APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel AKU MUNDUR, MAS!

AKU MUNDUR, MAS!

Sejak tahun pertama, rumah tangga Syafitri dan Guntur tak pernah sepi dari konflik. Sikap Guntur kian memburuk akibat campur tangan serta provokasi dari keluarganya sendiri. Walau telah berusaha bertahan dengan kesabaran penuh, Fitri akhirnya berada di titik jenuh. Ia memilih menyerah dan mundur dari pernikahan yang menyiksa batin ini. Kini, mereka menempuh jalan masing-masing demi menemukan kebahagiaan baru secara terpisah.
Bab
Bagikan

Bab 3

AKU MUNDUR, MAS!

#3

Jam dinding menunjukkan pukul lima sore ketika suamiku tiba di rumah.

Apa dia telah lupa akan alasannya sendiri?

Harusnya jika ia tadi beralasan untuk pergi bekerja, maka harusnya pukul empat sore dia sudah berada di rumah, dikarenakan jarak kontrakan kami dengan tempat kerjanya adalah hanya memerlukan waktu sepuluh menitan.

"Assalamualaikum," suamiku mengucapkan salam ketika berada didepan pintu.

"Wassalamu'alaikum, iya sebentar." jawabku dari dalam rumah seraya aku berlari kecil menghampiri pintu rumah untuk membukanya. "Kok tumben, mas, baru pulang?" tanyaku pura-pura.

Dia kira aku orang bodoh yang gampang dikibuli.

"Eh... anu, tadi mas mampir ngopi diwarung dekat tempat kerja mas, gak enak nolak ajakan temen, rame-rame pula tadi ngopinya." jawaban yang tidak sinkron dengan raut muka yang menampakkan kegugupan.

"Wah, beneran, berarti aku gak perlu buatin kopi buat mas, lumayan buat pengiritan." kuberikan senyuman mengejek untuknya.

Mulai saat ini, aku pastikan akan memantau kelakuan kalian di belakangku.

Untung saja tadi pagi sewaktu mas Guntur mandi dan meninggalkan gawainya di tempat biasa ia meletakkannya, aku mendapat kesempatan untuk mempraktikkan cara mensadap HP dari tutorial yang telah aku pelajari melalui sebuah aplikasi yang bernama you***e, dan tak perlu memakan waktu lama, akhirnya berhasil, otomatis segala aktivitasnya yang berhubungan dengan benda pipih bernama HP itu pun akan tampil pula di layar HP-ku.

===

Keesokan paginya, hari ini aku disibukkan dengan rutinitas ku melayani pesanan online, yang harus terselesaikan pada siang hari ini.

Lima puluh box paket nasi kuning beserta Snack boxnya untuk acara rapat di balai desa.

"Dek, nanti jangan lupa disisihin sebagian lauknya, biar nanti aku antar ke rumah ibu, jangan lupa ada Rosi yang lagi hamil, kan perlu tu makan makanan yang bergizi, jangan lupa sama mbak Mila juga, kita itu berhutang Budi pada keluarga gak Mila, kalo bukan karena suaminya, belum tentu aku bisa kerja seperti ini." selepas sarapan dan mengenakan sepatunya, mas Guntur menghampiriku yang tengah berkutat dengan aneka macam bumbu-bumbu.

"Hmm!" Ku tanggapi hanya dengan deheman.

Percuma ngomong sama suamiku ini, orang yang ngeyelnya gak ketulungan, mau menangnya sendiri, dan baru sadar kalo dia sudah kena batunya.

Baru lima tahun membina rumah tangga dengannya saja, rasanya sudah seperti ini, bagaimana dengan kedepannya nanti.

Tak pernah putus aku mendoakan suamiku agar diluruhkan dan diluruskan hati dan pikirannya. Dan untuk keluarga suamiku, mudah-mudahan mereka segera mendapatkan teguran dari yang Mahakuasa, dan segera insyaf.

Malas menanggapi ocehan suami, apa lagi yang menyangkut kepentingan keluarganya.

Aku tahu, suamiku bisa bekerja seperti saat ini berkat informasi lowongan pekerjaan yang dibuka, di mana suami mbak Mila juga bekerja di sana. Namun tanpa usaha suamiku sendiri ketika menjalani seleksi dan interview gak akan ada gunanya juga informasi itu. Karena suami mbak Mila juga hanya bekerja sebagai buruh biasa, di bagian gudang, berbeda dengan mas Guntur yang mendapatkan posisi lebih baik, yaitu di bagian Quality Control.

Oleh karena itu, sampai sekarang mbak Mila dan suaminya mengganggap bahwa mas Guntur itu berhutang budi pada mereka.

