APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung

akan ku tuju sampai ke ujung

Siera sangat menikmati masa lajangnya sebagai wanita mandiri. Di sisinya, ada Roma, sahabat masa kecil yang selalu loyal mendukungnya. Namun, ketenangan hidup Siera terusik sejak kehadiran Xavier, bos besar di kantornya. Meski sang atasan berkarakter angkuh dan dingin, perlahan ketulusan Siera mampu melunakkan hatinya. Kini, Siera terjebak di antara loyalitas sahabatnya dan daya pikat sang bos yang mengubah takdirnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Nah begini kan baru Xavier yang aku kenal, kamu kenapa nyamar jadi dokter.”

“Gak kok, aku pergi dulu ya tugas aku uda selesai.”

Siera menahan  Xavier dan  Xavier melihat ke arah Siera dengan diam, Siera mendekap wajah  Xavier.

“Kamu gaboleh pergi kalau kamu gak jelasin ke aku.”

Glug.

 Xavier menelan salivanya karena bingung serta panik mau menjawab apa sampai akhirnya  Xavier mengaku kalah kepada Siera.

“Aku cemburu kamu sama pria lain.”

“Maaf ya kayak anak kecil, tapi aku gak suka kamu sama dia.”

“Haha, emang kamu siapanya aku sampai cemburu.”

 Xavier yang mendengar itu hanya diam sontak mengehela nafas gak lama saat mau pergi di tahan oleh Siera dan di kecup oleh Siera.

“Mana mungkin aku biarin orang yang selamatin diri aku pergi begitu aja.”

“Jadi?”

“Jadi apa.”

“Kita pacaran.”

Siera mendorong  Xavier dan  Xavier hanya diam sambil melihat ke arah Siera, Siera melipat kedua tanganya.

“Kamu dalam tahap pertimbangan jadi jangan senang dulu mengerti!”

“O-oke sayang aku udah senang kok.”

“Sayang sayang apaan pergi sanah!”

Saat  Xavier mau pergi ditahan lagi oleh Siera,  Xavier hanya menutup mata Siera tersenyum melihat  Xavier, siera hanya memakaikan masker yang dia tarik tadi.

“Ngapain tutup mata? Emang kamu kira aku mau ngapain?”

 Xavier terdiam saat ingin menjauh Siera mengecup  Xavier dengan mengunakan masker  Xavier tertegun melihat Siera.

“Pergi sanah, jangan pernah lagi pura-pura jadi siapapun bakal di hukum nanti.”

 Xavier hanya menganggukan kepala, sampai akhirnya Siera menutup muka nya dengan kedua tanganya.

“Siera, lu orang gila yang pernah ada, arrgh kok gua senang ya.”

Roma masuk dan bingung apa yang terjadi dengan Siera, gak lama Siera kembali normal lagi biar Roma gak curiga.

“Roma, kamu belum pulang?”

“Ya ini aku mau pulang, kamu mau aku temanin.”

“Gausah, aku bisa sendiri kok lagian di sini banyak orang ada dokter dan suster aku tinggal panggil mereka.”

“Ok kalau gitu, aku pulang ya bye kamu cepat sembuh kalau butuhh apa-apa telepon aku, biar aku datang.”

Siera hanya senyum kepada Roma, Roma keluar dari ruangan Siera. Siera merasa rindu akan  Xavier tapi  Xavier belum datang.

 Xavier di dalam mobil hanya bisa senyum tidak bisa berkata apa-apa, pengawalnya hanya diam melihat  Xavier.

“Tuan pria itu udah pulang apa tuan juga mau pulang.”

“Gak, saya mau di sini kamu pulang aja, besok pagi bawain saya kemeja makasih.”

“Baik tuan.”

 Xavier jalan ke dalam ruangan Siera, Siera sedang tidur sedangkan  Xavier hanya senyum kepada Siera yang lagi tidur.

“Manusia cantik ini ngapain aja cantik emang boleh ya secantik ini?”

“Aku cantik ya? Makasih sampai di liatin begitu.”

 Xavier yang ketahuan berkata dalam hati tentang Siera, membuatnya malu gak lama Siera bangun membuka matanya.

