APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AYAH JANGAN!!

AYAH JANGAN!!

Di balik keanggunan dan sikap manisnya, Putri menyimpan kepedihan mendalam yang merusak jiwanya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat aman justru berubah menjadi neraka akibat tindakan keji sang ayah yang menjadikannya pemuas nafsu. Terjebak dalam belenggu trauma hebat dan ketakutan yang mencekam, Putri memilih bungkam. Ia tidak sanggup membagikan penderitaan ini kepada siapa pun, membiarkan batinnya menjerit sendirian menghadapi kengerian nyata di keluarganya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Santi baru pulang dari bidan bersama Yanto suaminya dia baru saja memeriksakan dirinya yang beberapa hari ini muntah dan pusing sampai tidak bisa bangkit dari tempat tidur.

"Sakit apa katanya, Bu?" Tanya Putri.

"Ibu nggak sakit kok."

"Terus kalo nggak sakit apa dong?" Tanya Putri.

"Ibu hamil jadi kalian akan punya adik baru." Sahut Yanto ayahnya.

"Hah! Yang bener, Yah?" Tanya Dila adik Putri.

"Iya." Sahut ibunya tersenyum nampak wajahnya pucat sekali karena seharian tidak makan apa pun karena selalu memuntahkan apa saja yang masuk.

"Ye punya adik baru, sekarang Dila nggak di sayang lagi deh." Seru Putri.

"Apa sih kak, nggak kan bu?" Tanya Dila pada ibunya.

"Sudah-sudah ibu kalian mau istirahat." Ujar Yanto lalu membopong Santi menuju kamar.

Putri berusia 14 tahun dan baru kelas dua SMP sedangkan Dila berumur 9 tahun dan baru kelas tiga sekolah dasar, ayahnya sehari-hari berdagang ikan di pasar.

Untung Putri sudah bisa memasak jadi dengan mudah dia menyiapkan makan malam.

"Ibu mana yah?" Tanya Putri pada sang ayah.

"Ibumu Nggak bisa bangun, coba antar makanan untuk ibumu ke kamarnya." Perintah sang ayah.

"Baik, yah."

Putri membawa sepiring nasi lengkap ikan beserta sayurnya dan air teh hangat untuk sang ibu.

Saat memasuki kamar terlihat ibunya berbaring tak berdaya wajahnya pucat.

"Bu, ibu makan ya biar Putri suapin."

"Ibu nggak nafsu Put, kamu saja yang makan."

"Ibu harus makan, bu. Aku bantu bangun ya." Ujar Putri.

Dengan terpaksa Santi bangun di bantu Putri, dengan lembut Putri menyuapi sang ibu. Namun, setelah tiga suam sang ibu memuntahkan lagi makanan yang baru dia telan.

Beruntung ada ember kecil di samping ranjang yang memang ditaruh disitu agar memudahkan sang ibu mengeluarkan isi perutnya jika mual melanda.

"Ibu mau istirahat saja, Put." Ujar sang ibu lemah. Dengan wajah sedih Putri membantu ibunya berbaring kembali.

"Bagaimana, Put. Ibumu sudah makan?" Tanya sang ayah.

"Sudah tapi dimuntahkan lagi, yah." Jawab Putri.

"Ya sudah kamu makan dulu, ayah mau istirahat." Ujar ayahnya lagi seraya berlalu menuju kamarnya.

"Aku sudah selesai, kak. Aku duluan ke kamar ya." Kata Dila pada kakaknya Putri.

"Iya." Jawab putri singkat.

Setelah membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor Putri pergi ke kamarnya.

*****

Keesokan paginya setelah shalat subuh Putri memasak nasi goreng untuk sarapan.

Sang ayah yang memang biasa bangun pagi sekali karena akan pergi ke pasar untuk berdagang berjalan menuju dapur dan menghampiri Putri.

"Masak apa, Nak?" Tanya sang ayah di belakang Putri.

"Eh, yah. Aku masak nasi goreng." Ujar Putri berbalik menghadap sang ayah yang sangat dekat.

"Ayah cicip dong enak apa nggak masakan kamu." Ujar sang ayah.

"Tunggu sebentar ya, yah. Belum selesai." Jawab Putri.

"Sini ayah bantu." Ujar sang ayah menggenggam tangan Putri yang memegang sutil untuk mengaduk nasi goreng.

"Ih ayah, inikan mudah. Kayak berat aja nih jadi di bantu." Putri terkekeh saat sang ayah membantunya mengaduk nasi.

