APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Aku bukan wanita penggoda

Aku bukan wanita penggoda

Setelah sekian lama berpisah pasca-perdamaian orang tua mereka, takdir mempertemukan kembali Anindya dengan sahabat kecilnya, Yeja. Namun, pertemuan ini terjadi di saat yang salah. Yeja kini berstatus sebagai tunangan Anindira, saudara kembar Anindya. Kebenaran pahit terungkap bahwa Yeja bersedia menikahi Dira hanya karena mengira dia adalah Anindya. Kini, Anindya menghadapi pilihan sulit: tetap diam atau membongkar kenyataan dengan risiko dibenci kembarannya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Anak berusia enam tahun itu terus menatap anak laki-laki berkaca mata yang terlibat fokus dengan buku di tangannya tanpa melihat sekitar.

Sudah satu minggu Anindya ada di sini bermain dengan banyak anak, tapi hanya anak laki-laki itu yang tidak tertarik bermain bersamanya. Hal itu membuat anak itu bertanya-tanya, sebenarnya apa ada yang salah dengan dirinya?

“Jangan melihatnya seperti itu, nanti dia bisa marah,” kata seseorang membuat Anindya tersentak, lalu melihat si pelaku.

Gadis kecil itu menaikkan satu alisnya heran. “Kenapa dia harus marah?” sahutnya heran, lalu kembali menatap anak laki-laki yang masih fokus pada bukunya. “Aku cuma lihat kok.”

Erin, teman baru Anindya di panti berdecak tidak suka. “Aku juga tidak tahu, tapi intinya dia orang yang pemarah.”

“Tapi aku ngga punya salah,” Anindya masih merasa dirinya tidak salah, lalu ia mengalihkan pandangan pada anak berusia sepuluh tahun dengan polos. “Dan–“

“Bagaimana kalau kita main boneka lagi?” Ajak Erin mengalihkan pembicaraan dari anak laki-laki bernama Yezra.

Anak perempuan dengan rambut yang di ikat dua itu mengangguk dengan cepat. “Ayok, tapi tadi kata kakak bosan katanya main boneka terus.”

“Itu kan tadi.” Erin sedikit menyeret Anindya menjauh dari teras dan meninggalkan anak laki-laki yang duduk di bawah pohon sedang menatap mereka.

Seperti yang di janjikan, kedua anak itu bermain boneka di ruang yang berfungsi sebagai tempat meletakkan semua mainan yang di berikan orang baik.

Semua mainan di dalam ruangan ini tidak boleh di mainkan di luar rumah karna akan di curi sebab mereka lupa membawa masuk ke dalam rumah.

“Ngga tahu Dok, tapi anak Yaya tadi pagi bicara sakit panas.”

“Oh, jadi anaknya demam Bu?” Erin pura-pura menulis di atas kertas kosong, lalu mendekat pada boneka yang ada di dekat Anindya.

Anak itu menyentuh kening boneka, lalu tersentak kaget. “Ini panas sekali, Bu.”

“Apakah parah Dok? Apa dia harus di operasi?” Celetuk Anindya dengan polos, membuat Erin tertawa begitu juga dengan si pelaku.

“Sangat parah, tapi ngga sampai di operasi kok,” ucap Erin setelah lelah tertawa. “Aku akan menulis obatnya dan Ibu hanya perlu menebusnya di apotek.”

“Apotek itu apa?” tanya Anindya polos.

“Oh, apotek itu ...” Erin terdiam, anak berusia sepuluh tahun itu bingung mencari cara menjelaskan pada anak enam tahun di depannya. “Ah, apotek itu tempat orang mengambil obat.”

Anindya mengangguk mengerti, namun masih ada yang menjadi tanda tanya untuknya. “Memang apo ... tek, itu ada di rumah sakit? Kalau ngga salah ... Ayah pernah cerita ke Bunda katanya mencari obat untuk Mas Andra jauh.”

“Ada, aku pernah pergi ke apotek!”

“Benar?” Tanya Anindya tidak yakin mendapatkan jawaban berupa anggukan kepala dari Erin. “Berarti selama ini Ayah bohong sama Bunda dong!”

“Belum ...” Erin tidak melanjutkan kata-katanya melihat Anindya sudah berdiri dan berjalan meninggalkan ruangan bermain.

Sementara itu Anindya sudah keluar dari gerbang panti berjalan menuju rumahnya yang berada di seberang jalan.