“Kamu gak tidur? Aku kira kamu tidur.”

“Gak, aku nungguin kamu. Aku kira kamu udah pulang, ada apa kamu ke sini?”

“Kamu tau kan alasan aku ke sini?”

Siera menggeleng kepala, gak lama  Xavier menjelaskan kepada Siera. Siera duduk sambil dengar cerita  Xavier.

“Siera.”

“Humm.”

“Aku sama miranda gak ada hubungan apa-apa, aku di jebak sama dia jadi kalau ada skandal apapun tentang aku jangan percaya, kecuali diri aku sendiri yang bicara ya.”

“Alasan aku harus percaya kamu apa, emang aku siapa kamu? Kita ini apa? Dan untuk apa aku tau tentang kamu.”

 Xavier yang mendengar itu hanya bisa diam tanpa kata, setelah di pikir-pikir lagi perkataan Siera memang benar, memangnya mereka ini apa.

 Xavier berdiri dan melihat ke arah Siera dengan menahan rasa sedihnya, gak lama Siera melihat ke arah  Xavier.

“Aku pulang ya, kalau kamu butuh apa-apa panggil dokter dan suster. Maaf aku udah ganggu kamu, kamu pasti gak nyaman sama aku. Aku gak bakal ganggu kamu kok bye Siera.”

Siera yang mendnegar itu emrasa sakit hati yang gak bisa di jelaskan, sampai akhirnya  Xavier hanya diam telepon supirnya.

“Pengawal jemput sekarang.”

 Xavier pulng dan langsung ke ruang kerjanya minum hingga mabuk, gak lama ada telepon dari rapat, tetapi  Xavier masih tidur sepanjang hari karena perkataan Siera.

Siera yang uda mau pulang dari rumah sakit, merasa sepi dan hampa saat gak ada  Xavier yang menemani dirinya tetapi ada Roma yang selalu sigap.

“Siera ayo pulang bareng.”

“Ya Roma makasih ya.”

“Sini barang kamu, aku aja yang bawa kamu duduk aja di mobil bareng tante ya.”

“Ya.”

Siera masuk ke dalam mobil Roma dan menunggu  Xavier hingga datang, Siera menghela nafas mama melihat Siera.

“Sayang, kamu kenapa?”

“Aku gapapa ma.”

“Benaran?”

Siera hanya menganggukan kepala, mamanya yang tau hanya diam saja Siera cek keadaan  Xavier tetapi gak ada kabar apa-apa, Roma masuk dengan banyak bicara dengan Siera hanya saja Siera keliatan gak suka dengan topik yang ada.

Sampai dirumah Siera masuk kedalam rumah sedangkan Roma bingung ada apa, semenjak di rumah sakit Siera langsung berubah dengannya.

 Xavier yang masih rapat keluar negeri memikirkan Siera terus, tapi  Xavier harus bisa melupakan Siera agar dirinya tidak terhanyut dengan Siera.

“Tuan.”

“Ya ada pa?”

“Nona Siera udah pulang dan kelihatan sedih mungkin karena tuan gak liat, nona Siera?”

 Xavier hampir senyum mendengar perkataan pengawal pribadinya, tetapi  Xavier tetap bersikap cuek dan dingin.

“Oh kan cowo yang kemarin jemput dia ya kan?”

“Benar tuan, sepertinya pria itu mencintai nona Siera, begitu juga dengan nona Siera.”

 Xavier yang awalnya mau senang seketika menghancurkan pulpen yang ada di tanganya sambil mengerutkan dahi.

“Minta pen baru, soal Siera jangan bahas lagi ayo pergi rapat.”

 Xavier sontak pergi ke perjalanan rapat tanpa memikirkan Siera, Siera pergi sendiri makan es krim  Xavier yang melihat itu ingin sekali menghampiri Siera, saat mau turun ada Roma di sampingnya  Xavier menahankan dirinya untuk gak keluar.

“Jalan!”

“Baik tuan.”

Siera merasa ada  Xavier tapi kemana perginya  Xavier, apa sekarang Siera juga mulai berhalusinasi adanya  Xavier di sekelilingnya.

“Siera, ada apa?”

“Gak ada Roma, ayo kita pulang.”

