APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bangkit Dari Kematian

Bangkit Dari Kematian

Pernikahan Rianti dan Randi yang semula tenang kini diguncang badai akibat kehadiran masa lalu. Monica kembali membawa dendam membara, merasa dikhianati karena Randi memilih menikahi Rianti. Ia menuntut janji suci yang diklaim pernah diucapkan Randi dahulu, walau pria itu membantahnya dengan tegas. Di tengah misteri ikrar masa lalu yang membayangi, sanggupkah Rianti bertahan dan berjuang menyelamatkan rumah tangganya dari usikan sang mantan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari itu Maya mengajak Risa ke sebuah rumah kecil di pinggiran kota. Walaupun rumah itu kecil tetapi sangat bersih dan terawat dengan baik.

"Assalamualaikum!" keduanya mengucapkan salam ketika sudah berada diambang pintu

"Waalaikumsalam!' balasan dari dalam rumah. Seorang wanita paruh baya menuju pintu menyambut tamunya.

Ketika wanita itu melihat Risa, dia kaget karena salah satu tamu ternyata gadis yang bersamanya di atas angkot kemarin.

"Bunga!" ucap wanita itu yang menyangka tamu itu adalah anaknya yang sudah meninggal 10 tahun lalu. Dia kemudian memeluk Risa yang terheran - heran

"Bunga, ibu sangat rindu sama kamu nak, jangan tinggalkan ibu lagi!" wanita itu menangis sambil terus memeluk erat kuat Risa.

Seakan - akan ibu yang baru bertemu dengan putri kesayangannya yang sekian lama hilang.

Risa hanya membalas pelukan wanita itu. Entah mengapa tiba - tiba dari dalam hatinya merasakan kehangatan seorang ibu yang berbeda dengan ibunya sendiri yang selama ini membesarkannya.

Ada rasa ikatan batin yang begitu kuatnya.

" Ibu, aku Risa bukan Bunga!" lirih Risa

Seperti tersadar, wanita itu melepaskan pelukannya pada Risa.

"Maafkan saya nak. Sungguh sangat mirip dengan Almarhum anak saya!"

"Bahkan bagaikan pinang dibelah dua, tidak ada yang berbeda!" lanjut wanita itu yang tak lain ibu bunga.

"Oh, iya maaf, mari masuk!" ibu Bunga mempersilahkan kedua tamunya.

"Maaf rumahnya kecil, tunggu sebentar saya masuk dulu!" kata ibu Bunga yang menuju ke dapur

"Tidak perlu repot - repot bu!" ujar Risa.

Risa memperhatikan seluruh ruangan. Sehingga matanya tertuju pada sebuah foto yang terpajang di dinding. Foto seorang gadis. Berparas cantik dengan rambut sebahu.

"Hmm inikah Bunga" gumamnya dalam hati.

"Aku bagaikan melihat diriku sendiri didalam foto itu, tiada berbeda dengan diriku!" kata batin Risa yang semakin bergejolak untuk mencari tahu siapa sebenarnya Bunga.

Tidak lama ibu Bunga keluar dengan membawa tiga cangkir teh.

" Silahkan diminum air panasnya, maaf ya cuma ini bisa tante siapkanbuat kalian!" kata ibu Bunga yang terus memperhatikan gadis yang ada di hadapannya.

"Dialah Bunga, anakku yang 10 tahun lalu meninggal dunia akibat sakit tidak jelas!"

" Dokter yang memeriksanya tidak menemukan penyakitnya, hingga dia meninggal"

"Entah penyakit apa yang telah merenggut nyawanya, bahkan sampai sekarangpun tidak diketahui!" kisah Ibu Bunga pada Risa sambil memandangi foto anaknya itu.

" Namun ada yang aneh. Setelah 7 hari setelah kematian Bunga. Tempat Pemakaman Umum dimana dia dimakamkan akan dialih fungsikan"

" Bagi keluarga yang ingin memindahkan makam keluarga diizinkan untuk membongkar makam kerabatnya untuk dipindah ke tempat pemakaman yang disediakan".

" Ketika makam Bunga dibongkar, ternyata yang ada di dalam liang hanya kain kafan saja, jazad Bunga tidak ada!" Ibu kembali melanjutkan kisahnya.

