APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Altair Onder de

Altair Onder de

Akibat campur tangan dewa yang menukar tubuh mereka tanpa izin, Altair dan Claretta terjebak dalam situasi ganjil. Rasa murka Altair meredam saat melihat Claretta menangis merindukan kehangatan seorang ibu. Di tengah embusan angin dan guguran kelopak bunga, mereka saling memahami luka masing-masing. Keduanya pun sepakat menerima takdir baru ini. Altair melepas identitas lamanya, sementara Claretta berjanji merawat ibu Altair dengan tulus sebelum cahaya memisahkan mereka selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Altair duduk di ruang makan bersama keluarganya mereka seperti yang dia lihat di lukisan tadi pagi dan sibuk dengan makanan di atas meja masing-masing.

Ayah Altair duduk di meja utama kepala keluarga, di sebelah kanan duduk seorang wanita yang juga dipanggil ibu oleh anak-anak gadis saudari Altair. Mereka semua memiliki paras wajah yang rupawan.

Banyak orang yang berdiri melayani keluarga yang sedang makan itu ada yang memegang botol minuman anggur dan troli berisi makanan.

Altair duduk di sebelah kiri ayahnya dengan tenang memakan apa yang ada di depannya. Masih berusaha berfikir dengan keras apa yang sedang menimpa dirinya (Claretta) sekarang dan memikirkan bagaimana keadaan ibunya sekarang?

Sehingga membuat makanan enak di hadapan Altair terasa hambar.

“Ibu lihat! Kak Altair menangis.” ucap seorang gadis paling kecil yang tengah memegang segelas susu di tangannya.

Wanita itu tidak terlalu menghiraukan apa yang sedang terjadi dengan Altair dan berkata, “Untuk seseorang yang sebentar lagi mengadakan acara kedewasaan, tidak seharusnya dia menangis,”

“Apalagi dia adalah seorang laki-laki,” jawab wanita yang dipanggil ibu sembari melirik ke arah Altair.

“Kecuali jika dia sudah sadar atas kesalahan dan status yang selama ini diperbuat yang selalu bertingkah kotor seperti ibunya.” imbuhnya lagi.

Ayah Altair hanya mengeluarkan suara berdehem, meletakkan pisau dan meminum segelas anggur. Altair masih tidak mengerti, kenapa orang-orang di sini bersikap seperti itu.

Saat Mary dan kepala pelayan memergoki Altair keadaan telanjang, kepala pelayan mengatakan bahwa Duke mengajaknya untuk sarapan bersama dengan wajah datar.

“Bagaimana persiapanmu untuk upacara kedewasaan?” tanya ayahnya.

Altair yang ditanyakan hal itu, langsung menjawab.

“Semuanya sudah siap, ayah” jawabnya dengan datar.

Aneh rasanya saat Altair yang mengenali sebagai orang asing yang duduk di sampingnya, kini harus di panggil dengan sebutan ayah olehnya.

Bayangan kematian yang menimpa dirinya semalam masih membekas dalam ingatan membuat perut dan kepalanya terasa sakit.

“Lakukan dengan benar demi martabat keluarga dan kekaisaran” imbuh si ayah.

“Bagaimana bisa dia ditakdirkan sebagai penerus keluarga dengan baik, sedangkan dia terlahir dari ibu seorang budak yang menjadi pelayan. Setelah diselamatkan, ibunya bertingkah seperti pelacur.” celetuk gadis tertuanya.

Altair mendengarkan kata-kata yang tidak asing baginya. Saat dirinya masih menjadi Claretta atau sudah menempati sosok orang lain tetap saja, hanya hinaan yang dia dapat.

“Ayah, aku sudah selesai. Bolehkah aku pergi dari sini?” tanya Altair.

“Ya,” jawab singkat ayahnya.

Kursi berdecit dan Altair meninggalkan meja makan, mereka yang masih sibuk dengan makanan mereka tidak tertarik sama sekali dengan kepergian Altair dari sana.

Makanan Altair tidak tersentuh dan dia pergi meninggalkan mereka semua.

Saat akan hendak menuju ke kamarnya Altair menyadari bisa menemukan informasi tentang dunia ini di perpustakaan keluarga miliknya.

Segera Altair membelokkan langkah kakinya dan pergi menemui Mary. Mencari di setiap sudut ruangan mansion yang sangat besar namun, langkahnya seperti tidak asing saat menyusuri mansion yang baru pertama kali dia lihat.

Altair yang tiba di dapur menanyakan ke beberapa pelayan yang ada disana.

“Dimana Mary?” tanya Altair yang tiba-tiba muncul di pintu dapur.

Tidak ada suara atau sambutan untuk Altair. Mereka semua terdiam dan enggan menjawab pertanyaan Altair karena para pelayan khawatir Duchess akan menganiaya mereka jika terlihat berbicara dengan Altair.

Ada satu pelayan laki-laki yang baru saja bekerja di keluarga ini, tidak mengetahui peraturan tersebut.

Siapa saja yang terlihat berbuat baik kepada Altair akan dihukum fisik.

