APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bangkitnya Ahli Waris Tersembunyi

Bangkitnya Ahli Waris Tersembunyi

Pasca mengakhiri hidup akibat perundungan, tubuh mahasiswa bernama Adit justru dirasuki jiwa Hito Aswatama yang tewas dalam kecelakaan maut. Dengan raga baru ini, Hito bergerak menyelidiki dalang di balik pembunuhan dirinya. Ia pun harus bersaing memperebutkan takhta ahli waris keluarga Aswatama melawan paman serta sepupunya. Perseteruan ini perlahan membongkar misteri kelam kematian orang tua Hito. Mampukah ia memenangkan takhta di tengah pusaran intrik tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Tidak mungkin cucuku mati!” Basudewa Aswatama; kepala keluarga dari Aswatama dan sekaligus kakek dari Hito tampak terpukul di depan makam sang cucu yang tewas mengenaskan malam tadi.

Beserta dengan para keluarga dan koleganya, ia memimpin upacara pemakaman yang disambut oleh guyuran hujan deras di tengah-tengah prosesi pemakaman. Payung-payung hitam tampak melindungi para tamu yang hadir di sana. Tidak lupa, Sena, selaku otak pembunuhan sepupunya pun hadir dengan setelan jas hitam.

Hito Aswatama meninggal muda di usia 21 tahun. Dan ia tidak memiliki pendamping di hari terakhirnya selain sang kakek dan John; bodyguard-nya. Kedua orang tuanya tewas dengan cara yang sama sepertinya, yaitu kecelakaan mobil. Tapi anehnya, setelah sepuluh tahun kecelakaan maut itu terjadi, tidak satu pun tersangka yang membuat Hito yakin bahwa mereka adalah pembunuh orang tuanya.

Tapi sekarang, Hito tidak bisa melakukan apa-apa selain terbaring di pemakaman. Tampak beberapa paman dan bibinya seraya tersenyum kecil atas kematian keponakan mereka. Mereka berpikir ini adalah saat yang tepat untuk membujuk sang ayah; Basudewa Aswatama, untuk menulis ulang wasiatnya.

Posisi dari pewaris utama keluarga Aswatama saat ini pun sedang kosong. Dan seluruh anggota keluarga lainnya pasti akan berebut untuk menduduki posisi itu. Terutama Sena; si bajingan yang haus akan kekuasaan.

Di lain sisi, John yang menjadi saksi atas kematian bosnya tampak ditangkap oleh polisi. Basudewa tampaknya tidak percaya lagi pada bodyguard itu. Ia meminta polisi untuk memeriksa kesaksiannya dan memutuskan apa ia adalah tersangka atau hanya saksi dari pembunuhan itu.

Di tempat lain, Hito yang terbangun di tubuh Adit masih mencoba menerka-nerka alasan kenapa ia bisa berada di tubuh orang yang paling dihina satu kampus.

“Apa yang terjadi? Apa ini semacam reinkarnasi?” Ia mencari informasi tentang kelahiran kembali, reinkarnasi, atau pun inkarnasi di halaman website.

Saat ingin membuka lebih banyak jendela web, ia terhenti pada berita pemakaman pewaris utama keluarga Aswatama. Sebuah video yang ditampilkan di situs daring video tampak memperlihatkan prosesi pemakamannya sendiri.

“Kakek? Aku lupa. Aku sebenarnya sudah mati malam tadi. Tapi sekarang aku berada di tubuh ini. Dan … apa Adit mati saat gantung diri, lalu digantikan oleh diriku?” pikir Hito.

“Aku harus bertemu dengan kakek. Aku harus menceritakan semuanya!” Hito merasa harus pergi ke rumah besar kakeknya. Tapi bekas jerat di leher dan penampilannya saat ini menjadi masalah.

“Masa bodoh! Aku harus bertemu dengannya!” Ia pun berganti pakaian.

Saat Hito hendak membuka lemari pakaian, ia menatap cermin kembali. Dalam tatapan itu, ia merenung. Tapi tiba-tiba raut wajahnya berubah.

“Hei! Ke–kenapa kau ada di dalam tubuhku?”

“A … Adit?”

“Iya, ini aku, Adit. Kau siapa?!”

“Ma … maaf. Aku tidak harus menjelaskannya bagaimana. Mungkin kau bisa bertanya langsung ke Tuhan?”

“Siapa kau?! Kenapa kau berada di tubuhku?”

Adit semakin emosi. Pembicaraan mereka berdua di depan cermin semakin panas saat Hito memberitahukan kalau saat ini ia adalah pemilik tubuh itu.

“Hito? Apa itu kau? Ta … tapi bagaimana mungkin?”

“Aku juga tak tahu. Tapi sepertinya kita hanya bisa saling mengobrol dengan menggunakan cermin.”

Banyak hal yang diceritakan Adit soal kejadian malam tadi. Begitu juga dengan Hito yang menceritakan tentang kematiannya pada kecelakaan maut. Mereka pun berpikir sejenak.

