APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bangkit Dari Kematian

Bangkit Dari Kematian

Pernikahan Rianti dan Randi yang semula tenang kini diguncang badai akibat kehadiran masa lalu. Monica kembali membawa dendam membara, merasa dikhianati karena Randi memilih menikahi Rianti. Ia menuntut janji suci yang diklaim pernah diucapkan Randi dahulu, walau pria itu membantahnya dengan tegas. Di tengah misteri ikrar masa lalu yang membayangi, sanggupkah Rianti bertahan dan berjuang menyelamatkan rumah tangganya dari usikan sang mantan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam semakin larut,

Alam semesta diselubungi kesunyian,

suara hewan malam menjadi hiasannya,

rembulan di cakrawala menggantung pucat,

       Sesekali bersembunyi di balik mega,

       Angin malam menusuk hingga kedalam ke tulang, 

       Kehidupan terus berjalan,

       Nasib anak manusia telah pun digariskan.

Di siang hari sang mentari begitu angkuh memancarkan sinar,

panas seakan ingin mem bakar.

Seorang gadis manis dengan rambut sebahu, tengah berjalan tergesa - gesa dibawah teriknya matahari. Sesekali di dalam hatinya menggerutu, karena menahan panas yang seakan membakar.

Kota M, siang ini memang cuacanya begitu panas. Mungkin karena musim kemarau telah tiba.

“Maya, tunggu jangan terlalu cepat langkahmu!” teriak gadis itu pada temannya yang terus berjalan tanpa menoleh ke arah suara yang seakan ingin mencegah langkahnya.

“Huft, bukan main panasnya hari ini!” kesahnya gadis itu setelah berada di dekat temannya yang lebih dahulu sampai di halte bis.

“Lambat amat sih jalan kamu Ris, kayak siput tau!” tegur Maya pada Risa yang terus menggerutu.

“ Hei, jangan asal ngomong ya, kamu tuh yang terlalu cepat langkahmu!” ketusnya pada Maya

“Hari ini panas banget, kerongkongan jadi kering nih, mana penjual minuman gak ada lagi nongkrong!” 

“Iya, kok tumben nih Pak Wahyu gak ada berjualan!” ucap Risa membenarkan Maya.

“Ris, sore kamu ada gak acara?” tanya Maya

“ Gak ada, emang kenapa May, mau ngajak aku makan ya!” jawab Risa pada Maya yang memperhatikan orang yang berlalu lalang di hadapan mereka.

“ Kamu tuh ya, soal makan saja yang dipikirkan, tapi badan gitu - gitu aja, gak pernah gemuk!”

“ Ini namanya langsing, May!” bela Risa.

“Gak, kebetulan entar sore tante Tati, teman mama,  tuh adain acara syukuran kecil, karena anaknya lulus dan  diterima di Perguruan Tinggi Negeri!” jelas Maya.

“ Wah,  ini namanya makan - makan tau, hehehe!” tawa kecil Risa.

“ Dasar kamu ya, tukang makan tapi tubuh gak pernah gemuk!” tukas Maya

“Mau gak ikutan sebentar sore!” tanya Maya dengan nada agak keras.

“Mau dong, May !’ balas Risa.

Sore hari pun tiba, Risa dan Maya bersama Ibu Maya, Nora menuju ke rumah tante Tati. Tidak terlalu banyak yang datang. Menurut tante Tati dia tidak mengundang hanya memanggil beberapa teman saja.

“Assalamualaikum!”

“Waalaikumsalam!” orang - orang yang ada didalam rumah Tante Tati hampir bersamaan menjawab salam mereka.

“Yuk, masuk sini, !” Tante Tati mempersilahkan tamunya masuk.

“Terima kasih ya, sudah mau datang!” kata tante Tati dengan senyum manis menyambut tamunya itu.

“O iya Tante, ini teman May, yang selalu saya bicarakan itu!” jelas May pada Tante Tati sambil memperkenalkan Risa.

“Hmm, ya ya, gimana kabar kamu Risa, perkenalkan, aku Tati. Panggil aja Tante Tati!” sambil menyodorkan tangan berkenalan dengan Risa.