"Kamu belum mandi, ya. Bau acem nih." Ujar sang ayah mencium rambut Putri dari belakang.

"Iya Putri belum mandi, nanti habis ini Putri mandi." Ujar Putri.

Akhirnya nasi goreng buatan Putri selesai, Putri bergegas kekamar mandi.

Setelah selesai mandi Putri membangunkan Dila, Dila pun pergi ke kamar mandi.

"Put, liat tas ayah tidak?" Tanya sang ayah saat masuk ke kamar Putri, Putri yang sedang memasang seragam terkejut.

"Di atas lemarikan biasanya." Sahut Putri yang sudah selesai memasang seragamnya.

"Oh, tadi ayah cari di mana-mana nggak ketemu." Sang ayah lalu berlalu pergi.

Putri mencek lagi buku-buku yang harus dia bawa.

Saat Putri sarapan Dila menghampiri dia sudah rapi berpakaian seram merah putihnya.

"Oh iya, gimana ibu? Apa nggak apa aku tinggalkan?" Tanya Putri.

"Nggak apa kalian berangkat sekolah saja sebentar lagi ulangan kan, ayah juga cuma sebentar di pasar nanti cepat pulang ke rumah." Kata sang ayah.

"Kesian ibu, gara-gara kita mau punya adik baru ibu jadi sakit." Kata Dila.

"Husst nggak boleh gitu. Cepat kalian berangkat sudah hampir jam 7." Ujar sang ayah.

*****

Tidak terasa sudah satu bulan Santi hanya berbaring di tempat tidur, karena mual parah yang dideritanya.

Sudah dua minggu Santi harus memakai infus, Putri dan Dila tidak bisa izin dari sekolah karena mereka sedang ujian pertengahan semester. Terpaksa sang ayah harus bekerja sebentar, biasanya habis ashar dia akan pulang  sekarang sebelum zhuhur dia akan pulang untuk menjaga sang istri.

****

Di sekolah saat akan pulang Putri di ajak temannya untuk belajar bareng di rumahnya.

"Aku nggak bisa, ibuku sakit di rumah." Ujar Putri.

"Masih sakit, Put? Duh semogha cepat sembuh ya."

"Iya Amin."

Karena sekolah hari ini cuma sampai jam 10:30 Putri pun bergegas pulang, Dila masih di sekolah belum pulang.

Saat di perjalanan tiba-tiba turun hujan dengan lebat, karena sedikit lagi sampai di rumah Putri pun sekuat tenaga berlari agar cepat sampai.

Tapi karena hujan yang lebat itu membuat seragam putihnya basah, saat tiba di rumah dengan cepat dia melepas kerudungnya. Takut lantai basah Putri melepas seragamnya dan tinggal memakai celana lejing dan kaos tanpa tangan behanya terlihat jelas karena kaosnya basah, Putri berlari menuju kamar saat hampir sampai ke kamar ayahnya mendadak keluar dari kamar dan tabrakan pun tak terhindarkan.

Putri dan ayahnya sama-sama terduduk di lantai.

"Astaga, Put. Kenapa lari-lari di rumah?" Tanya sang ayah bangkit berdiri.

"Ini aku mau cepat ganti baju." Ujar Putri.

Hening sesaat.

"Kenapa hujan-hujannan? Seharusnya berteduh dulu nanti sakit baru tau." Ujar sang ayah.

"Tanggung, yah. Hampir sampai rumah, sudah dulu ya Yah aku mau ganti baju." Putri segera berlalu menuju kamarnya.

Putri mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu, mengelap wajah dan tangannya.

Di hadapan cermin dia melihat pantulan dirinya dengan kaos agak basah yang mencetak jelas buah dadanya, Putri memiliki buah dada yang lebih besar dari teman seumurannya.

Putri melepas pakaiannya dan mengganti dengan pakaian kering, saat memasang celana ayahnya masuk.

"Ada apa, yah?" Tanya Putri.

"Dila mana? Nggak bareng kamu pulannya?" Tanya sang ayah.

"Dia masih di kelasnya tadi." Jawab Putri, ya memang sekolah Putri dan Dila tidak berjauhan biasanya mereka berangkat dan pulang bareng kalo sama-sama selesai pada jam yang sama.

"Oh, tadi ayah ada beli sop ayam. Kamu makan gih." Kata sang ayah seraya mengusap bahu Putri.

"Ibu sudah makan, yah?"

"Sudah tadi makan sedikit, terus tidur lagi sehabis minum obat."

"Bagus deh kalo ibu sudah mau makan."

