APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Balas Dendam : Kembalinya Sang Miliarder

Balas Dendam : Kembalinya Sang Miliarder

Di rumah sakit mewah Chicago, kebahagiaan Florence melahirkan putra kandungnya hancur seketika. Nelson Gonzales, sang presiden sekaligus ayah dari bayi itu, justru menunjukkan kebencian mendalam. Nelson menolak mengakui darah dagingnya sendiri dan tega menghina Florence. Konflik memuncak saat Nelson mengancam akan membuang bayi malang tersebut. Saat Florence berusaha menenangkan bayinya dengan menyusui, Nelson malah menuduhnya melakukan tindakan keji itu demi merayunya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tiga tahun. Bukan tiga hari. Bukan tiga bulan, melainkan tiga tahun penuh. Lebih dari seribu hari seribu malam!

Seandainya kamu mempunyai seekor anjing. Kamu tidak boleh memperlakukan anjing itu dengan buruk.

Florence meremas jari-jarinya dan menggigit bibirnya sekuat tenaga, dan perlahan berkata. "Aku akan tanda tangan!"

"Setelah perceraian. Tinggalkan Chicago. Dan mulai sekarang, kita akan menjadi orang asing saat bertemu lagi!"

"Baik! Terserah kamu! Asal kamu tidak menyesal kemudian hari."

"Aku tidak akan menyesal."

"Kita lihat saja apa yang akan terjadi ke depannya. Untuk saat ini, kamulah yang berkuasa."

Setelah mengatakan itu, Florence mengambil pena dan mulai menandatangani berkas itu. Dan tak lupa menulis namanya dengan elegan dan lancar.

Saat Florence menutup penanya, dia menatapnya dengan air mata berlinang.

"Tetapi jika kamu tidak menyukaiku, mengapa kamu setuju untuk menikah denganku saat itu? Aku pernah mengatakan padamu sebelum kita menikah bahwa kamu dapat menolak pernikahan itu kapan saja, dan aku tidak akan pernah memaksamu. Aku pikir… aku pikir kamu setuju untuk menikah denganku karena kamu sedikit menyukaiku. Mengapa?"

Nelson mengambil dokumen itu secara paksa. Dia melihatnya sekilas untuk memastikan tanda tangannya, lalu menyerahkannya kepada sekretarisnya.

Nelson menatap remeh kearah Florence. Dia dengan tidak tulus bahkan dengan kejamnya berkata. "Jika aku tidak menikahimu, kakekku tidak akan menyerahkan perusahaan kepadaku. Apa kamu tidak tahu tentang ini? Kenapa kamu berpura-pura? Florence. Yang paling aku benci adalah sifatmu yang bermuka dua."

"Sekarang kita sudah bercerai. Aku akan minta seseorang mentransfer uangnya kepadamu besok. Sedangkan untuk perawatan setelah melahirkan. Kamu bisa tetap disini sampai kamu pulih dari pasca melahirkan. Semua biayanya sudah aku lunasi. Bagaimana pun aku masih punya berperasaan."

Setelah mengatakan itu kepada Florence. Nelson langsung keluar dari ruangan itu. Dan diikuti oleh orang-orangnya.

Detik itu juga, ruangan yang luas dan mewah seketika kembali sunyi. Kini tinggal Florence dan bayinya.

Florence dengan lemah bersandar di tempat tidur dan menangis setelah sekian lama.

Florence adalah putri Keluarga Elizabeth yang selalu tinggal di pegunungan. Ketika dia berusia delapan belas tahun, dia mengetahui bahwa dia dijodohkan dengan Nelson.

Florence tidak ingin menikah pada awalnya, tetapi ketika dia melihat Nelson untuk pertama kalinya, dia jatuh cinta padanya.

Nelson yang berwajah tampan, tinggi dan mulia. Semua yang Florence bayangkan dalam diri seorang suami, ada pada Nelson. Jadi dia rela dijodohkan dengannya.

Namun Florence tidak pernah menyangka bahwa di mata Nelson, dia hanya dijadikan batu loncatan untuk mendapatkan warisan perusahaan dari kakeknya.

Sekarang setelah Nelson mendapatkan apa yang dia inginkan. Setelah Florence melahirkan. Dia kehilangan nilainya, dia kehilangan harga dirinya. Nelson tidak membutuhkannya lagi. Jadi Nelson pun menyingkirkan dirinya bersama anaknya.

Tiga tahun cintanya yang besar dan tulus terhadap Nelson ternyata hanya dianggap lelucon dan remeh olehnya. Bahkan Nelson tidak pernah menganggapnya sebagai istri sama sekali!

