APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Antara Penyesalan Dan Pembebasan

Setelah sepuluh tahun menanggung kebencian Irfan pasca-pernikahan paksa mereka, sang protagonis akhirnya kehilangan pria itu dalam misi penyelamatan yang tragis. Diiringi penyesalan keluarga dan tuduhan sebagai pembawa sial, ia memilih mengakhiri hidupnya dengan racun. Namun, sebuah keajaiban membawanya terbangun kembali di malam sebelum hari pernikahan mereka. Sadar akan penderitaan masa lalu, kali ini ia bertekad untuk merelakan hubungan mereka dan memilih jalan hidup yang berbeda.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tidak merasa marah sedikit pun, hanya duduk sendirian di bangku taman.

Menatap bintang-bintang yang berkelip di langit malam, suasana ini membuatku teringat begitu banyak kenangan.

“Sudah lama sekali aku nggak melihat langit penuh bintang seperti ini….”

Tiba-tiba, sebuah tangan terulur dari samping dan langsung mencengkeram pergelangan tanganku.

Plak!

Pipiku terasa panas terbakar dan aku terdiam di tempat.

Wajah Irfan terlihat muram dan menakutkan, api amarah di matanya hampir meluap keluar.

“Miselia, dasar wanita kejam! Berani-beraninya menyuruh orang mempermalukan Selina, sampai dia ketakutan dan nekat mengiris pergelangan tangannya!”

“Aku sudah setuju untuk menikah denganmu, itu masih belum cukup?!”

“Haruskah sampai membuatnya mati dulu, baru kamu puas?!”

Tak mampu menahan amarah, Irfan kembali menamparku dengan keras.

Aku bahkan tidak diberi kesempatan bicara, langsung diseretnya masuk ke dalam mobil.

Sesampainya di klinik, aku melihat Selina terbaring di ranjang dengan wajah yang pucat.

Balutan di pergelangan tangannya merembes darah segar, jelas bahwa kabar percobaan bunuh dirinya bukan kabar bohong.

Saat aku masuk, meski matanya terpejam, bibirnya tetap bergumam,

“Maaf, aku yang nggak seharusnya mengganggu Kak Irfan. Kumohon lepaskan aku, jangan pukul aku lagi….”

Baru saja aku hendak bertanya, Irfan dari belakang langsung mendorongku keras.

Aku terhuyung menabrak sudut meja, rasa sakit yang menusuk membuat wajahku pucat seketika.

Namun, yang kulihat hanyalah tatapan Irfan yang semakin tajam.

“Lihat apa yang sudah kamu perbuat!”

“Cepat minta maaf pada Selina!”

Aku menatap Irfan dengan linglung dan berkata, “Tapi, bukan aku….”

“Kamu berbohong!”

Irfan benar-benar murka.

Untung perawat masuk tepat waktu, sehingga Irfan tak sempat melampiaskan amarahnya di depan umum.

“Pasien kehilangan terlalu banyak darah, harus segera ditransfusi.”

Irfan langsung mencengkeram lenganku.

“Dia juga golongan darah AB, ambil saja darahnya!”

Jadi, alasan Irfan menyeretku ke sini adalah untuk mendonorkan darah untuk Selina.

Padahal dia tahu jelas bahwa tubuhku lemah sejak kecil dan anemia, kalau nekat mendonorkan darah, bisa-bisa membahayakan tubuhku sendiri.

Namun, Irfan tidak peduli. Dia tetap menggulung lenganku.

“Ini hutangmu padanya!”

Jarum besar menembus kulitku, darah segar mengalir masuk ke tabung. Aku mendongak, menatap Irfan yang berdiri di samping, seakan menjaga agar aku tidak kabur.

“Irfan.”

“Pernahkah kamu menyesal karena telah menolongku dulu?”

Irfan terdiam dan menundukkan pandangan.

“Nggak menyesal. Siapapun orangnya hari itu, aku pasti tetap akan menolong.”

Aku tersenyum dan memalingkan wajah agar dia tak melihat air mataku yang jatuh.

Saat perawat mencabut jarumnya, aku pun berdiri. Tapi, rasa pusing yang kuat membuat tubuhku terhuyung.

Irfan reflek hendak menahanku, tapi aku menepis tangannya.

“Irfan, mulai sekarang aku nggak akan mengganggumu lagi.”

“Aku akan melepaskanmu dan juga melepaskan diriku sendiri.”

Setelah terlahir kembali, aku baru sadar bahwa diriku dan dia itu bagaikan dua sulur berduri.

Semakin erat melilit, semakin parah pula lukanya.