"Ayah capek banget, Put. Bisa nggak pijitin punggung ayah sebentar." Pinta sang ayah yang langsung berbaring di tempat tidur.

"Baik ayah." Putri memijat punggung sang ayah dari samping.

"Kurang keras, coba duduk di atas pinggang ayah biar mijitnya lebih kuat. Putri menuruti keinginan sang ayah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Sampul Novel Cinta & Obsesi SANG PSIKOPAT Cantik
9.5
Via terjebak obsesi buta pada Fatih, abangnya sendiri. Namun, kehadiran Kenan, pemuja lamanya sejak SMP, perlahan menggoyahkan hatinya. Saat menyadari perasaannya pada Fatih bukanlah cinta, Via pun memilih Kenan. Tanpa disadari, keduanya ternyata berbagi kegilaan dan obsesi yang sama. Akankah ketulusan Kenan mampu menaklukkan sisi gelap Via yang menyimpan kepribadian seorang psikopat?
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME
8.7
Kehidupan Adiba dan Syden di Rusia setelah pernikahan mereka di Pakistan berubah mencekam. Adiba bersama ibu mertuanya terus dihantui teror mistis di kediaman baru, meski Syden tetap tak percaya. Puncak kemalangan tiba saat Adiba kehilangan janinnya akibat keguguran. Dipenuhi murka, wanita Pakistan ini bersumpah atas nama Allah untuk menuntut balas atas kematian anaknya. Siapa sebenarnya sosok kejam yang tega menghancurkan hidup Adiba?
Sampul Novel Hati Seorang Perempuan
9.3
Senjahari Semesta Alam dengan ikhlas merelakan dirinya diceraikan oleh suaminya sendiri demi menikahi Mega Mentari--anak perempuan pemilik perusahaan yang mengaku dihamili oleh suaminya sendiri, Abimanyu Wicaksana. Sementara itu Halilintar Sabda Alam-- kakak sulung Mega Mentari. Pemilik beberapa perusahaan properti raksasa negeri ini, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Senja, yang diperkenalkan oleh mertuanya sebagai adik bungsu Abimanyu. Abimanyu yang merasa dijebak sebagai kambing hitam dalam masalah hamilnya Tari, terus berusaha mencari kebenaran yang sesungguhnya agar bisa meraih kembali hati Senja. Sementara Sabda yang awalnya jatuh cinta pada Senja, menjadi salah faham saat secara tidak sengaja memergoki Abimanyu memesrai Senja bukan seperti seorang kakak terhadap adiknya, melainkan seperti seorang laki-laki yang tengah mabuk asmara. Sabda yang gelap mata malah akhirnya menjebak Senja dan menanamkan benihnya dirahim Senja. "Saya mohon, jangan memperlakukan Saya seperti ini. Saya punya salah apa pada Bapak? Laki-laki sejati tidak akan menggunakan kekuatannya untuk memaksakan dirinya terhadap seorang perempuan. Saya mohon jangan mengotori saya. Demi Allah saya bersumpah, saya tidak seperti apa yang ada dalam pemikiran, Bapak." (Senjahari Semesta Alam) "Salah kamu adalah, karena kamu telah menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga adik saya! Kamu fikir saya tidak tahu akan hubungan terlarang kamu dengan Abimanyu? Kalian berdua itu incest, dan itu amat sangat menjijikkan! Kita lihat saja, setelah ini kamu masih bisa memandang dunia dengan kepala tegak, atau kamu akan melata seperti ular di kaki Saya!" (Halilintar Sabda Alam)
Sampul Novel Kafan Hitam
9.6
Kematian tragis Mbah Atim, sang penjaga makam yang jasadnya ditemukan tanpa kepala, mencekam Desa Ciboeh. Teror mistis mulai menghantui warga, mendorong pemuda lulusan pesantren bernama Rojali untuk menyelidiki misteri ini. Pencariannya justru mengungkap rahasia kelam masa lalu desa, kasus hilangnya warga, kelompok rahasia Kalong Hideung, hingga takdir pribadinya. Di tengah situasi genting tersebut, ia mendapat tawaran bantuan dari kekuatan gaib.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun berlalu sejak kematian tragis Jernih Suminar. Sang putri, Lintang Prameswari, bertekad membalas dendam dengan mencari dalang ruwat sakti. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra, pria awet muda itu, adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra tega menumbalkan jiwanya demi kekuasaan dan menelantarkan Lintang. Kini, di tengah intrik klenik dan mitos, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya dengan bantuan sosok misterius bernama Wage.