“Kau tahu. Kita seperti kepribadian bipolar atau dua orang dalam satu tubuh. Tapi masalahnya, kau tidak bisa kembali ke tubuh ini. Dan hanya bisa berkomunikasi dengan media cermin,” pikir Hito.

“Kau benar. Aku akhirnya mati. Lalu selanjutnya bagaimana? Kau tidak mungkin mengatakan ke keluargamu bahwa kau adalah Hito Aswatama dengan menggunakan tubuhku. Apalagi pembunuhmu masih berkeliaran,” pikir Adit.

“Kau benar. Hito sudah mati. Tapi tidak dengan Adit. Oh, ya, siapa nama panjangmu?” tanya Hito.

“Adit Handoko,” balasnya.

“Ya, Adit Handoko. Aku bisa menjadi dirimu dan mencari pembunuhku. Dan tentu saja, aku harus melakukan sesuatu pada kakek. Dia pasti sangat terpukul dengan kematianku.” Wajah si pewaris itu menunduk ke bawah. Tatapannya tampak kosong.

“Kalau begitu, kau harus bersiap-siap ke kampus. Hari ini ada ujian mekanika teknik. Aku berharap mendapatkan nilai A+ di ujian itu. Kau bisa mengerjakannya, ‘kan?” tanya Adit.

“Kau sudah mati. Tidak perlu memikirkan ujian lagi. Dan kau harus tahu satu hal. Aku adalah peringkat dua mahasiswa tercerdas di kampus. Jadi jangan meremehkanku.” Hito menghentikan obrolan aneh mereka. Ia segera mencari pakaian untuk pergi ke kampus. Saat ini, hanya berkuliah saja yang bisa dipikirkan olehnya. Selebihnya, mungkin ia akan berimprovisasi pada tubuh barunya.

Dengan mengenakan setelan pakaian milik Adit, ia pun segera pergi menuju kampus yang letaknya lumayan dekat dengan kontrakan. Ini baru pertama kalinya Hito melewati lingkungan situ. Ia tidak tahu bila Adit memiliki kehidupan yang begitu sederhana seperti ini.

“Adit! Hei!” Tiba-tiba ada yang memanggil.

Hito tidak menoleh. Ia lupa kalau dirinya saat ini berada di dalam tubuh Adit.

“Dit! Hei!” teriak seseorang lagi.

Hito pun baru sadar kalau panggilan itu untuknya. Ia pun menoleh ke belakang.

“Eee … hai?” sapanya dengan canggung.

“Sini! Ibu punya nasi uduk sisa. Kamu belum sarapan, ‘kan?” ucap penjual nasi uduk langganan Adit.

“Hah?! I … ini gratis untuk saya?” Hito tampak tak percaya.

“Iya, ambil saja. Ibu tahu kamu kekurangan uang. Kemarin kamu mengeluh kalau uang hasil kerjamu di minimarket untuk print buku & keperluan kampus, ‘kan?” jelas si penjual itu.

Hito sama sekali tidak tahu tentang kisah hidup Adit. Ia bahkan baru tahu kalau Adit bekerja di minimarket dan sedang kesulitan uang. Tapi ia sangat berterima kasih karena sudah diberikan nasi uduk secara gratis.

“Lumayan untuk sarapan. Tapi nasi uduk rasanya seperti apa?” pikir Hito yang baru pertama kali melihat bungkus nasi uduk.

Di lain tempat, Basudewa Aswatama memanggil John ke ruangannya. Bodyguard itu lolos dari dakwaan polisi. Ia akhirnya ditetapkan sebagai saksi dari pembunuhan cucunya. Di dalam ruang tertutup yang hanya ada mereka berdua saja, Basudewa tampak berbicara dengan nada keras ke arah bodyguard itu.

“Kenapa kau bodoh sekali?! Aku membayarmu mahal untuk menjaganya! Kau harus bertanggung jawab! Temukan pembunuh cucuku!” teriak Basudewa.

“Ba … baik, Tuan. Saya mengerti. Saya juga merasa sedih dan terpukul seperti Anda. Tuan Hito sudah saya anggap seperti adik sendiri. Saya tidak mungkin dengan sengaja untuk membunuh atau lalai dalam menjaganya.” John berlutut di hadapan pria tua itu.

“Cari dan temukan pelakunya! Bawa bukti sebanyak-banyaknya padaku! Aku tidak akan segan untuk membunuhnya!” Nada bicara Basudewa tampak naik. Ini kedua kalinya ia marah sebesar itu sejak anak pertamanya; orang tua dari Hito, tewas sekitar sepuluh tahun yang lalu.

“Baik, Tuan! Saya akan mencarinya hingga dapat!” Janji dan sumpah John kepada Basudewa menjadi kontrak mati untuknya.

Basudewa juga memberikan akses harta Hito yang di simpan oleh cucunya. Ia juga memberikan sedikit tambahan untuk John agar bodyguard itu bisa mencari semua bukti sebelum dirinya mengangkat pewaris utama selanjutnya.