“Silahkan, langsung saja di cicipi hidangan ala kadarnya, maklum cuma acara kecil - kecil!” lanjut Tante Tati pada tamunya.

“ Anggap seperti di rumah sendiri!” lanjutnya

Sepeninggalan Tante Tati, Risa menarik tangan Maya.

“ Kamu tuh ya, omongin apa aja soal aku sama Tante Tati?” tanya Risa ingin tahu.

“Gak ada yang serius cuma bilangin, aku tuh punya sahabat bernama Risa, sudah seperti saudara!”

“ Anaknya baik !” ucap Maya singkat

“ Gak, percaya aku. pasti ada apa - apa nih !” ujarnya merasa ada sesuatu yang disembunyikan sahabatnya ini.

Pertanyaan - pertanyan bermunculan dibenaknya. Tidak mungkin Maya cerita soal ke Tante Tati kalau tidak ada sesuatu. Dan Risa pun baru kenal Tante Tati hari ini. Di acara syukurannya.

Berbagai macam pertanyaan terus bermunculan seakan ingin mendapatkan jawaban.

Dan kenapa pula Maya, mengajaknya ke acara syukuran ini.

Nafsu makannya nyaris hilang, namun  karena Risa memang orangnya suka makan. Maka pertanyaan - pertanyaan yang bermunculan itu ditepis dan mencoba menikmati hidangan yang disediakan tuan rumah. Mubazir kalau tidak dimakan.

Satu persatu para tamu pulang, sekarang tinggal Risa, Maya dan mamanya.

“Aduh, terima kasih banyak ya kalian sudah mau datang!” kata Tante Tati yang duduk didepan mereka.

“Makasih juga tante!” ucap Risa sambil tersenyum.

“Risa nih satu kuliah ya dengan Maya?”

“Iya Tante, satu fakultas malah dengan Maya!” kata Risa

“ Tante mau tanya sesuatu sama kamu Ris, itupun kalau kamu gak keberatan jawab!” kata Tante Tati pada Risa.

“ Boleh, apa tuh tante!’ ucap Risa.

“ Gini, kamu kenal gak cewek bernama Mira, Mirna atau Vira?’” tanya tante Tati

“ Gak, Tante. Mang mereka kenapa?” balik bertanya pada tante Tati yang memandangnya.

“Ah, papa, kirain Risa kenal sama mereka!” lanjut Tante Tati. 

“ Kalian duduk dulu ya, aku masuk sebentar ada sesuatu yang ingin aku berikan pada Maya!” kata tante Tati sambil berlalu.

Risa merasa ada yang ganjil dengan pertanyaan - pertanyaan Tante Tati padanya. Seperti ada makna dan maksud dibalik pertanyaan itu. Siapa ketiga nama yang disebut oleh Tante Tati. Baginya nama itu asing dan ketiga gadis itu tidak pernah dikenalnya.

Kembali muncul pertanyaan - pertanyaan di benak Risa. Hingga matanya tertuju pada sebuah foto yang terpajang di atas lemari hias.

“Merasa penasaran saat dia melihat foto itu, dari kejauhan dia melihat dirinya pada potret itu. Hanya pada orang yang ada dipotret itu sedikit agak gemuk darinya.

Risa pun mendekati potret itu dan memandangnya. 

“ Astaga, siapa dia, kenapa Risa seolah melihat potretnya sendiri.Lalu apakah yang tiga itu gadis yang disebut oleh Tante Tati?” pertanyaan berkecamuk didalam hatinya.

Maya yang melihat sahabatnya seperti kaget dan termenung memandangi potret itu, mendekati Risa.

“Kamu lihat Risa, gadis yang ada di potret itu?” tanya Maya padanya.

“Dialah Bunga, sahabat Vira anak Tante Tati!” ungkap Maya padanya.

“ Gadis itu sangat mirip denganmu, bahkan nyaris tak ada perbedaan kan?” tanya Maya pada sahabatnya itu yang seakan tak percaya dengan apa yang dilihat.

Apa mungkin diatas dunia ini ada orang lahir dikeluarga yang berbeda namun punya wajah yang sama. Bahkan seperti anak kembar nyaris tidak perbedaan.

