APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Ayah Beranak Tiga yang Hebat

Usai patah hati, Yasmin Tanoto tidak menyangka satu malam bersama pria yang dikira model bar akan mengubah hidupnya. Dua tahun kemudian, ia kembali dan mengetahui pria itu adalah Daniel Guntur, penguasa Kota Imperial sekaligus anak tiri tantenya. Di luar negeri, Yasmin rupanya telah melahirkan anak kembar tiga dari pria dingin tersebut. Rahasia ini mulai terkuak saat putri kecil mereka mendatangi kantor Daniel dan mengenali kemiripan wajahnya. Sang miliarder pun kini bangga akan keturunannya.
Bab
Bagikan

Bab 8

"Dengan begini, lain kali kamu nggak akan tersesat." Daniel mendekatkan diri ke kaca sambil menatap Yasmin dengan tajam.

"Ja ... jangan .... Aku nggak boleh mati ...." Tubuh Yasmin yang sudah tidak bertenaga merosot ke lantai. Suhu di sekitarnya membuat Yasmin menempel erat ke pintu kaca. Dia seakan-akan ingin menghirup udara segar di luar. "Lepaskan aku. Aku benar-benar ... nggak boleh mati .... Aku sudah menghilang dari hadapanmu, kenapa kamu menangkapku lagi?"

Semua ucapan Yasmin tidak berguna. Dia mengarahkan matanya ke atas dan hanya bisa melihat kedua mata Daniel yang sinis seperti binatang buas itu. Daniel seolah-olah ingin dia mati!

Yasmin mencengkeram dadanya yang sakit. Air matanya tidak bisa berhenti mengalir. "Jangan .... Aku berjanji aku nggak akan lari lagi. Ampuni aku .... Aku nggak mau mati, aku juga nggak akan lari lagi ...."

Setelah Yasmin selesai berbicara, dia terjatuh ke lantai karena tidak ada oksigen yang bisa dihirupnya lagi.

Pandangannya mulai kabur, tapi sosok pria di luar pintu kaca terlihat sangat jelas. Daniel seperti iblis yang menetap di dalam benak Yasmin.

Ketika kegelapan telah menyelimuti seluruh pandangan Yasmin, dia pun pingsan dan air matanya bahkan masih mengalir.

Dia menangis bukan karena dia takut, tapi karena dia merindukan anak-anaknya.

Kalau Yasmin mati, bagaimana dengan mereka? Mereka masih sangat kecil ....

"Ahh!" Yasmin terbangun dari kegelapan. Dia mengubah posisinya menjadi duduk di tempat tidur. Rasa takut memenuhi tatapan matanya dan napasnya terengah-engah. Keringat dingin menghiasi keningnya.

Apa dia sudah mati?

Yasmin tercengang saat melihat kamar yang familier ini. Beberapa saat kemudian, dia baru sadar kalau ini adalah kamar yang sebelumnya dia tinggali.

Ini berarti dia masih hidup?

Daniel mengeluarkannya dari ruang sauna!

Yasmin menundukkan kepalanya untuk melihat tangannya, kemudian dia menyentuh wajahnya sendiri. Itu belum cukup juga. Dia pun turun dari tempat tidur dengan panik, lalu lari ke depan kaca kamar mandi.

Setelah melihat dirinya yang utuh, dia baru merasa tenang.

Walaupun dia masih hidup, rasa takut ketika berada di ambang kematian pada saat itu masih mencengkeramnya.

Daniel terlalu kejam!

Yasmin berani mempertaruhkan nyawanya dengan memakan seafood karena dia berani menjamin Daniel tidak akan membiarkannya mati.

Setidaknya, Yasmin tidak akan begitu cepat mati.

Setelah seekor binatang menangkap mangsa, ia akan langsung menggigit leher mangsanya atau bermain dengannya sampai ia bosan sebelum memakannya.

Daniel adalah tipe kedua.

Namun, kali ini ketika Yasmin dikurung di ruang sauna dan dipanggang hidup-hidup, dia sungguh mengira Daniel ingin membunuhnya.

Daniel melepaskannya pasti karena Yasmin sudah berkata dia tidak akan melarikan diri lagi.

Dia terlalu mengerikan ....

Yasmin yang teringat pada sesuatu lari kembali ke kamar. Dia mencari paspor dan KTP-nya, tapi dia menyadari kedua benda itu tidak ada.

Dia merasa panik sehingga air mata mengalir, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Dia tahu kalau paspor dan KTP-nya berada di tangan Daniel dan Daniel tidak akan memberikannya kepada Yasmin.

Tanpa kedua benda itu, bagaimana dia bisa kembali ke sisi anak-anaknya?