“Waktumu dua Minggu. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Anak-anakku yang lain pasti akan mendorongku untuk memilih pewaris Aswatama Group yang selanjutnya. Ingat, John. Jangan kecewakan aku untuk yang kedua kalinya,” pinta Basudewa Aswatama.

Di lain tempat, Hito alias Adit memasuki ruang kelas sambil menutupi bekas lebam karena jerat tambang menggunakan Hoodie lusuh miliknya. Adit tidak sekelas dengan Hito sebelumnya, tapi ia sekelas dengan Sena, Anna dan gengnya.

“Masih hidup?” sapa Sena yang tampak sumringah. Suasana hatinya saat ini sedang begitu berbunga karena kematian sepupunya.

“Kuharap aku mati saja. Tapi sepertinya aku harus tetap hidup untuk menjadi mahasiswa paling berprestasi di kampus ini,” sindir Adit dengan nada angkuh.

Brak!

Sena menggebrak meja tepat di hadapan Adit. Ia belum tahu kalau yang sedang diajak bicara olehnya adalah sepupunya sendiri, yaitu Hito.

“Jangan sok angkuh! Kau itu cuma sampah! Jangan sombong ingin menjadi mahasiswa paling berprestasi!” Sena mengayunkan tangannya ke pipi Adit.

Plak!

“Apa itu sakit?” Sena tertawa bersama gengnya. Sedangkan mahasiswa lain di kelas itu hanya terdiam di tempatnya. Mereka tidak berani menolong.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CODE: FAUST
7.9
Sejak virus misterius mengubah makhluk hidup menjadi mutan pada 2028, Bumi hancur. Memasuki tahun 2036, faksi Government dan Black Beast saling bertikai memperebutkan kekuasaan di atas puing peradaban. Di tengah kekacauan ini, Dr. Plague, profesor bermasa lalu kelam, bertekad menebus dosa dengan mengembalikan kedamaian. Ia harus bertahan dari radiasi dan perang saudara sembari membongkar konspirasi besar di balik wabah mematikan tersebut.
Sampul Novel Gadis Milik Tuan Mafia
8.7
Akiko didera penderitaan ganda: berjuang melawan Leukemia Myeloid Akut sekaligus trauma kekerasan fisik dari orang tuanya sejak kecil. Kemalangannya memuncak ketika ia ditawan oleh Glen Xander Mckenzie. Sebagai bos mafia kejam, Glen berambisi menghancurkan bisnis keluarga Akiko. Namun, seiring waktu, hubungan tawanan dan penculik ini bergeser. Glen yang awalnya dingin justru mulai jatuh hati pada gadis yang seharusnya ia hancurkan tersebut.
Sampul Novel Malam Panjang di Bus Terakhir
9.2
Malam mencekam di dalam bus menjadi awal mimpi buruk bagi seorang wanita. Empat pria yang merupakan rekan kerja suaminya menyudutkan dan menyerangnya secara brutal di atas kursi kendaraan yang melaju. Di bawah ancaman kekerasan fisik yang keji, korban tidak berdaya menghadapi tindakan paksa dari para pelaku. Peristiwa traumatis ini memicu misteri kelam dan aksi bertahan hidup yang menegangkan, mengungkap sisi gelap dari orang-orang terdekat yang seharusnya bisa dipercaya.
Sampul Novel Menantu Hina Itu Ternyata Ahli Obat
9.4
Marcel kerap disiksa keluarga istrinya, bahkan dipaksa menyantap sisa makanan di lantai. Tak tahan dihina terus-menerus oleh Shirley dan kerabatnya, ia nekat meminum formula rahasia warisan orang tuanya untuk mengakhiri hidup. Namun, ramuan itu justru membangkitkan kekuatan dahsyat yang terpendam. Kini, sang ahli obat yang dahulu direndahkan telah bangkit kembali. Bersiaplah menyaksikan aksi balas dendamnya demi membuat mereka semua bersujud memohon ampun.
Sampul Novel Pendekar Pedang Patah
7.9
Pancaka, pemilik pedang legendaris tanpa bilah, adalah musuh yang ditakuti oleh seluruh golongan persilatan hitam maupun putih akibat aksi penghancurannya. Namun, kejayaan sang pendekar runtuh seketika setelah ia mengalami kekalahan telak. Secara misterius, ia terlempar kembali ke masa lalu. Kini, Pancaka dihadapkan pada pilihan hidup yang baru: memperbaiki perilakunya yang dulu atau justru tumbuh menjadi sosok yang jauh lebih kejam.
Sampul Novel PENDEKAR Sabda JAGAD
8.4
Jalu Sajiwo, pemuda yatim piatu, memulai perjalanan panjang demi menuntut keadilan bagi keluarganya. Dahulu, Sekte Rajawali Emas sangat perkasa sebelum fitnah keji para rival menghancurkan mereka. Di bawah kepemimpinan Ki Respati, ayah Jalu, sekte ini terus dihina dan ditindas. Kini, Jalu harus berjuang di tengah intrik, pengkhianatan, dan duel maut untuk membersihkan nama baik sekte serta membawa Rajawali Emas kembali ke puncak tertinggi dunia persilatan.