Roma hanya senyum setelah sampai rumah Siera lebih banyak diam dan tidak mau memikirkan lagi soal  Xavier karena dirinya dan  Xavier memang beda dunia dan tidak bisa di paksa.

“Sayang anak mama, ada apa?”

“Gak kok ma, aku mau tidur dulu malam ma.”

Mama hanya diam dan menggeleng kepala udah tau anaknya mengapa tapi si anak masih menutupi saja keesokan paginya di kantor.

Bruk.

Siera ga mau melihat ke arah orang yang ditabraknya hanya bisa bersedih tanpa memikirkan apapun.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Disisa Serpihan Hati
8.4
Niat baik Dania menyelamatkan Ilham dari kejaran orang asing berujung salah paham warga yang memaksa mereka menikah siri. Di tengah perjalanan menjelajahi berbagai daerah, benih cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Namun, nyawa Ilham terancam oleh konspirasi jahat ibu dan saudara tirinya yang mengincar warisan bisnis hotel sang ayah. Kini, Dania harus terus mendampingi sang pewaris dalam pelarian penuh bahaya untuk melindungi nyawa dan cinta mereka.
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Sebagai CEO sukses dan duda satu anak, Rehan Hadinata merindukan kehadiran sosok wanita di hidupnya. Di tengah banyaknya wanita yang mencoba mendekat, belum ada satu pun yang mampu memikat hatinya. Suatu ketika, Rehan mencoba peruntungan melalui aplikasi kencan daring dan terpikat oleh profil Nesya Cintia Ayu. Ia pun memutuskan berkirim pesan untuk memulai perkenalan. Akankah obrolan ini membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?
Sampul Novel Cinta yang Sirna Sebelum Fajar
9.2
Shasa Handoko diam-diam menghitung mundur sepuluh hari terakhir yang tersisa sebelum ia mendonorkan ginjalnya demi menyelamatkan Arya Lexim. Setelah prosedur medis itu selesai, Arya akan mendapatkan kembali kesehatannya, sementara Shasa, sosok pengganti yang selama ini dibenci, memilih untuk melangkah pergi dan menghilang selamanya. Shasa hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, apakah Arya akan mengingat dirinya saat pria itu hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya, meski ia tahu jawabannya mungkin adalah tidak sama sekali.
Sampul Novel Kau Bukan Sahabatku-Kau Perusak Rumah Tanggaku
9.5
Empat tahun membina rumah tangga dengan CEO sukses bernama Dimas Satria, Putri Wijaya merasa hidupnya sangat bahagia. Namun, dunianya yang tenang mendadak hancur setelah sebuah rekaman video mengungkap perselingkuhan sang suami. Dimas rupanya telah berpoligami secara rahasia dengan Rina, sahabat dekat yang selama ini sudah dianggap Putri sebagai adiknya sendiri. Kini, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa orang kepercayaannya justru menjadi perusak pernikahannya.
Sampul Novel Kau Hancurkan Persahabatan Kita
8.8
Akibat satu malam tanpa kendali, persahabatan Lysandro Wicaksana dan Callista Rayendra berujung pada pernikahan terpaksa. Lysandro, sang pewaris bisnis yang panik saat tahu Callista hamil, sempat memintanya menggugurkan kandungan. Meski ditolak dan Callista memilih pergi, Lysandro akhirnya kembali untuk menikahi sahabatnya secara rahasia. Kini, Callista harus menjalani hidup di bawah bayang-bayang Elowen, kekasih Lysandro yang tidak tahu pria itu telah menjadi suami wanita lain.
Sampul Novel MENIKAHI CEO KEJAM
9.5
Penyesalan mendalam menghantui Jennifer setelah terobsesi pada Maximilian Jefferson, bos real estate asal Jerman. Niat awal menebus kesalahan pada kakak korban perundungannya malah berujung pada pernikahan paksa akibat cinta buta Jennifer. Di tengah siksaan batin yang ia terima, sebuah fakta mengerikan terungkap: Max adalah dalang di balik kematian ayah Jennifer. Kini, saat rasa cinta Jennifer berubah menjadi benci, Max justru mulai jatuh hati. Akankah dendam memisahkan mereka?