APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Be Your Pet

Be Your Pet

Erick, pemuda berusia dua puluh tahun, terpaksa mengambil langkah ekstrem demi melunasi biaya rumah sakit ibunya. Ia bersedia menjadi 'peliharaan' bagi Jason, seorang pria penyuka sesama jenis yang sangat dominan dengan kecenderungan BDSM. Kini, hidup Erick dipenuhi kekerasan, makian, serta penghinaan. Sanggupkah Erick bertahan melewati hubungan dewasa yang sangat ekstrem ini demi menyelamatkan sang ibu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa Jason adalah seorang biseksual. Ia menyukai pria maupun wanita. Namun ia bukan tipe yang senang menjalin hubungan serius. Baginya kesenangan yang utama adalah bila sudah berhubungan badan dengan orang yang diincarnya.

Walaupun begitu, Jason bukanlah tipe pria yang senang jajan di tempat prostitusi. Ia tidak suka bila harus 'memakai' bekas banyak orang. Jadi ia memilih mencari korbannya sendiri dari lingkungan sekitarnya.

Dengan banyaknya uang yang ia miliki, tentu mudah baginya untuk membayar siapa pun yang mau membuka kaki untuknya. Dan kalaupun incarannya tidak mau, maka ia akan memaksa mereka. Apa ia pernah terjerat kasus karena pemaksaan berhubungan badan? Tidak pernah, karena orang tua Jason adalah orang yang cukup berpengaruh, sehingga para korban lebih memilih untuk bungkam.

*

Siang itu, Jason melihat Erick yang berjalan sendirian di lorong kampus yang ramai. Ia tahu Erick bukanlah tipe anak yang senang bergaul. Ia tidak pernah melihat pemuda itu berkumpul bersama-sama teman-temannya sepulang kuliah untuk sekedar bersenang-senang.

Erick juga tidak pernah bercakap-cakap dengan mahasiswa lain. Ia benar-benar tertutup.

Jason mempercepat langkahnya untuk menyusul Erick. Lalu...

Gep!

Tanpa izin dari si empunya, Jason mencengkeram begitu saja bokong Erick. Yang tentu saja segera ditepis oleh pemuda jangkung itu.

Erick berbalik. "Apa yang kau lakukan!" bentak Erick. Ia merasa sangat marah atas ke kurang ajaran Jason.

"Sudah kuduga, bokongmu begitu kenyal. Sangat menggiurkan." Jason menjilati bibirnya dan memandangi Erick dari atas ke bawah.

Erick tentu saja tidak terima, ia merasa ditelanjangi oleh pandangan Jason. Namun ia tahu bagaimana pengaruh Jason sehingga ia memilih untuk tidak tersulut lebih dalam.

Dengan menahan amarahnya, Erick pergi meninggalkan Jason sementara pria cabul itu terkekeh sambil masih terus memandangi Erick.

Sepulang dari kuliah hari ini, Erick tidak memiliki jadwal kerja harian di cafe atau gudang. Oleh karena itu ia segera mengaktifkan aplikasi pengantaran makanan di ponselnya.

Belum lama aplikasinya menyala, tiba-tiba sebuah notifikasi berdenting menandakan ada pesanan yang masuk.

"Daerah ini dekat, sepertinya aku bisa tiba lebih cepat." Erick membaca dengan seksama detail pesanan itu. pelanggannya meminta dibelikan 3 botol minuman keras dan sebuah kondom.

Erick hanya menggelengkan kepalanya saat membaca permintaan pelanggannya itu tanpa menaruh curiga.

Segera ia kemudikan sepeda motornya menuju sebuah resto di dekat kampus. Tak lupa ia mampir ke mini market terdekat dan membelikan pesanan yang diminta.

Setelah memastikan semuanya lengkap dan tepat, ia segera menuju titik di mana orang itu berada.

Tempat itu berada di sebuah gang yang berada di dekat gedung apartemen mewah yang letaknya tak jauh dari rumah Erick.

Begitu sampai di sana, ia melihat 3 orang pemuda sedang duduk sambil bersenda gurau.

"Apa itu orangnya?" tanya Erick dalam hati.

Entah kebetulan atau memang sengaja, ternyata salah satu di antara 3 pemuda itu adalah Jason.

Jason yang melihat Erick dari kejauhan segera menepuk bahu salah satu temannya untuk melihat kedatangan Erick.

"Kau?" Erick terkejut melihat Jason. Langkahnya terhenti tepat sebelum ia sampai.

"Apakah kau yang mengantar pesanan kami?" ujar Jason dengan tertawa liciknya.