Yasmin berkata dia tidak akan melarikan diri lagi, tapi itu hanya rencana sementara ....

Harapan palsu ini membuat Yasmin merasa putus asa sehingga dia kesulitan bernapas.

Seharusnya hari ini dia sudah bisa kembali ke sisi anak-anaknya, sudah bisa memeluk tubuh-tubuh kecil mereka yang lembut dan wangi, mendengar suara mereka yang menggemaskan ....

Yasmin kembali ke tempat tidur, lalu menangis.

Pada saat ini, Yasmin sangat merindukan anak-anaknya.

Dia menunggu langit menggelap untuk menelepon video anak-anak.

Tante Rita yang untuk sementara tidak bisa pergi pasti sangat lelah menjaga tiga anak sendirian.

Yasmin terbangun sampai jam dua pagi yang berarti hampir jam sepuluh pagi di luar negeri.

Dia turun dari tempat tidur untuk mengunci pintu kamar, lalu menuju ke kamar mandi.

Setelah membentuk lapisan pertahanannya, Yasmin baru mengeluarkan ponselnya dari dalam branya. Dia menghidupkan ponselnya, lalu menghubungi nomor Tante Rita. Dalam beberapa saat, teleponnya sudah tersambung.

Wajah cemas Tante Rita memenuhi layar ponsel. "Yasmin ...."

"Mama!"

"Mama!"

"Mama!"

Sebelum Yasmin sempat mengatakan apa-apa, suara putra dan putrinya terdengar. Tiga kepala kecil berdesak-desakan di depan kamera. Mata besar dan indah yang berbinar-binar itu menatap layar.

Ketika melihat wajah-wajah mereka yang lucu, Yasmin hampir menangis. Dia berusaha menahan dirinya sebelum berkata, "Mama di sini. Apa kalian ada mendengarkan Nenek di rumah?"

"Ada!"

"Ada!"

"Ada!"

"Baguslah ...." Yasmin menatap ketiga anaknya dengan sedih. Dengan tangan gemetar, dia hanya bisa menyentuh layar ponsel untuk mengungkapkan kerinduannya.

"Mama, kapan Mama pulang?" tanya Julia, putrinya, dengan lemah dan sedih. Air matanya sudah mau jatuh.

"Mama bilang Mama cepat pulang!" kata Julian, putranya, dengan keras dan marah. Matanya berkaca-kaca.

"Sudah sepuluh hari!" Julius, si putra kedua, yang pendiam tampak kecewa. Air mata juga memenuhi kelopak bawah matanya.

Hati Yasmin terasa sakit sekali.

Dia pun menundukkan kepalanya untuk menenangkan perasaannya yang hampir meluap.

Beberapa detik kemudian, Yasmin mengangkat kepalanya. Dia memaksakan seulas senyuman sambil berkata, "Mama masih ada sedikit urusan di sini. Setelah urusan Mama selesai, Mama pulang. Oke?"

"Berapa lama lagi?" tanya Julian.

Yasmin juga tidak tahu berapa lama lagi, tapi dia tidak boleh memberi anak-anak jawaban sepertinya. "Seharusnya tidak lama lagi. Tapi, Mama janji beberapa hari ini akan menelepon video kalian. Oke?"

"Mama ..." rengek Julia dengan suara serak.

"Sayang, jangan menangis, ya. Mama akan berusaha cepat-cepat pulang. Oke?" Yasmin merasa sangat sedih, seakan-akan ada pisau yang menyayat hatinya.

"Ya ..." jawab Julia dengan tak berdaya. Lalu, dia menghela napas. Kasihan sekali.

"Harus setiap hari!" kata Julian.

Yasmin tidak tahu apa dia bisa menelepon video mereka setiap hari, jadi dia berkata, "Mama usahakan, ya ...."

"Kangen Mama ..." ucap Julius. Sorot matanya tampak redup.

"Mama juga kangen kalian, banget ..." kata Yasmin sambil menahan air mata.

Dia berharap dia bisa langsung melompat ke dalam layar ponsel untuk memeluk anak-anaknya. Kesedihan karena terpisah dari anak-anaknya ini sungguh sulit ditahan.

Meskipun anak-anak baru berusia dua tahun dan belum bisa berbicara dengan lancar, kepintaran mereka jauh melampaui anak-anak seusia mereka.

Yasmin menatap wajah ketiga anaknya. Julia adalah cerminannya, sedangkan Julian dan Julius sepenuhnya adalah cerminan Daniel.

Ini membuat Yasmin merasa makin resah.

Dia tidak akan tidak mencintai mereka hanya karena mereka mirip dengan Daniel. Dia hanya takut putra-putranya akan diambil darinya.

