APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Anon I love u

Anon I love u

Sheril, wanita 25 tahun yang belum pernah pacaran, kerap digunjingkan tetangga akibat jam kerjanya. Padahal, ada pria-pria memikat seperti Rey, Vero, dan Tedi di sekitarnya. Uniknya, ia justru terpikat pada Anon, pemilik akun misterius di aplikasi Minsta yang belum pernah ia jumpai secara langsung. Mengapa Sheril memilih pria asing tersebut? Siapa sebenarnya sosok asli di balik identitas anonim itu? Simak kisah romansa dewasa penuh misteri ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Sepertinya, kamu tidak suka banyak pembeli," bisik Vero saat keduanya sedang merapikan belanjaan ke dalam totebag.

"Bukan gitu, tapi, dah lah!" jawab Sheril ketus.

Iya, memang dia bukannya tidak suka dengan banyaknya pembeli. Namun, pembeli yang datang bukan sekadar membeli barang yang mereka butuhkan.

"Aku traktir makan malam," bisik Vero.

Ajakan itu membuat lelah yang dialaminya memudar. Namun, Sheril teringat sesuatu yang menurutnya lebih berharga dari ajakan makan malam.

"Pergilah sendiri."

"Kamu tidak mau menyambut pegawai baru. Aku yang traktir, loh, bukan minta ditraktir."

"Aku sudah ada janji," jawab Sheril.

Setelah selesai antrian yang membayar tagihan belanjanya, Sheril masih berkutat di depan meja kasir. Di tempat lain masih ada tiga pembeli yang sedang berbelanja.

"Ayolah!" ajak Vero tidak mau menyerah.

"Kamu tidak lihat, masih ada tiga pembeli yang masih di sini."

Vero berdecak, "Kalau begitu, kita makan malam setelah jam pulang."

Sheril membelalakan matanya. Ia menoleh ke arah tiga pembeli yang masih berkutat di depan barang yang mungkin tidak akan dibelinya. Wajahnya cemas, sesekali menoleh ke arah Vero yang sedang bermain ponsel.

Dari ketiga pembeli itu ada satu orang yang akan menagih nickname akun Minsta milik Vero. Karena itu, Sheril merasa cemas saat Vero memutuskan untuk makan malam setelah pulang.

Sheril merogoh ponsel dan menyalakannya. Beberapa notifikasi dari akun Minstanya membuat Sheril menemukan ide.

"Apa kamu bisa berjaga di sini. Aku ada janji, seseorang menungguku di depan."

Vero menoleh ke arah Sheril lalu mengangguk. Sheril segera keluar dari SevenMart. Ia berdiri seolah sedang menunggu seseorang.

Tak lama setelah Sheril keluar dari SevenMart, seorang wanita menghampirinya. Tangannya menenteng tote bag berisi belanjaan dengan logo SevenMart.

"Aku mau menagih janjimu," ucap wanita itu diakhiri senyuman licik.

"Aku juga memerlukan bukti pembayarannya," ucap Sheril.

"Berikan nomor rekeningnya, aku akan transfer sekarang juga."

Sheril tersenyum, lalu mendiktekan nomor rekeningnya. Tak lama kemudian, ponsel Sheril berdering, sebuah notifikasi dari akun bank miliknya. Sheril tersenyum saat melihat nominal yang diberikan wanita di depannya. Nominal yang lebih dari gaji bulanannya yang hanya 50 pound.

"Mana akun Minsta-nya?" tagih wanita itu

Sheril segera membuka akun Minsta miliknya, lalu menyerahkan nickname serta bukti foto milik Vero bahwa akun Minsta yang diberikannya adalah asli.

Wanita itu menahan tawanya sambil men-follow akun Minsta milik Vero. "Terima kasih, aku akan berikan hadiah untukmu," ucap Wanita itu lalu pergi.

Sheril menghela napas, baru satu wanita. Apa dua lagi akan datang? Sepertinya tidak setelah Sheril menoleh ke arah belakangnya. Di balik kaca bening, dua wanita sedang berbincang penuh tawa dengan Vero. Sheril mencebik.