Tidak dipungkiri, Erick sedikit merasa takut melihat Jason dan teman-temannya. Di kampus saja dalam keadaan sendiri, Jason berani bersikap kurang ajar pada Erick. Apalagi sekarang mereka bertiga dan berada di dalam gang.

"Kebetulan sekali kalau begitu," lanjut Jason, ia menyodorkan tangannya ke arah Erick untuk meminta pesanannya, "apa kau tidak lupa membelikan tambahan yang kami minta?"

Erick menelan ludah. Jantungnya berdebar kencang. Namun mau tidak mau ia harus memberikan pesanannya agar tidak mendapatkan komplain yang berakibat suspensi.

Erick maju dan menyerahkan semua pesanan mereka. Lalu Jason menerimanya dan memeriksanya.

"Bagus, lengkap semua," ujarnya. Ia lalu mengeluarkan sejumlah uang yang banyak dari dompetnya. "Apa kau mau mendapatkan tip yang banyak?" Jason mengipasi uang itu di hadapan Erick.

Erick melihat uang di tangan Jason. Uang itu bisa mencukupi kebutuhan ia dan ibunya selama beberapa minggu, bahkan berbulan-bulan. Lama Erick termangu hingga akhirnya ia mengulurkan tangannya untuk mengambil uang itu.

"Terima kas ... ." Sesaat sebelum Erick berhasil mengambilnya, Jason segera menarik tangannya dan menyembunyikan uang tersebut di dalam celananya.

"Kalau kau mau, ambillah sendiri," ujar Jason sambil tertawa diikuti oleh temannya yang lain.

Erick mengepalkan tangannya untuk menahan emosinya. "Sudahlah Jason, berikan saja seusai jumlah tagihan" Erick berkata sambil menggertakkan giginya.

Jawaban Erick tentu saja membuat Jason dan kedua temannya kembali tertawa. "Tidak akan semudah itu, Teman. Kau harus membuat customer-mu ini puas dulu"

Dengan kurang ajar, Jason mendekati Erick, merangkul bahunya lalu tangan lainnya mengelus selangkangan Erick.

"Apa-apaan kau!" hardik Erick sambil mendorong Jason dan ia juga mundur satu langkah.

Jason memberi isyarat kepada kedua temannya. Mereka lalu mengapit Erick dan memegangi tangannya.

"Lepaskan!" Erick meronta-ronta berusaha melepaskan diri.

Jason mendekati kembali Erick lalu membuka paksa kemeja yang dikenakan Erick hingga semua kancingnya terlepas.

Jason menjilati bibirnya saat melihat tubuh Erick yang berotot. Bukan tipe otot yang sangat menonjol namun masih terlihat pahatan kotak-kotak dari otot-ototnya. Begitu pula dengan otot perutnya yang hampir berjumlah delapan.

"Siapa sangka seorang siswa pendiam macam kamu bisa memiliki tubuh sebagus ini." Puji Jason. Namun di balik pujiannya tersirat nafsu yang menggelora.

Erick terus berusaha melepaskan dirinya. Saat akhirnya tangan kanannya terlepas, Erick tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan sebuah Hook menyamping, ia memukul hidung pria di sebelah kirinya. Dan dengan otomatis tangan kirinya terlepas karena orang itu memegangi hidungnya yang patah dan berlumuran darah.

Begitu tangan kirinya terlepas, dengan sebuah jab keras, ia memukul orang yang ada di sebelah kanannya hingga ia terjengkang.

Dan dengan serangan penuh, ia juga memberikan upper cut ke arah Jason. Namun naas, Jason berhasil menahan serangan Erick dan membalasnya dengan memukul perut Erick.

Erick yang terkejut karena Jason berhasil menahan pukulannya tidak sempat mempertahankan dirinya hingga pukulan Jason mendarat telak di ulu hatinya. Erick terhuyung ke belakang sambil memegangi perutnya.

Erick tahu, secara jumlah pasti ia akan kalah. Karena itu ia segera kabur sebelum kedua teman Jason pulih.

Jason menahan kedua temannya yang akan mengejar Erick.

"Tidak usah dikejar. Aku akan menikmatinya lain kali," titah Jason.

*

Erick terus berlari sambil memegangi kemejanya agar tetap tertutup. Setelah jauh berlari dia baru ingat, motornya yang terparkir di dekat gang.

"Astaga," seru Erick sambil menepuk dahinya. "Aku harus kembali ke sana dan mengambil motorku."

Dengan enggan, Erick memutuskan untuk kembali dan mengambil motornya.

Erick berjalan mengendap-endap dengan punggung menempel ke dinding bangunan ketika sudah berada di dekat gang tadi. Ia perlahan-lahan melongok kan kepalanya ke dalam gang untuk memastikan Jason dan teman-temannya tidak ada.

