APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Before After: Marriage

Before After: Marriage

Crystal Winter Oberoi selalu bingung dengan sikap dingin dan kasar Austin, kakak laki-lakinya. Padahal, kekejaman Austin hanyalah topeng untuk meredam rasa cinta terlarang yang kian tumbuh. Austin bahkan nekat bertunangan demi mengubur perasaannya, tetapi cinta itu tetap bersemi kuat. Kini, kakak beradik tersebut terjebak dalam pusaran dosa dan dilema batin yang rumit, mengancam hubungan darah serta komitmen yang telah mereka bangun.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kamu yang memulai, kamu juga yang mengakhirinya. Ternyata, perasaan memang sebercanda itu."

-Sinner-

🍑🍑🍑

"Let's talk, Crystal Winter Oberoi." Kali ini suaranya terdengar begitu tajam dan dalam.

Sontak saja, Crystal menghentikan langkah kakinya, memejamkan matanya berusaha untuk tidak terlihat lemah yang akan berakhir menjadi tangisan. Dengan pergerakan lambat, ia membalikkan badannya, menatap seseorang yang telah memanggilnya, dia Austin. "Talk about what?"

"About you and me," katanya yang terus menatap Crystal dengan intens. Tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.

Ketika Austin selalu mendekat, mencari kesempatan untuk berbicara dengan Crystal, maka saat itu ia buru-buru pergi menjauh, sebisa mungkin menghindar dari Austin. Ia hanya tidak mau semua pondasi yang telah ditata sedemikian rupa, hancur seketika hanya karena sikap manis Austin padanya.

Crystal menggeleng lemah. "Ku pikir tidak ada yang perlu dibicarakan, Kak," jawabnya menekankan kata terakhir.

Austin bergerak maju, membuat Crystal berjalan mundur, ia menggelengkan kepalanya. "Stop, Kak!"

Setelah mengatakan itu, Crystal berbalik dan akan melangkahkan kakinya pergi, tapi gerakan cepat ketika Austin meraih pergelangan tangannya membuat rasanya Crystal ingin menangis. Ia benci ketika berada di saat seperti ini. "Ku mohon lepaskan," katanya menatap Austin dengan pandangan memohon.

Austin menggeleng, "Sangat banyak yang perlu kita bicarakan, Crys."

"Mengertilah, kau sudah dewasa. Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan." Crystal mencoba untuk melepaskan pergelangan tangannya dari Austin, tapi gagal. Pria terlalu kuat untuk dilawan.

Tanpa banyak kata, Austin membawa Crystal menuju kamar gadis itu yang memang dekat dari tempat di mana mereka berada. Austin mengunci pintunya, lalu menatap Crystal dalam. "Aku merindukanmu," gumamnya mulai meraih tengkuk Crystal—berniat untuk mencium gadis itu.

Tapi dengan cepat Crystal menghindar, ia menggelengkan kepalanya. "Kau tidak bisa melakukan ini, Kak."

"Why not, baby?"

"Kau sudah memiliki tunangan. Setidaknya, hargai perasaan tunanganmu itu."

"Kau cemburu?"

"Tidak, untuk apa?" balas Crystal berusaha menahan rasa nyeri di dadanya. "Please, leave me alone," lanjutnya dengan suara melemah.

Crystal membalikkan badannya dengan cepat, dan detik itu pula air matanya terjatuh. Ia menggigit bibir dalamnya, meredam tangisannya agar tidak bersuara. Ingin sekali, Crystal mengatakan dengan lantang jika ia cemburu, sangat cemburu setiap kali melihat Austin dengan tunangannya, atau pun bahkan jika pria itu hanya mengatakannya saja. Tapi semua itu tidak bisa dilakukannya, apa yang akan dikatakannya tertahan di kerongkongan.

Dengan pelan, Austin membalikkan tubuh Crystal. Ia sedikit terkejut ketika melihat mata gadis itu yang memerah dengan pipinya yang sudah basah.

