APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku bukan wanita penggoda

Aku bukan wanita penggoda

Setelah sekian lama berpisah pasca-perdamaian orang tua mereka, takdir mempertemukan kembali Anindya dengan sahabat kecilnya, Yeja. Namun, pertemuan ini terjadi di saat yang salah. Yeja kini berstatus sebagai tunangan Anindira, saudara kembar Anindya. Kebenaran pahit terungkap bahwa Yeja bersedia menikahi Dira hanya karena mengira dia adalah Anindya. Kini, Anindya menghadapi pilihan sulit: tetap diam atau membongkar kenyataan dengan risiko dibenci kembarannya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Ck, ikat rambutnya kok tingginya ngga sama?” Anindya menyentuh kedua rambutnya dengan pandangan lurus pada kaca lemari di dalam kamar. “Ayah, bagaimana sih? Bunda aja bisa sama tinggi ikatannya, kok Ayah tidak?”

“Kalau gitu sana kamu minta tolong ke Bunda!”

“Ih, bagaimana bisa ayah? Bunda kan ngga tinggal di rumah ini.”

Adam hanya bisa menghela nafas kasar mendengar balasan dari putri kecilnya. Sampai saat ini, baik ia atau mungkin istrinya tidak habis pikir kenapa memiliki anak yang cerewet, nakal, banyak pilih tapi pintar seperti Anindya.

Baik ia atau sang istri, rasanya tidak memiliki sifat seperti anak yang masih menatap dirinya di depan kaca dengan terus mengomeli ikatan rambutnya.

“Ayah, kok diam aja sih!”

“Lalu Ayah harus bagaimana Anindya Kalya Putri Ayah yang paling bawel?” Tanya Adam sedikit kesal. Sampai saat ini, ia berpikir sulitnya sang istri merawat ke tiga anak mereka apa lagi anak di depannya ini.

“Yaya cantik bukan bawel, Ayah,” balasnya tak terima. “Yaya juga man–“

“Iya, lalu Ayah harus bagaimana?” Adam mengalihkan pandangan pada jam dinding dan menghela nafas kasar. “Ayah lagi banyak pekerjaan, tapi malah Yaya minta untuk–“

“Eh, ngga! Kayak gini saja.” Lalu Anindya berputar membelakangi kaca, ia menatap ayahnya dengan penuh semangat. “Ayah, Yaya boleh main sama Mas Yeja lagi kam? Dia baik lho, Yah. Mau ajari aku belajar.”

“Iya, boleh.” Adam merapikan sedikit pakaian putri kesayangannya, lalu berjongkok mensejajarkan tinggi dengan sang anak. “Tapi Yaya harus hati-hati ya, dia hanya boleh menyentuh rambut Yaya saja. Apa Yaya mengerti?”

Anindya mengangguk. “Oke, Yaya akan selalu ingat kata-kata Ayah. Eh, Ibu juga pernah bicara kayak gitu, tapi–“

“Katanya mau main sama Mas Yeja.” Adam sengaja memotong perkataan putrinya yang akan terus bicara kalau saja tidak di hentikan.

“Ayah, benar,” ucap Anindya lalu mencium pipi sang ayah. “Aku pergi main dulu.”

Tanpa menunggu jawaban dari Adam, Anindya langsung keluar dari kamar. Sedikit berlari agar lebih cepat bertemu dengan Yezra yang sudah menunggu di bawa pohon sepeti biasanya.

“Mas Yeja! Aku mau belajar lagi!” Teriak Anindya tanpa memedulikan tatapan yang di berikan anak yang ada di halaman.

Karna melihat Yezra gadis kecil itu tidak melihat jalan hingga membuatnya terjatuh dengan posisi yang menyedihkan yaitu tersungkur di tanah.

Anak-anak bermain di halaman menertawakannya berbeda dengan Yezra yang berjalan mendekat dan membantu Anindya berdiri.

“Makanya kalau jalan itu lihat ke depan bukan aku, jadinya jatuh kan,” omel Yezra setelah membantu Anindya berdiri dan membersihkan punggung gadis itu dari tanah.

“Yaya lihat depan kok, buktinya bisa lihat Mas Yeja.”

“Maksudnya ... ya kamu benar.” Yezra mengurungkan niat untuk memberikan penjelasan, lalu ia menghentikan membersihkan pakaian gadis kecil itu. “Apa ada yang sakit?”

