APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini

Aku Enggak Siap Dengan Perasaan Ini

Kehancuran bisnis dan pernikahan sang mantan membuat hidup Shiloh Jung terpuruk. Demi memulihkan diri, ayahnya mengirim Shiloh berlibur ke luar negeri. Di sanalah ia bertemu Edward Leung yang penuh misteri. Keduanya lalu sepakat menjelajahi Rusia sebagai sepasang kekasih tanpa membongkar identitas asli, dengan janji akan bersatu jika takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, setahun berlalu, Edward justru berpura-pura tidak mengenalnya. Rahasia besar apa yang disembunyikan pria itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Jenna menyetir, sementara aku memperhatikan jalanan. Aku menguap beberapa kali, aku tidak tidur dengan nyenyak semalam. Kalaupun aku kehilangan orientasi waktu, itu pasti karena aku meminum dua botol soju dan tiba-tiba terbangun pagi hari.

Tujuan kami adalah Hasegawa in Style, butiknya Jenna, Jenna adalah seorang pecinta mode sejak kecil, rancangan pertama Jenna adalah gaun pesta dia buat sendiri dengan memaksa pembantunya untuk menjahit untuknya, Bibi dan Paman yang melihat bakat mendesain putrinya langsung mencarikkannya tutor dan menjaga anak bungsu mereka tersebut agar tetap fokus pada bakatnya. Saat kuliah dulu Jenna selalu meledekku, untuk apa orang yang tinggal di daratan Amerika selama bertahun-tahun belajar sastra Inggris?. Membuatku hanya tersenyum simpul, aku melakukannya karena menyukai sastra dan ingin memperbaiki tata bahasaku, namun jika menjawab pertanyaan Jenna biasanya aku hanya akan menjawab karena aku suka, mau bagaimana lagi? Sepupuku yang suka memaksakan kehendak.

Silsilah dan kebiasaan kami membuatku terpikirkan sesuatu, memiliki usaha sendiri apakah sudah menjadi kebiasaan keluarga kami? Maksudku Jenna, Johnny dan aku memiliki garis keturunan yang sama, meski aku tidak bermarga Hasegawa. Johnny nama Jepannya adalah Ataru Hasegawa , sedangkan Jenna adalah Aiko Hasegawa, Shiloh Hasegawa? Memang sedikit aneh, untungnya aku adalah Jung Shiloh, nama Koreaku adalah Jung Ah Reum. Dulu saat aku berusia enam tahun, ibuku bilang aku juga harus memiliki nama Jepang, dia menyebutkan namaku adalah Hasegawa Seina. Karena kakek dan nenekku di Jepang pastinya hanya akan memanggil nama Jepang anak dan cucu mereka. Membuatku pusing saja.

“Ngantuk? Tidurlah, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai. Bagaimana kalau sementara ini kau jadi modelku?”

Aku mengibaskan telapak tanganku dengan cepat. Memikirkannya saja membuatku muak.

“Kau gila?”

“Padahal menyombongkanmu pada teman-teman priaku sangat menyenangkan. Kita harus ke Hawai atau Bali kapan-kapan!” Ujar Jena berapi-api.

“Aku tidur saja ….”

Rasa kantukku tidak tertahan, kebetulan waktunya pas sekali, cocok untuk menghindari cerewetnya Jenna. Kakaknya tidak secerewet ini, Johnny lebih tenang meski juga sedikit gila kerja.

***

Aku dibangunkan Jenna ketika mobil sudah terparkir di tempat parkir butik, butuh keyakinan kuat untuk membuka kelopak mataku yang berat. Tidur setelah makan memang sangat menyenangkan, walau tenggorokannya terasa seperti terbakar setelahnya.

“Aku haus, Jen.”

Jenna sudah sibuk mengumpulkan coretan-coretan kertas yang ada di dashboard mobilnya, biasanya Jenna akan menggambar di sembarangan kertas kupon atau struk belanja ketika ide sedang datang di mana saja. Kuakui dia jenius, meski sedikit menjengkelkan.

“Minum di ruanganku saja. Bantu aku, hei!”

Aku tertawa melihatnya panik seperti ini, padahal tidak ada yang akan memburunya. Semua klien bersedia menantikan jahitan gaunnya walau sampai mati. Dengan setengah hati aku membantunya. Kami berjalan dengan cepat, sebuah bangunan khas butik yang menampilkan manekin dengan baju terbaru menyapa siapa saja yang baru menaiki dua atau tiga anak tangga.

