APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Tak Ingin Menjadi yang Kedua.

Aku Tak Ingin Menjadi yang Kedua.

Dunia Nisa runtuh setelah memergoki Damar berselingkuh. Kenyataan pahit pun terungkap: sang suami ternyata telah beristri sebelum mereka menikah. Alasan Damar menolak menyentuhnya karena status Nisa yang masih kuliah terbukti hanya bualan. Di tengah pengkhianatan kejam ini, Damar justru menentang keras perceraian. Nisa kini didera kebimbangan hebat, haruskah ia tetap bertahan dalam biduk rumah tangga yang dibangun di atas kebohongan?
Bab
Bagikan

Bab 2

2. Uring-uringan 

  Tetapi sedetik kemudian dia mengurungkan langkah, Nisa berbalik meninggalkan rumah sederhana ini dengan perasaan campur aduk. Tanda tanya besar bersarang di kepala Nisa. Siapa perempuan itu, ada hubungan apa dengan suaminya, dan mengapa Damar ingin menceraikan dirinya.

  Nisa melangkah lebar menuju tempat Lana menunggu. Pikirannya diliputi banyak pertanyaan. 

  Blugh!

  "Baru gue mau turun! Beneran laki loe bukan?" tanya Lana dengan wajah bingung, karna penampakan Nisa yang tiba-tiba murung. 

  "Buruan jalan Lan, jangan sampe ada yang liat kita," ajak Nisa lemah. 

  .

  .

  "Nis, makan dulu bagaimana pun suasana hati elo, elo itu tetep harus kuat. Harus punya tenaga, biar bisa ngumpulin bukti perselingkuhan laki elo." Lana menyemangati Nisa. 

  "Tapi masa iya, Mas Damar selingkuh?" pikir Nisa, dia menggelengkan kepala samar. Selama ini perlakuan Damar terhadapnya begitu baik. 

  Damar cinta keduanya setelah ayahnya. Selama ini Damar terlihat begitu menyayanginya. Tidak pernah terbersit sedikit pun, dipikiran Nisa jika Damar bermain api, menjalin hubungan dengan wanita lain. 

  Nisa menelungkupkan kepala di atas meja. Lana hanya memandang sendu pada sahabat karibnya. Dia juga belum yakin kalau Damar memiliki Wil. 

  "Kita nginep daerah sini, Lan." Nisa mengangkat wajah lalu meraih piring dan memakan lahap isinya hingga tandas. 

  Malam kian larut. Hawa dingin puncak menusuk tulang, Nisa duduk di depan kolam renang memandang air yang hanya diam. Air bergerak pelan jika terkena hembusan angin. Hati wanita muda ini bimbang, bertanya apakah benar yang dia dengar tadi? tapi kenapa? Apa alasannya ?

  Jari-jari lentik Nisa memutar-mutar gawai yang sejak tadi dia genggam. Nisa melirik jam pada ponselnya, jam sebelas, gumam Nisa. Mas Damar masih di sana atau memang pergi ke Semarang ya? tanya Nisa dalam hati. 

  "Kenapa dari tadi gak telpon ke Semarang?" Nisa memutar bola mata kesal pada diri sendiri. Nisa mulai mengotak ngatik gawai. Tapi dia tak memiliki satu pun nomor telpon perusahaan cabang semarang. 

  Jarinya menekan panggilan ke nomor Damar - suaminya. Lama, tak ada jawaban hingga. "Assalamualaikum Nisa? Ada apa? Tumben telpon." Nisa di berondong pertanyaan. 

  Memang selama ini dia tak pernah menelpon Damar, dia seperti tak peduli di mana atau kemanapun lelaki itu pergi. Nisa sibuk dengan dunianya, sibuk dengan kesenangannya, sibuk dengan masa muda yang ingin dia nikmati. 

  "Mas... Kamu lagi ngapain?" bukannya menjawab, Nisa palah memberikan pertanyaan. 

  "Mas udah tidur Nis, lelah banget hari ini," jawab Damar. 

  "Oohhh... coba Nisa mau liat, Mas Damar lagi nginep di mana? Vidio call Mas!!" Nisa langsung mengalihkan panggilan pada mode vidio. 

  Tetapi Damar langsung mematikan panggilan, pesan masuk di gawai Nisa. [ Nis, ko mati? jaringan gak bagus.]

  [ Di sini bagus Mas]. Tetapi pesan Nisa sudah centang satu. Mungkin Damar mematikan data selularnya. 

  Hati Nisa panas membayangkan Damar bermain gila dengan wanita lain. Jari-jarinya meremas tisu yang sejak tadi dia genggam. Pikiran berkecamuk ingin rasanya dia datangi rumah itu saat ini juga. 

  ****

  Pagi menyingsing, matahari menampakkan sinar dengan pongah, memberikan kehangatan pada jiwa yang dilanda gamang. 

  Nisa sudah berpakaian rapih. Diambil bedak dari dalam tas. Netranya mencermati kelopak mata yang menghitam, wajah terlihat layu. 

  "Nggak banget muka gue, Lan," ujar Nisa masih mengamati wajah di cermin kecil yang dia pegang. 

  "Makanya jangan nangis terus, rugi Nis, nangisin cowok," ujar Lana, gadis ini pun sedang bersiap cekout dari kamar Hotel. 

  "Elo sih jomblo gak laku, makanya gak bisa ngerasain apa yang gue rasa." Nisa berucap masam. 

  Tak kalah masam wajah Lana, tapi kali ini dia hanya diam, kalau dilanjut akan semakin panjang urusan. 

  "Nis. Ntar elo jangan bar-bar ya!! Yang elegant, jangan bikin keributan, oke. Semalem gue liat youtub, tutorial ngelabrak pelakor, dan elo harus ngelabrak dengan cara elegant." Lana menasehati Nisa seperti seorang pakar perpelakoran. 

