APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang

Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang

Cinta tulus Jilly selama tiga tahun hancur saat Elton tega membuangnya ke laut demi menyelamatkan Rachel. Menghadapi pengkhianatan kejam sang suami, Jilly memilih menyembunyikan kehamilannya dan berencana kabur dari pernikahan toksik mereka. Ketika Elton akhirnya berhasil melacaknya dalam keadaan kacau dan memohon maaf demi anak mereka, hati Jilly telah membatu. Baginya, sosok ayah dari bayinya sudah lama mati sejak hari di mana Elton lebih memilih nyawa wanita lain.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jilly POV

Bau disinfektan rumah sakit yang tajam kalah telak melawan aroma parfum mahal Rachel yang memenuhi ruangan. Itu adalah aroma mawar yang terlalu manis, nyaris membusuk, seolah dia sedang secara agresif menandai wilayah kekuasaannya di atas penderitaanku.

Aku berbaring di ranjang rumah sakit, mempertahankan ritme napas yang teratur, berpura-pura memejamkan mata.

Klak. Klak. Klak.

Suara sepatu hak tinggi Rachel mengetuk lantai seperti palu yang menghantam sarafku. Dia tidak bisa diam. Aku mendengar suara gesekan kasar barang-barangku yang dipindahkan.

Dia menggeser meja nakas, lalu menyingkirkan tas pakaianku ke sudut ruangan yang paling gelap, seolah barang-barang itu adalah sampah yang mengganggu pemandangan indahnya.

"Elton, buah ini segar sekali. Kau mau?" suara Rachel terdengar riang, tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Krak.

Aku mendengar suara gigitan apel yang renyah. Darahku mendidih. Dia memakan buah yang dibawakan perawat untukku dengan santai.

"Biarkan saja dia istirahat." Suara Elton terdengar datar. Dia tidak melarang Rachel. Dia tidak pernah melarangnya.

Aku membuka mata perlahan, memastikan tatapanku kosong dan tak berjiwa. Strategiku sederhana: diam dan berpura-pura lupa. Jika aku menunjukkan kemarahan, mereka akan tahu aku masih peduli. Jika aku menunjukkan ingatan, mereka akan waspada. Jadi, aku memilih menjadi selembar kertas kosong.

Elton duduk di kursi samping ranjang, menatapku dengan intensitas yang membuat bulu kudukku meremang. Bukan rindu yang kulihat di sana, melainkan rasa ingin tahu seorang predator. Dia mencari celah dalam pertahananku.

"Kepalaku masih sakit," gumamku pelan, sengaja membiarkan suaraku serak dan menghindari tatapannya.

"Dokter bilang tidak ada gegar otak serius." Suara Elton berat, sarat dengan nada curiga. "Kau yakin tidak ingat apa yang terjadi di dermaga?"

"Aku hanya ingat air. Dingin. Gelap," jawabku. Itu bukan kebohongan. Itu adalah satu-satunya hal yang ingin kuingat agar bara kebencianku tetap menyala.

Rachel tertawa kecil, suara yang terdengar mengilukan seperti pecahan kaca. "Mungkin dia trauma, Elton. Atau mungkin dia hanya mencari perhatian. Kau tahu kan, wanita suka mendramatisir keadaan."

Elton tidak menegurnya. Dia justru condong ke depan, menginvasi ruang pribadiku, menatap mataku lebih dalam. "Kita pernah ke Paris tahun lalu, Jilly. Kau ingat? Kita makan malam di menara Eiffel."

Rachel menyela dengan cepat, "Oh, Paris! Kita juga pernah ke sana berdua, kan Elton? Sebelum kau bersama Jilly. Kenangan kita jauh lebih indah."

Dia sengaja melakukannya. Mengaburkan ingatan, menyisipkan dirinya di setiap celah sejarah kami, membuatku merasa terisolasi bahkan dalam ingatanku sendiri.

Tiba-tiba, Elton bergerak. Dia bangkit dari kursinya dan membungkuk ke arahku. Wajahnya mendekat, napasnya yang berbau mint menerpa wajahku. Dia mencoba mencium keningku, sebuah gestur intim yang dulu akan membuatku melayang, tapi sekarang hanya memicu rasa mual yang hebat.

Tubuhku bereaksi sebelum otakku bisa mencegahnya. Aku tersentak mundur, menekan punggungku ke bantal sekuat tenaga. Perutku bergejolak, rasa sakit yang tajam menghantam ulu hatiku.

"Jangan." Bisikanku pecah, gemetar di udara.

Elton terhenti, alisnya berkerut tajam. "Jilly?"

Rasa sakit di perutku semakin menjadi-jadi. Keringat dingin mengucur di pelipisku. Ini bukan akting. Seluruh sel dalam tubuhku menolak keberadaannya. Aku memegangi perutku, mengerang pelan.

Ceklek.

Pintu kamar terbuka. Dokter dan perawat masuk dengan tergesa-gesa, memecahkan ketegangan yang menyesakkan itu. Elton segera menarik diri, kembali memasang topeng dinginnya, berdiri menjauh seolah sentuhannya tadi tidak pernah terjadi.

"Kami perlu memeriksa pasien," kata dokter tegas.

Saat dokter memeriksa tekanan darahku, matanya tertuju pada bantal di belakang punggungku. Ujung buku catatan kecilku menyembul keluar. Itu buku tempat aku menulis rencana kepergianku, jadwal penerbangan yang kucari, dan daftar aset yang harus kujual.

Dokter menariknya keluar. "Apa ini mengganggu posisi tidur Anda, Nona?"

Jantungku serasa berhenti berdetak. Waktu membeku.