Hingga tenaga terkuras habis, barulah aku menyadari bahwa kami memang tak seharusnya bertemu.

Sekilas, kegelisahan dan kebingungan melintas di mata Irfan.

“Apa… apa yang kamu katakan?! Apa maksudmu melepaskanku? Kita sudah mau menikah sebentar lagi, kamu….”

Belum selesai dia bicara, seorang perawat berlari masuk.

“Kapten Irfan, Bu Selina sudah bangun. Dia merengek ingin bertemu denganmu….”

Kening Irfan berkerut, tampak ragu sesaat, lalu menoleh melihatku.

Aku hanya tersenyum tipis.

“Pergilah, orang sakit lebih penting.”

Irfan memandangku dengan ekspresi aneh, tapi tetap beranjak pergi.

“Aku bakal segera kembali. Tunggu sebentar, nanti aku antar pulang.”

Aku tidak menjawab, hanya menatap sosoknya yang menjauh.

Lalu, aku bergumam dalam hati, “Maaf, aku nggak seharusnya hadir dalam duniamu.”

“Irfan, semoga kamu bisa hidup dengan tenang, aman dan penuh kebahagiaan di sisa hidupmu.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dewa perang jadi Pengawal Pribadi CEO
9.8
Xion, seorang petarung tangguh yang baru saja kembali, memilih jalan hidup tak terduga dengan menjadi sosok pelindung di balik bayang-bayang seorang CEO wanita yang sangat menawan. Di tengah kembalinya sang jagoan, ia membawa misi ganda yang membara dalam dirinya. Xion bertekad untuk menuntut balas atas setiap dendam masa lalu yang belum terselesaikan, sekaligus membalas semua kebaikan yang pernah ia terima. Kisah aksi romantis modern ini penuh dengan perjuangan dan kesetiaan yang mendalam.
Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Hidup Jovan hancur seketika saat keluarga dan harga dirinya direnggut. Lewat petunjuk dari sebuah surat misterius, ia terseret ke dalam pusaran dendam masa lalu yang kelam. Demi melacak keberadaan istrinya yang hilang misterius, Jovan harus bangkit dan melampaui batas kemampuannya saat melarikan diri. Inilah perjuangan keras seorang pria demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan besar yang telah merusak seluruh hidupnya.
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Akibat pandemi global, Amore Acresia terpaksa menyudahi studinya di Los Angeles dan kembali ke Kudus. Sialnya, kepulangan Acre justru membawa petaka saat mobilnya tidak sengaja menabrak seorang tentara arogan bernama Alexander Yudha yang tengah bertugas. Insiden itu menghancurkan ponsel Alex hingga terlindas ban mobil, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut ganti rugi penuh. Perselisihan tajam ini perlahan berubah menjadi benih cinta, sebelum akhirnya tugas negara memisahkan mereka.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso didera dendam hebat usai Mawar, cucunya yang bermata merah, tewas mengenaskan di tebing akibat kejaran dan fitnah warga Ledokombo. Demi membalas kematian keji sang cucu, ia nekat membangkitkan iblis kuno bernama Nyai Larapati yang telah lama tertidur. Jasad Mawar yang tak bernyawa pun dipaksa bangkit kembali untuk mengobarkan aksi balas dendam berdarah tanpa ampun, menyasar seluruh penduduk desa yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.
Sampul Novel Peace Hunter
7.9
Rid Archie, seorang pemuda desa, menyadari bahwa kedamaian di dunianya hanyalah ilusi. Di balik ketenangan semu tersebut, diskriminasi rasial serta perbudakan masih terus terjadi. Kondisi ini sebenarnya merupakan gencatan senjata rapuh antara ras Malaikat dan Iblis yang sewaktu-waktu dapat memicu perang besar. Didorong kenyataan pahit ini, Rid bertekad menciptakan keharmonisan yang nyata. Namun, sanggupkah ia menggapai mimpi besar tersebut di tengah dunia yang sarat konflik?
Sampul Novel Pembalasan Dendam Istri TKI
8.6
Bekerja di luar negeri, Mutia harus menahan kepedihan mendalam saat tahu suaminya berselingkuh dan menikah lagi. Rasa sakitnya kian tak terbendung ketika mendengar putri kesayangannya disiksa di rumah mereka sendiri. Begitu kembali ke Indonesia, Mutia menolak untuk terus menderita. Berbekal tekad kuat, ia menyusun rencana matang demi menuntut keadilan. Inilah saatnya bagi Mutia untuk membalas semua pengkhianatan dan kehancuran yang menimpa keluarganya.