" Hingga saat ini jazad Bunga belum ditemukan!" ungkap ibu Bunga itu sambil menghela nafas panjang.

" Lalu selanjutnya usaha apa yang ibu lakukan untuk mencari tahu hilangnya jasad Bunga?" tanya Maya pada ibu Bunga yang matanya mulai berkaca - kaca. Menceritakan kisah yang begitu dirasakan sangat memilukan baginya dan kedua adik - adik Bunga yang kini telah duduk di bangku SMA.

" Pada saat itu, tante tidak tahu kemana, mau melaporkan kejadian ke pihak berwajib. Tapi tante takiut nanti dikatakan mengada - ada dan membuat laporan yang tidak masuk akal!" lanjut ibu Bunga.

"Akhirnya, aku ikhlas saja. Mungkin inilah nasib Bunga!" Mengidap penyakit yang tidak diketahui sampai sekarang bahkan jasad pun hilang tanpa diketahui kemana hilangnya!"

" Apakah dicuri orang atau bagaimana!" tutur Ibu Bunga.

Hik hik hik hik

Ibu Bunga pun tak mampu membendung tangisnya.

Risa yang tak tega akhirnya menghampirinya dan memeluk Ibu Bunga.

"Tante, yang tabah ya!"

Semua pasti akan hikmahnya!" hibur Risa. Saat Risa memeluk Ibu Bunga ada sesuatu yang aneh mengalir dalam tubuhnya.

Entah kenapa Risa merasakan jika saat itu dia tengah memeluk ibunya sendiri. Bahkan tak disangka - sangkanya dua butir air bening menetes membasahi pipinya.

Rasa rindu tercipta, seakan rasa rindu yang sekian lama dipendamnya dan baru hari ini dia luahkan kerinduan itu

Maya yang menyaksikan adegan itu, tak mampu menahan air matanya. Mata beningnya turut berkaca - kaca.

" Terima kasih nak, kehadiranmu membuat tante terhibur dan rasa rindu ini pada Bunga terobati!" ujar Ibu Bunga. Dipandanginya wajah Risa itu.

" Maaf ya. Sampai lupa mempersilahkan minum!" lanjutnya pada Risa dan Maya.

"Diminum nak, nanti keburu dingin tehnya!" Ibu Bunga mempersilahkan.

" Terima kasih tante!' kata kedua gadis itu hampir bersamaan.

Saat ketiganya tengah asyik ngobrol tiba - tiba dari arah luar terdengar suara mengucapkan salam.

"Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam" ketiganya membalas salam

Ternyata yang datang Bayu yang baru pulang sekolah bersama adiknya Putra

"Kak Bunga!" keduanya hampir bersamaan ketika melihat Risa.

Keduanya pun berhamburan dan langsung memeluk Risa dan menangis.

Hik   hik    hik

" Kakak kemana aja sih selama ini. Kami selalu mencari kakak kesana kemari!" kedua adik Bunga memeluk Risa dan menangis.

"Kakak jangan tinggalin kami, kami akan selalu nurut pada kakak!" Bayu menangis sambil memeluk Rusa yang heran .

"Hei Bayu, Putra lepasin pelukan kalian. Dia bukan Bunga, kakak kalian!" kata ibu mereka

Kedua sontak melepaskan pelukannya dan menoleh ke ibunya dan kembali memandang wajah Risa.

"Lalu siapa dia bu, kenapa dia sangat mirip dengan kakak!" tanya Bayu pada ibunya.

"Dia, nak Risa!" jawab ibunya

Risa yang melihat tingkah kedua adik Bunga hanya termenung. Begitu sayangnya kah mereka pada kakaknya.

"Maaf, kak Risa. Tapi kakak mirip sekali dengan Kak Bunga" tutur Bayu yang merasa malu karena telah salah orang.

Kerinduan pada sosok Bunga memang sangat lama dia pendam, walaupun dia tahu kakaknya itu telah lama meninggal dunia. Tapi mengapa tiba - tiba ada sosok begitu mirip dengan kakaknya hadir di rumah mereka

Bahkan setelah 10 tahun kepergian Bunga, kedua adiknya masih mengingati dan mengharapkan jika kakaknya itu masih hidup.