Florence menangis lama sekali sampai teleponnya berdering.

"Nona, kamu sudah pergi terlalu lama. Kami sudah menunggumu. Bolehkah kami datang menjemputmu sekarang?"

Florence menyeka air mata di wajahnya. Detik kemudian dia tersenyum di sudut bibirnya. Setelah itu, Florence berbicara dengan nada tegas.

"Aku ingin bertemu kalian semua dalam waktu tiga puluh menit."

Ya!

Setelah Florence bercerai, dia harus kembali ke posisi semula dan melakukan apa yang seharusnya dia lakukan selama ini!

^^^

Sepuluh menit kemudian...

Puluhan mobil Ferrari yang menderu-deru di parkir di depan rumah sakit satu demi satu, membentuk lingkaran dengan lampu depan menyala. Menerangi malam seolah-olah siang hari.

Saat itu juga, sebuah pesawat pribadi melayang dan mendarat di tengah lingkaran dan disusul oleh seorang pria berpakaian rapi, anggun dan tampan.

Para pengawal itu serempak menyapa, "Selamat malam, Tuan Kenneth Elizabeth!"

Pria itu mengancingkan kancing jasnya, dengan anggun mendorong kacamatanya dengan jari-jarinya yang panjangndan mata sipitnya mengamati kerumunan, memperlihatkan kilatan dingin.

"Kami di sini untuk menjemput nona muda!"

"Untuk menjemput nona muda itu!"

Semua orang bersemangat dan berteriak tiga kali sebelum masuk ke rumah sakit dengan tertib.

^^^

Direktur rumah sakit..

Setelah mendengar ada tamu VIP yang berkunjung, menunggu di pintu masuk untuk menyambut mereka.

Direktur itu tidak tahu. Begitu dia mencoba mendekat, dia dilempar ke tanah oleh pengawal di kedua sisi.

Pria yang bertanggung jawab seperti seorang kaisar yang mulia, menatapnya dengan dingin dan tatapannya begitu menindas sehingga direktur tidak berani menatap matanya.

Direktur itu ketakutan dan bergumam pelan, "Kapan kota Chicago menciptakan karakter kejam seperti itu? Siapa yang akan mereka jemput?"

Penuh kecurigaan. Direktur itu gemetar. Dia bangun dari jatuhnya setelah kelompok itu pergi.

Direktur itu buru-buru berlari menuju lift dan terkejut saat melihatnya.

"Lantai dua belas?"

"Bukankah di situ tinggal gadis desa yang baru saja melahirkan?" tanyanya pada dirinya sendiri.

"Siapa dia sebenarnya hingga bisa tampil megah!"

"Saya harus menelepon Presiden Gonzales dan melapor!" ucap Direktur itu.

***

Saat ini, di kamar pribadi mewah di sebuah klub.

Nelson dengan malas bersandar di sofa, merokok dan dikelilingi oleh gadis-gadis menggoda yang menari mengikuti irama musik.

Mereka dengan genit mendesaknya, tapi dia memperingatkan dengan suara rendah bahkan tanpa melihat ke arah mereka.

"Pergilah!"

Hayden Ramirez menghampiri untuk mengusir mereka, "Enyahlah, kalian semua! Apa menurutmu Kakak laki-lakiku adalah seseorang yang bisa kalian sentuh? Gadis impiannya akan kembali dan mereka akan segera menikah. Singkirkan semua itu pikiran kalian!"

Sekelompok gadis diusir dan kamar pribadi menjadi sunyi.

Hayden menghampiri dan bertanya, "Kapan Vivian akan kembali?"

"Dalam tiga hari."

"Kapan pernikahannya?"

"Kau akan mendengarkan kabarnya."

Saat menyebut Vivian Sanches, wajah Nelson sedikit mereda.

Nelson berkata dengan sedih, "Dia telah menderita selama tiga tahun ini. Kali ini, ketika dia kembali. Aku akan memberikan yang terbaik dari segalanya dan menjadikannya wanita paling bahagia!"

"Vivian memiliki penampilan dan karier dan dia juga penyelamatmu. Aku benar-benar tidak mengerti mengapa lelaki tua itu tidak menyetujui pernikahanmu. Dan bukan hanya itu, dia bahkan memaksamu menikahi seorang wanita dari desa! Bagaimana wanita itu bisa dibanding-bandingkan dengan Vivian!"

"Jangan menyebut dia lagi, itu membuatku tidak nyaman!" Nelson mengingatkannya dengan suara rendah. "Jangan beri tahu Vivian."

