APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Baby Twins Billionaire

Baby Twins Billionaire

Kehidupan Freya Amalia hancur seketika akibat ulah seorang pria tak dikenal, meninggalkan luka mendalam saat ia mendapati dirinya hamil anak kembar. Sementara itu, Vero Brance Harison terus didera penyesalan besar atas kesalahan masa lalunya. Bertekad bertanggung jawab, Vero mencari wanita tersebut untuk dinikahi. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, sanggupkah Vero menebus dosanya, dan akankah Freya membuka hati untuk memaafkan ayah dari bayi-bayinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Cuaca terik menyambut perjalanan awal mereka. Di dalam mobil merah milik Maret, Freya dan si kembar duduk rapi sambil menikmati pemandangan sepanjang jalan menuju ibu kota. Kota baru yang kelak akan menjadi tempat mereka memulai hidup dari lembaran yang berbeda.

Fiona, si gadis kecil yang cerewet itu, tak henti-hentinya berceloteh sejak mobil meninggalkan halaman rumah. Sesekali ia bernyanyi dengan suara cadelnya yang khas.

"Naik keteta api, tut... tut... tut... siapa hendak tulun... ke Bandung, Surabaya... ayo kawanku lekas naik... keteta ku tak bethenti lama... hore!"

Tepuk tangan meriah pun terdengar dari Fiona dan Freya, yang kompak mengikuti irama lagu. Maret ikut tertawa dari kursi kemudi, sementara Fillio hanya menatap keluar jendela, mengamati gedung-gedung tinggi yang mulai menjulang dari kejauhan.

"Mommy, Fiona lapar..." keluhnya sambil memegangi perut.

"Sabar ya Sayang, sebentar lagi kita sampai di restoran," jawab Maret, melirik dari spion tengah dengan senyum lembut.

"Restoran? Apa itu... retoran?" tanya Fiona sambil memiringkan kepala, penasaran.

"Restoran, Sayang. Itu tempat orang-orang makan. Banyak makanan enak di sana," jawab Freya, sambil mengusap rambut anak perempuannya yang sudah mulai terlihat lelah.

"Ohh... jadi banyak makanan ya di sana? Banyak orang juga?"

"Iya, banyak yang datang buat makan atau sekadar minum. Tapi tenang saja, Mommy dan Mami ada di samping Fiona, nggak usah takut," kata Freya menenangkan.

Beberapa saat kemudian, mobil Maret memasuki pelataran parkir sebuah restoran mewah di jantung kota. Restoran itu luas, dengan interior berkelas yang membuat mata Fiona dan Fillio membulat kagum.

"Mommy... tempat ini cantik sekali! Tapi pasti mahal, ya?" tanya Fillio polos, sambil membuka maskernya.

"Iya Ret, harusnya kita cari tempat makan yang lebih sederhana," ujar Freya lirih, merasa tak enak hati.

Maret terkekeh pelan. "Tenang saja. Uangnya masih cukup, kok. Hari ini kalian bebas pesan apa saja. Anggap saja ini pesta kecil untuk menyambut rumah baru kita."

Senyum Maret yang tulus dan hangat itu tanpa disadari menarik perhatian seorang pria muda yang duduk di meja seberang. Ia menghentikan aktivitas makannya, menatap ke arah Maret dengan penuh takjub. Tangannya bahkan menjatuhkan sendok secara tak sengaja.

"I love her smile... she is beautiful," gumamnya lirih.

Sahabatnya yang duduk berhadapan mengangkat alis, lalu menoleh ke arah yang sama.

"Bro, sadar. Itu wanita punya anak, lho. Bahkan dua. Fokus!"

"Aku hanya bilang aku suka senyumnya. Bukan berarti aku mau memilik-"

"Terserah deh!"

Percakapan mereka terpotong karena mereka harus segera menuju proyek pembangunan mall yang mereka kelola.

Sementara itu di meja keluarga kecil Freya...

"Mommy, makanannya enak banget! Fiona kenyang." Fiona mengusap mulut mungilnya dengan tisu.

"Syukurlah Sayang. Kapan-kapan kita makan di sini lagi, ya," kata Maret sambil membelai lembut rambut Fiona.

"Fillio juga suka udangnya. Rasanya hampir mirip kayak buatan Mommy," sahut Fillio dengan polos. Freya tersenyum, hatinya menghangat. Dibandingkan dengan koki restoran mewah, rasa masakannya masih mendapat tempat di hati anak-anaknya.

Setelah selesai makan, mereka pun bersiap pergi.

"Ayo, kita ke rumah baru," kata Maret sambil menggendong Fiona yang mulai mengantuk.

Sesampainya di kasir, Maret menyerahkan uang sambil menyebutkan nomor mejanya.

"Meja tiga, Mbak."

Namun kasir menjawab dengan senyum sopan, "Sudah dibayar, Mbak. Tadi pria dari meja dua yang melunasinya."

Maret mengernyit. "Apa nggak salah? Saya nggak kenal siapa-siapa di sini."

"Ini bill-nya, Mbak bisa lihat sendiri."

Maret memandangi kertas tagihan itu dengan kening berkerut. Jumlahnya tidak kecil. Siapa pria itu? Kenapa ia membayarkan makanan mereka? Belum sempat bertanya lebih lanjut, pria itu sudah menghilang.