Sedangkan Rosi yang notabenenya adik ipar, istri dari Yoga adiknya mas Gutur juga mendapatkan prioritas dari ibu mertua, iya aku tahu beliau lebih menyayangi Rosi dari pada aku, meski dalam ucapannya selalu mengatakan bahwa beliau menganggap anak dan menantu itu sama, tapi kenyataannya terlihat berbeda.

Adik iparku tersebut terlalu manja dan terlalu dimanja oleh ibu mertua, sangat berbanding terbalik sikapnya padaku.

Aku bisa menilai kelicikan dari saudari iparku ini, ia memanfaatkan kasih sayang ibu mertua untuk keperluan dirinya sendiri.

Jika mengingat kembali dengan kondisi dan posisi ku yang dulu, yang sama dengannya, terasa darah ini mendidih hingga ke ubun-ubun.

Sebelum aku memutuskan memaksa keluarga dari neraka yang diciptakan oleh keluarga suamiku. Aku pernah tinggal serumah dengan ibunya juga adiknya, sedangkan posisi rumah mbak Mila sendiri letaknya bersebelahan dengan ibu mertua, rumah ibu mertua berada diapit oleh rumah bulek Sri dan rumah mbak Mila.

Ibu mertuaku hanya bersikap manis di depan suamiku saja. Dan aku juga bisa bertahan selama dua tahun itu, berkat dukungan dari bulek Sri yang merupakan adik dari ayah mertua.

Iya, dan seperti saat ini, suami mengingatkan ku untuk menyisahkan sebagian lauk dari menu orderan makanan yang dipesan melalui jasa katering kecil milikku ini, untuk diberikan pada keluarganya, harusnya yang harus memenuhi gizi istri dan anaknya itu kan, Yoga, adiknya, bukan aku, enak saja, kita lihat saja nanti.

Aku lebih ikhlas memberi pada orang lain dari pada keluarga suamiku, bukan karena apa, tapi karena mereka yang terlalu memanfaatkan dan membodohi ku.

===

Akhirnya sudah beres semua, dan orderan pun sudah diambil oleh si pemesan, setelah mbak Tatik membantuku beres-beres, bergegas beliau pamit kepada ku, tak lupa keberikan upah dan juga membagi sisa dari lauk tadi dengannya, aku tahu beliau hanyalah seorang janda dengan dua orang anak yang masih bersekolah, dan memenuhi kebutuhan mereka dengan menjadi buruh tenaga serabutan.

Jika aku kuwalahan maka aku akan memanggil beliau untuk membantuku, meski tidak setiap hari ada orderan, namun bagi ku dan mbak Tatik tetap bisa mensyukuri dari apa yang telah kami peroleh.

Tak berselang lama dari kepulangan mbak Tatik, terdengar deru motor yang mirip dengan deru motor mas Guntur.

Tidak biasanya, karena ini terlalu siang untuk dia pulang dari tempat kerjanya.

"Assalamualaikum," terdengar suara orang mengucap salam.

Benar saja yang kudengar adalah suara dari mas Guntur.

"Waalaikumsalam," aku bergegas membukakan pintu yang sebelumnya aku berada didalam kamar untuk membaringkan dan meluruskan otot, setelah berkutat dengan olahan pesanan customer ketring kecil milikku yang baru kurintis, tepatnya satu tahun yang lalu.

Berawal dari ide ingin membagikan sedikit makanan untuk tetangga sekitar dalam acara memperingati hari lahir putri kecilku Zaskia yang kedua.

Karena mendapat banyak respon positif, dan menyarankanku untuk coba-coba berjualan online, akhirnya aku pun mencoba untuk menjajal menjajakannyabm secara online.

Karena sebelum-sebelumnya aku sudah berjualan online, maka tidak terlalu sulit bagiku untuk menawarkan produk baru dari toko online ku.

Mulai dari tetangga kanan kiri, hingga akhirnya sampai dikenal banyak orang meski dengan skala yang masih kecil.

"Loh, mas kok tumben, jam segini sudah pulang?" tanyaku ketika mas Guntur mulai masuk kedalam rumah dan beranjak menuju dapur rumah kami. "Kamu lagi nyariin apa mas?"

"Mana makanan yang tadi aku pesan untuk ibu dan mbak Mila?" tanyanya tanpa rasa berdosa.

"Emang kapan kamu pesannya? Ada uangnya gak?" tanyaku jengah dengan pola pikir suamiku.

"Kamu kan sudah dapat bayaran dari pemesan makanan yang masak tadi."

"Iya lah, kan DP yang dikasih sudah aku belanjaan sesuai dengan porsi makanan, dan bayaran penuhnya baru aku terima setelah makan itu diambil orangnya." jawabku.

Ekspresi mata yang membelialak dengan gigi-gigi yang saling bergemeletuk yang ditunjukkan oleh suamiku setelah mendengar penuturanku.

"Kamu kok perhitungan gitu sama keluargaku!" sungutnya.