"Huft syukurlah," ucap Erick sambil mengelus dadanya dengan perasaan lega kala melihat sudah tidak ada orang di gang itu.

Namun...

"Hei, kau kembali rupanya." Erick terlonjak mendengar sebuah suara di belakangnya.

Perlahan-lahan Erick menoleh ke asal suara tersebut. Benar saja, Jason sudah berdiri di belakangnya sambil tersenyum licik.

Bulu kuduk Erick berdiri, selain karena kemejanya yang masih terbuka, juga karena ia tahu apa yang akan terjadi bila ia berurusan lagi dengan Jason.

Maka tanpa berlama-lama, Erick segera berlari ke arah motornya dan segera menyalakannya lalu segera pergi dari tempat itu tanpa mengenakan jaket yang masih tersampir di setang motor.

Melihat kepergian Erick yang terburu-buru, Jason hanya terkekeh. "What i want is what I'll got."

Waduh, kasihan ya Erick.

Apa yang akan terjadi padanya?

Bagaimanakah kira-kira upaya Jason untuk mendapatkan Erick?

Tunggu di chapter selanjutnya yaa

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Cemburu Ladyboy
7.9
Diandra, seorang gadis tomboy yang menggemari dunia motor, terpaksa harus bertunangan dengan Handoko. Di balik gelimang hartanya, Handoko memiliki obsesi rahasia untuk berpenampilan anggun layaknya sang ibu. Walau ia berniat memperbaiki diri, kehadiran Diandra malah memicu konflik hebat yang mengancam kelangsungan hubungan mereka. Di tengah badai emosi dan rintangan, akankah cinta sanggup menyatukan dua kepribadian yang saling bertolak belakang ini?
Sampul Novel Beyond the Song
9.0
Aku menyembunyikan identitas asliku sebagai monster di balik rupa manusia. Namun, ketenanganku terusik saat lagu mematikan Siren memicu beruntunnya kasus bunuh diri misterius. Situasi kian rumit ketika Kenneth, seorang pemburu, hadir dan membawaku masuk ke dunia supernatural yang penuh ancaman. Demi melindungi orang terdekat, aku harus turun tangan walau penyamaranku terancam terbongkar. Ironisnya, aku justru terpikat pada Kenneth, pria yang ditakdirkan untuk memburuku.
Sampul Novel Godaan si Petani Tampan
8.4
Mengikuti program pemuda terpelajar ke pedesaan pada era 1970-an membawa babak baru dalam hidupku. Di sana, perhatianku teralihkan oleh sosok Adri, seorang pria desa yang maskulin dan berotot. Didorong rasa penasaran, aku nekat menyelinap ke kamarnya di keheningan malam. Keputusan itu memulai hubungan intim yang penuh gairah di antara kami. Di sela-sela kesibukan menggarap ladang, kami mengukir romansa rahasia di berbagai sudut desa yang sepi dan pegunungan sunyi, meninggalkan jejak cinta yang mendalam.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan cinta Raka dan Cherry kini terancam retak akibat kehadiran Nadia. Raka merasa terus dikesampingkan oleh sang kekasih, yang selalu mendahulukan sahabat berkacamata tebalnya tersebut. Emosi Raka akhirnya memuncak begitu menyadari dirinya cuma menjadi prioritas kedua bagi Cherry. Namun, rasa cemburu yang membakar ini malah mengantarkan Raka pada sebuah titik balik tak terduga dalam hidupnya. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan di tengah renggangnya prioritas Cherry?
Sampul Novel Marriage Life 2
8.9
Vante Adinan diberi kesempatan kedua oleh Andara Jeo untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang retak. Namun, kini ia harus menghadapi perubahan drastis pada sikap Andara, termasuk keinginan mengidamnya yang tidak biasa. Masalah makin pelik saat Jaren Adiyaksa menuduh Vante membawa perempuan hamil lain. Meski membantah tuduhan selingkuh tersebut, Vante harus berjuang melewati segala cobaan kesetiaan dan keanehan sikap pasangannya demi mempertahankan rumah tangga.
Sampul Novel Mendadak Disuruh Nikah
8.8
Demi menggantikan sang adik angkat, Raihan terpaksa menikahi Nico dari keluarga Kuiper. Pernikahan mendadak ini bahkan hanya dipersiapkan dalam waktu dua hari. Nico sendiri awalnya tidak menyangka bahwa sosok yang menjadi istrinya ternyata sangat menawan. Pesona Raihan pun sukses memikat Nico setelah mereka sah menikah. Meski Raihan mengizinkan Nico menyentuhnya, ia sempat gemetar saat didekap dengan agresif. Raihan lalu meminta Nico untuk memulai malam pertama mereka secara perlahan.