Sebuah notifikasi kembali membuat ponsel Sheril berdering. Tangannya sigap membuka notif tersebut. Bukan dari Minsta, melainkan dari akun bank-nya. Notifikasi itu membuat Sheril terbelalak.

"Sekaya apa itu cewek?" gumamnya saat melihat nominal dari riwayat transaksinya.

"Aku tak perlu kerja selama setahun," gumamnya lagi. Senyum merekah saat berjalan kembali menuju SevenMart.

Notifikasi pun masuk kembali, kali ini dari akun Minstanya.

[Kau sedang bahagia rupanya.]

[Kamu siapa, sih, sebenarnya?] balas Sheril.

[Aku sudah menemuimu]

[Kapan? Aku tidak melihatmu!]

[Seharian ini]

Sheril yang hendak membuka pintu, seketika menoleh ke arah luar. Ia memindai sekelilingnya.

[Kamu stalker?]

[Bukan]

[Lalu?]

[Aku hanya orang yang tidak pernah kamu sapa]

[Kamu tetap stalker!] balas Sheril. Wajah yang tadinya ceria kini kembali muram.

"Kenapa Sher?" tanya Vero.

Sheril mendongak. "Nggak apa-apa."

"Sudah ketemuannya?"

"Ya," jawab Sheril singkat. Ia kembali mengetik sebuah pesan.

[Kamu pria atau wanita?]

[Kenapa baru mempertanyakannya sekarang?]

Balas pesan itu membuat Sheril tidak sengaja mengumpat. Vero yang mendengar umpatan Sheril hanya melongo, lalu tertawa.

"Kenapa kamu tertawa?" tanya Sheril dengan wajah ketus.

"Aku tidak menyangka kalau wanita secantik kamu bisa berkata demikian."

"Memang kenapa? Aku manusia, bukan makhluk halus yang selalu berkata halus."

Vero kembali tertawa, kini tawanya sangat keras dan membuat Sheril mendengkus.

[Aku seorang pria.]

[Yang ingin kamu sapa setiap hari]

Dua pesan itu masuk kembali ke akun Minsta milik Sheril. Setelah membaca pesannya, Sheril mematikan kembali ponselnya.

"Hei, ada masalah apa?"

"Nggak!"

"Jangan lupa, setelah jam kerja selesai, kita makan malam bersama."

"Iya, bawel. Aku yang traktir." Sheril membenamkan wajahnya di meja kasir. Jam kerjanya tinggal satu jam lagi menuju ganti shift.

"Bisa nggak sih, kamu diganti Rey," gumam Sheril.

"Tidak bisa," ucap Vero.

Sheril menghela napas berat. Ia mendongak dan menatap kesal ke arah Vero. Sementara pria yang berdiri di sampingnya sambil menghitung uang itu tersenyum manis.

Sial. Sheril mengumpat dalam hati. Pesona pria di sampingnya memang tak bisa diragukan. Rasa kesal yang menggunung itu roboh menjadi rasa tersipu.

Satu jam berlalu, ada beberapa pembeli pria saja yang datang. Sheril berjalan menuju ruang khusus pekerja, ia hendak mengambil tas selempang miliknya.

"Al, kamu ternyata yang kerja menggantikan aku!" seru Rey sambil menepuk pundak Vero.

"Kalian saling kenal?" Yuri menatap keduanya.

"Um, ya. Kita temenan. Kamu nggak kenal Alvero?" tanya Rey.

Yuri mengeleng pelan, "Memangnya dia siapa?"

"Ck. Kejam sekali. Dia ini followersnya banyak di Minsta."

"Oh, ya? Wah hebat. Wajah Sheril pasti kusut hari ini," ucap Yuri.

"Kusut karena berdiri lama di depan meja kasir," ucap Vero diakhiri tawa kecilnya.

"Iya, kesel banget. Kenapa harus Rey yang pindah shift. Aku juga mau ketenangan." Sheril melongos pergi.

Vero segera menyusul Sheril. "Hey, jangan marah. Harusnya kamu senang kalau bisa menarik banyak pelanggan," ucap Vero sambil mengacak rambut Sheril.

"Kau, ya!" umpat Sheril sambil menepis tangan Vero. "Jangan pegang rambut orang sembarangan!" tegas Sheril sambil menepis tangan Vero. Ia kembali merapikan poni yang berantakan, lalu mengikat rambutnya yang hanya sebahu itu.

