APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AYO, Kawin Kontrak!

AYO, Kawin Kontrak!

Chilla sukses dalam karier namun skeptis terhadap cinta akibat trauma kegagalan pernikahan kakaknya. Meski pesimis, ia sangat mendambakan anak. Demi mewujudkan impian tersebut, ia pun mencari pria berkualitas untuk menjalani pernikahan kontrak. Namun, rencana yang awalnya murni demi keturunan ini menjadi rumit saat hasrat dan perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, menyeret Chilla ke dalam pusaran emosi tak terduga yang menguji hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

BAB. 2

“Akuu tidak melarangmu pergi, pergilah! Lepaskan aku. Maka aku pun akan melepaskanmu,” tutur Chilla lirih tapi terkesan tegas di hadapan pria paling dia cintai saat ini. Tapi sayangnya pria itu tidak.

Lima tahun hubungan percintaan mereka lenyap tidak berarti apa-apa setelah pria itu hadir di hadapannya membicarakan soal perpisahan.

Andhika Gading Pratama, pria tampan dan maskulin di hadapannya menatap Chilla dengan sorot sendu.

“Maafkan aku Chilla,”

“Kamu boleh pergi, Dhika. Tapi ingat satu hal. Sekalinya kamu pergi maka tidak akan ada lagi tempat untukmu dengan alasan apa pun itu,”

Andika menunduk, ini berat untuknya. Chilla adalah gadis yang amat dia cintai. Gadis yang sangat dia inginkan tapi kehidupannya yang rumit memaksanya untuk pergi dari kehidupan gadis itu.

Mata Andika berkaca-kaca, ia amat terpukul oleh keputusan yang harus ia ambil.

Chilla menatap wajah Andika seksama. “Kamu benar-benar tidak mau menceritakan apa masalahmu. Apa alasanmu? Kenapa kamu ingin berpisah dariku?”

“Maafkan aku Chilla,”

Lagi-lagi hanya kata itu yang bisa Andika lontarkan.

“Aku hanya berharap suatu saat nanti jika kau masih sendiri, masih ada kesempatan ke-dua untukku. Aku hanya bisa mengharapkan itu,”

Chilla tersenyum sinis, kata-kata yang memuakkan. Bisa-bisa pria itu mengungkapkan hal semacam itu. Seolah mengharapkan Chilla menunggunya.

“Itu tidak akan pernah terjadi, sekalinya aku lepaskan maka aku tidak akan pernah memungut lagi sesuatu yang aku campakkan,”

“Chilla, aku berharap kau mempercayai aku, kau pasti akan mengerti bila suatu saat kebenaran dan alasan aku pergi. Kau gadis yang sangat lembut Chilla dan sangat mencintaiku. Aku memercayai itu, maka itu aku mau mengambil keputusan ini.”

Andika meraih jemari Chilla dan menggenggamnya. Chilla membiarkan saat punggung tangannya di kecup oleh Dhika.

“Apa pun yang terjadi Chilla, satu hal yang harus kau tahu. Aku sangat mencintaimu. Sangat... sangat dan sangat mencintaimu,” ucap Dhika.

Chilla hanya diam.

“Aku sangat mencintaimu Chilla. Suatu saat aku menceritakan semuanya. Dan kau pasti akan memahami ku, aku akan kembali kepadamu...aku janji Chilla. Aku sangat mencintaimu,”

Itu adalah kata-kata terakhir sebelum hubungan Chilli dan Dhika berakhir.

Sejak itu Chilla seolah menarik diri dari hubungan percintaan, bukan ia menunggu Dhika melainkan ia sudah lelah.

Chilla duduk bersila di atas ranjangnya. Malam hari setelah selesai dengan lelahnya kegiatan di siang hari dan selesai bebersih ia duduk santai di hadapannya ada beberapa foto pria yang di tunjukkan oleh sahabatnya.

Ada lima foto pria tampan dan manis di sodorkan padanya. Berserta beberapa berkas CV masing-masing. Ini konyol sekali. Memilih pria untuk di nikahi seperti memesan sesuatu.

Chilla memperhatikan dengan seksama lalu ia tersenyum memiliki ide gila dirinya dalam mencari suami.

Melihat dari wajah dan senyuman ke lima pria dalam foto itu tidak ada satu pun yang bisa membuat Chilli tertarik.