“Dia ada di tempat mencuci, mungkin sekarang dia sedang menjemur kain.” jawab pelayan itu dengan polos.

“Terima kasih.” jawab Altair sembari keluar dengan cepat.

Setelah melihat Altair yang berhambur lari keluar dari dapur, seorang pelayan yang lain mendatangi pelayan yang menjawab pertanyaan Altair.

“Celaka kau, jika ada seseorang yang melaporkanmu berbicara dengannya kau pasti akan disiksa,” ucap teman yang berada di sebelahnya.

Pelayan itu menoleh ke semua orang dengan tatapan ketakutan berharap ada yang mau menolongnya namun, mereka bersembunyi melihatnya, ada yang tersenyum menyeringai, bahkan ada yang tidak peduli dengan mengalihkan pandangan mereka.

“Kenapa tidak ada yang memberitahukan?” tanyanya dengan nada bingung.

“Duchess melakukan itu untuk melihat siapa mata-mata yang berani masuk di keluarga Onder de dan berani menyusup atas nama ibu Altair.” jawabnya lagi.

“Berdoa saja semoga kau berada dalam lindungan dewa.” ucap pegawai lain sambil menepuk bahunya.

Altair berlari menelusuri halaman belakang tempat biasa para pelayan menjemur pakaian. Altair yang menemukan sosok dengan rambut pendek sedang membelakanginya. Mary sedang menjemur sebuah selimut tebal dan beberapa baju.

Para pelayan wanita yang berada di sana melihat kedatangan Altair mulai berbisik.

Altair mendekati Mary dan menepuk bahunya, Mary yang terkejut menjatuhkan kain tersebut beruntung Altair yang sigap langsung mengambil kain hingga tidak jatuh ke lantai. Mary menoleh dan melihat tuannya yang sudah berdiri di belakangnya.

“A...Ada apa tuan kemari?” tanya Mary dengan suara gugup.

Altair yang mendengar suara Mary yang terdengar gugup merasa heran, intonasi suara Mary berubah setiap kali mereka berada ditempat yang terdapat banyak orang, sedangkan jika hanya ada mereka berdua dia seolah-olah bersikap biasa.

“Tolong bantu aku, aku ingin pergi ke perpustakaan.” ucap Altair yang tidak menghiraukan rasa herannya.

Mary bertanya-tanya kenapa tuannya ingin dia mengantarkan ke perpustakaan. Padahal Altair adalah anak dari keluarga Duke.

“Baiklah tuan.” jawab Mary tanpa menanyakannya lagi karena Mary melihat tatapan semua orang sedang mengawasi mereka.

Mereka akhirnya pergi meninggalkan tempat jemuran. Pandangan semua orang masih tidak lepas sampai kepergian mereka tidak terlihat.

“Maafkan atas sikap saya tadi, izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Mary, dan saya berasal dari negeri tempat ibu tuan berasal.”

“Bisakah kau menceritakan dengan jelas keadaan disini?” tanya Altair yang sedang melihat sekeliling.

Mary menceritakan status dan hubungannya dengan ibu Altair yang adalah seorang budak dari negeri miskin.

Raja mereka menggelapkan uang rakyatnya hanya untuk kesenangan mereka sendiri dan keluarga kerajaan. Bukan hanya Raja, para bangsawan disana hidup dengan mewah yang mengandalkan pajak yang tidak bermoral dan merampas. Hidup dengan belas kasihan dari negara dan kekaisaran lain.

Jika ada pengelana yang terlihat kaya datang mengunjungi negara tersebut, mereka dengan senang hati menjilati pendatang-pendatang tersebut, rakyat mereka juga bersikap seperti pengemis yang akan selalu menempel pada kereta-kereta kuda sampai mereka diberi uang.

Ibu Altair diperjualbelikan di pasar lelang ibu kota negara dan mereka dengan terang-terangan melakukan transaksi tersebut di hadapan semua orang yang banyak dilihat oleh para bangsawan atau anak-anak kecil.

Saat itu ayah Altair, yaitu Duke Leon Onder de melakukan tugas perjalanan ke negara tersebut untuk melakukan perjanjian diplomasi antar negara dan mengirimkan penyihir-penyihir utusan ke sana.

Duke Leon mengubah kereta kuda beserta rombongannya menjadi kereta kumuh dan lusuh sebelum memasuki negara tersebut untuk menghindari sikap rakyat negara itu yang tidak nyaman.

Setelah urusan Duke Leon selesai, dia dan rombongan kebetulan melewati tempat pelelangan budak diwaktu yang bersamaan ibu Altair sedang dilelang oleh kepala pelelang.

“Siapa yang ingin membelinya? Akan aku buka dengan harga 13.000 koin emas.” teriak laki-laki botak berbadan besar.

“13.000 koin emas? Apa tidak terlalu mahal untuk seorang wanita biasa?” tanya seorang pembeli lainnya.

“Jika kalian membelinya, aku jamin kalian tidak akan menyesal.” terdengar kepala pelelang yang maju mendekati salah satu pembeli di depannya.

