APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AZAB SUAMI YANG DZOLIM

AZAB SUAMI YANG DZOLIM

Kalina, seorang pengusaha wanita yang sangat sukses, membangun rumah tangga bersama Adit yang hanya bekerja sebagai pegawai bank biasa. Di balik pernikahan mereka, Adit ternyata hanya memanfaatkan kekayaan istrinya. Pengkhianatan itu terasa kian menyakitkan saat Kalina mengetahui bahwa sang suami telah menikah lagi secara diam-diam. Tidak tinggal diam begitu saja, Kalina pun menyusun sebuah rencana elegan untuk membalas semua perbuatan dzolim suaminya tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Mas, kamu ada belanja pakai kartu kredit hari ini? Kok nominalnya besar sekali ya. Bahkan ada pembelian tas yang harganya hampir empat puluh juta. Emang kamu beli tas apa?"

Adit mengerutkan dahinya, Bagaimana mungkin sang istri bisa mengetahui jika Lisna baru saja berbelanja tas dan juga sepatu.

"Kok kamu tahu?"

"Kartu kredit kita ketuker. Kamu lupa ya kemarin aku sempet pinjem kartu kredit kamu dan aku kasih kamu kartu kredit ku dulu untuk sementara. Kartu kredit aku itu kan kalau misalkan dipakai ada laporan yang masuk ke handphoneku. Ya ... aku tahu lah, Mas," jawab Kalina sambil terkekeh.

'mati aku,' gumam Adit dalam hati.

"Astaga rupanya kartu kredit kita tertukar? Maafin Mas, Sayang, jadi kebetulan aku habis belanja ke mall. Temen aku kebetulan ketinggalan dompet jadi minta dibayarin dulu. Tapi uangnya udah ditransfer ke rekening aku kok untuk gantinya. Dia mau bikin kejutan untuk istrinya jadi beliin tas sama sepatu. Ya udah nanti aku kasih kartu kredit kamu balik ya," kata Adit dengan cepat.

"Ya.  Nggak masalah lah Sayang kalau misalkan kartu kredit itu ada di kamu. Kan sama aja."

"Ya masa setiap aku belanja nanti ada laporan ke handphone kamu. Kalau misalkan aku mau bikin kejutan buat kamu jadinya nggak surprise lagi dong," kata Adit.

Ah, Bagaimana mungkin dia bisa ceroboh seperti itu. Seharusnya sebelum memberikan kartu kredit itu kepada Lisna, Adit sudah memeriksanya terlebih dahulu. Sial!

"Ya udah deh terserah kamu aja. Aku mungkin pulang malam ya. Soalnya hari ini ada beberapa klien aku yang meminta dibuatkan desain. Mereka baru bisa datang ke butik sore. Maklumlah mau nikah sama artis ... jadi ya begitu deh," kata Kalina.

"Iya, nggak masalah sayang. Kamu hati-hati ya pulangnya," kata Adit.

"Kalau kamu pulang duluan tolong suruh Mbak Nur untuk kasih makan Cindy buah, ya. Cindy itu kalau nggak diingetin selalu lupa makan buah-buahannya," kata Kalina.

"Iya sayang kayaknya aku pulang cepat kok hari ini. Ya udah, aku mau cek pembukuan dulu ya. Sampai nanti malam," kata Adit.

Adit pun cepat-cepat menutup telepon. Hari ini Dia terpaksa mampir lagi ke apartemen Lisna untuk mengambil kembali kartu kreditnya. Dia tidak mungkin menggunakan kartu kredit milik Kalina untuk dipakai Lisna terus-menerus.

"Gimana Mbak Kalina, apa kata suami Mbak?"

"Katanya sih dia habis pakai kartu kredit itu untuk belanjain temennya. Tapi yang aku nggak habis pikir Mas Adit itu kan jarang punya temen cowok. Seingatku teman dekat Mas Adit itu hanya Robby. Robby juga belum punya istri," kata Kalina.

Rina, asisten Kalina mengerutkan dahinya. Sebenarnya Rina sudah mengetahui jika Adit memiliki simpanan. Wanita itu pernah melihat Adit jalan bersama dengan seorang wanita sambil bergandengan tangan mesra.