Rey dan Yuri tertawa saat melihat tingkah Sheril kepada Vero.

"Dasar nggak peka!" ucap Rey.

"Sendirinya juga nggak peka!" tegas Yuri sambil berlalu.

"Siapa yang nggak peka ke siapa?" tanya Rey. Lalu berseru karena Yuri tak kunjung menjawabnya..

"Kamu yang akan traktir aku, kan?" tanya Vero saat keduanya berjalan menyusuri jalan khusus pejalan kaki.

"Iya," jawabnya singkat.

"Boleh aku yang memilih restonya?" tanya Vero.

Sheril mengangguk. Vero kembali melakukan hal yang tak disukai Sheril. Ia meraih tangan Sheril dan menuntunnya menuju sebuah restoran tak jauh dari mereka.

"Lepasin!" pekik Sheril berusaha melepas tangannya dari cengkraman Vero.

"Aku bisa jalan mengikutimu, tak perlu pegangan tangan." Sheril masih meronta.

Vero menghentikan langkahnya, keduanya berdiri saling berhadapan di depan pintu masuk restoran. Tangan kanan Sheril masih dipegang oleh Vero.

"Kenapa?" tanya Vero dengan wajah tak tahu malunya.

"Aku nggak suka," jawab Sheril sambil memalingkan wajah.

"Kalau aku suka, gimana? Anggap aja ini bayaran untuk nama akunku yang kamu berikan pada orang lain."

Sheril menoleh sambil membelalakan mata. Umpatan meledak dihatinya, dan hampir keluar dari mulutnya.

"Um, aku ti-tidak me-memberikannya pada siapapun," ucap Sheril terbata.

