APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli

Bayiku dibunuh Pelakor, Suamiku Tak Peduli

Setelah didorong dari tangga oleh Mariana, cinta pertama suaminya, sang istri kehilangan bayinya dan sekarat di rumah sakit Grup Dariawan. Putranya yang masih kecil memohon pertolongan pada ayahnya, Ridwan. Namun, sang suami justru menuduh istrinya berpura-pura demi mencari perhatian. Ridwan bahkan melarang dokter memberikan perawatan medis dan mengusir anaknya sendiri demi melindungi Mariana. Akhir tragis menjemput ibu dan anak ini, meninggalkan jasad dingin yang takkan pernah kembali.
Bab
Bagikan

Bab 2

Alis anakku langsung berkerut. "Mama nggak salah! Aku melihat semuanya, kamu yang mendorong Mama jatuh dari tangga!"

Tatapan Mariana seketika membeku. Dia mengangkat tangan, hendak menyuruh pengawal melempar anakku keluar. "Nggak mau? Kalau begitu, lihat saja ibumu mati!"

Kali ini anakku panik. Matanya memerah, air matanya berderai deras. "Oke, aku bersujud. Starla mau minta maaf!"

Melihat anakku perlahan berlutut dengan begitu hina dan terpaksa, hatiku terasa bagaikan disayat pisau. Aku ingin sekali berlari memeluknya dan mengangkatnya dari lantai.

Starla adalah satu-satunya anak Ridwan, pewaris Grup Dariawan! Sekarang malah dipermainkan dan dihina seperti ini! Semua ini salahku sebagai seorang ibu yang tak berdaya ....

Mariana menutup mulutnya sambil tertawa sinis. "Jangan lupa untuk bersujud."

Anakku menyeka air mata dan menundukkan tubuhnya, lalu menghantamkan kepalanya ke lantai dengan keras. "Tante Mariana, kalau mau marah, marah sama Starla saja. Jangan salahkan Mama."

Di kamar itu, mesin pemanas menyala dengan kekuatan penuh. Mariana hanya mengenakan gaun putih tipis, sementara anakku sudah kepanasan hingga keringat bercucuran di wajahnya.

Namun, hati Mariana sangat kejam. Dia melirik pengawal dengan isyarat. "Selemah itu? Kamu nggak makan? Memangnya begini yang disebut sujud?"

Pengawal langsung mengerti. Dia melangkah maju dan mencengkeram leher kecil anakku dengan kuat. Detik berikutnya, dia menekan kepala anakku hingga membentur lantai dengan keras.

Anakku menjerit pilu, dahi mungilnya menghantam keramik. Hanya beberapa kali saja, dahinya sudah membengkak dan berubah menjadi ungu kebiruan. Keringat bercampur darah menetes, menempel di rambutnya dengan berantakan dan membuatnya tampak lebih lusuh daripada pengemis.

Aku berlari hendak mencakar pengawal itu dan meraung dengan histeris menyuruhnya jangan menyakiti anakku. Namun, setiap kali tanganku menyentuh tubuh mereka, yang terasa hanya kehampaan. Aku tidak bisa menyelamatkan anakku, bahkan jeritan marahku pun tak bisa didengar.

Mariana melambaikan tangan santai, memberi isyarat agar pengawal menghentikan aksinya.

"Jangan sampai langsung bikin dia mati."

Anakku memejamkan mata, napasnya nyaris tak terdengar. Tangan mungilnya yang gemetar, perlahan merogoh ke dalam saku jaket tebalnya.

Dengan susah payah, dia mengeluarkan sebuah mainan. Lalu, sebuah liontin babi emas kecil bertabur berlian, jatuh di kakinya.

"Tante ... aku ... aku sudah ... sudah sujud. Sekarang, bisa ... tolong ... selamatkan Mama?"

"Mobil mainan ini Papa yang kasih aku. Ini ... babi emas yang dikasih Kakek. Semuanya buat Tante. Aku nggak mau apa-apa lagi, aku cuma mau Mama. Starla cuma mau Mama ...."

Aku berlutut di samping anakku, memeluknya di udara hampa dan menangis tersedu-sedu. Dulu, Ridwan dan aku juga merupakan pasangan yang membuat banyak orang iri.

"Priscilla, nama anak kita nanti Starla saja, ya."

Ridwan pernah menggendong bayi mungil itu, membacakan dongeng sebelum tidur dalam bahasa Inggris. Dia juga yang menggenggam tangan kecil anaknya, mengajarinya menyelam dan bermain ski.

Ridwan tidak pernah mau membelikan mainan untuk anak. Katanya, benda-benda itu hanya akan membuat anak malas dan lalai. "Dia satu-satunya pewaris Grup Dariawan. Tentu saja, harus jadi yang paling unggul."

Namun, mobil mainan ini berbeda. Tahun lalu saat kami sekeluarga pergi ke taman bermain, Ridwan ikut sebuah permainan dan memenangkan hadiah ini untuk anaknya.

Oleh karena itu, Starla sangat menyayangi mainan ini. Bahkan saat tidur pun, dia selalu meletakkan mainan ini di sisi bantal.

Sedangkan babi emas itu, bukan barang sembarangan dari toko. Starla lahir di tahun babi dan unsur logamnya kurang. Kakeknya sengaja meminta desainer top dunia membuat liontin ini, dihiasi 99 butir berlian untuk mendoakan cucunya selamat dan bahagia seumur hidup.

Namun, semua kebahagiaan itu hancur sejak Mariana kembali ke negeri ini.

Fitnah demi fitnah membuat Ridwan perlahan kehilangan kepercayaannya padaku. Setiap kali Starla melindungiku, Mariana akan menangis dan menuduhku mengajari anak berbohong dan memukul orang. Katanya, cepat atau lambat aku akan merusak anak.