Lelah dan bosan mengamati tapi tidak membuahkan hasil. Chilla menyingkirkan foto-foto tersebut dan merebahkan tubuhnya dan menarik selimut menutupi hingga seluruh tubuhnya bahkan wajahnya tenggelam dalam selimut tebalnya. Memikirkan dirinya akan berbagi tempat tidur kepada orang lain serasa mustahil bagi Chilla. Menikah lalu saling berbagi banyak hal bagi orang asing yang berwujud pria. Itu amat rancu.

Bagaimana ini?

Chilla merasa tubuhnya melemah dan tertindih sesuatu, tapi ia tidak merasa cukup keberatan. Seperti ada yang berada di atas tubuhnya. Ia gelisah dan merasa kesusahan, hawa panas menghinggapi dirinya. Dengan mata berat Chilla kesusahan membuka matanya. Dalam pencahayaan temaram ia merasakan dan melihat seseorang berada begitu dekat dengannya, persis di atas tubuhnya.

Wajahnya yang samar tapi perawakannya seorang pria yang tersenyum padanya. Wajah asing tapi sangat nyaman dalam kungkungan pria itu. Serasa nyaman dan aman.

Chilla merasakan hawa angin tipis menerpa kulitnya yang terbuka.

Apa? Terbuka? Perlahan Chilli memikirkan itu, tanpa perlu melihat tapi ia bisa merasakan bahwa ia tidak memakai pakaiannya. Piyamanya terlepas dari tubuhnya. Satu-satunya yang Chilli rasakan adalah tubuh kekar, keras dan hangat di atasnya.

Mata Chilla melotot. Mereka berdua tanpa pakaian. Chilla merintih lirih saat merasakan ada tekanan pria itu pada tubuhnya. Mereka di tutupi selimut berdua.

Tapi, tanpa perlu melihat secara langsung apa yang terjadi. Chilla merintih dan merintih dalam erangan kesakitan karena pria yang terus di atasnya sedang menguasai tubuhnya yang sensitif.

‘Jangan...’ pekik batin Chilla.

‘Sakit...’ rintih Chilla. Tidak ada kata pria itu berikan hanya belaian dan elusan halus dari jemari pria ke seluruh tubuh Chilla.

Mata Chilla melotot saat tahu apa yang di lakukan pria itu. Ia merasakan intim tubuhnya sedang di masukin sesuatu yang menyakitkan. Gelengan kepala Chilla mengutarakan kata-kata yang terhenti di tenggorokan.

‘Apa yang kau lakukan? Siapa kamu? Berhenti! Itu sakit, stop! Jangan!’ tapi semua kata-kata itu tertahan.

Desahan-desahan kenikmatan pria itu menggema di seluruh penjuru ruangan redup itu.

Chilla merasakan kelelahan. Hentakan demi hentakan Chilla rasakan memasuki rongga intimnya.

Chilla pasrah akan kelelahannya melayani pria itu. Pria asing dengan senyuman khas dengan mata menyipit bila tersenyum.

Wajah pria itu menunduk, ia mengemut sebelah dada Chilla dan sebelah lagi di remas oleh satu tangan pria itu dan tangan satunya lagi meraba paha dalam Chilla yang bisa raba oleh Indranya. Pria itu memainkan klitorisnya. Chilla menggeleng cepat, ini menyiksanya. Tidak!

Arrrgggghhh...rasa yang memabukkan dan Chilla merintih keenakan juga kesakitan karena bokong pria itu secara brutal mengentak hentak untuk bisa memastikan penyatuan mereka kian dalam ke intim Chilla.

Dalam desahan-desahan kenikmatan dan kesakitan wajah pria itu muncul di atas wajah Chilla. Bibir Chilla di raup rakus oleh pria itu.

Gerakan keras menenggelamkan seluruh inti tubuh pria ke dalam tubuh Chilla lalu kehangatan menjalar masuk kedalam perut bawah Chilla.

Air mata Chilla berjatuhan, kesakitannya serasa tubuhnya terbelah dan sangat perih oleh kehangatan menjalar ke dalam rahimnya.

Ia benar-benar lelah dan mengantuk. Pria itu di atas tubuhnya luruh dengan tubuh mereka yang masih menyatu begitu juga dengan bibir mereka yang masih saling berpagutan. Chilla telah lelah hanya pria itu hanya masih bergerak.