Crystal memejamkan matanya. "Go away!" serunya dengan bergetar.

Austin menggeleng, ia memilih melangkahkan kakinya maju untuk mengikis jarak. "Don't cry, baby."

Baru saja Crystal akan menjatuhkan tubunya, tapi dengan sigap Austin menahan. Lalu memeluknya, mengusap surai gadis itu dengan lembut. Crystal memilih diam, tidak memberontak. "Ssst, tenanglah, baby."

"Kak ...."

"Hmmm?"

"Bisakah mulai saat ini sudahi semuanya? Tentang apa pun itu. Aku lelah, sungguh."

Kau sama saja membunuhku secara perlahan. Lanjut Crystal dalam hati.

🍑

Rasanya saat ini, Austin ingin memukul apa saja yang berada di dekatnya. Kalimat Crystal benar-benar membuatnya marah. Ia marah pada dirinya sendiri karena memainkan perasaan gadis itu. Austin sadar, keputusan yang ia ambil dua tahun yang lalu adalah kesalahan besar. Dengan membawa Lauren ke mansion, dan mengenalkannya pada keluarga. Lalu beberapa bulan kemudian, ia memutuskan untuk melamarnya.

Dan jika andaikan Crystal memintanya untuk menyudahi semuanya, Austin tidak bisa. Katakan ia egois tapi di sisi lain ia juga sangat mencintai adik kecilnya itu. Mencintainya sebagai seorang gadis. Dan Lauren, komitmen itu tidak bisa Austin hancurkan begitu saja dengan mengakhirinya. Ia yang memulai semuanya, tidak mungkin jika ia pun yang mengakhiri.

Rumit.

Austin berada di posisi yang sangat rumit dan membingungkan. Di satu sisi ada rasa cinta yang begitu besar, di sisi lain ada komitmen sebuah hubungan yang harus ia jaga.

Awalnya memang tidak pernah terlintas sedikit pun di benak Austin tentang komitmen pada seseorang. Tapi entah kenapa semua itu berubah ketika bertemu Lauren karena rasa kecewanya terhadap Crystal yang menolak untuk memulai sebuah hubungan dengannya. Austin pikir, memang tidak ada salahnya mencoba, dan mulai berkomitmen apalagi sepertinya daddy dan mommynya semakin tua dan enggan melihat Austin yang terus melajang.

Austin menghembsukan napas kasarnya, ia memejamkan mata untuk menetralkan napasnya yang tidak beraturan. Sepertinya ia butuh ketenangan saat ini.

Lauren's Apartment.

"Tumben kemari." Laura berjalan melangkahkan kakinya dengan membawa dua kaleng soda, lalu melemparkannya pada Austin yang langsung diterima dengan sigap oleh pria itu.

"Apakah tidak boleh?" tanya Austin menaikkan sebelah alisnya, tangan kanannya menarik penutup soda dan meminumnya.

Lauren ikut bergabung di sofa, duduk di samping Austin lalu mengedikkan bahunya ringan. "Hanya heran saja, biasanya kau paling malas jika ku suruh kemari," balasnya.

Austin terkekeh, menarik tubuh Lauren untuk mendekat dan meletakkan kepala wanita itu pada dada bidangnya untuk bersandar. "Aku hanya merasa jenuh di mansion."

"Kau tidak ada pekerjaan?" tanya Lauren mendongakkan kepala.

"Jika kau lupa, ini akhir pekan."

"Ah iya. Aku melupakannya," kekeh Lauren ringan dengan wajah polosnya.

"Mmm Austin, ada yang ingin ku katakan," gumam Lauren.

"Apa, babe?"

Lauren terlihat menghembuskan napasnya pelan, "Orang tuaku sudah menanyakan kapan kita akan meresmikan hubungan."

"Bukankah sudah resmi? Kita bertunangan."

