APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu

Aku Mengandung Setelah Diusir Mamamu

Baru tiga bulan menjalani pernikahan kontrak dengan CEO Arsenio Arfandra, Adelia diusir oleh ibu mertuanya karena sebuah kebohongan terbongkar. Tak lama berselang, Adelia hamil anak Arsenio, tetapi sang suami justru menolak keberadaan janin tersebut. Saat penyesalan datang dan Arsenio ingin rujuk, Adelia justru muncul sebagai pengantin dari manajer bernama Vino. Kini, Arsenio harus merana karena Adelia menyembunyikan fakta mengenai ayah kandung Giovanni.
Bab
Bagikan

Bab 3

Setelah Adelia membaca berkas tersebut. Dia tiba-tiba membelalakkan matanya. Tidak percaya melihat jumlah uang yang jumlahnya sangat besar di kertas tersebut.

"Ini ... ini benaran setengah milyar? Saya dibayar setengah milyar untuk menikah kontrak dengan Pak Arsenio?!" Adelia masih tidak percaya dengan jumlah uang yang sedang dilihatnya.

"Iya, betul, Nona Adelia. Anda dibayar setengah milyar oleh Pak Arsenio." Bagas menganggukkan kepalanya. "Dan di situ pun tertulis Pak Arsenio tidak akan melakukan kontak fisik dengan Anda. Seperti yang Anda inginkan dan Pak Arsenio pun memang tidak menginginkan hal tersebut."

"Kecuali jika di depan Bu Martha. Anda tidak mungkin berjauh-jauhan. Kalian harus bersikap romantis layaknya pasangan suami istri," jelas Bagas.

Sementara Arsenio hanya terdiam tidak bergeming. Dia hanya memperhatikan Adelia. Sesekal dia menyunggingkan senyumnya karena melihat ulah Adelia.

Adelia kemudian menganggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan Bagas. "Dasar orang kaya malah buang-buang uang demi menikah kontrak," batin Adelia.

"Ya, sudah. Saya akan menandatanganinya. Dan ingat Pak Arsenio pun jangan melanggar perjanjian kontrak ini." Adelia mengambil bolpen di atas meja.

"Mana mungkin aku melanggarnya! Ada-ada saja kamu ini!" kesal Arsenio.

"Iya, iya. saya, 'kan cuma mengingatkan saja. Tidak usah marah begitu," kesal Adelia, "dasar pemarah," umpat Adelia dalam hati.

***

Adelia sedang berada di rumahnya, dia memperhatikan Wulan yang sedang menjahit. Dia lalu mengambil kursi plastik dan duduk di depan Wulan. Sementara Wulan sangat serius menjahit.

"Bu. Mulai besok Adelia mau bekerja di rumah Bu Martha, ya. Adelia juga tidurnya di kediaman Bu Martha." Adelia berucap dengan sangat hati-hati sambil memperhatikan sang bunda menjahit.

"Kerja apa lagi, Adel? Bukannya kamu sudah kerja di toko online?" Wulan menoleh kepada Adelia lalu kembali fokus menjahit.

"Iya, Bu, Adel masih kerja di toko online. Yang di Bu Martha kerjanya mulai jam enam sore. Lagian kerjanya cuma bersih-bersih rumah doang kok, Bu." Adelia meyakinkan sang bunda dan hatinya harap-harap cemas.

"Kamu tidak capek? Sudahlah tidak usah, Adel?" ucap sang bunda. "Ibu tidak mau kamu terlalu menguras tenaga hanya untuk mencari uang, nanti kamu kecapean.Kecuali kamu belum mendapatkan pekerjaan baru itu tidak apa-apa."

"Tidak akan capek kok, Bu. Adel juga sudah kepalang janji sama Bu Martha kalau Adel mau kerja di rumahnya. Lagian Bu Martha baik kok, orangnya." Adelia menatap wajah sang bunda.

"Ya, sudah terserah kamu, tetapi kalau kamu capek berhenti jangan dipaksakan. Ibu tidak mau kamu tiba-tiba sakit karena kerja dua kali."

"Oke, siap, Bu." Adelia mengangkat satu tangan seperti akan memberi hormat. "Tenang saja, Bu. Adel akan menjaga kesehatan biar badan Adel tidak sakit," lanjut Adelia.

Wulan menggelengkan kepalanya sambil memperhatikan wajah Adelia. "Iya.Ibu doakan semoga kamu sehat-sehat terus," ucap Wulan lalu tersenyum.