Air mata Chilla meleleh berjatuhan di pipinya yang mana wajah Chilla menghadap menyamping.

Beberapa detik dan menit yang melambat hanya deruhan nafas menghiasi mereka.

Tapi...

Kepanikan menghinggapi Chilla kembali, saat pria itu mulai bergerak lagi untuk menghentak. Kedua tangan dengan Jari jemari pria itu menggenggam dan meremas jemari tangan Chilla di kedua sisi kepala Chilla. Pria itu lalu bergerak dengan rasa kepenuhan yang kembali di rongga intim Chilla.

Dia belum selesai?

Tidak! Aku tidak mau lagi, ini sakit, aku lelah, tidak... Jangan!!!

TIDAK!!!

Arrrgggghhh...

Chilla tersentak ke alam sadarnya.

Ia bermandikan keringat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayaran Cinta Yang Terluka
9.4
Clarisse Nayara sangat marah ketika suaminya, Dario Mahendra, menunjuk Keiran sebagai pengawal pribadinya hanya agar bisa menghindarinya. Rasa sakit hati Clarisse kian memuncak setelah mengetahui Dario telah berselingkuh selama dua tahun. Didorong rasa dikhianati, ia nekat menjalin hubungan terlarang dengan Keiran untuk membalas dendam pada Dario. Namun, Clarisse tidak tahu bahwa Keiran memiliki rahasia gelap yang sangat berbahaya, mengubah siasatnya menjadi bumerang yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada
8.6
Kematian menjemputku saat serangan asma hebat menyerang, tepat ketika Reza memilih mendampingi perempuan lain yang dicintainya untuk memeriksakan kandungan. Tragisnya, obat penyelamat hidupku justru berada di tangan Reza. Setelah kepergianku, kepanikan luar biasa melanda Reza yang mencariku ke mana-mana, terutama setelah ia mengetahui rahasia tentang kehamilanku. Kini, hanya tersisa penyesalan sunyi dan sosok misterius yang setia menjaga makamku yang sepi.
Sampul Novel Dimanjakankan oleh Bos Mafia Kejam
9.0
Khloe hancur setelah dikhianati saudari dan tunangannya sendiri di hari pernikahan hingga ia dipenjara tiga tahun. Usai bebas, penderitaannya belum usai karena ia dipaksa melayani pria tua demi menyelamatkan ibunya. Di masa sulit ini, takdir mempertemukannya dengan Henrik, seorang bos mafia kejam. Di balik reputasi dinginnya, Henrik justru melindungi Khloe dengan penuh kasih sayang. Bersama Henrik, Khloe siap membalas dendam pada semua orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Gadis Barbar dan Cowok Cupu
9.3
Terbiasa hidup bebas tanpa kekangan, putri seorang bos mafia yang menawan justru jatuh hati pada teman sebangkunya di sekolah. Pemuda tersebut dikenal sangat culun dan kerap menjadi korban perundungan. Meski kepribadian mereka bertolak belakang, sang gadis barbar tetap terpikat pada sosok cowok cupu itu. Di tengah kerasnya dunia bawah dan lingkungan sekolah, kisah unik mereka pun terajut.
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Bagi Raina, cinta untuk Kevin telah sirna. Trauma mendalam membekas setelah ia harus berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan bayi kembar mereka. Di momen kritis itu, Kevin justru bersenang-senang dengan Clara. Pengkhianatan perih tersebut membuat Raina enggan rujuk. Meski kini sang suami memohon untuk kembali, ketakutan akan luka baru menyadarkan Raina bahwa kisah mereka memang harus berakhir.
Sampul Novel Kakak Tiriku adalah Pasanganku
8.0
Masuk ke dalam lingkaran keluarga konglomerat setelah pernikahan ibunya dengan pria kaya raya seharusnya menjadi awal kehidupan yang menyenangkan bagi sang protagonis. Namun, keberadaan kakak tiri yang tampan sekaligus bersikap dingin merusak segalanya. Pria itu menyimpan kebencian mendalam, dengan tatapan yang kian hari terasa semakin janggal. Puncaknya terjadi ketika sang kakak pulang dalam kondisi mabuk suatu malam, memaksa adik tirinya memanggilnya dengan sebutan sayang hingga fajar tiba.