Anindya merasa sangat marah karna ayahnya lagi-lagi berbohong pada Bundanya. Pikiran kecilnya terus saja bekerja dengan melangkah mendekati pintu rumah yang terbuka.

“Ayah!” Anindya berteriak ketika baru saja masuk ke dalam rumah. Kaki kecilnya terus berjalan ke kamar pria yang di panggilnya ayah dan mengetuk pintunya dengan brutal.

“Ada apa–“

“Ayah bohongi Bunda lagi ya?” Tanya Anindya tidak membiarkan Adam untuk menyelesaikan perkataannya.

“Bohong?”

“Hm, kata Kak Erin di rumah sakit ada apo ... tek, tapi kata Ayah dulu kalau mencari obatnya jauh,” Anindya menatap ayahnya curiga. “Jujur aja, Yah. Bunda tidak marah, tapi akan memaafkan Ayah.”

Adam terdiam cukup lama mendengar perkataan agak aneh dari putri bungsunya. Ia tidak pernah bercerita tentang masalah rumah tangganya pada siapa pun hingga terdengar oleh anaknya.

Masalahnya yang terusir dari rumah juga hanya di ketahui oleh dirinya dan sang istri. Sebenarnya masalah di rumah tangganya terjadi hanya karna salah paham, sebab Adam tak pernah selingkuh.

Tapi yang namanya wanita, tak akan mengalah. Bahkan istrinya mengancam akan meninggalkan rumah.

Sebagai seorang pria dan ayah, Adam tentu saja tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Lebih baik ia yang pergi dari pada istri dan anak-anaknya.

“Ih, kok ayah diam aja sih!” Anindya menatap ayahnya kesal. “Aku udah dengar semuanya. Saat Ayah sama Bunda bertengkar, aku juga ada di dapur.”

“Jadi kamu dengar semuanya?” Adam mengulang perkataan putrinya, lalu ayah dari tiga orang anak itu berjongkok menyamakan tinggi dengan sang putri. “Tapi kenapa kamu–“

“Iya, semuanya! Bahkan aku juga dengar Bunda mendapatkan telepon dari seseorang sebelum memanggil Ayah,” kata anak itu polos.

“Apa kata orangnya?” Adam menahan senyum, pria itu mendapatkan titik terang akan masalah rumah tangganya.

“Rahasia,” Anindya melipat kedua tangan di dada dengan terus menatap sang ayah. “Tapi ayah juga harus janji kalau tidak menyakiti Bunda lagi. Ayah sih ngga tahu kalau setelah bertengkar, Bunda nangis. Aku jadi kasihan kan.”

Adam sangat menyadari kalau menghadapi anak perempuannya yang ini sangat sulit dari pada saudaranya. Jika anaknya yang lain dengan mudah di bujuk dengan makanan atau uang maka anak yang ini tidak.

Anindya juga keras kepala atau mungkin keras hati jika sudah menginginkan sesuatu. Sangat mirip istrinya.

“Kalau kasihan dengan Bunda, kenapa malah ikut Ayah?” tanya Adam setelah bosan mendengar omelan dari putrinya cukup lama.

“Karna Ayah jauh lebih kasihan lagi.”

Adam mengerutkan kening, ia semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran anaknya. Pria itu juga tidak buka suara dan menunggu Anindya melanjutkan perkataannya.

“Bunda di temani oleh Mbak Dira dan Mas Andra, sementara Ayah? Tidak ada. Jadi, dari pada Ayah nantinya sedih, lebih baik aku pura-pura menangis ingin ikut.”

Pria itu berdiri dari jongkoknya dan menatap putrinya lelah. “Ya sudah, terserah kamu saja, Ya.”

***

“Baca buku aja terus, apa ngga bosan?” Tanya Anindya begitu lewat di depan seorang anak lelaki yang wajahnya tertutup buku.

Anindya sengaja berjalan pelan dengan tatapan tidak putus dari anak lelaki itu hingga akhirnya berhenti melangkah sebab semakin menjauh.

Anindya mendekati anak lelaki itu dan berhenti tidak jauh darinya. “Yaya lagi ngomong sama manusia lho, bukan–“

“Pergi dan jangan mengganggu!”

“Eh, bisa ngomong ternyata,” Anindya tidak menyerah dengan memberanikan diri untuk semakin dekat anak lelaki itu. “Siapa sih namanya? Namaku Yaya.”