Orang-orang yang berada di sana gaduh dengan ucapan yang keluar dari mulut ketua pelelang itu. Ibu Altair dengan pakaian lusuh dan mulut yang diikat dengan tali kapal terlihat menyedihkan dengan air mata yang terus mengalir dan berusaha untuk meminta tolong.

Karena tidak ada yang membelinya, Duke Leon akhirnya membeli budak tersebut dengan harga yang telah disepakati. Duke membawa ibu Altair ke kerajaan Rhodes dan menjadikannya pelayan di kediaman Duke.

Entah bagaimana Ibu Altair hamil dan dinikahi oleh Duke. Ketika masa kehamilan Altair Ibunya sakit keras. Saintess yang berada di sana melihat firman dewa bahwa dirinya akan memiliki anak laki-laki.

Dari pernikahan Duke Leon dengan istrinya hanya melahirkan 3 anak perempuan. Akan tetapi ibu Altair harus mati, karena tidak bisa menahan kelahiran anaknya.

“Saya adalah keponakan ibu anda, tuan.” jawab Mary

“Saya ada di sini karena saya mendengar, bahwa sepupu saya telah tertidur selama 1 bulan, sehingga saya merasa khawatir dengan anda. Maafkan atas kelancangan saya selama ini.” ucap Mary dengan sopan.

Altair merasa lega paling tidak dia bisa memiliki dan mengenal seseorang yang baik untuk membantunya selama berada di keluarga ini. Di Perjalanan mereka menuju perpustakaan. Mereka melewati pasukan ksatria khusus milik Duke Leon sedang berlatih pedang.

Ada yang menggunakan baju besi, kaos latihan bahkan ada yang bertelanjang dada. Lalu terdengar suara teriakan yang keras.

“Oi.” teriak suara seseorang dari pasukan disana.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Danny Hatta
9.2
Misi perburuan di Swiss membawa Danny Hatta pada titik terang misteri kematian ayahnya yang merupakan hakim tinggi. Namun, pencarian keadilan ini malah menjeratnya dalam tuduhan palsu atas pembunuhan polisi dan eks sekretaris sang ayah. Sebagai buronan, ia terpaksa melarikan diri bersama jurnalis bernama Sarah Hartono. Di tengah ancaman bahaya, keduanya harus bekerja sama mengungkap konspirasi besar demi membersihkan nama Danny.
Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia kini dicekam teror Eaters, predator mirip manusia yang berubah jadi monster pemangsa daging saat malam tiba. Di tengah situasi mengerikan ini, Rio Rosswel harus menyaksikan ibunya tewas mengenaskan oleh makhluk bercakar tajam tersebut. Sambil bersembunyi di dalam lemari, ia terpaksa menahan tangis serta amarahnya. Kejadian traumatis itu memicu dendam mendalam, hingga Rio bersumpah akan membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Destination Reveange
8.3
Demi membalas dendam pada keluarga angkatnya, Jiang Shiqi memutuskan kembali ke Kekaisaran Ming. Namun, jalannya terhalang oleh Xuan Ming, seorang pangeran kejam tanpa belas kasih yang terobsesi memilikinya. Meski dipaksa tunduk, Shiqi keras kepala menolak perasaan sang pangeran. Saat malam pernikahan mereka yang dingin tiba, Shiqi justru menuntut perceraian dan berjanji akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan pria keji itu untuk selamanya.
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
Arsitek ternama berusia 37 tahun, William Samsons MacRay, tidak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan di bandara saat situasi kacau. Siapa sangka, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta itu ternyata bekerja di perusahaan miliknya. Terpikat oleh Emmy, William kerap mengajaknya dalam perjalanan bisnis global hingga hubungan mereka berlanjut sebagai sugar daddy dan baby. Sayangnya, rencana perjodohan dari orang tua William kini mengancam kelangsungan kisah cinta beda usia ini.
Sampul Novel Jodohnya yang Tak Diinginkan, Sihirnya yang Terlarang
9.2
Lima tahun mengabdi sebagai pendamping Alpha Bram, kesetiaanku dibalas pengkhianatan kejam. Saat lampu gantung jatuh, Bram menjadikanku tameng hidup demi menyelamatkan Bella, selingkuhannya. Akibatnya, tubuhku hancur dan serigalaku lumpuh. Tak cukup sampai di situ, Bram tega memutuskan ikatan suci kami secara paksa. Rasa sakit luar biasa itu merenggut nyawaku, tepat ketika rahasia bahwa aku mengandung ahli warisnya terungkap. Kini, penyesalan Bram sia-sia.
Sampul Novel Keabadian yang Tertunda Dendam
8.2
Setelah 300 tahun berlatih di bawah Master Sun, si kembar Wulan dan Mulan turun gunung demi mengejar keabadian dan mencari ayah kandung mereka yang ternyata masih hidup. Namun, saat sang ayah ditemukan, rahasia kelam masa lalu justru terkuak. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit: membalaskan dendam sang ibu agar bisa meraih keabadian, atau melepaskan ambisi besar tersebut demi menjalani hidup sebagai manusia biasa di dunia fana.