Lauren bangun dari posisinya, lalu menatap Austin, menggelengkan kepalanya. "Bukan seperti itu maksudku," katanya pelan.

"Lalu?" tanya Austin menaikkan sebelah alisnya.

"Pernikahan," jawab Lauren tanpa menatap manik mata Austin. "Orang tuaku menginginkan pernikahan kita segera dilaksanakan."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Pernikahan Kontrak Satu Bulan
9.2
Kayana, wanita karier yang antipati terhadap komitmen cinta, terpaksa menyewa pria miskin bernama Dirza untuk menjadi suami bayarannya demi menuruti tuntutan sang ayah. Ia merancang skenario pernikahan kontrak yang hanya berdurasi satu minggu hingga satu bulan. Walau Dirza dirundung rasa bersalah karena memanipulasi kesakralan pernikahan, Kayana tetap bergeming. Mengapa ia justru memilih pria biasa dibanding pria mapan untuk mendampinginya?
Sampul Novel Cinta & Obsesi SANG PSIKOPAT Cantik
9.5
Via terjebak obsesi buta pada Fatih, abangnya sendiri. Namun, kehadiran Kenan, pemuja lamanya sejak SMP, perlahan menggoyahkan hatinya. Saat menyadari perasaannya pada Fatih bukanlah cinta, Via pun memilih Kenan. Tanpa disadari, keduanya ternyata berbagi kegilaan dan obsesi yang sama. Akankah ketulusan Kenan mampu menaklukkan sisi gelap Via yang menyimpan kepribadian seorang psikopat?
Sampul Novel Mantanku, Kakak Iparku
9.1
Kehidupan Deo runtuh setelah Freya memilih menikah dengan kakaknya sendiri. Saat terpuruk, takdir mempertemukannya dengan Veren, gadis putus asa yang hampir mengakhiri hidupnya karena patah hati. Akibat kesalahpahaman besar, mereka berdua justru terikat dalam pernikahan muda yang tak terduga. Di tengah komitmen baru ini, sanggupkah Deo dan Veren menyembuhkan luka masa lalu bersama dan menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel ME AND PRINCE
8.5
Sejak bayi, Anelies terpisah dari keluarganya yang kaya raya. Setelah kabur dari penculik, ia justru terjerumus ke cengkeraman mucikari kejam. Di umur delapan belas tahun, kesuciannya dilelang kepada raja minyak. Berbekal liontin cincin ibunya tanpa harta lain, ia harus bertahan di kerasnya dunia. Mampukah ia bersatu lagi dengan orang tua kandungnya? Temukan kelanjutan kisahnya dalam sekuel ketujuh seri Hot and Dangerous Billionaire.
Sampul Novel Menjinakkan Istri Tantrum
9.5
Lepas dari bayang-bayang keluarganya yang korup, Magnus memilih mengabdi pada dinasti Montgomery, penguasa industri lokomotif dunia. Ia lalu menikahi Cressa, putri bungsu keluarga konglomerat itu yang dikenal sangat temperamental. Di balik pernikahan aliansi ini, keduanya menyembunyikan ambisi serta rahasia pribadi yang saling bertolak belakang. Konflik pun mulai memuncak saat Cressa perlahan mengungkap jati diri Magnus yang sesungguhnya bukanlah putra koruptor biasa.
Sampul Novel The Passion of an Actor
9.0
Kehidupan mewah Raditya Pratama sebagai aktor papan atas tidak menghalanginya untuk terpikat pada Dayu. Perempuan sederhana ini bahkan sama sekali tidak mengetahui ketenaran yang dimiliki Raditya. Perbedaan latar belakang yang mencolok tidak menyurutkan niat sang selebritas untuk mendekatinya. Namun, jalinan asmara mereka harus menghadapi rintangan berat yang menguji ketulusan perasaan masing-masing. Akankah cinta mereka bertahan melewati perbedaan kelas sosial ini?