APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Antara Cinta Dan Trauma

Antara Cinta Dan Trauma

Trauma mendalam membayangi Adel akibat kekerasan sang ayah di masa lalu, meski ibunya tetap setia mendampingi. Kesedihannya kian berat saat Dara, sahabatnya, menjauh karena Farhan, ditambah kisah cintanya dengan Vero yang berakhir pilu. Kecewa dan terluka, Adel mempertanyakan arti kesempatan kedua. Demi menyembuhkan diri dan menata masa depan, ia memutuskan ikut pelatihan di Surabaya. Bisakah Adel lepas dari bayang kelam masa lalu dan meraih kebahagiaan sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

membuatnya merasa istimewa, dengan cara yang kadang terlalu intens. Kadang, Adel merasa terjebak, namun tetap ada sisi dirinya yang merasa dihargai.

---

Beberapa minggu setelah itu, Dara mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa hubungannya dengan Farhan semakin serius. Meskipun Dara tidak pernah terlalu terbuka mengenai hal ini, namun kedekatannya dengan Farhan semakin terlihat jelas. Mereka mulai sering bertemu di luar sekolah, dan Dara sering menceritakan hal-hal kecil tentang Farhan.

"Gue bener-bener nyaman sama Farhan, Del," kata Dara suatu sore setelah sekolah. Mereka duduk di bangku taman sekolah, menunggu waktu pulang.

Adel menatap Dara dengan hati yang terasa berat. "Lo serius sama dia?"

Dara mengangguk, senyumnya menunjukkan ketulusan yang Adel jarang lihat. "Iya, Del. Gue merasa dia ngerti gue lebih dari siapapun."

Adel merasa hatinya tersentuh, tapi sekaligus kecewa. Tidak hanya karena Dara lebih memilih Farhan, tetapi juga karena hubungan mereka yang semakin renggang. Persahabatan mereka, yang dulu sangat erat, kini terasa mulai longgar. Setiap percakapan seolah mengandung perasaan tidak nyaman yang tidak bisa dijelaskan.

"Apa gue nggak cukup ngerti lo, Dar?" tanya Adel dengan suara bergetar.

Dara terdiam, tampaknya sedang mencari kata-kata yang tepat. "Gue nggak bermaksud ninggalin lo, Del. Tapi gue butuh seseorang yang bisa ngerti gue lebih dalam. Farhan itu beda."

Adel terdiam, mencoba menyembunyikan perasaan kecewanya. "Iya, gue ngerti."

Namun, meski Dara berusaha meyakinkan Adel, hati Adel tetap merasa terluka. Ada perasaan kesepian yang semakin menggerogoti dirinya, apalagi dengan kedekatan Dara dan Farhan yang semakin dalam.

---

Seiring berjalannya waktu, konflik antara Adel dan Dara semakin sulit untuk dihindari. Kecanggungan di antara mereka semakin terasa. Semua hal kecil yang dulu bisa dibicarakan dengan mudah kini terasa berat dan penuh ketegangan. Dan di sisi lain, hubungan Adel dengan Vero semakin terasa penuh gejolak.

Namun, dalam hatinya, Adel merasa bingung. Di satu sisi, dia ingin mempertahankan hubungan dengan Dara, tapi di sisi lain, dia juga merasa bahwa hubungannya dengan Vero mulai memberi tantangan baru yang sulit untuk dilepaskan.

Tapi satu hal yang Adel tahu pasti,apapun yang terjadi dia harus membuat pilihan. Dia tak bisa terus-terusan hidup dalam ketidakpastian, apalagi setelah semuanya berubah begitu cepat.

---

Di tengah-tengah semua kebingungannya, Adel semakin terfokus pada hubungannya dengan Vero. Terkadang Vero terlalu mendominasi, kadang terlalu mendesak agar Adel bisa memutuskan dengan cepat. Sebagai seorang yang penuh keraguan, Adel merasa terjebak di antara dua perasaan yang sangat kuat rasa sayang terhadap Vero, namun rasa kehilangan terhadap Dara yang semakin jauh.

