APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel ALFARO | Berandal gilaku

ALFARO | Berandal gilaku

Keenan Alfaro tumbuh tanpa orang tua, mengandalkan kalimat papanya yang keras untuk bertahan. Kini di usia 18 tahun, ia menjadi murid beasiswa yang urakan dan playboy, ditakuti semua orang. Namun Mutiara, gadis pintar seangkatannya, berhasil meluluhkan hatinya. Hubungan mereka berubah menjadi neraka ketika Mutiara meminta Keenan mempublikasikan status mereka. Para cewek yang merasa dimanfaatkan oleh rayuan Keenan, bersama para cowok yang pernah dikalahkannya, kini membalas dendam dengan membuli Mutiara. Akankah cinta mereka bertahan di tengah tekanan dan kekerasan? Atau Mutiara akan menyerah pada keadaan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Lo--" kata Shakti menunjuk wajah Keenan. "Apa?!" Keenan menantang, menaikan dagunya sedikit. "Dia cewe gue sekarang" katanya, tak bisa dibantah.

Tengil!

"Ciihh, ambil aja" Shakti meludah, melempar bola ngasal lalu meninggalkan lapangan kembali ke kelasnya.

Tadinya si Shakti ini mau berterima kasih pada si tengil yang sudah dihadapannya ini karena kemarin kalo gak ada dia, udah pasti papinya akan terus menghantamnya bahkan sampai pingsan.

Makasihnya gak jadi karena keduluan ngebahas cewe, jadinya buat Shakti malas.

Bel tanda pulang berbunyi__

Beberapa anak dijemput orang tuanya dengan mobil mewah milik orang tuanya tentunya. Lebih ke pamer siih!.

Ini si Keenan menatap satu per satu mobil yang keluar masuk ke area sekolah. Mengotak-atik ponselnya yang layarnya retak itu, dia mencari tau berapa harga mobil yang dia lihat dari mereknya tadi.

Kepo memang, ehh lebih ke kritis sih sebenernya karena si Keenan ini keingintahuannya tinggi.

"Wooww!!" Katanya pelan, tidak ada yang mendengar. Sementara dia pulang dengan naik sepatunya yang sudah usang.

Ya! Jalan kaki. Sepatunya itupun dikasih dari si ibu warung, bekas anaknya yang sudah lulus SMA tahun lalu.

Sementara di tempat lain__

"Bawa cucu saya pulang!" Teriak nenek tua yang duduk di kursi roda. Ghaniya, usianya tahun ini genap 70 tahun. Udah gak bisa jalan, tapi masih kuat berteriak. Seperti saat ini yang dilakukannya setelah satu jam berlalu di ruangan itu. Berteriak ke asisten pribadi suaminya yang telah bekerja sejak dua puluh tahun yang lalu.

"Alina! Saya yakin kamu tidak tuli!" Teriaknya lagi dengan tatapan tajamnya.

Sedangkan Alina hanya berdiri, menundukan kepalanya menunggu perintah dari tuannya. Beberapa menit berlalu, dengan keberaniannya dia menoleh menatap sang tuan.

"Cukup pantau saja" Dominic. Seorang pemimpin perusahaan yang kini berusia 75 tahun. Kakek tua itu memberi kode kepada asistennya dengan tangan. Tentu saja sang asisten mengerti bahwa tuannya mengisyaratkannya untuk keluar dari ruangan itu.

Alina menunduk sebelum keluar ruangan kerja Dominic, berpamitan tanpa merespon apa yang istri tuannya itu pinta.

"Alfaro sendirian di luar sana! Hiikkh!!" Air mata nenek tua itu jatuh hampir setiap harinya karena yang dibahas cuma itu itu aja. Tangannya dia tangkupkan ke dada, menahan sesak.  Terlihat kalung mutiara melingkar di lehernya. Penampilannya juga kecantikannya tak pudar hanya karena keriput yang sudah memenuhi seluruh bagian kulit putihnya.

"Dia hidup mandiri. Gak usah khawatir" Dominic menatap istrinya, berjalan hingga tepat dihadapannya. Kedua tangannya dia letakan dibahu istrinya itu, mencoba menenangkan perasaan tak sabar istrinya yang terlalu khawatir terhadap cucu pertama, juga cucu lelaki satu-satunya.

"Kalo dibawa pulang, aku takut dia malah jadi manja" Jawaban yang diberikan Dominic memang masuk akal.

Tapi entahlah, Ghaniya sama sekali tak ingin mendengar jawaban yang sama dengan kalimat yang berbeda itu. Bosan rasanya mendengar jawaban yang dia anggap omong kosong. Selama sembilan tahun ini dia terpisah dengan cucunya, rasanya sungguh sesak karena terlalu berat menahan rindu. Belum lagi khawatir tentang keselamatannya, Alfaro tak boleh cacat.