"Mas, keluargamu aja perhitungan sama kita, khususnya aku."

"Perhitungan gimana?" tanya.

Munkin karena otak dan hati suamiku sudah dicuci oleh keluarganya.

"Ya kamu pikir sendiri lah, terus kamu perhitungan gak sama keluarga ku, coba kamu inget-inget ucapaku ada benarnya apa tidak!" sungutku. "Jangan kamu kira aku gak tahu, kamu kemaren kerumah ibumu kan? bukan kerja seperti yang kamu ucapkan sebagai alasan."

"Ka--kamu kok tahu," ucapnya tergagap.

"Iya aku sudah tahu dan sudah kuduga, bukan cuma itu, aku juga tersadarkan kalo selama ini kamu dan Keluargamu itu bekerja saja membodohi aku!" pungkasku. "Ingat mas, meski aku gak tahu kecurangan kalian dibelakangku, tapi Allah itu Mahs tahu, mas! Ingat itu."

Ku tinggalkan saja suamiku itu yang masih berada pada tempatnya.

Biar dia mikir, yang sudah dilakukannya itu sudah betul apa tidak.

Sepandai-pandainya menyimpan bangkai maka akan tercium juga, dan seperti kelakuanmu juga keluargamu pasti akan tercium juga olehku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antagonist Girl
8.2
Demi menjaga memorinya agar tidak memudar, Arlan nekat memenuhi seluruh sudut apartemen dengan foto seorang wanita. Ketakutan mendalam akan kehilangan ingatan menjadi alasan di balik tindakan obsesif tersebut. Di sisi lain, hadirlah Vellice, sosok dari dimensi berbeda yang justru sangat menikmati perannya sebagai karakter antagonis. Kisah ini menyoroti hubungan unik mereka yang terjalin di tengah benturan dunia fantasi dan realitas modern.
Sampul Novel December to January
7.9
Kepergian seseorang di bulan Desember menyisakan luka mendalam yang tak kunjung sembuh. Begitu lembaran kalender berganti ke Januari, memori masa lalu tersebut tetap membayangi dan menjungkirbalikkan seluruh kehidupan yang dijalani. Cerita ini mengikuti perjalanan emosional yang penuh dilema, memperlihatkan bagaimana kepedihan di akhir tahun terus mengikuti langkah demi langkah di lembaran baru, hingga sangat sulit untuk dilepaskan.
Sampul Novel HOT LITTLE WIFE
9.6
Hidup Jelita berubah drastis pada hari kelulusannya saat ia dijodohkan dengan Kenzo Putra Bagaskara. Pria yang jauh lebih tua itu ternyata sudah beristri. Penderitaan gadis yang kerap dirundung di sekolah ini kian mendalam ketika menyadari dirinya hanya menjadi istri kedua di hari pernikahan. Kenyataan pahit pun terungkap bahwa istri pertama suaminya adalah adik kandungnya sendiri. Kini, Jelita terjebak dalam pusaran konflik rumah tangga yang rumit dan penuh kepedihan.
Sampul Novel Luka Semesta
8.2
Delapan tahun Rio mengisolasi diri dan menganggap keluarganya mati demi meredam amarah akibat ulah ibu serta kakaknya. Namun, ia tak bisa lari saat takdir menyeretnya ke dalam pusaran rahasia besar yang menguji batin. Di tengah perjuangan mengungkap kebenaran masa lalu, Rio harus menghadapi kenyataan pahit melihat wanita yang ia cintai bersanding dengan pria lain. Mampukah ia membongkar misteri tersebut sekaligus merebut kembali belahan jiwanya?
Sampul Novel Madu Jadi Upik Abu
8.2
Wati terpaksa menerima keputusan pahit saat Dedy, suaminya, dilamar oleh bos kantornya sendiri. Demi impian akan kehidupan yang lebih baik, ia pun merelakan sang suami untuk berpoligami. Namun, petaka dimulai ketika Wati diboyong ke kediaman istri kedua. Di sana, rahasia gelap sang suami perlahan terkuak. Dedy ternyata menyimpan niat licik yang tak terduga. Wati pun harus berjuang keras setelah sadar bahwa dirinya hanya dimanfaatkan sebagai alat dalam rencana besar suaminya.
Sampul Novel Nafkah Batin Yang Tak Tertunaikan
9.4
Bagi Soraya, sakralnya pernikahan hanya untuk sekali seumur hidup. Sayang, mahligai rumah tangganya kini terancam runtuh akibat rahasia besar yang disembunyikan sang suami. Kejujuran mereka pun diuji saat berbagai keanehan mulai bermunculan satu demi satu. Misteri gelap apa yang sebenarnya ditutupi oleh Kang Yana dari istrinya? Akankah komitmen dan kesetiaan Soraya mampu bertahan menghadapi badai ketidakpastian yang menerpa hubungan mereka?