Hayden segera mengiyakan, "Saat ini, mantan istri harus diperlakukan seolah-olah mereka sudah mati. Siapa yang punya waktu untuk menyebut orang mati!"

Ketika Nelson dan Hayden tengah berbicara, tiba-tiba telepon Nelson berdering.

Layar ponselnya menampilkan tulisan "Dean" Direktur rumah sakit yang berkedip terus menerus.

Sementara Hayden menatap tepat di wajah dan di manik hitam Nelson. Dia bergumam di dalam hati, memikirkan tentang Nelson, Florence dan Vivian.

"Pasti wanita itu membuat masalah lagi! Mereka sudah bercerai, mengapa dia tidak meninggalkan Nelson sendirian?"

"Apakah dia menyesali perceraiannya dan tidak menginginkan Vivian lagi?"

"Tapi itu tidak mungkin. Nelson sangat mencintai Vivian. Dia pasti bisa melakukan hal seperti ini kepada Florence demi bisa bersama Vivian."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 MINGGU MENGEJAR CINTA
8.7
Perjalanan bisnis Anya mendadak kacau karena kendala teknis yang memaksanya tinggal selama tiga minggu. Masalah kian pelik saat keponakan rekan bisnisnya melamar secara tiba-tiba, bahkan mengancam nyawa Anya setelah penolakan tersebut. Di tengah bahaya, Dastan yang merupakan mantan teman sekelasnya hadir menyelamatkan. Namun, Anya mulai mencurigai motif asli Dastan. Apakah ini ketulusan masa lalu atau ada niat lain? Anya harus menyelesaikan semua sebelum waktunya habis.
Sampul Novel Ayah Si Preman Sekolah
9.0
Aku tidak pernah menyangka akan berakhir di atas meja, berhadapan langsung dengan ayah dari preman sekolah yang kerap menggangguku. Pria matang itu tampak terpelajar namun memancarkan aura berbahaya khas mafia yang tak bisa disembunyikan. Ketika ketegangan intim di antara kami memuncak, langkah kaki sang putra tiba-tiba terdengar mendekat. Demi menyembunyikan keberadaanku, pria itu memaksaku berlindung di bawah meja sebelum dia dengan tenang mulai membuka ikat pinggangnya sendiri.
Sampul Novel Escape
8.1
Nyawa Emily Watson, seorang model menawan, kini terancam. Sebelum tewas tanpa kepala secara tragis, Dr. Watson sempat menyewa jasa Ethan Davis, bos agensi keamanan elite London, demi melindungi rahasia besar putrinya. Di tengah pelarian dari kejaran pembunuh, Ethan dan Emily harus berjuang mengatasi trauma masa lalu mereka yang kelam. Akankah benih cinta yang tumbuh di tengah situasi mencekam ini mampu menyelamatkan mereka dari konspirasi mematikan yang mengintai?
Sampul Novel Istri Kedua Ustadz
8.2
Kehidupan Dina, seorang wanita sederhana penyayang, berubah total setelah dinikahi oleh Ustadz Ahmad. Sebagai tokoh agama yang dihormati, Ahmad sebenarnya telah membina rumah tangga dengan Siti. Namun, karena tidak dapat menghadirkan keturunan, Siti dengan ikhlas meminta sang suami untuk berpoligami. Keputusan besar ini diambil Siti demi mendapatkan buah hati, yang pada akhirnya menuntun Dina menjadi bagian dari kehidupan pernikahan mereka.
Sampul Novel Single Mom
7.8
Kehidupan seorang ibu tunggal dipenuhi duka mendalam dan rahasia kelam masa lalu. Di tengah tuduhan kejam sebagai wanita parasit, sebuah misteri besar mengancam kehidupannya. Konflik memuncak saat ia harus menghadapi konfrontasi tajam mengenai asal-usul sang anak. Benarkah ia menggoda ayah seseorang demi uang jutaan rupiah dan menghancurkan keluarga lain? Kini, kebenaran yang lama tersembunyi siap terungkap sepenuhnya.
Sampul Novel Terjebak Nafsu Dua CEO
8.9
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya dan menjaga kemitraan korporat, Karine mengambil keputusan berat. Sebagai duta perusahaan, ia terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada dua CEO, Bilang dan Arum. Dua tahun lamanya Karine bertahan menjadi wanita simpanan mereka, mengabaikan fakta bahwa kedua pria itu telah beristri demi profesionalitas dan ambisi. Kini, rahasia gelap tersebut terancam terbongkar saat para istri mulai mencurigai adanya perselingkuhan.