Ghaniya mengusap air matanya dengan jari-jarinya yang sudah keriputan itu. Melajukan kursi rodanya sendiri keluar dari ruang kerja Dominic. "Aku yang akan bawa dia pulang sendiri. Kamu jangan pernah halangi aku!" Pungkasnya setelah membuka pintu lalu menghilang setelah pintu tertutup.

Dominic hanya menghela nafas kasarnya sebelum membuka laptopnya, melanjutkan apa yang menjadi pekerjaannya. Pekerjaan yang masih bisa dia selesaikan walau dari rumah.

Beberapa menit berlalu..

Dirasa tak begitu tenang, Dominic merogoh saku celananya. Menempelkan benda pipih itu ke telinga setelah menekan nomor yang hendak dia hubungi. "Halangi istri saya. Bagaimanapun caranya!"

Mansion Widjaya Kusuma__

"Malam ini ada yang mau dateng. Guru les kamu, dia masih SMA lho disekolah yang sama kayak kamu" mami Venna mengusap-ucap bahu Shakti yang sedang duduk makan malam. "Permisi nyonya, tamunya sudah dateng" Sontak membuat dua pasang mata yang ada di ruang makan itu menoleh, mendapati bik Innah bersama seorang anak laki-laki yang memakai  hoodie hitam juga celana pendeknya berdiri disana. Tak lupa topi hitam melekat di kepalanya.

"Si Berandal Gila. Itu sebutannya di sekolah" berbisik di telinga kirinya Shakti, mami Venna lantas berdiri menyambut tamunya.

"Selamat datang di Mansion Almahendra. Saya Venna, maminya Shakti. Ini anak saya, dia putra tunggal di keluarga ini" mami Venna dengan bangganya memperkenalkan diri juga putra kesayangannya. Sedangkan yang dikenalkan tak menggubris kedatangan Keenan, dia malas harus berurusan dengan Keenan untuk kesekian kalinya.

"Iya, tante" Keenan membungkukan badannya sedikit, lalu melirik ke anak si pemilik Mansion. "Ashhuu!!" Gumamnya, namun tak dapat didengar oleh siapapun termasuk bi Innah yang ada di sampingnya.

Mami Venna menyuruh bik Innah untuk mengantarkan Keenan ke kamar Shakti, menyuruhnya menunggu disana karena anak kesayangannya ini belum selesai makan. "Wooww, keren.." Keenan berdecak kagum saat melihat apapun yang ada di kamar itu. Detail penting yang ada disana, Keenan suka termasuk meja belajar lengkap dengan lampu khusus belajar. Tak pernah terbayangkan jika dia akan duduk disana.

Ceklekk

Pintu kamar terbuka menampilkan si pemilik kamar dengan baju tidurnya yang sudah melekat ditubuhnya.

"Malam minggu gak ngapel lo?" Keenan mulai perbincangan. Perbincangan yang menurut Shakti tidak berbobot. Cowo itu memilih nyelonong untuk menyalakan rokok di balkon. Keenan tertawa sumbang, mengikuti Shakti ke balkon. "Anjiirr, rokok mahal niih. Satu boleh lah!" Cowo yang selalu memakai topi ini melepaskan topinya menaruhnya di meja, mengambil satu batang rokok dan menyalakannya.

Huufhh..

Keenan merasa lepas, menikmati setiap hembusan rokok yang dia keluarkan dengan mata tertutup.

"Gue punya salah sama lo, hahh?" Lagi, Keenan mulai perbincangan. Namun yang diajak ngomong cuma nengok dikit, setelah itu natap lurus kedepan dengan tatapan kosongnya.

"Gue kesini dibayar sama nyokap lo buat ngajarin semua mata pelajaran di sekolah. Gue baru nyadar kalo gue sehebat itu, hahahaa" Keenan, cowo itu berucap dengan bangganya. Apalagi yang harus disombongkan selain kepintarannya, betul?

Kedua tangannya bergerak ke atas, membuka kuncirannya dan menyugar rambutnya hingga tertata, rambutnya berwarna bunga jambu jamaika. Inilah alasannya kenapa cowo tengil ini tak pernah membuka topinya disekolah. Padahal untuk anak pintar mah bebas, tapi jaim dikit lah. Diluar harus terlihat rapi, meski aslinya....

"Minum dulu lah, gue haus!" Pungkas Keenan sebelum akhirnya mematikan rokok yang tersisa dua senti itu. Dia nyelonong aja ke kamar, duduk di meja belajar.