“Ngga ada, kalau ada Yaya pasti menangis,” ungkap Anindya kembali ceria seperti biasanya sambil mengedarkan pandangan pada anak-anak yang menontonnya. “Apa yang kalian lihat? Bukannya bantu Yaya, malah di ketawa! Apa ka–“

“Ayo, kita ke bawah pohon lagi.” Tanpa menunggu jawaban gadis kecil itu, Yezra langsung menarik tangannya.

“Kenapa tarik-tarik sih Mas Yeja? Yaya bisa jalan sendiri kok,” protesnya sambil berjalan mengikuti Yezra yang terus menarik tangannya. “Yaya juga mau memberikan mereka hukuman karna sudah–“

“Katanya mau belajar, jadi harus menurut!” Kata Yezra begitu tiba di bawah pohon. “Aku Guru kamu di sini mengeti?”

“Kok gitu? Mas Yeja itu teman Yaya bukan Guru!”

Yezra menghela nafas kasar, lalu mendaratkan bokongnya di tanah. Ia terbiasa duduk di bawah pohon ini sambil belajar karna tempatnya tenang.

Sekarang untuk pertama kali, ia memperbolehkan orang lain menemaninya serta mengajarinya belajar.

“Kenapa ngga di jawab?”

“Iya, terserah kamu saja,” sahut Yezra akhirnya. “Sekarang ayo duduk di sini atau aku berubah pikiran?”

“Jangan, aku mau belajar biar pintar kayak Mas Yeja!”

***

Sudah beberapa hari Anindya berteman dengan Yezra dan selama itu juga anak lelaki berusia dua belas tahun itu mengajarkan Anindya membaca serta menulis.

Meski hanya bisa beberapa di kata yang di ingat dan dikuasai oleh Anindya, tapi Yezra sangat senang. Setidaknya ada hasil dari kerja kerasnya.

Saat ini seperti biasanya, Yezra akan mengerjakan tugas di bawah pohon tak jauh dari panti. Anak lelaki itu sangat suka belajar apa lagi mengerjakan tugas yang sulit.

“Kok Yaya belum datang ya?” tanya Yezra sambil menatap gerbang panti. “Apa dia ngga datang? Ah, tapi itu ngga mungkin.”

Yezra kembali membaca soal yang di berikan guru, lalu mencari jawabannya di buku cetak. Anak lelaki itu membaca satu-persatu kata yang tertulis di buku cetak hingga tidak sadar seseorang melangkah pelan mendekatinya.

“Dorr!” Setelah berhasil membuat anak itu kaget, si pelaku tertawa kacang melihat wajah Yezra.

Anindya sangat sulit menghentikan tawa sampai-sampai harus menutup mulutnya. Yezra terus menatap gadis kecil itu dengan malas, lalu membuang wajah.

“Tidak ada yang lucu.”

“Ada, wajah–“

“Kenapa lama sekali datangnya?” Yezra mengalihkan pembicaraan membuat tawa Anindya berhenti.

Anak berusia enam tahun itu mengalihkan pandangan, lalu melipat kedua tangan di dada layaknya orang dewasa. “Mas Andra tadi datang sama Bunda.”

“Mas Andra?” Yezra terdiam karna merasa pernah mendengar nama itu. “Oh, bukannya itu saudara kembarmu?”

“Iya, mereka ingin aku pulang tapi ... ayah tidak boleh ikut.”

”Kok gitu?”

Anindya kembali menatap Yezra, lalu menggelengkan kepala. “Ngga tahu.”

Yezra tidak bertanya lagi, ia sadar kalau Anindya masih kecil jadi belum bisa memahami semua masalah.

Anak laki-laki itu membuka buku yang sengaja di persiapkan olehnya untuk Anindya. “Ayo, kita mulai belajar.”

“Ngga mau, Yaya masih mau cerita Mas Yeja.” Anindya mengulurkan tangan dan menutup buku yang di buka Yezra.

Si pemilik buku hanya bisa menghela nafas kasar dengan terus menatap Anindya. “Oke, akan aku dengar.”

Anindya melebarkan senyum karna Yezra setuju tidak belajar yang sebenarnya membuatnya bosan.

“Jadi mau cerita apa Yaya?”

“Gini lho Mas Yezra, Yaya kesal sama Bunda yang banyak-banyak tanya tentang Ayah. Padahal sebelum masuk ke kamar, Bunda udah ketemu Ayah, tapi tanyanya ke Yaya.”

“Katanya Ayah dan Bundanya Yaya lagi berantem, jadi wajar Bundanya tanya ke Yaya.”