Elton melihat buku itu. Matanya menyipit. Dia mengenali sampul kulit itu. Dia pernah melihatku menulis di sana. Dia melangkah maju, tangannya terulur dengan otoritas penuh. "Biarkan aku melihatnya."

*Habis sudah.* Jika dia membaca halaman pertama, dia akan tahu aku tidak hilang ingatan. Dia akan tahu aku berencana kabur. Dan Elton yang posesif tidak akan membiarkan mainannya pergi begitu saja.

"Aduh!" Rachel tiba-tiba menjerit melengking.

Dia memegang kakinya, wajahnya berkerut kesakitan yang dibuat-buat. "Elton, kakiku kram! Sakit sekali!"

Perhatian Elton teralihkan dalam sekejap. Rasa kepemilikannya terhadap Rachel memaksanya berbalik, melupakan buku di tangan dokter, dan bergegas menghampirinya. "Kenapa? Kau butuh duduk?"

Aku menghembuskan napas yang tak sadar kutahan. Rachel, dalam upaya putus asanya mencari perhatian dan kecemburuannya melihat Elton fokus pada barangku, secara tidak sengaja menyelamatkanku.

Dokter meletakkan buku itu kembali ke meja nakas, tidak tertarik. Aku segera menyambarnya dan menyembunyikannya di balik selimut, tanganku gemetar hebat.

Elton memapah Rachel keluar dari kamar. "Kita cari dokter tulang," katanya, suaranya penuh kekhawatiran yang tidak pernah dia tunjukkan padaku.

Mereka pergi. Pintu tertutup.

Hening.

Aku membuka buku catatan itu dengan tangan yang masih gemetar. Di halaman yang berisi rencana pelarianku, aku merobeknya pelan-pelan, meremasnya menjadi bola kecil. Aku mengambil pena, dan di halaman baru, aku menulis dengan tulisan tangan yang sengaja kubuat berantakan dan rapuh:

*Siapa aku? Kenapa pria itu menatapku seperti aku adalah miliknya? Aku takut.*

Aku menciptakan jejak palsu. Permainan ini baru saja dimulai, Elton. Dan kali ini, aku yang memegang kendali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Diatas Ranjang Papa Angkatku
9.5
Bianca tidak pernah tahu bahwa Emanuel Carlos, bos mafia kejam yang mengasuhnya sejak kecil, adalah pembunuh keluarga kandungnya. Meski Emanuel selalu bersikap dingin, Bianca yang tumbuh dewasa mengira pria itu adalah ayah aslinya. Begitu kebenaran terungkap bahwa ia hanya anak angkat, Bianca tidak pergi. Ia justru semakin terobsesi untuk memikat pria tampan itu. Di balik kekejaman Emanuel, Bianca bertekad mengubah status mereka dari ayah dan anak menjadi sepasang kekasih.
Sampul Novel Ending Scene: Wanita Terakhir di Hati Presdir
8.6
Demi membalaskan dendam keluarganya, Kirei Nakamoto nekat menikahi River King Mountbatten, konglomerat yang mengalami kelumpuhan dan kebutaan. Sementara itu, River yang memendam trauma akibat pengkhianatan masa lalu juga sedang bersiap menghadapi ibu serta adik tirinya yang serakah. Hubungan yang semula terikat kesepakatan saling memanfaatkan ini perlahan berubah. Luka batin yang serupa justru menyatukan mereka dalam cinta. Mampukah Kirei menjadi pelabuhan terakhir bagi hati River?
Sampul Novel Penjara Bos Gila
9.6
Tumbuh di lingkungan kejam paman mafianya setelah keluarganya hancur, Sean Anderson menjelma jadi pria berdarah dingin. Namun, dinding pertahanannya goyah seketika sejak kehadiran seorang gadis misterius. Walau cintanya terus-menerus ditolak, Sean tidak tinggal diam. Ia menghalalkan segala cara untuk mengurung dan mengendalikan gadis tersebut. Simak kisah penuh intrik, ketegangan, dan obsesi gelap yang membara di tengah kejamnya dunia bawah.
Sampul Novel Salsa Untuk Darren.
9.6
Trauma masa lalu membuat Darren, pria 32 tahun, menutup rapat hatinya dari wanita. Namun hidupnya berubah setelah bertemu Salsa, pembuat kue berusia 20 tahun yang hidupnya kacau akibat perbuatan Darren. Saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, mantan kekasih Darren tiba-tiba kembali dan memicu konflik baru. Kini, Darren dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan demi Salsa dan putra mereka, atau justru kembali ke pelukan masa lalu yang pernah menghancurkannya.
Sampul Novel Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan
8.1
Rumah tangga Ehsan dan Lania retak setelah Lania berkhianat. Konflik kian panas karena ibu Ehsan terus menyudutkan Lania yang dinilai tidak bisa memberi keturunan. Saat mencoba bertahan, ujian baru datang menghampiri mereka. Ehsan kini didekati oleh tiga wanita sekaligus, sementara Lania justru kedapatan sedang berduaan dengan lelaki berharta di sebuah vila mewah. Sanggupkah pernikahan mereka diselamatkan dari badai ini?
Sampul Novel Terjerat Cinta Duda Dingin
8.9
Sejak remaja hingga berumur hampir kepala tiga, Kinara Larissa Putri hanya mencintai satu pria. Impiannya terwujud saat ia dinikahi Arka, duda menawan dambaannya. Sayangnya, pernikahan itu hambar. Arka yang kaku dan egois ternyata menikahinya cuma demi sang anak, tanpa rasa cinta. Di tengah dinginnya sikap sang suami, sesosok pria lain hadir menawarkan kasih sayang yang tulus. Kinara kini bimbang, sanggupkah ia bertahan dalam pernikahan tanpa cinta saat godaan baru mulai datang?