"Terima kasih, Bu." Adelia bangun dari duduknya lalu memeluk belakang tubuh sang bunda dan pipi sang bunda.

Tangan sang bunda langsung mengusap pipi sang anak yang sedang memeluknya.

***

Adelia sudah berada di rumah Arsenio. Dia sedang bermain ponsel. Tidak lama kemudian Arsenio menghampiri Adelia.

"Oh, iya. Aku mau mengingatkan kamu. Ingat sesuai perjanjian kamu itu siapa. Kamu terlahir dari orang kaya dan pekerjaanmu adalah seorang desainer pakaian," perintah Arsenio.

"Iya, Pak Arsenio. Saya masih ingat. Pak Arsenio tenang saja," kata Adelia.

"Aku hanya tidak mau kamu lupa. Repot urusannya nanti. Sebentar lagi aku mau menjemput mama ke bandara. Kamu tidak usah ikut, tunggu di rumah saja," pinta Arsenio.

"Iya, tenang saja aku tidak akan ikut. Lagian buat apa aku ikut ke sana," ucap Adelia.

"Ya, siapa tahu kamu ingin ikut sama aku. Oh, iya. Di depan mamaku kamu harus panggil aku sayang. Jangan keceplosan panggil aku Pak Arsenio!" perintah Arsenio.

"Baiklah," jawab Adelia.

"Ya sudah. Aku pergi dulu." Arsenio beranjak meninggalkan Adelia.

"Mudah-mudahan mamanya Pak Arsenio baik. Aku tidak mau kaya di novel-novel, mertua julid sama menantu," monolog Adelia setelah Arsenio tidak terlihat.

***

Arsenio sedang dalam perjalanan menuju rumahnya.

"Kamu ya, Arsen! Giliran Mama desak-desak baru kamu menikah," kesal Bu Martha, "dan kenapa menikahnya mendadak tidak dirayakan lagi? Kamu ini bikin malu Mama saja," kesal Bu Martha lalu menggelengkan kepalanya.

Arsenio menoleh ke arah Bu Martha lalu kembali fokus menyetir. "Iya, maaf, Ma. Sudahlah, Ma yang terpenting sekarang omongan, Mama tuh terbantahkan. Aku ini lelaki normal bukan seperti apa yang, Mama bicarakan," ujar Arsenio.

" Iya, iya. Ya Mama cuma takut saja kalau kamu pencinta sesama jenis. Mau di taruh di mana muka Mama kalau kamu ternyata pencinta sesama jenis. Mama sekarang sudah tidak usah khawatir lagi sama kamu, Arsen. sekarang kamu sudah ada yang ngurus."

"Mama ini ada-ada saja, pikiran, Mama terlalu jauh." Arsenio menggelengkan kepalanya.

Bu Martha lalu tertawa mendengar ucapan sang anak. "Oh, iya menantu Mama bagaimana cantik tidak? Anak Mama, 'kan tampan berarti pasanganmu harus cantik dong," ucap Bu Martha.

"Ya, cantiklah, Ma. Arsen yakin Mama pasti suka sama istri Arsen," ucap Arsenio.

"Mama jadi pengen cepat-cepat bertemu sama menantu Mama. Oh iya, Arsen kamu harus cepat-cepat kasih cucu buat Mama. Istrimu tidak menunda kehamilan, 'kan?"

"Tidak ... tidak kok, Ma. Buat apa istriku harus menunda kehamilan," kata Arsenio sedikit gugup dan merasa tidak enak.

"Bagus Mama suka itu. Pokoknya Mama akan selalu berdoa buat kamu dan istrimu. Semoga istrimu cepat hamil dan kalian mendapatkan momongan yang lucu," kata Bu Martha.

"Iya, Ma," sahut Arsenio, "aku jadi merasa bersalah karena telah berbohong sama Mama. Maafkan Arsenio, Ma. Arsen terpaksa melakukan hal ini," batin Arsenio.

***

Arsenio sudah datang bersama sang bunda. Adelia menyambut kedatangan Bu Martha sambil tersenyum. Dalam hati dia merasakan gugup karena takut ketahuan.

"Jadi ini mantu Mama? Cantik sekali kamu." Bu Martha memegang dagu Adelia lalu cium pipi kiri kanan.

"Terima kasih, Ma. Ayo, Ma. Mama pasti kecapean. Mama istirahat, ya." Adelia memegang lengan Bu Martha dan mengajak masuk Bu Martha.

"Iya. Mama istirahat dulu di kamar. Biar Adel yang mengantar Mama ke kamar," timpal Arsenio.

