget. Selama aku bisa dapetin kondom bekas Johan, nggak susah buat hamil anaknya!"
Setelah itu, dia menurunkan suara dan mulai berbisik merencanakan sesuatu dengan Riko. Karena kualitas rekaman terbatas, aku tidak bisa mendengar sisanya dengan jelas.
Akan tetapi, sampai di sini, aku sudah bisa menebak apa yang ingin mereka lakukan.
Malam itu, saat aku pulang, baru saja masuk rumah aku melihat suamiku keluar dari kamar dengan panik. Sementara di belakangnya, Felly muncul dengan pakaian berantakan.
Begitu melihatku, ekspresi suamiku langsung berubah. Dia buru-buru memelukku.
"Sayang, jangan salah paham. Tadi sahabatmu bilang bajunya rusak, minta aku lihat. Aku baru mau nolak, eh dia malah tiba-tiba buka baju..."
"Mana mungkin aku salah paham, Sayang."
Aku cepat-cepat menyela ucapannya, takut dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya.
Lalu, aku segera meraih lengannya, berpura-pura tenang sambil menoleh ke arah Felly.
"Felly, kamu nggak apa-apa, 'kan?"
"Aku… aku balik ke kamar tamu dulu!"
Felly tiba-tiba menutup mulutnya, lalu berlari pergi.
Sikap ini persis yang dia lakukan di kehidupanku sebelumnya. Dia berpura-pura jadi korban, padahal diam-diam sudah menyalakan kamera ponsel untuk membuat bukti palsu, seolah suamiku mencoba melecehkannya.
Bukti palsu itulah yang dulu tersebar di internet, dijuluki netizen sebagai 'hukuman dari Tuhan' yang menghancurkan hidupku dan suamiku.
Kali ini, aku ingin lihat bagaimana dia bisa berulah lagi ketika semua gerak-geriknya sudah terekam kamera pengawas!
Anda Mungkin Juga Suka