Disusul oleh Shakti, cowo dingin itu mengambil gagang telepon menekan tombol-tombol disana lalu menempelkan benda itu ke samping telinga. "Satu gelas es jeruk, gak pake lama"  pesannya dengan datar, setelah tersambung yang pastinya ke dapur dong masa ke cs.

"Wiiihh, pinter juga ternyata lo. Dah lah, gak usah les, abis ini gue cabut! Hahaa" Masih, Keenan cekikikan gak jelas. Hanya disuguhi es jeruk yang baru dipesanpun dia senang, apalagi kalau dikasih yang lain, kebayang gak tuh??

Sementara si cowo dingin ini merasa perkataan si tengil seperti sebuah ledekan. Dia mendekat, mencengkram hoodie milik Keenan dan...

Bughh!! Satu pukulan melayang di wajah tampan Keenan.

Kalau dibandingin yaa wajahnya tuh mirip lho sebelas dua belas, apalagi kalau di tempat yang agak remang-remang gitu.

"Bangsadd!! Nampol gue, lo?!"

Bughh!!!

Pukulan Keenan tak kalah keras, sehingga wajah yang kemaren sudah biru-biru itu kini bertambah biru ulah si cowo tengil ini.

Tok tok tok

Ceklek!

"Tuan muda, ini minum--"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Sekedar Bantuan, Tapi Menghancurkan Pernikahanku
9.5
Kebahagiaan rumah tangga Adara Paramitha dan Garen Wijaya seketika runtuh akibat kecelakaan tragis yang menimpa Garen. Demi menyelamatkan nyawa suaminya, Adara terpaksa menerima bantuan finansial dari konglomerat Rian Kusuma. Namun, pertolongan tersebut menuntut bayaran mahal yang mengancam kesetiaannya. Di sisi lain, Kirana Senja selaku kekasih Rian mulai mencium adanya ancaman. Kini, mereka semua terjebak dalam dilema pengorbanan dan rahasia yang siap menghancurkan pernikahan Adara.
Sampul Novel Di Pemberhentian Terakhir
9.4
Sebagai mahasiswi yatim piatu penerima beasiswa, hidup Rana hanya berputar pada kuliah dan kerja. Kehadiran Reva sebagai sahabat pertamanya membawa warna baru, namun ketenangan itu sirna sejak kemunculan Reno serta sosok masa lalu. Situasi kian pelik saat Dito bergabung dalam lingkaran pertemanan mereka. Kini, Rana terjebak dalam pusaran konflik asmara dan emosi rumit yang melibatkan keempat orang terdekatnya tersebut.
Sampul Novel Menantu Dewa Perang
8.5
Ia kerap dihina dan dianggap sebagai menantu tak berguna yang tidak memiliki masa depan. Padahal, pria ini menyimpan identitas rahasia sebagai Dewa Perang yang ditakuti di seluruh dunia. Namun, sebuah tragedi memilukan terjadi tepat saat perayaan tiga tahun pernikahan mereka. Ia harus menyaksikan kenyataan pahit ketika istri tercintanya mengkhianati janji suci mereka dan berselingkuh secara terang-terangan di depan matanya sendiri.
Sampul Novel Menjadikanmu milikku
9.3
Kafka harus merelakan wanita idamannya menikah dengan kakak kandungnya sendiri. Namun, sebuah peristiwa tak terduga di malam pernikahan mengubah jalan takdir mereka. Merasa sebagai orang pertama yang menaruh hati pada wanita itu, Kafka kini bertekad kuat untuk merebut kembali cintanya. Ia tidak peduli lagi meski harus berseteru dengan saudaranya sendiri. Kafka bersumpah akan melakukan apa pun demi menjadikan perempuan itu sebagai miliknya seutuhnya.
Sampul Novel RAHASIA ISTRIKU
9.4
Hidup bergelimang harta tak lantas membuat Oliver bahagia. Takdirnya berubah saat ia bertemu Melissa, dosen misterius di kampusnya. Usai pernikahan mereka, rahasia kelam tentang identitas asli Melissa perlahan terungkap dan membawa ancaman maut. Oliver pun harus berjuang keras demi melindungi sang istri dari bahaya besar yang mengintai. Misteri apakah yang sebenarnya disembunyikan oleh wanita itu di balik paras cantiknya?
Sampul Novel The Second Marriage
8.5
Kehancuran rumah tangga Lara dan Ilham dipicu oleh perselingkuhan, menyisakan kepedihan mendalam serta hak asuh putri mereka, Cherry. Pasca-perceraian, Ilham berupaya rujuk kembali. Namun, sosok Banyu hadir menawarkan perlindungan dan masa depan baru. Kini, Lara berdiri di persimpangan jalan, berjuang menyembuhkan trauma masa lalunya demi memilih antara mantan suaminya atau lembaran baru yang lebih bahagia.