Tetapi, Rina enggan untuk memberitahu hal itu kepada bosnya. Rina bukanlah tipe orang yang suka mengadu dan juga ikut campur dengan urusan orang lain.

Tetapi, jika sudah begini rasanya dia tidak tega. Namun dia harus memberitahu Kalina dengan cara yang berbeda.

"Mbak, dulu kan Pak Adit itu menikah dengan mbak nggak punya usaha apa-apa. Ya aku tahu Pak Adit itu orang yang baik ya. Dia juga kelihatan penyayang dan juga pekerja keras. Tapi nggak ada salahnya loh kita sebagai istri berhati-hati. Selama ini kan Mbak selalu percaya sama Pak Adit. Nggak ada salahnya Mbak kalau mbak sadap aplikasi chatnya. Ya Kita kan nggak tahu ya Mbak kalau misalkan di luar sana ada pelakor-pelakor yang mendekati Pak Adit. Mbak nanti kan bisa tahu Pak Adit meladeni atau enggak," kata Rina.

Kalina memicingkan matanya, tidak biasanya asistennya berkata seperti itu. Dia sangat mengenali Rina dengan baik. Gadis yang masih single dan sudah 6 tahun menjadi asistennya itu tidak pernah mencampuri urusan orang lain. Bahkan sangat jarang berkomentar tentang masalah pribadinya. Tetapi kali ini mengapa Rina terlihat berbeda dan seperti sedang menyembunyikan sesuatu.

"Rina, saya tahu sifat kamu itu seperti apa. Kamu orang yang tidak pernah mau ikut campur urusan orang lain. Tapi hari ini tiba-tiba saja kamu membicarakan soal mas Adit. Apakah kamu tahu sesuatu tentang suami saya?"

"Eh, itu ... Ng- nggak kok, Mbak. Aku tuh cuman kebanyakan nonton infotainment aja Mbak. Beberapa artis kan digosipkan punya simpanan wanita di luar sana. Bahkan ada artis perempuan yang selingkuh sama suami orang. Jadi nggak ada salahnya kan kalau sebagai seorang istri kita jaga-jaga, Mbak. Apalagi Mbak kan punya usaha yang cukup besar dan juga Mbak wanita karir yang sukses. Saya cuman-"

"Saya nggak suka kalau kamu menyembunyikan sesuatu dari saya. Saya kenal kamu itu bukan sehari dua hari Rina. Kita sudah bekerja sama selama enam tahun. Jadi, lebih baik kamu katakan kepada saya apa yang kamu ketahui," kata Kalina dengan tegas.

Rina menghela nafas panjang. Pada akhirnya dia pun tidak tega kepada Kalina. Wanita di hadapannya itu sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri. Sebagai karyawan dan adik angkat yang baik, Rina Tentu saja tidak rela jika atasannya itu diperlakukan tidak adil.

"Maafkan aku, Mbak. Tapi, aku bilang gini untuk kebaikan Mbak juga. Lebih baik, mbak selidikin deh Mas Adit itu. Aku sudah dua kali memergokinya pergi bersama seorang perempuan yang sama. Tapi, Mas Adit nggak lihat aku waktu itu. Awalnya aku pikir itu bukan Mas Adit dan mungkin kebetulan aja. Tapi, pada saat kedua kalinya aku melihat,  aku ...."

"Oke saya ngerti. Ya udah kamu lanjut kerja lagi. Saya mau selesaikan desain ini buat klien.

Rina pun segera mengganggukan kepala dan meninggalkan ruangan kerja Kalina dengan perasaan yang tidak enak. Sementara Kalina sendiri Langsung menghembuskan nafas dengan berat ketika asistennya itu meninggalkan ruangannya.

"Rasanya, nggak mungkin Mas Adit selingkuh. Selama ini dia nggak pernah menyembunyikan apapun dari aku. Dia juga nggak pernah nggak pulang ke rumah. Kalau sesekali dia pergi malam aku tahu teman-temannya siapa. Tapi ...."

Kalina terdiam, otaknya sibuk berpikir. Dia merasa jika saat ini dia harus menyelidiki semuanya. Dia tidak bisa hanya berdiam diri seperti ini dan menerka-nerka sesuatu yang tidak pasti.

Wanita pintar itu pun kemudian memainkan ponsel di tangannya dan menghubungi seseorang lewat chat. Dia tahu langkah awal apa yang harus dia lakukan untuk menyelidiki semuanya.