Ketika konflik antara Adel dan Dara semakin rumit, Vero mencoba mendekatkan diri lebih dalam kepada Adel. Tapi, dalam hatinya, Adel tahu-perasaan itu tidak akan pernah sama seperti dulu. Keputusan semakin sulit untuk dibuat.

Sementara itu, hubungan Adel dan Dara terus merenggang. Mereka berdua merasa asing satu sama lain, dan perasaan kehilangan semakin jelas di setiap percakapan mereka.

---

Hari-hari berlalu, dan segala sesuatunya semakin terasa semakin rumit. Adel semakin banyak menghabiskan waktu dengan Vero, mencoba untuk memusatkan pikirannya pada hubungan mereka. Namun, di balik kebahagiaan yang tampak, perasaan ragu dan cemas terus mengganggu. Semakin sering mereka bertemu, semakin banyak hal yang membuat Adel merasa cemas. Vero yang selalu penuh perhatian terkadang terlalu mendesak, menginginkan lebih dari yang bisa diberikan oleh Adel. Sementara itu, konflik dengan Dara semakin dalam dan sulit untuk dibaiki.

Suatu malam, Adel duduk di ruang tamunya, merenung. Pikirannya kembali berputar pada Dara, sahabat yang dulu begitu dekat dengannya. Meskipun hubungan mereka mulai renggang, masih ada rasa cinta dan kasih sayang yang besar di dalam hati Adel. Dia tahu bahwa kesalahpahaman mereka tidak akan pernah mudah untuk diperbaiki, terutama setelah apa yang terjadi dengan Farhan.

Vero kemudian menghubungi Adel lewat pesan. "Gue lagi ada di luar, pengen ketemu lo. Bisa?"

Adel menatap ponselnya, merasakan ketegangan yang kembali hadir. Dia ingin pergi dan menemui Vero, tetapi pikirannya yang terbelah membuatnya ragu. Akhirnya, setelah beberapa detik berpikir, Adel membalas. "Iya, gue datang."

---

Adel bertemu Vero di sebuah kafe yang tidak terlalu ramai, tempat favorit mereka berdua. Vero tersenyum lebar ketika melihatnya, tapi senyum itu terasa palsu di mata Adel. Semua terasa salah. Mereka duduk berhadapan, dan perasaan canggung antara keduanya semakin nyata.

"Lo lagi banyak pikiran, ya?" tanya Vero sambil menuangkan kopi ke dalam cangkir Adel. "Lo nggak biasa kayak gini."

Adel hanya mengangguk. "Gue... gue lagi bingung, Ver. Semua ini terasa terlalu cepat. Gue nggak bisa ngebayangin gimana ke depannya."

Vero menatapnya dengan tatapan penuh pengertian. "Gue ngerti, Del. Tapi gue bener-bener serius sama lo. Gue nggak cuma main-main. Gue nggak mau kehilangan lo."

Adel menghela napas panjang, mencoba meredakan kebingungannya. "Gue nggak tahu, Ver. Gue punya banyak hal yang harus gue selesaikan sendiri. Gue nggak bisa ngebangun sesuatu kalau hati gue masih terikat dengan hal yang belum selesai."

Vero terdiam, lalu menatap Adel dalam diam. "Jadi lo ragu sama hubungan ini?"

Adel merasakan berat di dadanya, dan dengan suara pelan, dia menjawab, "Gue nggak tahu, Ver. Kita coba dulu buat jalin hubungan ini, dan gua harap lu bisa ngilangin rasa ragu gua ke lu. Jangan pernah kecewaain gua ya ver. Tolong yakinin gua, gua takut kalau keputusan yang gua ambil jadi penyesalan terbesar gua"

Vero hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa. Ada raut sendu di wajahnya, tapi dia ngeyakinin Adel dengan jawabannya, "Iya, gua janji. Dan gua akan usahain sebaik mungkin untuk hubungan kita, terimakasih udah ngasih kesempatan buat gua"

---

Setelah pertemuan itu, perasaan Adel semakin kacau. Dia tidak hanya merasa terjebak dalam hubungan yang semakin rumit dengan Vero, tetapi juga merasa kehilangan arah dalam hubungannya dengan Dara. Setiap kali berbicara dengan Dara, ada ketegangan yang semakin terasa. Dara semakin jauh, dan perasaan cemburu terhadap hubungan Dara dengan Farhan semakin menggerogoti perasaannya.