Tangan Vero yang masih mencengkram tangan Sheril, segera ia menuntun Sheril untuk masuk ke dalam restoran. Meski sekarang kembali berontak, kenapa saat diam tadi Sheril tidak melepaskan tangannya dari cengkraman Vero? Pria itu tersenyum, berjalan mencari kursi yang pas untuk tempat makan malamnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Haram Milik Suamiku
8.1
Kebahagiaan rumah tanggaku runtuh seketika saat sebuah rahasia besar terungkap dari mulut suamiku sendiri. Bocah yatim piatu yang kami adopsi dan besarkan bersama dengan tulus, ternyata merupakan anak kandungnya. Bocah itu lahir dari perselingkuhan suamiku dengan perempuan lain di masa lalu. Janji manis pernikahan yang dulu ia ucapkan kini berubah menjadi kebohongan yang sangat menyiksa. Di tengah kehancuran rumah tangga kami, aku kini harus menghadapi kenyataan yang teramat pahit.
Sampul Novel Duda Kuat
9.7
Dalam setahun, Satria sudah bercerai tujuh kali karena semua istrinya tak sanggup melayani gairah ranjangnya yang luar biasa hingga tujuh kali sehari. Kondisi fisik yang tidak wajar ini membuat Satria bertanya-tanya. Ia mencurigai kekuatan berlebih tersebut muncul akibat efek samping obat misterius dari mendiang kakeknya semasa sekolah dulu. Kelanjutan dari kisah Kepincut Janda Tetangga.
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Mengandung konten 21+ Harap bijak menentukan bacaan... Jangan lupa mampir juga cerita pertama "Mertua Hiperseks" Zakia Ananta Arman, gadis remaja yang masih sangat polos dan tidak pernah mengenal apa itu jatuh cinta sebelumnya. Dia terpesona dengan ketampanan pemuda tampan yang merupakan putra dari kyai pengasuh pesantren dikingkungannya. Malam itu gadis yang cakap dipanggil Kia itu secara sengaja masuk ke dalam kamar pria yang sering di panggil Gus Beren oleh para santri. Kia memasukkan obat perangsang dan alkohol secara bersamaan pada teh yang disajikan oleh Santri dan akan di minum oleh Gus Beren. Alhasil, malam itu tanpa sadar Gus Beren menyetubuhi Kia yang bersembunyi dibalik tirai gorden kamarnya, saat Gus Beren tengah membersihkan badan di kamar mandi setelah acara pengangkatan pengasuh baru di adakan di pesantren yang di miliki abahnya. Hubungan satu malam itu berakhir duka bagi Kia. Ia tidak pernah menyangka bahwa dari hubungan itu ia akan mengandung anak dari Gus Beren, tapi sayangnya Gus Beren tidak mau bertanggung jawab atas anak itu. Karena bagaimana pun anak itu tetap akan bernasab pada ibunya, sebab ia hadir sebelum terjadinya Ijab Qobul pernikahan. Apalagi Kia baru mengetahui, jika Gus Beren sudah memilik istri yang di nikahi secara siri, karena saat ini istri Gus Beren masih melanjutkan pendidikannya di Mesir. Kia teringat akan perbuatan papanya Arman beberapa waktu yang lalu, ia membawa Cantika yang merupakan wanita selingkuhannya ke rumah dan melakukan perbuatan mesum di depan mamanya Arini. Mungkinkah yang terjadi saat ini merupakan balasan atas perbuatan Arman, yang telah menyakiti Arini. Bukan hanya itu, Arman juga sering melampiaskan amarah pada mamanya dan juga kakaknya Zoni saat mereka memberontak kelakuan Arman untuk bermain panas dengan Cantika. Kata-kata Kia terngiang begitu dalam pada ingatan Arman, yang menyiratkan kebencian dari seorang putri yang sangat ia sayangi. Arman tak pernah begitu menyesal atas perlakuannya dan perkataannya yang sering menyakiti Arini dan Zoni, tapi untuk Kia, dia benar-benar menyesal karena telah membuat putri kesayangannya itu kecewa dan berkata kasar padanya. Teringat pada masa lalu kelam tentang Rania yang harus mati akibat ulah Ayah Arman, ia takut hal itu terulang kembali pada Kia. Akankah Kia bisa mendapatkan keadilan serta tanggung jawab dari Gus Beren untuk anak yang dikandung? Sedang usianya saat ini masih belum cukup umur untuk melangsungkan pernikahan karena ia baru 9 SMP. Ataukah ia akan menjalani sisa-sisa hidup dengan karma yang telah papanya perbuat selama ini? Siapakah Rania, yang menyisakan luka begitu dalam bagi Arman?
Sampul Novel KABUT CINTA DI KOTA HUJAN
8.9
Demi sang ibu, Gayatri rela menikah muda dengan Baskoro, walau ia tahu hati suaminya masih milik Saras. Kehidupan pernikahan mereka di Kota Hujan semakin dingin dan goyah saat Bima, bos Baskoro, mencoba mendekati Gayatri. Situasi kian rumit ketika Andika, mantan kekasih Gayatri, hadir kembali bersamaan dengan kepulangan Saras dari luar negeri. Di tengah kesibukan kuliah dan konflik yang tiada henti, mampukah pasangan muda ini bertahan dan menjaga komitmen pernikahan mereka?
Sampul Novel Pembalasan Sang Istri Tertindas
9.3
Pasca tewas mengenaskan, Amara terlahir kembali ke masa lalu demi membalas dendam pada suaminya, Rafael, dan Isabella sang pelakor. Mereka telah merebut harta sekaligus merenggut nyawa buah hatinya. Di tengah perjuangan menuntut keadilan dan membuat Rafael menyesal, muncul seorang pria dari masa lalunya yang siap melindungi dengan tulus. Amara pun bimbang untuk terus fokus pada dendamnya atau menyambut cinta baru yang hadir.
Sampul Novel Penyesalan Suamiku Setelah Kehilangan Diriku
8.6
Setelah tersiksa hingga kehilangan bayinya akibat obsesi Marvin menebus dosa atas kematian sahabatnya, Yoona, sang istri mendapat kesempatan kedua. Kembali ke hari pernikahan mereka, ia tidak lagi mempertahankan hubungan toksik ini. Kali ini, ia memilih mendorong Marvin kembali ke pelukan Yoona. Dengan mengubah takdirnya, ia bertekad menjadi mantan kekasih yang akan membuat Marvin benar-benar pergi meninggalkan dunia fana selamanya tanpa pernah bisa mengusik hidupnya lagi.