Bagaimana mungkin Daniel memperbolehkan wanita yang dibencinya melahirkan anaknya?

Yasmin mengobrol bersama anak-anaknya, kemudian menemani mereka makan siang.

Anak-anaknya yang baru berusia dua tahun sudah bisa makan sendiri.

Tangan mereka yang mungil memegang sendok, lalu menyuap diri mereka sendiri. Gambar di layar ponsel pun menyembuhkan hati Yasmin sedikit.

Rasa takut dari kemarin juga perlahan-lahan menghilang.

Ketika Yasmin sedang menatap ketiga anaknya dengan kasih sayang, dia tiba-tiba mendengar ada suara dari luar dan itu membuatnya langsung mematung.

Tidak ada suara dari pintu kamar mandi.

Namun, sesuatu yang mengerikan sepertinya sedang perlahan-lahan mengarah ke tempat ini.

Aura di dalam kamar menjadi aneh. Sosok Daniel yang tinggi tiba-tiba muncul. Melihat tidak ada orang di dalam kamar, tatapan matanya yang tajam pun tertuju ke arah kamar mandi yang terang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicerai suami karena mandul
9.1
Safina berniat memberikan kejutan istimewa untuk Reza pada hari pernikahan mereka. Namun, momen spesial itu berubah menjadi mimpi buruk saat ia memergoki sang suami berselingkuh di rumah sendiri. Alih-alih menyesal, Reza justru memutuskan untuk menceraikan Safina. Dengan kejam, ia menjadikan kondisi Safina yang mandul sebagai alasan perpisahan. Kini, Safina harus berjuang menghadapi kenyataan pahit akibat pengkhianatan suaminya.
Sampul Novel GRUP JANDA DAN DUDA BERSATU
9.7
Nabila, Moy, dan Elice dipersatukan kembali oleh status mereka yang kini sama-sama janda. Sebagai pengelola grup kencan buta, Moy gencar membujuk kedua sahabatnya untuk bergabung. Nabila yang pemalu serta Elice yang pintar sempat menolak, namun kegigihan Moy akhirnya membuat mereka setuju mencari cinta baru di kalangan para duda. Akankah perjalanan ini berujung manis dengan menemukan jodoh sejati, atau justru merusak persahabatan mereka saat perasaan jatuh pada pria yang salah?
Sampul Novel Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
8.0
Demi menemukan gadis masa kecil yang memikat hatinya dua dekade lalu, CEO tampan blasteran, Axel Narendra, memutuskan pulang ke Indonesia. Namun, langkahnya terhalang oleh pengkhianatan anak buahnya sendiri yang berujung pada penawanan dirinya. Di tengah pusaran konspirasi besar ini, Axel harus berjuang meloloskan diri. Mampukah ia menumpas para pembelot di gurita bisnis internasionalnya sekaligus bersatu kembali dengan cinta sejati yang tengah dicarinya?
Sampul Novel Nabrak Jodoh
9.8
Kehancuran menerpa Radit ketika perselingkuhan sang istri terbongkar di hari pernikahan mereka. Di tengah badai emosi, ia tidak sengaja menabrak seorang wanita hamil dan segera melarikannya ke rumah sakit. Situasi kian membingungkan saat pihak medis memintanya menjemput bayi yang disebut-sebut sebagai darah dagingnya sendiri. Baru saja bercerai tanpa memiliki anak, Radit kini terjebak dalam misteri besar tentang siapa sebenarnya sosok ibu dan bayi misterius tersebut.
Sampul Novel Pengantin SMA
8.4
Akibat tertangkap basah berduaan di kamar, Laura dan Kavin terpaksa menikah muda di masa SMA demi menuruti kemauan keluarga. Di balik perbedaan sifat yang kontras, kehidupan pernikahan ternyata sangat rumit bagi emosi labil remaja mereka. Meski sama-sama mendambakan perceraian, keduanya belum cukup berdaya untuk berpisah. Sambil menanti momen itu tiba, mampukah pasangan muda ini bertahan dan menjaga kewarasan saat harus hidup bersama?
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Setelah sekian lama menyendiri, Mira melakukan kesalahan besar akibat pengaruh alkohol di hari ulang tahunnya. Ia melewati malam yang intim bersama Rendi, lalu kabur begitu saja tanpa sempat mengenali wajahnya. Saat berusaha melupakan kejadian tersebut, Mira terkejut ketika bertemu calon besannya. Rendi ternyata adalah ayah dari calon menantu anaknya. Kini, mereka terjebak dilema untuk mengubur rapat memori itu atau malah melanjutkan hubungan terlarang di belakang anak-anak mereka.