Adel mencoba menjelaskan perasaannya kepada Dara, berharap bisa menyelamatkan persahabatan mereka yang dulu begitu erat. Namun, semakin dia mencoba, semakin Dara merasa tidak bisa mengerti. Dara yang dulu selalu bisa diandalkan, sekarang malah terkesan menghindar.

"Dar, gue cuma butuh lo ngertiin gue, kenapa semuanya jadi kayak gini? Apa lo nggak ngerasain hal yang sama?" tanya Adel, mencoba memecah kesunyian di antara mereka.

Dara terlihat bingung dan cemas, tetapi jawabannya tetap terasa jauh. "Lo nggak ngerti, Del. Gue nggak bisa selalu ada buat lo kayak dulu, gue ada Farhan sekarang. Dan lo juga punya Vero. Kita berdua sibuk dengan hidup kita masing-masing."

Kata-kata itu seakan menusuk hati Adel. Meskipun dia tahu, hubungan mereka memang sudah berubah, namun perasaan bahwa Dara memilih untuk menjauh begitu saja membuat hatinya hancur. Dia merasa seperti tidak ada lagi yang bisa dia lakukan untuk mempertahankan hubungan mereka yang dulu begitu berarti.

---

Seiring berjalannya waktu, hubungan antara Adel dan Vero semakin kuat. Meskipun hubungan mereka sering dibalut keraguann, Vero berhasil meyakinkan Adel bahwa dia serius dengan perasaannya. Mereka mulai menghabiskan lebih banyak waktu bersama, dan meskipun masih ada ketidak pastian, ada rasa nyaman yang semakin tumbuh.

Namun, semuanya berubah ketika suatu kejadian tak terduga merusak hubungan Adel dan Dara. Di awal kelas 3 SMA, saat hubungan Adel dan Vero masih terbilang baru, Adel merasa semakin yakin bahwa ini adalah hubungan yang dia inginkan. Mereka sering menghabiskan waktu bersama setelah sekolah, berbicara panjang lebar tentang segala hal, termasuk masa depan masing-masing. Vero selalu sabar dan perhatian, membuat Adel merasa diterima.

Namun, di sisi lain, hubungan Adel dengan Dara mulai merenggang. Mereka sering berbicara, tetapi ada jarak yang tak terelakkan. Ketegangan itu semakin terasa saat perbincangan tentang Dara dan Farhan muncul di tengah-tengah percakapan Adel dengan Dara.

Suatu hari, setelah sekolah, Adel mengajak Dara untuk ngobrol di kafe favorit mereka. Mereka duduk berhadap-hadapan, dan Adel mulai berbicara tentang hubungan Dara dengan Farhan.

"Dar, gue cuma pengen lo hati-hati sama Farhan. Gue nggak tahu kenapa, tapi ada sesuatu yang bikin gue ngerasa nggak enak," kata Adel, mencoba menjelaskan kekhawatirannya.

Dara hanya tersenyum tipis, terlihat sedikit bingung dengan sikap Adel. "Lo cemas sama gue, Del? Kenapa lo bisa bilang kayak gitu?"

Adel menghela napas. "Gue cuma nggak mau lo sakit hati, Dar. Gue nggak suka kalau dia tiba-tiba berubah sikap. Lo tahu kan, gue pernah ngalamin hal yang sama sebelumnya. Gue nggak mau lo ngalamin apa yang gue rasain."

Namun, Dara malah merasa tersinggung dengan kata-kata Adel. "Lo kayak nggak percaya sama gue, Del. Farhan itu baik kok, dan gue bahagia sama dia. Kenapa lo ngurusin hubungan gue? Itu urusan gue, kan?"

Adel terdiam, merasa kata-katanya tidak diterima dengan baik. "Gue nggak bermaksud kayak gitu, Dar. Gue cuma peduli sama lo. Gue nggak mau lo salah pilih orang."

Dara menghela napas panjang, mencoba untuk tetap tenang. "Gue ngerti niat lo, Del. Tapi kadang lo terlalu ikut campur soal hidup gue. Gue bisa ngurusin diri gue sendiri."