Beberapa karyawan Jenna mengucapkan salam padanya, Jenna terlihat berkharisma jika menyangkut pekerjaannya. Melewati pintu masuk dengan mulus, ada banyak sekali ornamen cantik dan pakaian modis yang dipajang untuk menarik pelanggan. Di tempat kasir sudah ada kerumunan orang yang akan membayar, aku menoleh ke kanan dan kiri memperhatikan para wanita dan gadis cantik memilih pakaian mereka. Melihat pakaianku sendiri sekarang pasti sangat kontras dengan gaya mereka yang fashionable.

Malahan, aku belum mandi sejak pagi tadi. Aku sembarangan mengenakan kaos hitam yang pas badan, dan celana legging hitam. Ibuku terbangun ketika aku keluar kamar dan mencari kunci mobil. Dia tidak bertanya bagaimana perasaanku setelah mabuk dan menangis semalam, ia hanya bertanya kapan aku nanti akan pulang. Aku menjawab mungkin malam atau aku akan menginap di tempat Jenna.

Ruangan kerja Jenna sangat luas, langit-langitnya sangat tinggi, ruangan ini berwarna putih, meja kaca di ujung sebagai tempat berdiskusi dengan klien atau tempatnya menggambar, biasanya selalu rapi kecuali ketika Jenna sedang bersemangat untuk membuat gaun baru, para karyawannya dengan senang hati membersihkannya.

Jenna meletakkan tas dan bawaannya dengan kasar di atas meja. Ia memelototiku, aku tidak tahu salah apa aku tapi bukankah beberapa saat lalu kau masih menghiburku?

“Shiloh, kau harus memblokir pesan SPAM dan telepon iseng. Saat kau tidur tadi aku sangat terganggu dengan suara panggilan dari ponselmu.”

Aku terbelalak, segera mengecek ponsel di tas selempangku.

“Apa-apaan ini? Padahal aku sudah memblokir semuanya. Ada beberapa kombinasi nomor baru.”

“Atau sekalian bawa ke kantor polisi agar hidup kita tenang.”

“Kurasa ini hanya panggilan penipuan dan sejenisnya, diblokir saja seharusnya sudah cukup.”

“Aku menghargai sikap positifmu.”

Ponsel ini menerima banyak pesan tawaran pinjaman uang, link belanja dan undian hadiah yang tidak pernah aku ikut mendaftar. Semenjak putus dari Louis, kira-kira tiga bulan yang lalu. Tidak sering tetapi jika muncul pasti ada hari dimana akan menumpuk. Aku tidak pernah berniat untuk mengangkat panggilan atau sejenisnya. Kurasa hanya orang iseng.

***

Kupingku sakit sekali, aku duduk menikmati minumanku. Menyesapnya sedikit demi sedikit, Jenna memaksaku datang ke sini. Anak itu sekarang sedang menari-nari bersama teman-teman modelnya, untung saja aku tidak dipaksa mengenakan pakaian minim sepertinya. Hanya gaun selutut dengan ornamen bunga yang menurutku sedikit norak, salah satu hasil eksperimennya. Kurasa kelab ini tidak pernah sepi pengunjung karena wisatawan lokal maupun internasional suka datang kemari selain di kelab malam lainnya, alasannya karena DJ di sini biasanya sudah punya jam terbang tinggi, bahkan kadang tempat ini menghadirkan selebriti.

Jenna mendatangiku, ia kesulitan berjalan karena hak sepatunya terlalu tinggi. Kurasa dia mencoba untuk mengajakku melantai lagi, atau menjebakku berkenalan dengan pria sembarangan dan menyuruhku bercinta dengannya.

Jenna menabrak seorang pria yang lewat, ia kurang fokus dan meminta maaf pada pria Asia tersebut.

“Maafkan aku, aku minta maaf.”

Pria itu tampak tidak masalah dan langsung berjalan pergi ke kerumunan orang-orang yang menari. Aku tidak memperhatikan jelas wajahnya, kurasa memang orang Asia.

Jenna berlari mendekatiku dan menarik-narik tanganku.