Tidak ada jawab dan hal itu tidak membuat Anindya menyerah. Ia bahkan dengan berani duduk di samping anak lelaki itu, lalu kembali menatapnya.

“Diam lagi,” kemudian ia menghela nafas kasar. “Oke, Yaya juga bisa diam.”

Namun yang namanya Anindya Kalya Putri tidak akan bisa diam, mungkin bisa untuk tidak bicara, tapi tangan anak itu sudah bergerak-gerak menyentuh buku anak lelaki itu.

“Aku bilang pergi dari sini!” Bentak anak itu sambil menepis tangan Anindya dari bukunya. “Dan jangan pernah dekati aku lagi.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Broken
9.5
Dunia Risa Aulia runtuh saat suaminya, Danuarta Prasetya, berselingkuh dengan Karina Jelita yang merupakan sahabatnya sendiri. Saat duka kehilangan sang ayah belum reda, Risa harus tertatih menyembuhkan luka batinnya seorang diri. Di tengah keterpurukan, kehadiran pemuda blasteran bernama Dio Al Gazali perlahan membawa secercah harapan. Namun, jalan pemulihan Risa terusik ketika Danu tiba-tiba datang lagi untuk memohon kesempatan kedua guna memperbaiki rumah tangga mereka.
Sampul Novel Foto Suamiku Diruang Keluarganya
8.7
Dua tahun menikah, Ane tak pernah menyangka akan menghadapi kenyataan pahit. Kebenaran bahwa dirinya hanyalah istri kedua Farel terungkap tanpa sengaja saat ia bertamu ke rumah salah satu wali muridnya. Di sana, sang ibu murid menjatuhkan sebuah foto keluarga rahasia. Ane sangat syok melihat sosok suaminya di foto itu. Kini, ia didera dilema batin yang hebat, harus memilih antara memperjuangkan cintanya atau pergi meninggalkan Farel.
Sampul Novel Investigar Contigo : Bos Besar Mafia Russia yang Terbunuh
9.6
Detektif Olivia Lyora Kim sibuk mengungkap kasus kriminal di area industri Seoul. Ia tidak sendiri, melainkan ditemani rekan kerjanya, Aiden Junior Lee. Namun, setelah setahun berpartner, Olivia merasakan keanehan. Sikap Aiden mendadak berubah menjadi sangat manis padanya. Perubahan perilaku yang tidak biasa ini membuat Olivia bertanya-tanya, apakah sang mitra kerja mulai jatuh cinta kepadanya di tengah-tengah proses penyelidikan mereka?
Sampul Novel Misi Cinta: Dendam Mantan Istri
7.9
Akibat insiden tak terduga, Terence terpaksa menikahi Julia dan membatalkan pertunangannya dengan Jean. Selama tiga tahun pernikahan, Terence yang membenci Julia enggan menyentuhnya. Begitu Jean kembali, Terence langsung menceraikan Julia begitu saja. Merasa dikhianati oleh saudara sendiri dan suami yang dicintainya, Julia tidak tinggal diam. Ia kini bangkit membawa dendam membara untuk membalas rasa sakit hati kepada mereka berdua.
Sampul Novel Perjanjian Cinta
8.2
Mila Prameswari terjebak dalam pusaran hidup Rafin Adi Wijaya setelah sang paman menjual dirinya senilai lima ratus juta rupiah. Demi mengamankan takhta perusahaannya, sang miliarder menawarkan sebuah kesepakatan pernikahan kontrak. Mila diwajibkan melahirkan seorang putra pewaris, sementara Rafin berjanji membantu mencari keberadaan ayah Mila yang lenyap tanpa jejak. Sanggupkah Mila mempertahankan perasaannya di balik ambisi besar Rafin, dan akankah pencarian sang ayah berhasil?
Sampul Novel Ragu yang Berujung Temu
9.0
Mikha menghadapi dilema besar saat Khalil, cinta lamanya selama sepuluh tahun, dan Malik melamarnya secara bersamaan. Demi mencegah luka yang lebih parah, ia harus menentukan pilihan. Sayangnya, pernikahan yang ia pilih justru terasa dingin dan hampa sejak malam pertama. Saat badai rumah tangga dan bayang-bayang perceraian mengintai, hadirlah wanita lain yang berniat merebut sang suami. Kini, Mikha harus berjuang menjaga komitmen pernikahannya sembari berharap mukjizat akan datang.