" Sudah, kalian ganti baju dulu setelah itu makan siang!"

" Ibu sudah menyiapkan makanannya di meja makan. Ingat jangan disentuh piring kakak kalian!" pesan ibu.

" Maaf, tante. Maksudnya piring Bunga?" tanya Risa.

"Ah, mungkin sudah kebiasaan tante, setiap kali menyiapkan makan, tante selalu memasang 4 piring!" jelas Ibu Bunga.

" Diminum nak tehnya!" ibu Bu kembali mempersilahkan tamunya untuk minum.

" Maaf bu, sayang bisa melihat foto Bunga" pinta Risa pada ibu Bunga.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia
8.1
Impian Belleza tentang cinta sejati sirna setelah ia dipaksa menikahi Rafaele demi aliansi bisnis mafia. Di tengah jeratan dunia hitam dan dominasi sang suami, ia bertahan hanya untuk melindungi keluarganya. Namun, situasi memanas saat ayahnya tewas di wilayah Jefferie, memicu dendam membara dalam diri Belleza. Sembari mengandung dan menghadapi intrik pengkhianatan yang perlahan terungkap, ia berjuang mencari kebenaran. Akankah dendam ini menghancurkan mereka, atau justru menumbuhkan cinta?
Sampul Novel JANJI YANG DIKHIANATI
9.5
Pernikahan seorang istri hancur lebur setelah ia membongkar perselingkuhan suaminya yang telah lama disembunyikan. Rasa sakit hati dari pengkhianatan bertahun-tahun ini memicu tekad kuatnya untuk mencari keadilan. Ia pun mulai merancang pembalasan yang sangat diperhitungkan. Langkah berani ini tidak hanya menguras emosi jiwanya, tetapi juga menguji kesetiaan serta batas kesabaran dari orang-orang terdekat di sekelilingnya.
Sampul Novel Melepas Suamiku Demi Adikku
8.9
Pernikahan Anisa runtuh setelah skandal keji sang suami terbongkar. Pria yang sangat ia sayangi itu rupanya tega bermain api di belakangnya bersama Laura, adik tirinya sendiri. Rasa sakit hati Anisa kian mendalam saat mengetahui bahwa kini Laura sedang berbadan dua akibat perselingkuhan tersebut. Di tengah kepedihan yang luar biasa, Anisa akhirnya memilih mundur dan merelakan suaminya menikahi Laura demi bayi di kandungan adik tirinya itu.
Sampul Novel Miliarder Mendadak!
8.4
Demi wasiat keluarga, Vera Dianthe terpaksa menikahi Dorian Ashford, sang CEO kapal pesiar mewah. Merasa terikat tanpa kehendaknya, Dorian pun mengajukan kesepakatan yang menyulitkan Vera. Namun, keteguhan dan keberanian Vera dalam menghadapi Dorian justru mulai memikat hati sang suami. Konflik semakin rumit saat Isabella Moreau, kekasih Dorian, mulai melancarkan serangan demi merusak hubungan mereka. Di tengah intrik kekuasaan ini, mampukah benih cinta sejati tumbuh?
Sampul Novel Sebatas Istri Bayang-Bayang
9.5
Syakila, seorang gadis berhijab yang anggun, harus menerima takdir dijodohkan dengan polisi berdedikasi bernama Reihan. Sayangnya, pernikahan mereka terasa dingin karena Reihan belum bisa melupakan kekasih modelnya, Sonia. Walau Syakila berusaha berbakti dengan tulus, suaminya tetap mengabaikan kehadirannya bagai bayangan. Syakila pun terjebak dalam kepedihan mendalam dan bimbang akan statusnya yang hampa. Akankah ikatan pernikahan ini sanggup bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu Reihan?
Sampul Novel Tentang Kita.
8.1
Keharmonisan rumah tangga Adrian Admajaya hancur akibat ketiadaan buah hati dan hadirnya orang ketiga. Meski sangat mencintai pasangannya, Adrian terjebak dilema besar saat terpaksa memulai hubungan baru demi tanggung jawab tak terduga. Kini, ia harus berjuang membagi hati antara Naura Lideoni dan Asti Wulandari. Sanggupkah Adrian bertahan di tengah berbagai asumsi yang menguji komitmen pernikahan mereka?