"Sudah tidak apa-apa. Mama pengen ngobrol-ngobrol dulu sama kalian berdua. Kalian, 'kan pengantin baru. Jadi Mama pengen ngobrol-ngobrol sama pasangan pengantin baru." Bu Martha berbicara dengan antusias.

"Mama tidak capek? mendingan, Mama istirahat dulu saja," pinta Arsenio.

"Tidak usah, Arsen. Pokoknya Mama pengen ngobrol sama kalian. Siapa tahu kalian butuh solusi dari Mama."

Adelia dan Arsenio merasa bingung dengan ucapan Bu Martha. Mereka kemudian saling lirik satu sama lain.

"Solusi? Maksudnya solusi apa, Ma?" tanya Arsenio.

"Itu masalah bercinta."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Janji yang Diingkari, Hati yang Sejati
8.7
Della terkejut saat matanya bisa melihat lagi dan mendapati dirinya telah menikah dengan Hurst Owen, adik dari kekasihnya. Kebenaran menyakitkan terungkap saat ia tahu Brady Owen, sang kekasih, sengaja meninggalkannya yang buta demi Betty Kirk. Brady berjanji akan kembali sebulan lagi dan menganggap pernikahan adiknya tidak sah. Namun, Hurst mulai jatuh cinta pada Della. Tanpa memberi tahu bahwa ia sudah sembuh, Della justru mengajak Hurst meresmikan pernikahan mereka agar sah seutuhnya.
Sampul Novel Kakak Kelas Jahat itu Suamiku
8.0
Demi menyelamatkan ekonomi keluarganya, Piona, mahasiswi sastra 21 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan mendadak yang menyimpan rahasia besar. Keadaan menjadi rumit karena calon suaminya adalah musuh bebuyutan masa SMA yang sangat ia benci. Pria tampan yang dulu selalu memicu pertengkaran dengannya kini harus menjadi pendamping hidupnya. Takdir pun memaksa dua orang yang saling bermusuhan ini bersatu dalam ikatan pernikahan penuh ketegangan.
Sampul Novel Saat adik-adikku sukses
9.5
Demi masa depan ketiga adiknya, seorang kakak rela berkorban tanpa pamrih hingga mereka semua sukses dan kaya raya. Sayangnya, keberhasilan itu justru membuat para adik menjadi sombong. Mereka melupakan seluruh perjuangan kakaknya, bahkan tidak segan merendahkan kehidupannya yang tetap sederhana. Kisah pilu ini menggambarkan pengkhianatan keluarga serta luka batin mendalam yang harus diterima sang kakak.
Sampul Novel SCANDAL WITH PRIVATE DOCTOR
8.3
Eliza menderita dalam pernikahan toksik bersama Karan, suami yang hanya memanfaatkannya demi nafsu. Trauma mendalam sejak malam pertama bahkan mengganggu kesehatan mentalnya, diperparah oleh perselingkuhan Karan dengan banyak wanita. Di tengah kepedihan ini, hadir Sean, seorang dokter tampan sekaligus sahabatnya. Keberadaan Sean tidak sekadar menyembuhkan luka batin Eliza, tetapi juga perlahan menjadi sosok sandaran hati yang baru bagi dirinya.
Sampul Novel Suamiku Pulang, Tapi Aku Menyesal
9.6
Kepulangan Hendra tidak membawa kebahagiaan bagi Caroline. Pertemuan mereka justru diselimuti ketegangan dingin saat Caroline membaca sebuah jajak pendapat internet tentang penyesalan pria yang berselingkuh. Ketika mayoritas suara meyakini bahwa rasa bersalah lebih besar ditujukan kepada sang kekasih gelap, Caroline pun mempertanyakan isi hati suaminya sendiri. Namun, respons Hendra yang acuh tak acuh dan tampak lelah justru menunjukkan jurang pemisah yang semakin lebar di antara pernikahan mereka.
Sampul Novel Takdir Cinta yang Malang
7.9
Tepat pada hari ulang tahun pernikahan yang kelima, Anna Wesley mendatangi firma hukum untuk menyiapkan dokumen perceraian dari Rio Ansari. Keputusan ini diambil setelah Rio mengusir Anna demi menghindari kesalahpahaman dengan sekretarisnya, Sella, yang diundang makan di rumah mereka. Selama lima tahun, Rio selalu merahasiakan pernikahan mereka di kantor. Menyadari suaminya lebih mementingkan wanita lain, Anna memilih menyudahi hubungan ini.