“Ayo, Shiloh! Nikmati masa mudamu. Jangan hanya duduk dan minum seperti orang tua. Ini bukan upacara minum teh!”

“Kurasa kau mabuk, Jen!” Kami saling berteriak agar perkataan kami sampai ke kuping masing-masing.

“Tidak, tidak, tidak! Aku tidak mabuk. Pokoknya kau harus bersenang-senang dengan pria yang tak sengaja kau temui. Semisal saja pria yang bertabrakan denganku tadi. Seperti takdir. Ini semua adalah takdir!”

Bicaranya sudah mulai melantur, aku akan membopongnya sampai ke parkiran dan pulang ke tempatnya.

Jenna tertidur di kursi belakang, ia meracaukan apa saja. Aku menyetir dengan kesal, berharap jarak lebih pendek tetapi sialnya tempat ini cukup jauh dari butik Jenna.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crystal Of Soul : Twins
9.7
Dua saudara kembar terpisah sejak bayi tanpa sebab yang pasti, menjalani takdir berbeda di dunia manusia dan dunia kristal. Walau terhalang dimensi, ikatan batin mereka tetap terhubung erat. Didorong hasrat mengungkap asal-usul diri, keduanya berjuang memecahkan misteri di balik perpisahan mereka. Mampukah kekuatan hubungan batin ini menyatukan mereka kembali sekaligus menyingkap segala rahasia yang selama ini terselimuti?
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik kedok persahabatan dan harapan baru, ada sosok manipulatif yang sangat lihai. Ia tampak suportif, padahal diam-diam mendominasi hidup orang-orang di sekitarnya lewat pesta mewah serta perjalanan jauh. Dengan menguasai festival dan hari libur kota, ia mengubah tatanan dunia demi ambisi pribadi. Bagi para mantan kriminal, ia adalah momok mengerikan yang memegang kendali mutlak atas nasib mereka secara kejam.
Sampul Novel Pandora
9.6
Aaron Elang Cyane kembali dari latihan tiga tahun demi melindungi sahabatnya, namun ia justru mendapati situasi kacau. Guinevere Abigail belum juga pulang, sementara Aurora Bernett diculik organisasi Twilight Fantasy yang mengincar daemon darah murni. Di tengah konflik ini, Elang harus menghadapi perasaan rumitnya pada Aleasha Brunella Aoi dan ancaman pengkhianatan. Takdirnya kini terikat rencana gelap bagai kotak Pandora, menuntut keputusan sulit demi masa depan.
Sampul Novel Pengabaian Luna terhadap Alpha
8.5
Alpha Nikolas Morrison kini sekarat akibat keracunan merkuri yang mematikan. Di tengah kondisi kritis kekasihku itu, aku justru memilih mengakhiri hubungan kami. Aku hancurkan cincin pernikahan sakral kami dan menyerahkan surat pemutusan ikatan. Meski sang pemimpin terhormat itu berlutut memohon di kakiku dan menawarkan seluruh hartanya agar aku bertahan, keputusanku sudah bulat. Aku menyeretnya ke hadapan patung Dewi Bulan, mengancam akan mencabut berkah dewi jika dia tidak melepaskanku selamanya.
Sampul Novel Pengasih Kesayangan CEO
8.6
Sekembalinya dari Hongkong, Maya harus menghadapi kenyataan pahit saat kekasihnya menikahi adiknya. Kemarahan sang ayah membuatnya diusir karena statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah keputusasaan setelah nyaris menjadi korban pemerkosaan, nasib menuntunnya bekerja merawat kakek dari keluarga kaya. Di sana, ia bertemu Jonatan yang kemudian jatuh cinta padanya. Walau mendapat penolakan keras dari ibu Jonatan, hubungan mereka tetap bertahan hingga akhirnya bersatu di pelaminan.
Sampul Novel Pesona Uncle Ji
8.9
Kehidupan gelap Jimmy Hugo, seorang bos mafia besar, berubah setelah kehadiran Graziela. Gadis muda yang merupakan putri mendiang sahabatnya itu membawa warna baru yang tak terduga. Di tengah perbedaan usia yang sangat jauh, jalinan asmara mereka tidaklah mudah. Keduanya harus menghadapi ancaman mematikan dari musuh-musuh berbahaya. Kisah ini memadukan aksi menegangkan penuh risiko dengan romansa mendalam di dunia kriminalitas.