'Siapa pun dia... semoga suatu hari aku bisa mengucapkan terima kasih.'

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah baru.

Di sisi lain kota...

"Huhh... Max, sudah ada kabar tentang gadis malam itu?" tanya Vero dengan suara lelah. Di dalam mobil mewah yang tengah membelah jalan menuju mansion miliknya, ia duduk bersandar, menatap langit-langit mobil.

Max, asistennya, hanya menggeleng pelan. "Belum ada perkembangan, Ver."

Vero mendesah keras. Ia menyatukan jemari lalu menekan keningnya, frustasi. "Sudah bertahun-tahun. Tidak ada satu petunjuk pun..."

Bayangan gadis itu masih membekas kuat. Aroma tubuhnya, suara pelan di telinga, dan terutama-cahaya samar yang menyembunyikan wajahnya di malam itu. Malam kelam yang ia sesali sepanjang hidupnya.

"Gadis itu... darah... dia perawan. Dan aku... bodoh!"

Hatinya menyesal, pikirannya penuh penyesalan. Bukannya bangga, ia justru dihantui rasa bersalah. Bahkan aromanya-vanilla lembut yang memabukkan-masih lekat dalam ingatannya. Aroma yang kini selalu ia kejar di setiap wanita yang lewat, tapi tak satu pun yang menyamai.

"Gila... aku bahkan menyuruh Max mengendus parfum wanita!" batinnya pilu.

"Aku harus menebus kesalahan itu. Dia bisa saja hancur karena aku. Tapi ke mana aku harus mencari? Kota ini terlalu luas..."

Max hanya menatap sahabatnya dalam diam. Vero memang terlihat seperti pria mapan tak tersentuh, tapi malam itu mengubah semuanya.

Dan ia tahu, pencarian ini belum akan berakhir.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.1
Rumi tak sengaja bertemu mantan iparnya saat periksa kehamilan. Di tengah tuntutan untuk kembali pada Aryan—miliarder yang dulu mengabaikan pernikahan mereka demi wanita lain hingga memicu kematian ibu Rumi—ia diingatkan akan perjuangan sang mantan suami mencarinya. Namun, luka masa lalu akibat pesan suara kejam Aryan tak bisa terhapus. Dengan tenang, Rumi menunjukkan cincin di jarinya, menegaskan bahwa ia telah memulai hidup baru yang sederhana dan meninggalkan masa lalu kelamnya di Kota Daro.
Sampul Novel Kariermu Ada di Tanganku
8.2
Sebagai putri tunggal keluarga Mahendra yang sangat berkuasa, Nayara Devanka awalnya memiliki kehidupan sempurna. Ia tulus membangun nasib Rafael, mantan staf ayahnya, hingga mereka membina keluarga bersama putri mereka, Isolde. Sayangnya, ketulusan Naya dibalas dengan pengkhianatan kejam. Rafael diam-diam menikahi cinta masa lalunya atas restu keluarganya. Mereka hidup mewah dari fasilitas Naya sambil menusuknya dari belakang. Kini, Naya siap merebut segalanya dan menghancurkan karier mereka.
Sampul Novel Kebahagiaan Menanti
8.0
Setelah berkorban demi pernikahan anak-anaknya dan melunasi rumah, seorang ibu justru dikhianati. Suaminya membawa selingkuhan kaya, sementara anak-anak kandungnya sendiri mendesaknya untuk bercerai dan segera menikah lagi demi kebahagiaan ibu tiri mereka. Terpaksa melangkah ke pernikahan baru, ia hanya mendambakan kehidupan rumah tangga yang sederhana. Siapa sangka, pria yang kini menjadi suaminya adalah seorang CEO raksasa. Mengetahui kebenaran ini, penyesalan mendalam pun menghampiri anak-anak yang telah membuangnya.
Sampul Novel Kepentok cinta om cupu
8.4
Akibat kalah taruhan, Zoya Raveena terpaksa menembak Danu Atmadja. Ia tidak tahu bahwa pria berpenampilan kuno itu sebenarnya pewaris takhta bisnis yang sangat tampan. Saat benih cinta yang tulus mulai tumbuh di antara keduanya, bayang-bayang masa lalu mendadak hadir dan mengancam kebersamaan mereka. Kini, Zoya dan Danu harus bersatu demi mempertahankan hubungan yang baru terjalin dari rintangan besar yang siap menghancurkan segalanya.
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN
8.2
Kehidupan tenang Sahira seketika hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh dengan sahabat dekatnya sendiri. Di tengah kepedihan mendalam akibat pengkhianatan ganda tersebut, secercah harapan tiba-tiba datang dari masa lalunya. Kehadiran kembali seorang miliarder menawarkan perlindungan sekaligus mengajak Sahira menyembuhkan luka hati bersama. Akankah ini menjadi awal dari babak baru yang bahagia bagi Sahira setelah melewati pengkhianatan yang begitu menyakitkan?
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Demi melunasi utang yang menjeratnya, Kiara Mauren bersedia bekerja apa saja. Namun, Ken justru menyodorkan sebuah kontrak pernikahan. Meski terpikat oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya sempat ditolak. Kiara pun bimbang karena dirinya telah memiliki calon suami. Sayangnya, Ken tidak memberikan pilihan lain bagi Kiara. Di tengah situasi pelik ini, tatapan tajam Ken tetap tidak bisa teralihkan dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.