Keadaan jadi canggung, dan dalam keheningan itu, sebuah ketegangan baru muncul. Pada saat itulah, perasaan Adel mulai berubah. Dia merasa bahwa Dara tidak lagi menganggapnya sahabat yang peduli, melainkan seseorang yang menghalangi kebahagiaannya.

---

Sejak perbincangan itu, hubungan Adel dan Dara semakin renggang. Mereka jarang berbicara, dan setiap kali bertemu, ada perasaan canggung yang menyelimuti. Ada kalanya mereka mencoba berbicara, tetapi topik yang mereka bahas selalu terasa berat. Perasaan Adel yang semakin terluka, merasa bahwa Dara lebih memilih Farhan daripada dirinya, semakin menggerogoti hubungan mereka.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ah! Mantap Mas Ramli
8.4
Demi menghidupi tiga anaknya, Ramli bekerja pada pasangan CEO kaya yang belum dikaruniai keturunan setelah lima tahun menikah. Demi uang, duda asal desa ini terpaksa menerima tawaran gila sang majikan pria untuk menghamili istrinya, Vina. Namun, kerja sama ini berubah menjadi hubungan rumit saat Vina mulai nyaman dengannya, terlebih setelah perselingkuhan suaminya terbongkar. Di balik statusnya yang tampak sederhana, Ramli ternyata menyimpan rahasia besar tentang identitas aslinya.
Sampul Novel AKSARA HUJAN
7.9
Julie rela bekerja keras menjadi penari pole dance di sebuah klub malam demi menjamin masa depan Gemma, adik yang sangat ia sayangi. Sayangnya, ketulusan Julie justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan oleh sang adik sendiri. Saat berjuang menggapai kebahagiaan hidup, Julie malah harus menerima kenyataan pahit dari tindakan Gemma. Akankah sang adik menyadari kesalahannya, atau justru membiarkan Julie kian terpuruk dalam kepedihan yang mendalam?
Sampul Novel Bukan Cuma Rommate
8.4
Gyda, seorang gadis ekstrovert pencinta pesta yang selalu tampil modis, terpaksa tinggal satu atap dengan Delmar, pria introvert super cuek dan pemalas. Meski memiliki standar tinggi dan hanya menyukai lelaki tampan, Gyda harus menerima kenyataan berbagi kamar dengan pria yang jauh dari kriteria idamannya itu. Gyda sangat yakin dirinya tidak akan pernah terpikat oleh Delmar. Namun, perbedaan kontras di antara keduanya justru menumbuhkan benih asmara yang tak terduga.
Sampul Novel Cinta Dalam Keheningan
9.3
Aria menjalani kehidupan yang sunyi sebagai seorang tunawicara yang terabaikan sejak lahir. Takdir membawanya menjadi nyonya di Keluarga Kurnia secara tidak sengaja, meski ia sadar sang suami, Ian, tidak pernah menaruh hati padanya. Situasi kian pelik ketika Letty, cinta pertama Ian, kembali dari luar negeri dan kembali dekat dengan suaminya. Menyadari posisinya yang kian tergeser, Aria memilih menyembunyikan kabar kehamilannya dan bersiap untuk mundur dari pernikahan tanpa cinta tersebut.
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan, pebisnis dingin tanpa ampun, terusik saat Yezi kembali ke hidupnya. Merasa diabaikan oleh wanita blasteran Jepang-Indonesia itu, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal pada ayah Yezi. Tak gentar, Yezi membalas ancaman tersebut menggunakan rekaman rahasia dari tiga tahun lalu. Di balik arogansi dan persaingan bisnis yang sengit, ada rahasia besar masa lalu yang mengikat mereka berdua.
Sampul Novel FAMILIAR PLACES
9.7
Pertemuan emosional di bawah rintik hujan menyatukan kembali Byan dan Gemi setelah lima belas tahun berpisah. Didorong kerinduan mendalam, Byan berusaha memberikan kenyamanan terbaik untuk Gemi tanpa menyadari sebuah rahasia pahit. Ternyata, perempuan yang teramat dicintainya itu kini telah berstatus sebagai istri orang lain. Hubungan rahasia pun terjalin di antara mereka, menjadi pelampiasan atas rasa rindu yang terlarang.