Sekarang Risa tahu mengapa Maya mengajaknya ke rumah Tante Tati. Karena Foto itu.

Gadis yang ada di dalam foto itulah yang menyebabkan Maya mengajaknya.

Dari dalam Tante Tati datang dan mendapati Risa dan Maya sedang memandangi foto yang ada diatas lemari hiasnya.

“ Kamu sudah lihat ya Risa!” Tante Tati membuka suara.

“ Tadinya tante juga tidak percaya saat Maya cerita tentang kamu, sampai dia memperlihatkan foto kamu ke tante!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi
8.2
Tiga belas tahun mendampingi sang suami dari masa sekolah hingga pernikahan membuat Valen rela melepas hubungan dengan keluarganya demi memberikan sebuah perusahaan yang telah go public. Namun, ilusi pernikahan bahagia itu hancur saat sebuah buku catatan usang dari laci rahasia mengungkap kebenaran yang mengejutkan. Tulisan di dalamnya menegaskan kebencian mendalam sang suami kepadanya. Menyadari cinta tulusnya selama ini bertepuk sebelah tangan, Valen kini mempertanyakan kelanjutan rumah tangga mereka sekaligus masa depan perusahaan yang telah ia perjuangkan.
Sampul Novel Dia Canduku
9.5
Dalam kondisi tak sadar, Amira dikhianati suaminya yang tega menjual dirinya kepada pengusaha bernama Raka sebagai pelampiasan. Malam intim tak terduga itu rupanya sangat membekas di hati Raka hingga ia terus terbayang sosok Amira. Seminggu berlalu, takdir secara mengejutkan mempertemukan mereka kembali di rumah Raka. Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah rahasia kelam malam panas itu mulai terungkap?
Sampul Novel Gendutnya Istriku
9.2
Izzah merasa sangat tertekan akibat cibiran tentang tubuhnya setelah menikah dengan Arman. Meski berniat diet, usahanya dihalangi sang suami demi melindungi kehamilan yang baru diketahui. Sebagai mantan nakes dengan dua anak, Izzah merasa tidak butuh hamil lagi. Namun, bagi Arman yang pernah dituding mandul, janin ini adalah pembuktian dirinya. Ego keduanya pun berbenturan antara ambisi Arman memiliki anak dan hasrat Izzah untuk melangsingkan tubuh.
Sampul Novel Kebangkitan Wanita Cacat Yang Dikhianati
8.0
Silvia Rahman, seorang wanita difabel, menyadari ketulusan Dion Kurniawan hanyalah dusta. Begitu pendengarannya pulih, ia mengetahui fakta keji bahwa Dion sengaja menghalangi kesembuhannya demi berselingkuh dengan Arini. Setelah dihina Dion di sebuah pesta dan nyaris tewas akibat tabrak lari oleh Arini, Silvia bertekad membalas dendam. Pada hari pernikahan mereka, ia menyiapkan rencana mematikan untuk membongkar kebusukan Dion sebelum menghilang dengan identitas baru.
Sampul Novel Obsesi Mister Daniel
7.9
Daniel, miliarder yang memimpin Walmart di San Francisco, begitu mendambakan Elena, seorang pelayan yatim piatu. Lantaran cintanya terus-menerus ditolak, Daniel nekat menyekap dan merenggut kesucian Elena. Ancaman terhadap keselamatan keluarga pun dilayangkan agar Elena mau menikah dengannya. Elena terpaksa tunduk, namun mengajukan syarat agar pernikahan digelar di masjid dengan paman sebagai wali. Akankah sang CEO menyanggupinya?
Sampul Novel SEPANJANG MALAM
9.6
Pertemuan tak terduga antara seorang pria dan wanita misterius di sebuah bar memicu rangkaian peristiwa luar biasa. Malam yang tenang seketika berubah menjadi petualangan liar yang penuh gairah sekaligus ancaman fatal. Di tengah situasi yang semakin menegangkan, sang pria dipaksa menghadapi rahasia kelam dari masa lalunya. Kini, setiap keputusan yang mereka ambil menyeret keduanya lebih dalam ke pusaran konflik berbahaya, di mana bertahan hidup adalah satu-satunya pilihan.