"Sepertinya aku harus melakukan saran yang diberikan oleh Rina. Mungkin aku harus menyelidiki Mas Adit mulai dari ponselnya," gumam Kalina.

Seketika, konsentrasinya buyar. Untung saja design yang ia persiapkan untuk klien sudah selesai.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bantu  Mertuaku Ngerjai Pelakor
9.1
Terkenal berwatak keras dan pantang mengalah saat berdebat, seorang wanita sempat khawatir akan kehidupan pernikahannya. Namun, ia justru mendapatkan suami penurut dan ibu mertua yang sangat lembut, membuat hari-harinya terasa membosankan tanpa tantangan. Keadaan berubah drastis saat cinta lama ayah mertuanya kembali ke negara ini dan menyengsarakan ibu mertuanya. Enggan tinggal diam melihat mertua yang baik hati menderita, ia pun bersiap menggunakan ketajamannya untuk bertarung melawan sang pengganggu.
Sampul Novel Diceraikan Mantan Suami, Ternyata Aku ....
7.9
Tiga tahun pernikahan dengan Claude hanya menyisakan penyesalan bagi Lillia, yang akhirnya dicampakkan begitu cinta pertama suaminya kembali. Namun, kehidupan pascabercerai justru membawa Lillia ke puncak kejayaan. Publik terkejut saat mengetahui bahwa dia adalah Lorraine, desainer ternama dunia, sekaligus pewaris rahasia Keluarga Forester dan pakar perbankan yang genius. Saat Claude menyadari kesalahannya dan mencoba merebutnya kembali di pelaminan, Lillia memilih untuk tidak mengenalinya lagi.
Sampul Novel Foto Istriku di Aplikasi Michat
8.3
Kehilangan pekerjaan membuat Panji frustrasi hingga ia menerima usulan Bowo untuk mencari hiburan di aplikasi kencan. Merasa jenuh dengan penampilan istrinya, Shira, yang kini dinilainya kusam dan tidak lagi memikat, Panji pun berniat menyewa wanita demi kepuasan sesaat. Namun, pencariannya berubah drastis saat ia menemukan profil seksi bernama Dira. Ketika memperhatikan fotonya secara saksama, Panji terkejut karena sosok Dira sangat mirip dengan istrinya sendiri.
Sampul Novel I LOVE YOU PAK PENGHULU
9.8
Seorang gadis jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang penghulu berparas rupawan yang ia temui di hari pernikahan sang kakak. Walau pria idaman tersebut berwatak sangat dingin dan acuh tak acuh, hal itu tidak menyurutkan langkahnya. Ia pun gencar meluncurkan berbagai rayuan manis untuk meluluhkan hati sang penghulu yang beku. Akankah segala usaha dan gombalannya mampu meruntuhkan sikap cuek pria tersebut hingga akhirnya ia mau membuka hati?
Sampul Novel Kisah Penyesalan Masa Lalu Yang Menusuk
9.7
Dekade pernikahan bersama Pradipa berujung pilu akibat obsesinya pada cinta pertama. Ia bahkan tega menuntut donor darahku demi wanita tersebut. Saat mendekati ajal, tabir masa lalu tersingkap, memperlihatkan kesalahanku yang telah merusak hidup Adam, sosok yang tulus menyayangiku. Beruntung, takdir memberiku kesempatan kedua saat terbangun kembali. Kini, aku bertekad meninggalkan Pradipa dan menebus dosa masa lalu demi kedamaian hidup yang hakiki.
Sampul Novel Pengorbanan Demi Suamiku
9.0
Demi mendukung masa depan sang suami, protagonis wanita dalam novel modern ini bersedia bekerja menjadi pengasuh di kediaman atasan suaminya. Namun, pekerjaan ini membawanya ke dalam situasi berbahaya ketika sang bos mulai menunjukkan gelagat buruk melalui tatapan vulgar yang tidak senonoh. Di tengah sanjungan manis suaminya lewat telepon, ia justru dipaksa melayani tuntutan intim sang atasan yang melecehkannya. Terjebak antara rasa bersalah atas pengkhianatan dan sensasi kenikmatan yang tak terduga, batinnya pun mulai terguncang hebat.