  Sepanjang perjalanan menuju tempat kemarin mobil Damar berada, Bibir Lana terus berbicara, tetapi Nisa seperti tak mendengar, dia bermain dengan pikirannya sendiri. 

  ***

  "Mas, jadi langsung ke Semarang?" tanya si wanita. 

  " Iya, 'kan memang harus ke sana. Secepatnya Mas selesaikan pekerjaan di sana. Nanti Mas ke sini lagi." Damar sudah rapih dengan setelan jas, duduk di bangku depan meja makan. 

  Wanita berparas ayu ini membawa piring kotor ke wastfel setelah mereka menghabiskan makan. 

  " Fattana hayfa." Gadis kecil yang sedang berbincang dengan bonekanya menengok pada asal suara. Damar merentangkan tangan ingin menggendong gadis kecil yang tersenyum menghampirinya. 

  "Anak ayah sudah besar. Berat sekarang," ucap Damar menciumi pipi tembem gadis kecil berkisar umur empat tahun itu. 

  "Sudah mau sekolah, Mas. Dia butuh akte lahir. Kamu tega? kalau nggak ada nama ayahnya di akte lahirnya." kirana berucap tanpa menoleh pada Damar. 

  "Semua sedang aku pikirkan," ucap Damar, "Bersabar sedikit lagi," ucapnya lagi. 

  Kirana mendecak. "Lima tahun kurang sabar apa aku, Mas." Suara sedikit di tekan agar tak menimbulkan kecuriagaan pada anaknya yang masih dalam gendongan Damar. 

  "Ayah kerja dulu ya, besok kita jalan-jalan ke Mall, beli banyak mainan," Lelaki berumur tiga puluh tiga tahunan itu masih menciumi putri kecil yang sangat menggemaskan. 

  Setelah puas menciumi putri cantiknya, mereka menuju halaman. "Kirana, Mas pergi dulu ya. Mas janji gak lama lagi masalah kita pasti bisa di selesaikan." Damar mengecup kening Kirana. 

  "Mas Damar!!!" Suara melengking, mengagetkan dua pasangan yang akan berpisah kembali ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Babu Kumal VS CEO Kutub Utara
8.4
Terryn dikirim sang ibu untuk tinggal bersama sahabat lamanya, Ibu Imelda. Meski berpendidikan tinggi, ia malah diperlakukan layaknya pelayan oleh Deva, putra bungsu Imelda yang sangat dingin dan angkuh. Perselisihan mereka berujung pada sebuah peristiwa besar yang memaksa keduanya menikah demi menuruti keinginan Imelda. Terryn yang tulus mencintai Deva harus menerima sikap acuh suaminya. Namun, saat hati Deva mulai melunak, Terryn justru memilih pergi menjauh.
Sampul Novel Guard You
9.3
Dunia Kania Raiza runtuh seketika. Putri pemilik sekolah yang semula angkuh ini kehilangan segalanya setelah sang ayah berpulang dan ibundanya jatuh sakit. Kini, ia harus membayar semua aksi perundungan masa lalunya saat posisinya merosot tajam menjadi siswa biasa yang tertindas. Di tengah penderitaan itu, hadir seorang pemuda misterius yang berkomitmen melindunginya. Akankah sosok tersebut mampu menjaga Kania yang kini tengah berjuang menebus tumpukan kesalahannya?
Sampul Novel KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH
8.9
Kanaya terpaksa menikahi Bisma demi berbakti pada orang tuanya, walau cintanya masih milik Hamdan. Pernikahan mereka diuji saat Bisma menghamili pacarnya, Vilia. Dengan ketegaran hati, Kanaya malah membantu pernikahan kedua suaminya. Namun saat Bisma mulai mencintainya, Hamdan datang kembali untuk melamar Kanaya. Kini, ia terjebak dalam dilema cinta yang sangat rumit.
Sampul Novel Membalas Pengkhianatan Suami & Sahabatku
8.1
Saat ingin merawat suami yang sakit, aku justru mendapati Mas Reza bermesraan dengan Joyce, sahabatku sendiri. Tanpa rasa bersalah, Mas Reza malah menceraikanku secara kejam dan merebut semua hartaku. Di titik terendah ini, aku bersumpah tidak akan tinggal diam atas kejahatan mereka. Pengkhianatan ini harus dibayar tuntas. Kini, aku bangkit untuk merebut kembali kebahagiaan yang dirampas sekaligus membalas dendam pada mereka yang telah menghancurkan hidupku.
Sampul Novel MENGGODA DOSEN GALAK
8.1
Bagi Darris, rasa cintanya pada Netanya adalah dosa paling indah yang tak ingin ia hentikan. Meski terpisah enam tahun demi studi, pesona wanita yang ia anggap anugerah Tuhan itu tak pernah pudar. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di kampus dengan status mengejutkan: Neta menjadi dosen pembimbingnya. Walau sikapnya sering memicu kekesalan sang dosen galak, Darris pantang menyerah. Ia bertekad meluluhkan hati Neta demi membawa hubungan mereka ke pelaminan.
Sampul Novel OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)
7.9
Shereen Edwarida, seorang wanita karier sukses, menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu yang mendalam. Ia ditinggalkan oleh kekasihnya tepat sebelum pernikahan demi perempuan lain. Meski dicap perawan tua oleh lingkungan sekitar, Shereen tetap memilih sendiri dengan dukungan keluarga dan sahabat. Namun, pertahanannya goyah saat sang mantan kembali untuk menebus kesalahan. Akankah ia memberikan kesempatan kedua di tengah bayang-bayang luka lama?