Anindya menatap Yezra kesal karna sudah membela Bundanya yang menurutnya salah. “Kalau gitu terus kapan mereka baikkannya dong? Ah, Yaya jadi pusing dengan masalah orang dewasa.”

Yezra terseyum kecil, lalu mengacak rambut gadis itu pelan. “Makanya jangan di pikirkan.”

“Ih, jangan di rusak rambut Yaya! Ini di ikat oleh Bunda!” Ucap Anindya setelah menyingkirkan tangan Yezra dari kepalanya.

“Iya-iya maaf, tapi apa yang aku katakan tadi itu benar. Yaya jangan terlalu ikut campur dengan masalah orang dewasa, biar mereka saja yang menyelesaikan masalahnya sendiri.” Kata Yezra hanya di jawab berupa anggukan kepala dari Anindya yang belum tentu di turutinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis sempat memandang sebelah mata Viola, sekretaris barunya yang berparas menawan, cerdas, dan kuat. Daya tarik Viola membuat Richard bertekad menaklukkan hatinya, walau wanita itu masih trauma akibat dikhianati di masa lalu. Melalui kepemilikan protektif dan aturan yang kaku, Richard berjuang membuktikan ketulusannya. Namun, Viola tidak goyah. Mampukah Richard meluluhkan pertahanan Viola saat ia harus bersaing ketat dengan dua pria lain?
Sampul Novel Cinta Dalam Keheningan
9.3
Aria menjalani kehidupan yang sunyi sebagai seorang tunawicara yang terabaikan sejak lahir. Takdir membawanya menjadi nyonya di Keluarga Kurnia secara tidak sengaja, meski ia sadar sang suami, Ian, tidak pernah menaruh hati padanya. Situasi kian pelik ketika Letty, cinta pertama Ian, kembali dari luar negeri dan kembali dekat dengan suaminya. Menyadari posisinya yang kian tergeser, Aria memilih menyembunyikan kabar kehamilannya dan bersiap untuk mundur dari pernikahan tanpa cinta tersebut.
Sampul Novel Dia Menolak untuk Kembali
8.0
Tiga tahun lamanya Belen bertahan dalam hubungan tanpa kepastian demi mendapatkan hati Lanny. Namun, impiannya pupus seketika saat Lanny memamerkan pacar barunya dan mengusir Belen dari hidupnya. Belen pun memilih pergi dan lenyap tanpa kabar. Kehilangan tersebut justru menyadarkan Lanny akan kesalahannya. Diliputi penyesalan besar, ia mencari Belen ke berbagai penjuru dunia hingga akhirnya bersujud memohon agar wanita itu mau kembali bersamanya.
Sampul Novel Gairah Tuan Besar
8.2
Zain, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan trauma mendalam. Sejak kecelakaan tragis akibat pengkhianatan Bella lima tahun lalu, ia mengalami disfungsi seksual. Kondisi ini dimanfaatkan sang istri untuk berselingkuh dan menginjak harga dirinya. Namun, gairah Zain yang padam mendadak bangkit setelah bertemu Yvone di kelab malam. Konflik rumit pun terjadi karena Yvone ternyata adalah kekasih Daniel, anak tiri Zain sendiri.
Sampul Novel GRUP JANDA DAN DUDA BERSATU
9.7
Nabila, Moy, dan Elice dipersatukan kembali oleh status mereka yang kini sama-sama janda. Sebagai pengelola grup kencan buta, Moy gencar membujuk kedua sahabatnya untuk bergabung. Nabila yang pemalu serta Elice yang pintar sempat menolak, namun kegigihan Moy akhirnya membuat mereka setuju mencari cinta baru di kalangan para duda. Akankah perjalanan ini berujung manis dengan menemukan jodoh sejati, atau justru merusak persahabatan mereka saat perasaan jatuh pada pria yang salah?
Sampul Novel Hamili saya, tuan !
8.3
Chereena Kayona Albern adalah putri kesayangan Bobby Albern yang tumbuh dalam pengawasan ketat sejak ibunya tiada. Meski hidupnya sangat dilindungi, ia berhasil menjadi gadis cerdas yang dikagumi banyak orang. Namun, sebuah langkah tak terduga diambil oleh Chereena. Tanpa diduga, ia justru mendekati seorang CEO asal Rusia bernama Chaiden Barnard dan memintanya untuk menghamilinya. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan nekat gadis pintar ini?