Saat kenangan itu berputar di kepalaku, Mariana bangkit dari ranjang dengan mengenakan sepatu hak tinggi. Dia berjalan mendekat, lalu menginjak mobil mainan itu hingga hancur berkeping-keping.

"Kamu mau pamer sama aku kalau Keluarga Dariawan itu memanjakanmu?" Dia menyuruh pengawal merobek jaket tebal anakku, lalu memelintir kedua lengannya. Kemudian, kuku tajam Mariana mencengkeram tubuh mungil itu dengan kejam.

Hanya dalam beberapa kali cakaran, dada dan perut anakku langsung lebam. Kulitnya terkelupas dan darah pun mengalir deras.

"Apanya yang babi emas kecil? Kamu itu cuma babi yang bodoh!"

Mariana tertawa puas dan sorot matanya penuh kebencian. "Memangnya kamu kira, kenapa ibumu si jalang itu bisa mati? Aku yang menyogok dokter untuk membunuhnya. Starla, kamu belum pernah lihat adik perempuanmu yang sialan itu, 'kan?"

"Bayi sekecil itu ... bahkan menangis pun masih nggak bisa, tapi malah dicekik hidup-hidup sama dokter. Ck, ck ... memang pantas mati!"

Mendengar ucapannya, ingin sekali rasanya aku berubah menjadi hantu jahat, supaya bisa langsung menuntut nyawa wanita keji ini dan menyeretnya bersamaku ke neraka!

"Siapa suruh kalian lahir dari rahim Priscilla yang nggak berguna itu? Dengan kemampuannya, dia berani merebut Ridwan dariku hanya karena aku pergi ke luar negeri?"

Dalam sekejap, anakku akhirnya mengerti semuanya. Dengan susah payah, dia membuka mata yang bengkak dan merah, lalu nekat menggigit pergelangan tangan Mariana.

Mariana langsung berteriak keras.

"Wanita jahat! Wanita busuk! Kembalikan adikku! Aku akan bilang sama Papa, biar polisi menangkapmu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Masa muda seorang gadis seketika runtuh saat ulang tahun ke-18. Ia dipaksa menikah dengan David, pria dewasa yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Alih-alih mesra, kehidupan baru mereka justru dipenuhi pertengkaran konyol, mulai dari urusan kartu kredit hingga uang tunai untuk membeli camilan. Di tengah keraguan atas masa depannya, Dinar hadir dan secara terbuka menunggu status jandanya. Akankah pernikahan ini membawa kebahagiaan atau justru berujung nestapa?
Sampul Novel Cinta Tak Terbalas
7.9
Demi membiayai pengobatan sang adik, Raisa Putri rela menikah dengan Rangga yang sedang terbaring koma. Dua tahun merawat sang suami dengan tulus membuat Raisa jatuh hati. Namun, saat terbangun, Rangga justru belum bisa melupakan Aulia, mantan kekasihnya. Ia bahkan hanya menganggap Raisa tak lebih dari seorang pelayan. Sadar cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa pun memilih mundur dan meminta cerai. Akankah Rangga akhirnya menyadari arti kehilangan?
Sampul Novel Cinta Yang Terlambat Bersinar
9.1
Sejak pandangan pertama, gadis ini telah menaruh hati pada sahabat ayahnya, seorang pria dewasa yang terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Sosok pria yang selalu tampil menawan dengan setelan jas rapi itu pernah memberinya sebuah gaun putri yang indah. Ketika sang gadis menginjak usia dua puluh tahun, sebuah insiden tragis terjadi saat pria tersebut tidak sengaja diracuni di sebuah pesta. Demi menyelamatkan nyawa sang pujaan hati, ia mengenakan gaun pemberian itu dan merelakan kesucian tubuhnya sebagai penawar racun.
Sampul Novel Fantasi Tukar Pasangan Ranjang
9.2
Kehidupan pernikahan Maya-Adrian serta Sinta-Rizky yang terlihat ideal ternyata terasa hampa. Guna mengatasi kejenuhan tersebut, mereka nekat melakukan kesepakatan ekstrem untuk bertukar pasangan. Walau diliputi rasa canggung dan cemas di awal, keputusan ini justru menyingkap hasrat tersembunyi mereka. Melewati badai konflik dan kecemburuan, keempatnya dipaksa menghadapi realitas serta memulihkan luka masa lalu demi membangun kembali fondasi cinta yang lebih kokoh.
Sampul Novel Rahasia yang Tak Kau Ketahui
8.3
Elena menghilang secara misterius tepat saat kekasihnya mengalami kecelakaan hingga buta. Begitu penglihatannya pulih, pria itu terobsesi mencari dan mengurung Elena di sisinya, meski semua orang mengira Elena adalah cinta sejati yang tega meninggalkannya. Konflik memuncak ketika sang mantan membawa calon istrinya demi membalas dendam dan menyakiti hati Elena. Namun, Elena hanya tersenyum tenang menghadapi pengkhianatan itu, menyembunyikan rahasia besar bahwa memorinya akan segera memudar.
Sampul Novel Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu
8.8
Tiara memiliki kemampuan fantasi unik berupa sembilan nyawa, di mana enam di antaranya telah melayang demi menyelamatkan Rico Sarihan. Dari tertimbun salju hingga ditusuk puluhan kali, pengorbanannya justru membuat sang miliarder abai dan tega mencelakainya demi wanita lain. Saat sisa hidupnya menipis menuju ajal kesembilan yang permanen, Rico baru menyadari kehilangan besarnya. Kisah romantis berbalut misteri dan horor ini menyajikan penyesalan terdalam seorang pria di hadapan jasad yang takkan pernah bangkit lagi.